NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 - NGAMBEK BERKEPANJANGAN

Tara ngambek, diam gak mau ngomong sama sekali dengan Bastian. Sepanjang jalan, bastian minta maaf gak dijawab. Sampai rumah, gak mau disentuh bastian sedikit pun. Padahal pas turun dari mobil, efek menangis kepalanya kliyengan lagi.

"Mama," Tara baru saja turun dari mobil, setelah mama mertuanya. Tapi hampir saja jatuh, untung tara langsung panggil mamanya, mama mertuanya langsung sigap menahan tubuh tara yang mau jatuh.

"Pusing lagi apa?" tanya sang mama yang masih menahan tubuh Tara, yang sedikit lebih tinggi darinya.

"Iya ma, kliyengan lagi." jawab tara, berpengan erat pada sang mama dengan satu tangan tara memijat pelipis kepalanya.

"Biar bastian batu, ma." Bastian yang baru turun ingin membantu, dia segera mendekati tara, ingin menggantikan mamanya, memegangi tara. Tapi tara menepisnya.

"gak usah pegang-pegang, mama bisa bantuin tara kok." kata tara kasar pada bastian.

"Ta, kenapa?" Sabrina yang baru pulang ngampus melihat tara yang dipapah tantenya. Bina langsung mendekat, membantu memapah tara.

"bi, bantuin ke kamar ya. Kepala aku kliyengan bi. Takut jatuh kalau gak dipegangi."

Sabrina hanya menurut, dia memapah tara bersama dengan tantenya ke kamar. Tara langsung berbaring disana. Pusingnya makin parah. Mama mertuanya bahkan membantu tara melepaskan sepatunya.

"Tiduran aja sayang, nanti kalau udah enakan baru bangun ya." mama bastian menarik selimut untuk menyelimuti Tara. Tara hanya mengangguk menjawab perintah sang mama mertua.

"Tan, tara kenapa?" tanya bina yang masih bingung dengan keadaan Tara. Sementara bastian tidak berani mendekat, dia hanya mengikuti dibelakang sejak tadi dan mengamati tara dari ambang pintu.

"Yuk, tante jelasin. Diluar aja, takut ganggu istirahatnya tara. Kasian." mama bastian menarik sabrina untuk keluar dari kamar tara. Tara terlihat tidur dan memejamkan matanya.

"Udah tidur ma?" tanya bastian mencoba melihat tara dari jauh.

"udah."

mama bastian dan sabrina berjalan melewati bastian. Bastian ingin melihaf tara dari dekat.

"jangan ganggu, nanti makin ngambek loh anaknya."

baru saja bastian akan melangkah mendekat, tapi mamanya sudah memperingati. Bastian jadi menghentikan langkahnya. Gak mau tara makin ngambek lagi sama dia, terlebih tara baru saja tidur, mungkin belum terlalu pulas, jadi bisa ketahuan. Bastian keluar dari kamar itu dengan sedih, pengen banget liat dan cek langsung keadaan tara. Bastian mengikuti mama dan sabrina turun.

***

"tan, kenapa tara?"

mereka sudah ada di ruang istirahat. Sabrina sudah meminta minuman dingin pada bibik. Sementara dia menunggu penjelasan dari tantenya.

"silakan non." bibik membawakan minuman untuk sabrina juga mama bastian dan bastian. Mereka duduk bertiga.

"tuh, gara-gara om kamu." tuduh mama bastian, menunjuk anaknya dengan dagu.

"om, jahat banget sih sama sahabat aku." dugg... lagi, kali ini dengan buku kuliah yang bina pegang.

"Apaan sih. Gak tantenya, gak ponakannya, suka mukul. Kekerasan dalam rumah tangga tau gak nih. Dipukulin mulu aku. Tauk ahh, minggat bastian."

setelah minum dan dipukul, bastian memilih pergi dari dua wanita berbahay itu.

"Ian, mama liat ada boneka dikursi depan mobil. Boneka buat siapa?" tanya mama bastian, yang ingat melihat ada boneka yang Sepanjang didalam mobil tadi. Setau mamanya, bastian gak mungkin koleksi boneka.

"Ciee... buat tara yaa omm. Gak usah ngeles dehh..." Sabrina malah menambah mengejek bastian. Bastian gak mau dengat ejekan mereka, dia langsung pergi.

"Iya non, nyonya. Tadi pulang bawa boneka, pink kan warnanya, kelinci bentuknya. Terus teriak tanya mbak tara dimana, terus nyusul nyonya deh sama mbak tara." bibik.

sabrina dan tantenya tos, merasa keduanya sudah jauh lebiu dekat, dan usaha Mereka selama dua bulan ini mulai membuahkan hasil. Dan hasil program hamilnya juga.

