Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabur Pulang Bareng
Ditengah hiruk pikuk kota Medan yang cukup padat, Indira tengah menunggu seseorang menjemputnya di halte tempat kemarin Indira dan dia berjanji berangkat bersama lagi kesekolah. Dari kursi halte Indira bisa mrlihat laki-laki berjeket itu mengendarai motor kearahnya.
“Sudah lama nunggu ya Ra? Maaf ya.” Ucap Delvin sambil membuka helm.
“Gak apa-apa kok Vin, yok kita langsung gerak.” Sahut Indira dan menaiki motor Delvin.
“Siap bidadari.” Ucap Delvin dengan senyum manis.
Andris memberhentikan motornya diparkiran melihat sahabat-sahabatnya sudah menunggu diparkiran. Andris turun dengan penampilan yang selalu berbeda dengan siswa yang lain, rambut yang acak-acakan, baju yang tak pernah dimasukkan, yang menurut siswa cewek penampilan begitu menambah ketampanan Andris.
Siswa yang melihat Andris seperti itu mendapat pujian dipagi hari tapi sayang tak ada balasan dari Andris. Andris tidak memperdulikan kicauan siswa disana, sampai satu kendaraan memasukkan parkiran mata Andris melirik sekilas. Sepasang manusia dengan senyuman telah merusak pagi Andris.
“Bro itu cewek yang semalam kau tanya, ternyata benar gosipnya mereka semakin dekat.” Bayu membuka pembicaraan.
Andris tidak memperdulikan ucapan Bayu, Ia tetap berjalan diparkian dengan tatapan lurus kedepan dengan sorotan mata yang tajam. Siswa – siswi yang melihat tatapan tajam milik Andris tidak berani mengusik ataupun tersenggol olehnya. Ardi yang melihat raut wajah Andris merasa ada sesuatu yang aneh.
“Pagi-pagi aku dikacangi.” Sambung Bayu lagi.
“Kau diam dulu, lihat raut wajah Andris seperti mau menerkam mangsa.” Balas Endri.
Andris mengambil ponsel yang ada disakunya dan mencari kontak seseoran yang membuat paginya rusak. Sial, aku nggak punya kontaknya. Andris membantin. Tidak menemukan kontak seseorang tersebut, Andris memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku celana.
“Vin makasi ya. Dan nanti pulang sekolah nggak usah tunggu aku ya.” Kata Indira.
“Kenapa nggak pulang bareng Ra?” Tanya Delvin.
“Gimana jelasinya ya, aku bingung. Pokoknya nggak usah tunggu aku ya, kita pergi sekolah sama tapi pulang masing-masing ya.” Ucap Indira yang menggarut belakang kepalanya.
“Tapi aku berharap bisa antar kamu pulang Ra. Setidaknya kita semakin ada peluang.” Sahut Delvin yang memberhentikan langkahnya.
“Kenapa berhenti Vin, mau kekantin lagi?” Tanya Indira dan memberhentikan langkahnya.
“Ra, aku boleh nanya nggak samamu?” Tanya Delvin tanpa membalas pertanyaan Indira.
Masih pagi dan hati ini belum ada jawaban, plis jangan sekarang aku belum siap. Indira membantin.
“Bo boleh.” Sahut Indira gugup.
“Ra, kalau aku mau lebih dekat lagi samamu boleh? Jangan jauhi ataupun cueki aku seperti dulu, biar aku ada buatmu seba….” Ucap Delvin terpotong.
“Aku nggak akan cuek lagi tapi aku belum bisa ada status diantara kita. Tolong ngerti aku Vin. Aku duluan.” Ucap Indira dan langsung meninggalkan Delvin.
Aku belum selesai ngomong Ra tapi kamu sudah potong. Aku hanya ingin selalu didekatmu saja. Delvin membantin.
Dengan menghela nafas legah Indira memasuki kelas sebelas ipa satu. Suasana pagi ini kelas hening tidak ada yang heboh lari sana-sini, semua terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Indira berjalan kebangkunya tanpa ada satu pun yang memberi sapaan selamat pagi ataupun berbasa-basi. Bel masuk telah berbunyi, Tyas sahabat sekaligus teman sebangku Indira baru datang.
“Untung gurunya belum masuk, syukurnya aku nggak telat.” Tyas duduk sambil mengatur pernafasan.
“Suka sekali pagi-pagi buat nafas berlari-lari, nanti pernfasannya beradu dengan jantung baru tahu rasa.” Sahut Indira menatap heran sahabat satunya itu.
“Ihhh ngomongnya nggak pernah disaring apa! Sama sahabat sendiri ngomongnya jahat amat!” Jawab Tyas yang balik menatap Indira.
