NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Festival Sekolah II

Tanpa terasa langit yang terang mulai berganti menjadi gelap. Semua siswa siswi berkumpul di lapangan sekolah yang luas. Api unggun berkobar merah di tengah - tengah lapangan.

Kini masuk acara bebas, alunan musik pelan mengiringi setiap langkah mereka yang berdansa. Linda berputar mengikuti irama musik dengan Rendy sebagai pasangan dansanya.

"Kamu sangat cantik sekali hari ini Linda." ucap Rendy menarik pinggang kekasihnya.

"Apa aku biasanya tidak cantik?" ucap Linda tersenyum.

"Sampai kapan pun, kamu perempuan tercantik yang ada di mataku." jawab Rendy.

"Hahaha.. Kamu pandai merayu ya sayang." ucap Linda mengalunkan kedua tangannya di leher Rendy.

"Aku ingin sekali mencium kamu sekarang Linda." kata Rendy semakin menarik Linda mendekat.

"Tidak disini sayang." ucap Linda menahan tubuh Rendy.

"Kenapa kita tidak pulang saja. Kamu bisa menginap di rumahku." ucap Rendy mengecup lembut punggung tangan Linda.

"Bilang saja kamu ingin mengurungku Rendy." ujar Linda tertawa kecil melihat mata yang dipenuhi hasrat ingin memiliki itu.

"It's been a while Linda. Aku merindukanmu." kata Rendy menatap dalam irish caramel Linda.

"Rendy.. Kamu tahu, kita sudah melangkah terlalu jauh. Padahal kita belum menikah." ucap Linda menyentuh pipi Rendy.

"Sayang. Apa kamu menyesal sekarang? Kalau aku tidak ada penyesalan karena aku melakukannya sama kamu. Aku sangat bahagia Linda." ucap Rendy mengecup dahi Linda dengan penuh perasaan.

Linda memejamkan kedua matanya, ia mendekap Rendy dan menaruh kepalanya di dada bidang kekasihnya. "Ini pertama kalinya aku tidak merasakan penyesalan apa pun." jawab Linda.

Banyak pasangan muda yang berpelukan sembari berdansa. Bahkan ada beberapa yang menyatakan cinta dan mendapatkan kekasih baru di bawah cahaya rembulan.

XxxXxx

Darren duduk di bawah pohon yang rindang, menatap banyak pasangan yang berdansa. Dia melihat langit malam yang cerah dengan kerlap kerlip berliannya. Darren tersenyum, Vira Denis, Ayah minta maaf. Ayah tidak bisa membawa Mama kembali nak. Ada orang yang lebih bisa bahagiakan Mama. Ayah hanya bisa menyakitinya, maafkan Ayah ya nak. Ayah akan membayar rasa sakit Mama kalian dengan seperti ini. Ayah sayang kalian, tapi Ayah terlambat mencintai Mama kalian. Maaf ya nak. Semoga di kehidupan lain kita berjumpa kembali anak - anak Ayah. Gumam Darren dalam hati, seorang diri merindukan dua bocah kecil yang menjadi fotocopy dirinya.

"Kenapa gak cari pasangan buat dansa?" tanya Damian yang menghampiri Darren, memberikan minuman dingin.

"Makasih Damian." ucap Darren menerima minuman tersebut.

Damian duduk di sebelah Darren. Dia ikut memandang banyak pasangan yang berdansa dalam diam.

"Terus lo ngapain kesini? Gak dansa sama Silvi?" tanya Darren.

"Kenapa Silvi?" tanya Damian tanpa menatap Darren.

Darren memukul halus punggung Damian, "Jangan berpura - pura itu gak cocok sama wajah lo !"

Damian mendesah pelan, "Dia udah punya pacar." kata Damian.

"Huh? Silvi? Gue kira dia jomblo dan lagi nunggu lo buat nembak dia." kata Darren setengah terkejut.

"Gue suka. Tapi gue gak bisa rebut pacar orang, pacarnya sekolah di luar negeri." cerita Damian menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya disana.

Darren menatap Damian seperti melihat dirinya sendiri. Kenapa nasib kita sama ya. Ucap Darren di dalam hati.

"Lo gak punya pacar?" tanya Damian menatap Darren.

"Gak. Soalnya cewek yang gue suka udah punya pacar." desah Darren membuat Damian menepuk punggungnya.