"Ahh, na. Soal tara yang sakit. Kepalanga pusing, kliyengan dia. Tadi ngambek. Kayaknya udah jadi deh program hamilnya. Besok mau mama suruh cek ke dokter kandungan."

Sabrina makin bahagia mendengarnya. Bakalan punya ponakan lucu. Sabrina berharap dapet ponakan cewek, biar bisa dia dandanin cantik dan lucu, kayak bina liat diinternet. Keponakan cewek jauh lebih asik ketimbang cowok, pasti susah diatur. Kayak serial yang selalu bina tonton, tentang anak-anak cewek dan cewek gitu. Ahh.. sabrina hampir lupa, hampir melewatkan hiburannya ini.

"Tant, bina ke kamar ya. Mau mandi, mau nonton reality show anak-anak gitu, yang ngasih liat aktivitas mereka, sampai kenakalan mereka. Anak cowok itu ribet, nakal. Muda-mudahan nanti anak tara cewek."

Setelah mengoceh panjang lebar, sabrina langsung berlari ke kamarnya. Mama bastian juga bersih-bersih. Sementara Bastian, dia kembali ke mobil, mengambil bonekanya dan diam-diam masuk ke kamar Tara, menaruh bonekanya.

"Maaf ya gak percaya. Semoga beneran hasilnya nanti positif." Bastian tak bisa menahan tangannya yang ingin mengisap rambut tara, juga perut rata tara. Setelah menaruh bonekanya disamping tara, bastian langsung keluar kamar. Gak mau tara liat dan makin ngambek berkepanjangan ke dia.

"Waaa.. ketahuan." Sabrina yang biasanya nonton dengan tara reality show anak-anaknya, menangkap basah omnya.

"jangan bilang apa-apa. Jangan berisik, nanti temen kamu bangun." Bastian langsung membekap mukut sabrina, menarik bina kebalik tembok dan memojokkannya.

"Gue kasih uang satu juta buat tutup mulut." bastian bernego dengan sabrina.

"dua juta. Deal." dikasih hati malah ngelunjak. Bastian terpaksa mengangguk, gak mau tara makin ngambek, gensi juga ke mamanya. Kan perjanjian sampai ada anak, keluar dan udahan.

"malak lo. Awas pokoknya kalau sampai bilang. Gue transfer malam ini."

"sipp!!" menang banyak bina.

Bina langsung masuk ke kamar tara, untuk mengecek keadaan sahabatnya itu, sekalian banyak yang mau dia ceritain ke Tara. Sabrina baru duduk diranjang Tara, eh orangnya sudah bangun.

"Bin, kenapa?"

Tara hanya memeluk bonek kelinci pinknya dan memeluknya. Lalu melirik Bina yang berbaring disampingnya. Tara tidur di kamar bastian.

"Ta, mau nonton gak?"

"Mau dong, lucu banget mereka."

Tara dan bina menonton tv dari ponsel bina. Bina yang memeganginya. Bina jadi ingat tentang cerita tantenya. Bina penasaran dengan yang tara rasakan sekarang.

"Ta," panggil bina pada tara yang asik memperhatikan ponsel bina.

"lucu banget bi. Anak ini usia berapa? cantik banget, manis." Tara malah bertanya dan menunjuk ponsel bina.

"Bi, cantik banget anaknya." Tara tak henti mengocehkan hal yang sama pada bina, Sementara tangan tata tanpa sadar mengusap perutnya yang masih rata.

"Kalau gue sih liat ini karena bintang tamunya idol cakep, Tar." timpal bina.

Bina memberikan ponselnya pada Tara, untuk tara pegang. Bina malah memeluk sahabatnya itu.

"gak nyangka, sahabat gue udah mau tua. Udah mau punya anak, sama om gue lagi. Kenapa lo mau sih sama om gue?" kata bina dalam pelukan tara. Tara hanya tersemyum mendengar ucapan bina, dia asik menonton, tapi juga mendengarkan bina.

"Sini. Aku pegangin, biar gak capek."

Sejak tadi bastian ada diluar. Mengintip kegiatan keduanya dan ketika bina bilang ada idol cowok cakep, bastian langsung dibakat api cemburu. Dia masuk, mengambil ponsel Tara, dengan alasan takut tara capek.

"Mas, keluar gak. Aku lagi gak mau liat kamu ya." kata tara dengan beraninya mengusir bastian dari kamarnya sendiri.

-

sukurin lu bas. Sukuurrinnn!!!

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!