NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:121.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBUAT MOBIL-MOBILAN

"Bagaimana hasilnya? " tanya Vina dengan tidak sabar. Begitu Ibu Jaka meminta masuk ia bergegas masuk sambil menggendong Bian.

"Sangat bagus, " jawab Ibu Jaka sambil tersenyum lebar. Akhirnya beban yang selama ini mengganjal hatinya perlahan terhapus.

"Bagus kalau begitu. Apa semua lukanya berhasil disembuhkan?"

"Tidak...seperti katamu tadi, hanya luka yang ringan yang bisa langsung disembuhkan. Sedangkan untuk luka berat butuh tiga kali pemakaian."

"Benar."

"Apa Ayah akan bisa berjalan seperti dulu lagi?" tanya Bian dengan suara kekanakannya.

"Tentu saja. Apa Bian senang?" Bian menganggukkan kepalanya dengan riang.

"Aku juga senang. Nanti bisa ke pasar digendong ayah," kata Adin ikut menimpali.

Jaka menatap Vina yang saat ini masih menjadi istrinya. Sepertinya istrinya memang telah benar-benar berubah. Wajah itu tetap sama tetapi entah kenapa nampak berbeda. Apakah keputusannya untuk berpisah telah benar?

Melihat Jaka terus menatapnya , Vina merasa agak gugup. Wajahnya terasa panas. melihat ketidaknyamanannya , Jaka mengalihkan pandangannya. Namun tidak lama kembali menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Terima kasih," katanya denga tulus.

"Tidak perlu berterima kasih padaku. Kalau bukan karenamu, Kakekku yang akan mengalaminya. Lagi pula sudah jodohmu dengan salep ini. Mungkin karena kebaikan hatimu tuhan pun tidak ingin melihatmu menderita terlalu lama."

Semburat kemerahan perlahan terlihat diwajah Jaka. Perkataan Vina membuat hatinya menghangat.

"Aku bukan orang yang sebaik itu, " elak Jaka dengan wajah datar. Menyembunyikan kegugupan yang ia rasakan. Suasana berubah agak canggung. Untungnya Pak Budi segera menyelamatkan situasi.

"Kami juga turut berterima kasih padamu," kata Pak Budi dengan tulus. Vina merasa tidak enak hati sendiri.

"Bagaimana kalau sekarang Kita makan siang bersama ?" kata Ibu Jaka dengan semangat.

"Mau makan apa? Bukankah pagi tadi makanannya sudah kita habiskan semuanya. Sekarang kita, tidak memiliki sedikitpun beras di dapur, " kata Dewi dengan jujur. Perkataan itu langsung mematahkan semangat yang tadi berkobar.

".... "

Keempat orang dewasa minus Vina langsung teringat pembicaraan sebelum Vina datang. Semua keperluan rumah tangga sudah habis . Namun uang yang mereka punya tidak cukup untuk membeli semuanya

Vina tiba-tiba teringat bungkusan yang masih tergeletak di atas meja. Ia pun mengambil bungkusan itu dan membukanya

"Bagaimana kalau Kita makan ini saja? "

Ada lupis, nagasari, lemper, kue lapis dan aneka ragam gorengan. Untungnya jumlah yang ia bawa tadi cukup banyak.

"Kok banyak sekali! " seru Ibu Jaka dengan mata terbelalak. Jika dijumlahkan bisa dibuat beli beras lebih dari satu kilo gram.

"Aku tidak tahu kesukaan Bibik dan Paman . Jadi ya.... beli semuanya. Ayo dimakan, " ajak Vina sambil mengambil dia buah kue lapis untuk diberikan pada Adin dan juga Bian.

"Terima kasih Tante , " kata Bian dengan lirih. Kemudian anak menggigit kue yang lembut itu dengan gigitan kecil.

"Ehmmm.... enak. lembut dan manis! " seru Adin dengan riang. Vina tersenyum senang melihat keduanya makan. Tatapannya tak sekalipun beralih dari kedua anak itu. Ia tidak sadar jika tindakannya membuat keempat orang dewasa lainnya menatap Vina dengan berbagai pikiran tentangnya.

Setelah itu Vina berpamitan untuk pulang. Bian yang tidak ingin ditinggal memilih ikut bersama Vina. Adin sebenarnya juga ingin ikut. Namun anak itu terlalu malu untuk mengungkapkannya. Jadi Ia hanya melihat kepergian keduanya dengan cemberut.

Setibanya di rumah Vina membawa Bian ke dapur untuk masak. Kali ini Vina masak nasi putih tanpa campuran apapun. Biasanya setiap kali masak ia akan menambahkan campuran pada beras yang ia masak. Entah itu beras jagung, singkong ataupun talas. Pokoknya selama tinggal di rumah Kakek Darma ia bisa mencoba semuanya.

Untuk lauknya Vina membuat sambal goreng pindang, sayur lodeh sama pepes tahu telur. Sedari awal masak sampai semuanya matang, Bian tidak beranjak sedikitpun dari sampingnya. Kemanapun ia pergi, Bian selalu mengikutinya.

"Bian mau makan sekarang atau nunggu kakek buyut pulang? " tanya Vina.

"Nunggu buyut saja. Makan sama - sama."

"Kalau begitu sekarang mandi dulu terus istirahat, bagaimana? "

"He eh, " jawab Bian sembari menganggukkan kepalanya. Dengan begitu Vina membawa Bian ke kamar mandi.

Memar yang ada di tubuh Bian belum sepenuhnya pulih. Jadi Vina menggosok tubuhnya dengan hati-hati. Karena Bian tidak memiliki baju ganti, terpaksa Vina memakaikan kembali baju yang tadi ia pakai.

