NovelToon NovelToon
Greta Oto: Glasswing Butterfly

Greta Oto: Glasswing Butterfly

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Greta Oto Wright terlahir sebagai putri dengan mata yang berbeda warna (Heterochromia) sama seperti ayahnya, sebuah tanda yang diyakini membawa nasib buruk. Sejak dalam kandungan, seekor kupu-kupu kaca tembus pandang telah berterbangan di sekitar istana, seolah-olah menjaga dan mengawasinya.

Ketika tragedi menimpa kerajaan, Greta menjadi terisolasi, terperangkap oleh mitos, ketakutan, dan rahasia orang-orang terdekatnya. Dalam keheningan dan keterasingan, ia perlahan menyadari bahwa apa yang disebut kutukan itu mungkin adalah kekuatan yang tersembunyi dari dunia.

Note: Non Romance
Follow ig: gretaela82

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Buah Berry, Grace dan Hugo

Perlahan sore digantikan oleh malam. Grace sudah menyelesaikan tugasnya hampir larut malam. Ia menang menjaga ratu sesuai dengan perintah Raja Arion.

Grace perlahan keluar dari castle menuju rumahnya. Ia berjalan pelan malam itu.

Hugo duduk di meja kayu sederhana, menata buah berry ke dalam mangkuk tanah liat. Tangannya cekatan, rapi. Ada dua piring di meja. Ia jelas menunggu.

"Ibu pulang larut lagi," kata Hugo tanpa menoleh.

Grace berhenti sejenak, lalu meletakkan tas kecil berisi botol-botol kaca di sudut ruangan.

"Ibu harus di castle," jawabnya singkat.

Hugo menoleh.

"Kenapa, bu?" tanya Hugi

Grace berjalan ke meja, duduk perlahan. Ia memandang mangkuk berry itu sejenak sebelum berbicara.

"Ratu Chelyne sakit," katanya.

"Sakit apa, bu?" tanya Hugo

"Batuk."

"Batuk berdarah." lanjut Grace

Hugo terdiam. Tangannya yang sedang menyusun berry berhenti.

"Apakah batuknya parah, bu?"

Grace menyandarkan punggung ke kursi. Wajahnya tampak datar, terlalu datar untuk kabar seperti itu.

"Sudah cukup lama," katanya.

"Oh. Lalu raja menyuruh ibu untuk memperhatikan ratu?" tanya Hugo

Grace mengangguk perlahan dan memakan buah berry itu.

Hugo mengingat pagi tadi. Hutan yang sunyi, cahaya matahari menembus dedaunan. Dan sosok itu.

"Ibu," katanya ragu.

"Tadi aku ke hutan. Aku ketemu... Pangeran Thaddeus."

Grace menatapnya tajam.

"Di mana?"

"Dekat sungai kecil," jawab Hugo.

"Aku sedang memetik berry. Dia... dia juga di sana."

"Lalu?" suara Grace rendah.

"Kami tidak bicara," lanjut Hugo.

"Kami hanya saling melihat. Dia menatapku sebentar, lalu aku menunduk."

Grace mendengus pelan.

"Kau tidak perlu memberi hormat padanya."

Hugo mengangkat kepala.

"Tapi dia pangeran, bu."

"Dia hanya anak laki-laki yang diselamatkan orang lain," potong Grace.

Nada suaranya membuat Hugo terdiam.

"Ibu?" Hugo menatapnya heran.

 "Kenapa Ibu bicara begitu?"

Grace berdiri, berjalan ke rak kecil tempat botol-botol obat disimpan. Ia membuka satu, menuang cairan bening ke dalam gelas, lalu meminumnya tanpa ekspresi.

"Jangan pedulikan Thaddeus," katanya sambil menutup botol.

 "Tidak ada gunanya."

Hugo menelan ludah. Ada sesuatu yang berubah di rumah itu. Ia bisa merasakannya.

"Ibu..." katanya pelan. "Putri Greta… dia masih di castle, kan?"

Grace tersenyum tipis. Senyum yang tidak pernah sampai ke matanya.

