NovelToon NovelToon
Senyuman Fatimah

Senyuman Fatimah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Balas Dendam / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Harap bijak dalam memilih bacaan, sebagian konten ini berunsur dewasa 21+

Demi menyelamatkan panti asuhan yang akan di gusur, Fatimah rela menikah dengan pria setengah baya berusia 50 tahun. Tetapi laki - laki itu sama sekali tak pernah menyentuhnya. Kenapa ? dan ada rahasia apa di balik pernikahannya....

Lalu bagaimana reaksi Glenn Wijaya Liem yang melihat Ayahnya sendiri menikahi wanita yang diam-diam ia cintai sejak tiga tahun yang lalu.... kuy ikutin kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu tiri rasa pelayan

Pagi itu Fatimah berangkat kerja lebih pagi, sebelum jam delapan dia sudah sampai kantor. Seperti sebelumnya, sebelum masuk kantor ia akan menyapa Security yang berdiri di samping pintu masuk.

"Pagi Pak, Assalamualaikum ?" sapa Fatimah tapi kali ini ia hanya tersenyum tipis, karena mengingat bagaimana peraturan yang Glenn katakan kemarin.

"Karyawan baru ya Mbak ?" tanya Security tersebut yang di ketahui bernama pak Rahmat.

"Baru dua hari Pak." sahut Fatimah.

"Semoga betah mbak, harus lebih bersabar karena Direktur lumayan galak." ujar Pak Rahmat yang mengingat kejadian kemarin ketika Fatimah dibentak di depan umum oleh Glenn.

"Terima kasih Pak, saya permisi." Sahut Fatimah kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor tersebut.

Ketika melewati meja resepsionis, Fatimah tidak melihat wanita kemarin yang di ketahui bernama Dewi tapi justru melihat wanita lain yang duduk di sana. Mungkin belum datang, pikir Fatimah.

Wanita itu nampak tersenyum ketika Fatimah melewatinya. "Pagi mbak, Assalamualaikum ?" sapa Fatimah dengan senyum manisnya.

"Pagi juga." jawab wanita tersebut yang bernama Alice. Kemudian Fatimah berjalan menuju lift khusus karyawan.

Ketika ia sedang menunggu lift terbuka bersama yang lainnya, tiba-tiba suara para karyawan yang tadinya lumayan berisik kini berubah menjadi hening ketika Glenn melangkahkan kakinya menuju lift khusus petinggi perusahaan.

"Pagi Pak." sapa para karyawan tersebut dengan senyum terbaiknya. Fatimah yang di tatap Glenn sekilas hanya menganggukkan kepalanya tanpa sedikitpun tersenyum. karena ia masih mengingat peraturan tak tertulis itu.

"Kenapa semuanya pada senyum kecentilan padanya, apa peraturan itu pengecualian untuknya. Dasar maruk," batin Fatimah dalam hati ketika melihat para karyawan wanita tersenyum centil pada Glenn.

Sesampainya di meja kerjanya, Fatimah segera mengerjakan semua berkas yang sudah menumpuk di mejanya yang kemarin sore di berikan oleh Glenn sebelum pulang.

"Pagi Angel ?" sapa David yang sedang berjalan kearah mejanya.

"Angel ?" tanya Fatimah tidak mengerti.

"Yaps, Angel is Bidadari." sahut David.

"Dimana Pak ada Bidadari ?" tanya Fatimah penasaran lalu matanya melihat ke sekelilingnya.

"Di depan gue saat ini." uap David dengan senyum menggoda.

"Saya Fatimah Bapak." sahut Fatimah tanpa ekspresi.

"Panggil saja David, Nyonya Candra." ujar David penuh sindiran.

"Maaf Pak, anda tahu ?" tanya Fatimah kaget karena yang ia tahu hanya Glenn dan suaminya yang mengetahui statusnya.

"Jangan tegang begitu, mana mungkin gue tidak tahu pernikahan Om gue sendiri." sahut David.