Bian sudah terbiasa memakai baju yang sama berhari-hari. Jadi ia tidak merasa tidak nyaman. Tidak seperti Vina yang sudah biasa hidup berkecukupan.

"Sekarang Tante akan membuatkan mainan untukmu. Sambil menunggu kakek buyut pulang. Ayo Ikut Tante! "

"Tante bisa membuat mainan? " tanya Bian dengan semangat.

"Tentu saja. Pasti Bian suka."

"Ayo cepat! " seru Bian dengan tidak sabar.

Vina tidak menyurutkan semangatnya. Ia mengambil pisau yang ada di dapur kemudian membawa Bian ke kebun yang ada di belakang rumah.

Dibelakang rumah Vina ada beberapa pohon jeruk bali. Vina berencana membuatkan Bian mainan dari kulit jeruk bali. Kebetulan saat ini jeruk balinya berbuah lebat. Bahkan beberapa ada yang sudah bisa di petik.

Vina memilih buah yang ukurannya besar. Kemudian memetiknya. Ia tidak hanya memetik satu buah, tetapi empat buah sekaligus.

"Ayo Kita bawa jeruk ini ke depan. Kita buatnya di depan rumah saja, " kata Vina yang langsung disetujui oleh Bian. Keduanya berjalan ke depan dengan beriringan.

Vina membawa Bian ke tempat yang teduh dan nyaman untuk duduk. Kemudian mengambil tikar dari rumah dan menggelarnya di sana. Setelah itu barulah ia mulai membuat mainan dari kulit jeruk bali.

Vina berencana membuat mobil-mobilan . Pertama Vina memotong kulit jeruk menjadi empat bagian. Jika diperhatikan akan menjadi seperempat dari bentuk bangun sebuah bola.

Berikutnya membuat roda. Roda ini juga dibuat dari kulit jeruk. Dengan cara memotong kulit jeruk berbentuk lingkaran sebanyak dua buah yang ukurannya sama besar.

Berikutnya adalah menyambungkan kedua roda tersebut dengan seperempat dari kulit jeruk bali. Caranya dengan menusukkan tusuk sate tepat di tengah-tengah jeruk bali yang seperempat lingkaran tadi.

Setelah itu menempelkan roda - roda yang telah dibuat pada tusuk sate yang tadi di tusuk kan. Tempelkan kedua roda pada tusuk sate di dua sisi yang berbeda.

Langkah selanjutnya adalah membuat layar pada mobil. Tujuannya untuk menambah keindahan dari bentuk mobil-mobilan ini.

Ambil satu tusuk sate ( lidi), kemudian tancapkan di tengah-tengah mobil setengah jadi tersebut. Tusuk kan tusuk sate tersebut dengan arah memanjang ke atas. Kemudian ambillah sisa dari kulit jeruk untuk dibuat sebagai layarnya.

Bentuklah kulit jeruk tersebut menjadi berbentuk segitiga siku-siku sehingga menyerupai layar dari sebuah perahu layar. Tancapkan layar tersebut pada tusuk sate yang tadi ditancapkan memanjang ke atas.

Terakhir adalah memasang benang. Benang tersebut ditalikan pada bagian depan mobil-mobilan yang sudah jadi. Caranya dengan melubangi bagian depan dari mobil-mobilan dengan menggunakan tusuk sate. Kemudian masukkan benang yang sudah tersedia pada lubang tersebut. Lalu diikatkan. Akhirnya mobil-mobilan pun jadi.

"Bagaimana... apakah bagus? "

"Bagus sekali! "

"Cobalah."

Dengan semangat Bian menarik benang yang tersambung pada mobil-mobilan sehingga mobilnya melaju mengikuti arah tarikannya. Bian sangat senang sekali. Vina juga turut senang melihat kegembiraan anak itu. Sambil melihat Bian bermain, Vina memakan isi buah jeruk bali yang tadi ia kupas. Rasanya cukup manis.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ortu yg egois hhmm lebih senang liat anak menderita 😏 dasarna ga peka ma anak
Osie
aku daftar jd karyawan donk vina..
Osie
bagus vina yg jadi karyawan keluarga semua..jadi terbantu semua kan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lanjuut thor /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aku mau lah daftar jadi karyawan keripik 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Karyawan na keluarga semua ini mah 😅
Lina Sofi
msh menunggu update
Memyr 67
tahun 90 masih ada desa di indonesia yg berada di pinggir hutan? dan belom dialiri listrik? othor tau? kapan indonesia mulai membangun jalan tol? tahun 1978. tahun segitu sudah ada jalan tol di indonesia dan othor tulis TAHUN 90 desa desa di indonesia belum dialiri listrik? mail kate, tak patuuut.
Nurul Senggrong: Tapi Terima kasih atas informasinya. 🙏🙏🙏🥰
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Dasar na emang gatel 😏 udah jadi istri pun ga bisa jaga marwahna, bongkar aja semua, kasih tau aja anakna tuh
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Januar na ini nginep dirumah Vina kan
Lina Sofi
istri y jahat cerai dulu tp anky kasian jgn d terlantarin dia jg butuh kasih sayang orang tua
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kenapa ga dicerai dulu itu istrina
Yuni Anto
ayo next lagi doank Thor 🥰🥰🥰💪💪💪 terus lah pokoke 😍😍😍/Determined//Angry//Determined//Angry/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ayo jelasin Januu
Osie
/Frown//Frown//Frown/baru mu melotot eh continue..dahlah lembek lagi
Lina Sofi
ok banget ceritanya dan bikin kita terhibur
Lina Sofi
lg seru y terpotong 😄😄 tetap semangat ✊
Yuni Anto
🥰🥰 lanjut lagi donk Thor 💪💪💪😍😍😍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Siap2 loh dikerjain mba kun 👻/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm lemah juga sih kau jadi laki 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!