"Gak salah gue samperin lo. Akhirnya ada yang nasibnya sama seperti gue." ujar Damian.

"Kenapa gue jadi sedih ya." ucap Darren.

"Iya kita sangat menyedihkan ya." kata Damian menghibur Darren. Lalu mereka berdua saling berpandangan dan tertawa bersama.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jean Chandra melepas kaca mata hitamnya. Dia baru saja keluar dari bandara. Hari ini dia berencana pulang dan mengejutkan orang tuanya. Dia sengaja naik pesawat dan tidak menggunakan jet pribadi milik keluarganya.

Sebuah mobil sport mewah terparkir di hadapannya, kaca mobil di bagian penumpang itu turun, menampilkan wajah Rendy yang sedang menyetir.

Jean lalu masuk ke dalam dan mobil melaju dengan kecepatan sedang.

"Maaf merepotkan Rendy." kata Jean menatap jalanan.

"Kak. Aku rasa Ayah dan Ibu tidak akan terkejut." ucap Rendy.

"Huh? Benarkah?" tanya Jean menatap saudaranya yang sangat mirip Ayah mereka.

"Lazio pasti tau semuanya dan itu pasti sampai ke telinga Ayah." sahut Rendy mengingat bagaimana setianya Lazio kepada Dion Chandra.

Jean menepuk dahinya membenarkan ucapan adiknya. "Aku lupa sama dia." ucap Jean Chandra.

"Hmm.. Kenapa Devan gak ikut?"

"Dia ada ujian." kata Jean mengingat Devan Chandra yang sudah beberapa hari ini tidak ingin di ganggu sama sekali, bahkan saat Jean datang adik bungsunya akan mendelik tajam dan menyuruh dia keluar.

"Bagaimana hubungan kamu dan Linda?" tanya Jean.

"Kami baik - baik aja." jawab Rendy.

"Aku dengar kamu menginap berdua di Villa. Rendy Kakak tidak sangka kamu sangat berani." ucap Jean melirik Rendy yang sedikit malu.

"Kakak kira kamu adalah manusia es yang sangat susah disentuh wanita. Tapi Linda sepertinya berhasil mencairkan dinding es itu bahkan kamu melangkahi Kakak. Tapi jangan lari, janji sama Kakak kamu akan buat Linda bahagia." kata Jean.

"Kenapa Kakak gak yakin aku bisa buat Linda bahagia?"

"Linda itu anak yang baik. Kakak masih ingat dulu dia mengira Kakak adalah kamu. Padahal warna mata kita aja berbeda." sahut Jean tersenyum kecil mengingat bagaimana dulu Linda selalu memanggil Jean dengan nama Rendy. "Apa mungkin dia sekarang mengira kamu adalah Kakak? Jangan - jangan Linda sebenarnya suka sama Kakak bukan kamu Rendy?" goda Jean dengan jahil.

"Kak aku bisa turunkan Kakak sekarang disini-"

"Kakak hanya bercanda adik sayang." sela Jean dengan tersenyum jahil.

Rendy hanya mendengus kesal kearah Jean.

"Apa kamu cinta Linda?" tanya Jean dengan wajah penasaran.

"Kak jangan bilang kamu mau bawa kabur tunangan adikmu."

"Apa Kakak terlihat jahat seperti itu?"

"Wajah Kakak itu sangat kriminal." sahut Rendy membuat Jean menatapnya kesal.

Jean Chandra lebih tua tiga tahun dari Rendy Chandra. Dia memiliki rupa yang mirip Ibunya, Viona Chandra. Warna mata Jean itu coklat, warisan dari Viona. Bahkan rambutnya hitam bercampur pirang yang didapat dari kombinasi warna Dion dan Viona. Sedangkan Devan hampir mirip Rendy perbedaannya terletak di warna rambutnya karena adik bungsu mereka mewarisi rambut Viona yang berwarna pirang keemasan.

"Makasih ya adikku. Wajah kriminal ini Kakak dapat dari Ibu loh." jawab Jean yang masih menatap Rendy dengan kesal. "Apa aku ini anak angkat? Kenapa hanya aku yang mirip Ibu padahal kedua adikku semua sangat mirip Ayah." sambung Jean berpura - pura mengeluh.

"Kak. Kakak itu anak pungut." kata Rendy yang berakhir mendapatkan pukulan cinta dari Jean Chandra.

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!