"Iya, masih." jawab Grace

"Dia belum boleh keluar?" tanya Thaddeus

"Dia tidak diperbolehkan keluar oleh raja."

"Lalu, Greta hanya diam saja di castle?" tanya Hugo penasaran.

Grace menghela nafas pelan. Ia sebenarnya agak lelah setelah pulang dari castle tadi.

"Dia bermain sama serangganya." jawab Grace

"Serangga? Jadi putri kerajaan suka dengan serangga, bu?" tanya Hugo lagi

Grace mengangguk perlahan

"Iya, benar. Greta mengoleksi serangga termasuk kupu-kupu kaca itu." ujar Grace

"Kupu-kupu kaca yang sering berterbangan di castle itu, bu?"

Grace mengangguk.

...****************...

Hugo duduk perlahan. Ia memutar mangkuk berry itu, memikirkan cerita-cerita yang sering ia dengar dari pasar, dari orang-orang dewasa yang berbicara setengah berbisik.

"Kata orang," ujar Hugo hati-hati, "Mata Putri Greta itu... mirip mata Raja Arion."

Grace tertawa kecil.

"Sayangnya," katanya.

Hugo menatap ibunya.

"Mereka bilang," lanjut Hugo, "Heterochromia itu pembawa sial kalau terjadi pada perempuan."

Grace mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Dan kau percaya itu, Hugo?" tanyanya Grace.

Hugo ragu. Ia mengangkat bahu kecilnya.

"Itu kepercayaan kerajaan," katanya.

 "Sudah ratusan tahun. Kupu-kupu kaca itu juga ada sejak Raja Arion yang memimpin walau tidak banyak."

"Dan kepercayaan tidak pernah salah," ujar Grace pelan.

"Ia selalu menemukan korbannya."

Hugo mengerutkan kening.

"Apa maksud ibu?"

Grace menatap mangkuk berry di meja. Buah-buah merah itu terlihat segar, nyaris terlalu cerah.

Ia memakan satu buah berry lalu menjawab putranya.

"Sejak putri itu lahir, tidak ada hal baik yang benar-benar terjadi di castle."

Hugo terdiam.

"Rakyat resah, ratu sakit-sakitan. Sekarang batuk darah." lanjut Grace

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara yang hampir seperti keluhan,

"Mungkin mitos itu memang benar. Lihat saja, dari dua puluh keturunan kerajaan, baru kali ini yang terlahir heterochromia adalah perempuan. Dan Greta itu mungkin menjadi penyebab ibunya sakit." ujar Grace.

Hugo menatap ibunya, jantungnya berdetak lebih cepat.

"Ibu bilang... itu karena Greta?"

Grace mengangkat bahu.

"Siapa tahu," katanya ringan. "Tanda itu bukan tanpa alasan."

Hugo menggigit bibirnya.

"Tapi Ibu," katanya pelan,

"Aku pernah baca kalau tidak semua mitos itu benar."

Grace menoleh tajam.

"Kau hanya baca buku," katanya.

"Kau belum mengerti kehidupan, Hugo." lanjut Grace

Hugo menunduk.

"Buku yang aku baca menuliskan kadang orang membuat mitos untuk menutupi ketakutannya sendiri."

Grace tertawa kecil, kali ini dingin.

"Kau terlalu banyak berpikir, Hugo katanya.

"Itu tidak cocok untuk anak seusiamu."

Hugo tidak menjawab. Ia memandangi tangannya sendiri.

"Ayah dulu juga tidak mempercayai mitos." ujar Hugo

Suasan seketika canggung. Grace mulai mengingat kejadian memilukan itu lagi.

"Jangan sebut dia," katanya datar.

Hugo terdiam. Ia menyesal, tapi kata-kata itu sudah keluar.

"Ayah bilang, orang sering menyalahkan hal yang tidak mereka pahami.”

Grace berbalik perlahan. Wajahnya kini kosong, tapi matanya menyimpan sesuatu yang tajam.

"Ayahmu sudah mati," katanya.

"Dan istana tetap berjalan seperti biasa. Apa kau tidak mengingat kejadian itu, Hugo?" lanjutnya

Hugo mengangkat kepala. Matanya berkaca-kaca.

"Ibu, aku tidak bermaksud seperti itu."

"Tapi kau berpikir begitu," potong Grace.

Ia mendekat ke meja, berdiri tepat di hadapan Hugo.

"Dengarkan Ibu baik-baik," katanya pelan.

"Castle Castavia tidak peduli siapa yang harus dikorbankan. Sekarang mereka mengurung seorang anak kecil. Besok, bisa siapa saja."

Hugo menelan ludah.

"Termasuk kita?"

Grace tidak menjawab. Ia hanya memalingkan wajahnya.

"Habiskan berrymu," ujar Grace.

Hugo mengangguk. Ia memakan buah itu perlahan, tanpa rasa.

...****************...

Di dalam kepalanya, kata-kata ibunya bercampur dengan cerita-cerita yang pernah ia baca. Tentang raja, tentang mitos, tentang anak-anak yang dijadikan alasan.

Ia tidak sepenuhnya percaya Greta pembawa sial.

Tapi ia juga tidak cukup berani untuk menentang cerita yang sudah hidup lebih lama dari dirinya sendiri.

"Besok ibu pulang larut malam lagi?" tanya Hugo sambil memakan buah berrynya.

"Sepertinya iya. Ada apa?"

"Aku besok mau pergi ke ladang." ujarnya

"Untuk apa kau kesana?"

"Aku melihat beberapa hari yang lalu ada sayur yang harus dipanen, bu." jawab Hugo

Grace mengangguk dan menyetujui. Memang harusnya Grace yang memperhatikan ladang. Tapi karena kesibukannya di castle, mengingat ladangnya pun tidak sempat lagi.

Beruntungnya Hugo tahu mengelola ladangnya. Walaupun ladang itu tidak luas, tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ia dan ibunya.

"Ibu tidak melarangmu ke ladang. Justru ibu senang kau bisa merawat ladang kita. Maafkan ibu yang tidak pernah sempat ini." gumam Grace

"Aku kan sudah bilang ke ibu, aku mau jadi petani hebat seperti ayah." ujar Hugo

1
Cerita Tina
Wow plotwist ternyata greta ngerti bahasa kupu² 😮
Sishrye
semoga niat jahat Grace segera terbongkar
⋆. 𐙚 ˚hiatus💨ᴛ⑅⃝ˢ🐈ʚଓ𓂃ෆ˚
/Hey//Hey//Hey/
Cerita Tina
Toko kimia masih buka ga? aku mau kirim racun buat grace
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Apa yang akan terjadi?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Putri yang terkurung
한스 HANSEN (HIATUS)
Aduh bingung mau komen apa 🤦😭
Alyaaa_Lryyy.
tegang bgtt ak bca bab ini, btw kupu-kupu nya pda kmna yah🤔
🟡HIAT☕︎⃝❥🍾⃝ ᴋᴀsͩʏᷞᴄͧʜᷡᴀͣɴ⍣⃝✰
cemangat aku lagi ga tau mau komen apa🤣.. jadi vote aja ya
한스 HANSEN (HIATUS)
jnglh capek panas tau🤭
Greta Ela🦋🌺: Nanti kau jadi jangkrik
total 1 replies
Alyaaa_Lryyy.
plisss pertemuin Hugo dan thadeus lagii mereka sahabat sejati bgtt 😭
Cerita Tina
memang bukan, org²nya aja yg kolot /Smug/
Cerita Tina
Tak sabar lihat kelakuan grace terbongkar
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
keren sih
Mingyu gf😘
Arion benar benar menyebalkam
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Memanglah best yang mulia raja satu ini🙇
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Tolong bawa aku kesana untuk melihatnyaaaaa, aku sukaaaa....
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Raja satu ini bener2 luar biasa cintanya ke anak istrinya.
Wida_Ast Jcy
iddiiihhh.... jahatnya bnget ya thor kpn ketahuannya sich
Wida_Ast Jcy
syukurlah akhirnya Arion tahu bahwa diracun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!