"Maaf lebih baik jangan bicarakan masalah pribadi di kantor. Bagaimanapun anda juga atasan saya di sini, jadi sudah sepatutnya saya menghormati Bapak," tutur Fatimah.

"Baiklah terserah loe, ini job desk direktur." David menaruh selembar kertas di meja Fatimah kemudian ia berlalu pergi dari sana.

"Oh ya jangan lupa selalu tersenyum," tambahnya lagi ketika akan masuk kedalam ruangannya.

Fatimah hanya mendengus menatap manajernya itu, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ruangan Glenn. Setelah mengetuk pintu dan mendapat sahutan dari Sang pemilik ruangan tersebut ia segera membuka pintu dan masuk kedalam.

"Selamat pagi Direktur, saya akan membacakan jadwal anda hari ini," ujar Fatimah.

"Hmmm." ucap Glenn tanpa melihat ke arahnya.

"Sore ini anda ada pertemuan dengan Direktur PT. Colombia di restoran milik beliau Colombia lounge," ujar Fatimah.

"Ada lagi ?" tanya Glenn lagi-lagi tanpa melihatnya.

"Tidak ada Direktur, kalau begitu saya permisi." Kemudian Fatimah melangkahkan kakinya keluar ruangan tersebut.

"Mana berkas yang aku suruh buat kerjain kemarin ?" tanya Glenn ketika Fatimah sudah berada di ambang pintu.

Fatimah yang sudah akan melangkah keluar, kini ia berbalik lagi dan memutar badannya. "Belum selesai Direktur," ucapnya.

"Bawa kesini !!" perintah Glenn.

"Siap direktur." Kemudian Fatimah mengambil berkas tersebut dan memberinya pada direkturnya yang menyebalkan itu.

"Ini direktur." Fatimah menaruh tumpukan map tersebut di meja Glenn.

"Ngapain kamu taruh sini, kamu enggak lihat disini sudah banyak dokumen ?" ujar Glenn dengan menaikkan sedikit intonasinya.

"Maaf Direktur, lalu saya harus taruh dimana ?" tanya Fatimah bingung.

"Di meja sana !!" Glenn menunjuk meja yang ada sofanya

Setelah Fatimah menaruh berkas tersebut, Fatimah segera melangkahkan kakinya keluar.

"Mau kemana kamu ?" teriak Glenn ketika Fatimah mau keluar.

"Ke meja kerja saya Direktur." sahut Fatimah enteng.

"Lalu siapa yang menyelesaikan berkas itu ?" Glenn menunjuk map di atas meja sofa.

"Saya Direktur." Fatimah menunjuk dirinya sendiri.

"Ya sudah cepat kerjakan !!" perintah Glenn.

"Disini direktur ?" tanya Fatimah.

"Di parkiran mobil sana." jawab Glenn sarkastis.

"Apa tidak lebih baik kalau di kerjakan di meja saya ?" tawar Fatimah rasanya malas banget kalau harus seruangan dengan laki-laki menyebalkan itu.

"Kamu mau membantahku ?" Glenn menajamkan pandangannya.

"Ya baiklah boss selalu menang." gerutu Fatimah lirih tapi Glenn masih bisa mendengarnya, ia melangkahkan kakinya menuju sofa tersebut dan segera mendudukkan dirinya.

"Tentu saja, aku bossnya." sahut Glenn sedangkan pandangannya fokus pada berkas di atas mejanya.

Fatimah hanya mengerucutkan bibirnya menatap Glenn, ingin sekali ia menjitak kepala boss sekaligus anak tirinya itu.

"Itu bibir di kondisikan, mau aku cium." ujar Glenn.

Fatimah langsung refleks menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "Dasar mesum." batin Fatimah ia mengkomat-kamitkan bibirnya entah apa yang sedang dia baca dan itu membuat Glenn menarik bibirnya keatas ketika melirik gadis di depannya itu.

Ketika Fatimah sedang sibuk mengerjakan berkas di mejanya, Glenn sedari tadi diam-diam memperhatikannya. Mungkin ini tujuannya menyuruh gadis itu bekerja di ruangannya, memang licik loe Glenn pov Author 😛.

"Fatimah." panggil Glenn.

"Ya Direktur." sahut Fatimah menatapnya.

"Ambilkan laporan keuangan di dalam lemari itu !!" perintah Glenn menunjuk lemari di belakangnya.

"Enggak bisa ambil sendiri gitu Pak ?" tawar Fatimah karena hanya dengan memutar kursinya itu Glenn pasti bisa meraihnya sendiri.

"Kamu tidak mau ?"

Fatimah mendengus kesal lalu beranjak dari duduknya, ia melangkahkan kakinya menuju lemari kaca di belakang kursi Glenn.

Lalu ia mengambil sebuah Map dan langsung menaruh di mejanya, kemudian ia kembali ke tempat duduknya.

Hingga jam makan siang tiba Fatimah belum juga kelar menyelesaikan setumpuk map tersebut. Bagaimana tidak, sedari tadi ada saja Glenn menyuruhnya untuk melakukan hal-hal yang menurutnya bisa dikerjakan oleh laki-laki itu sendiri.

"Fatimah." panggil Glenn dari kursi singgasananya.

"Apalagi ?" tanya Fatimah kesal karena baru saja laki-laki itu menyuruhnya membuatkannya kopi, sekarang sudah memanggilnya kembali.

"Astaga, sepertinya predikat menjadi ibu tiri cocok denganmu." ujar Glenn meledek.

"Iya kamu anak tiri yang durhaka," sahut Fatimah sinis.

"Astaghfirullah," tambahnya lagi sambil mengelus dadanya.

Glenn hanya tertawa sarkastis melihat Fatimah sedari tadi ngomel-ngomel.

"Sudah siang pergilah ke Cafetaria untuk makan siang !!" ucap Glenn kemudian.

"Iya begitu lebih baik dan aku akan melanjutkan ini di meja kerjaku." ucap Fatimah ia membawa semua berkas di mejanya dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan direktur menyebalkan itu.

"Benar-benar Ibu tiri rasa pelayan kalau seperti ini." gerutu Fatimah setelah sampai di meja kerjanya, setelah itu dia berlalu ke Cafetaria untuk mengisi perutnya yang kosong.

1
Evy
Aulia jodohnya Jo saja...biar Jo jadi mualaf...Aulia baik hati dan Jo juga orang nya tidak sombong dan baik hati juga.
Evy
Sedihnya baru tahu kalo ternyata dia punya anak..
Evy
Anak mu itu Pak Bos....
Evy
Kenapa tidak dibawa kerumah sakit...malah dibawa ke hotel...
Evy
Saudara kandung Se Ayah...
Evy
Apa Jo dan Fatimah saudara kandung....
etihajar
bara laki goblog,,dan BPK nya bara lelaki tua Bangka tregois hati nya busuk 😏😏
Sri Ariyanti
hati2 Fatimah, sepertinya Viktor merencanakan sesuatu
Sri Ariyanti
karya pertama mu yg ku baca.
awal yang menarik semoga ceritanya bagus hingga akhir
love_me🧡
lukisan wajah Glenn kah
love_me🧡
firasat Glenn memang kuat & benar Fatimah masih hidup
love_me🧡
waduh, ada preman ya suruhan bapaknya
love_me🧡
mas bule ikutan tender nih
love_me🧡
Fatimah hamil ya thor
love_me🧡
yah nanti bakal ketahuan ya thor waktu glenn datang menyelamatkan kalau Fatimah pakai kalung pemberian glenn dulu
love_me🧡
ayo Jo selidiki
love_me🧡
nah bener kan mereka kakak adik beda emak kali ya
love_me🧡
jangan" masih saudara
love_me🧡
kukira glenn fatimah hihihi🤭
love_me🧡
pasti si ibu" ngira Fatimah selingkuh pacarnya udah ganteng eeeh jalan sama cwok ganteng lain lagi 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!