“Nonton drakor lagi pasti, dan kamu tahu pagi ini nggak ada tugas pasti mikir nggak apa-apalah telat dikit. Lagian gurunya baik pasti nanti dimaklumi deh.” Indira meniru cara Tyas ngomong.
“Kamu kok gitu sih sama aku Ra?” Tanya Tyas.
“Ngomong apa adanya itu baik daripada ngomong baik didepan tapi dihati menjelekkan sama saja membohongi diriku dan diri orang lain Yas. Ingat kita bukan baru kenal sehari, kamu selalu kunasihati tapi bilang iya saja. Nonton drakor boleh tapi ingat waktu, kita sudah kelas sebelas. Katanya mau kuliah bareng samaku nanti. Gimana mau diterima, kamu saja gini.” Nasihat Indira.
“Kana da Indira Necelia sahabat terbaik aku yang bisa ngajar belajar. Lagian kalau belajar terus stress tahu, nonton drakor itu buat segarkan pikiran kita apalagi oppa-oppanya ganteng banget ra. Kita nonton drakor pasti baper sendiri Ra. Coba deh kamu nonton sekali saja jangan baca novel melulu tahu.” Sahut Tyas yang antusias.
“Daripada nonton drakor lebih baik nonton horror, selesai nonton horror hantunya ikuti kamu, disamping bahkan meluk kamu Yas.” Indira menakuti Tyaas.
“Indira!!” Teriak Tyas dan semua teman sekelasnya melihat Tyas. “Sory sory guys.” Sambung Tyas.
“Kau kira ini hutan apa main teriak-teriak saja.” Kata cowok diujung.
“Entah cewek kok jantan main teriakkan!” Sambung teman sebangku cowok yang diujung.
“Sudah sudah, Tyas duduk dan kalian dua juga diam. Sudah bel bentar lagi guru datang, buka buku paket dan baca.” Perintah Juna ketua kelas.
Semua hening mendengar perintah ketua kelas beberapa menit kemudian guru mereka pun tiba dan memulai pelajaran. Hari semakin siang dan pelajaran semakin panas, bel pulang sebentar lagi berbunyi. Membuat siswa-siswi semangat menunggu bel menandakan pembelajaran telah usai.
“Ra, pulang bareng?” Tanya Tyas sambil membereskan buku setelah guru keluar dari kelas.
“Nggak deh Yas, kamu duluan saja.” Sahut Indira juga membereskan buku.
“Pulang bareng bang Delvin lagi ya? Cieee semakin dekat, ada aroma-aroma jadian nih.” Canda Tyas.
“Nggak usah ngaur, aku nggak pulang sama Delvin. Sana pulang.” Usir Indira.
“Kalian berdua belum pulang.” Tanya Juna mengejutkan kedua orang itu.
“Kau Jun, buat orang terkejut sana. Ini kami mau pulang, tumben nanya.” Kata Tyas.
“Nanya saja Yas, aku duluan ya.” Sahut Juna dan pergi dari kelas.
“Aneh dia ya Ra, akhir-akhir ini dia kayak ada apa gitu.” Tanya Tyas yang memegang dagunya.
“Mungkin dia suka kamu Yas, hahaha. Sana pulang sudah ditunggu supirmu.” Usir Indira lagi.
“Main usir saja dan nggak mungkin Juna suka aku Ra. Ha ngapain dipikiri, aku dulu Ra. Bye!” Kata tyas bergegas keluar kelas.
Tunggu beberapa menit lagi biar parkiran kosong. Mana tahu Andris pergi karena kelamaan nunggu. Gumam Indira masih nunggu dibangku kelasnya.
Sudah beberapa menit setelah bel pulang Andris menunggu di atas motornya tapi yang ditunggu tidak datang juga.
Dia kemana sih, sudah sepi gini belum nonggol juga. Gumam Andris.
Melihat keadaan sekolah semakin sepi cuma ada beberapa siswa yang berkeliaran disekolah mengikuti organisasi dan sudah hampir setengah jam menunggu dikelas. Indira bergegas keluar kelas menyelusuri lorong kelas yang lumanyan sepi, menyulusuri lapangan sekolah. Dengan hati senang Indira bersenandung sampai halte dekat sekolah dan tanpa Indira sadari ada yang mengawasinya.
- - -
...Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ☺️☺️ dengan cara :...
...saran/komen...
...Like...
...Vote ...
...Komen...
...Favorit...
...Vote...
...Bintang Lima/rate lima...
...kalau ada rejeki boleh kasih tip seberapapun buat authornya...
...Terimakasih, Salam hangat dari The Gengster Boy❣️❣️...
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya