Reynaldi Fernandez, seorang pria tampan, kaya dan sukses menemukan cinta pada gadis bernama Cinta Destiana Putri, yang merupakan anak dari sahabat ayahnya. Konflik keluarga Rey yang akhirnya menghubungkan Rey pada Cinta.
Rey berubah demi mendapat simpati Cinta, namun Cinta sudah memiliki lelaki idaman lain yang soleh menurutnya.
Akankah Cinta Rey berbalas? bagaimana perjuangan Rey dalam memenangkan hati Cinta?
Cerita ini menceritakan tentang sebuah cinta, keluarga dan persahabatan.
simak terus ya guys....
Trimakasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Islamic book fair
Di RC Company tbk, pintu otomatis terbuka, dilobby Mario bertemu dengan Andre yang berjalan tergesa-gesa.
"Bro..." Teriak Mario pada Andre dengan melambaikan tangannya dari kejauhan. Andre semakin mendekat dan berkata "sorry sorry, gue buru-buru mau sholat jumat. Lo tunggu di ruang Rey aja."
"Tapi Rey nya ada kan?" sahut Mario yang di jawab Andre sambil berteriak "ada."
Diantara persahabatan mereka Andre satu-satunya yang paling lurus. Dia tetap melaksanakan sholat walaupun sesekali tertinggal karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan ketika berada dinegeri orang. Kalau urusan wanita, Andre sangatlah pemilih. Jika di club pun dia sering digoda wanita, karena dia juga lelaki normal, pasti tergoda namun hanya sebatas making out.
"Cinta, bagaimana penampilanku?" tanya Rey berdiri memperlihatkan setelan baju koko dan celana bahan.
"Waaahhh... MasyaAllah tambah ganteng," jawab Cinta tersenyum menampilkan ibu jarinya.
"Kalo ganteng emang udah dari lahir."
"Iya deh percaya." Senyum Cinta sambil mendorong Rey keluar pintu.
"Udah sana jalan, nanti keburu adzan. Semoga istiqomah ya." Kata Cinta lagi.
"Aamiin, yang penting kamu selalu disisiku." Bisik Rey melenggang keluar meninggalkan Cinta.
Di depan lift.. bruuggg
"Woy jalan liat..." Ucapan Mario terputus saat sadar yang ditabraknya adalah Rey.
"Lu kesambet bro," ucap Mario lagi sambil menepuk pundak Rey.
"Ngga, udah jangan banyak tanya gw buru-buru nih, tunggu diruangan gw aja." Jawab Rey langsung meninggalkan Mario yang masih mematung.
Diruangan Rey, Mario duduk bermain ponsel kemudian berdiri, mondar mandir keluar masuk, dilihat ruangan Cinta pun kosong. Setelah menutup ruangan Cinta, ternyata orang yang di cari muncul di hadapannya.
"Kenapa ka?" tanya Cinta.
"Bosen Ta, temenin gue kekantin yuk" pinta Mario.
"Oke, aku taruh ini dulu ya." Menunjukkan perlengkapan sholatnya.
Cinta dan Mario bercengkrama sambil bercanda tawa. Mario yang humoris ternyata cocok sekali ngobrol dengan Cinta yang sebenarnya banyak bicara.
"Pengetahuan kamu luas ya Ta, seneng ngobrol sama lo," ucap Mario.
"Ngobrol sama kak Ryo juga menyenangkan, dari tadi aku ketawa mulu sampe pegel ini bibir." Cinta tersenyum sambil memegang dagunya.
Di kejauhan sudah ada Rey dan Andre yang tengah mengamati kebersamaan mereka. Rey terlihat kesal karena Cinta bisa tertawa selepas itu dengan Mario.
Keduanya menghampiri Mario dan Cinta. "Seneng banget sih, ngomongin apa?" Tanya Andre sambil memakan makanan yang ada dipiring Mario.
"Ada deh," jawab Mario. Rey hanya diam dingin dan langsung duduk disamping Cinta. Para karyawan lainnya yang ada disana hanya menikmati pemandangan bos-bos gantengnya dan bergosip ria.
"Ta, besok ada acara?" tanya Rey disela menikmati hidangan makan siang itu.
"Besok sih ngga, tapi lusa ada." Jawab Cinta dan kemudian berkata lagi "Emang kenapa kak?"
"Oh, tadinya aku mau ajak kamu ke Bali." Kata Rey.
"Uhuk-uhuk..." Spontan Mario dan Andre terkejut mendengar ajakan Rey, pasalnya Andre hanya menyediakan akomodasi untuk mereka bertiga saja. Walaupun dengan mudah mempersiapkan untuk satu orang lagi, tapi Andre ga mau Cinta merasa canggung hadir ditengah orang-orang yang tidak dia kenal.
****
Hari semakin larut, Cinta masih menerima telepon dari Alif. Telepon dengan Alif bisa berjam-jam, selalu ada saja yang dijadikan perbincangan. Hampir dua bulan Alif melaksanakan tugas dari Departemen Agama sebagai penyuluhan di Yogya. Alif jarang terlihat bersama Cinta, hanya sekali dia mengantarkan Cinta ke kantornya sepulang dari Mesir. Namun mereka tetap berkomunikasi walaupun hanya sekedar bertanya soal kabar. Tidak ada komitmen diantara keduanya, baik Cinta maupun Alif tau persis rasa hati mereka masing-masing. Hanya saja mereka memasrahkan semuanya pada Tuhan, yakin ketika jodoh akan ada jalannya, saat ini adalah berteman dan saling support. Karena keduanya sedang membangun masa depannya masing-masing, mewujudkan mimpi dan cita-cita.
Ting tong.. bel rumah Cinta berbunyi. Cinta langsung keluar kamar menuju kegerbang rumahnya menemui sang tamu yang sudah ditunggu setelah menerima telepon tadi.
"Nasi goreng seafood kesukaan tuan putri," ucap Alif yang langsung disambut senyum sumringah orang dihadapannya.
"Terimakasih A, baru sampe jakarta malah langsung kesini."
"iya sekalian bawa ini buat ayah."
"Wahh gudeg, makanan kesukaan ayah." Cinta tersenyum dan berkata lagi "sekali lagi makasih ya, Aa mau masuk dulu?" Kata Cinta.
"Ngga usah udah malam, lusa aja aku kesini lagi buat jemput kamu sekalian ketemu ayah."
"Lusa kamu bisa kan?" Tanya Alif lagi.
"Ke islamic book fair kan?" Cinta bertanya balik dan langsung diangguki Alif.
"Iya bisa."
"Ya udah aku pamit dulu, sampai ketemu lusa. assalamualaikum," ucap Alif dan langsung menyalakan motornya lalu pergi.
"Waalaikumusalam," jawab Cinta.
gara² liat alif nganter cinta ngantor🤭
klo biasanya berawal dr benci trus berubah jadi cinta tp ini the real romansa 🤩🤩🤩🤩