NovelToon NovelToon
PESONA MANTAN ISTRI

PESONA MANTAN ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:179.3k
Nilai: 5
Nama Author: Al-Humaira

Menikah karena perjodohan, membuat Shera meminta perceraian setelah dua tahun menikah.


Begitu juga dengan Daren yang menuruti, lantaran keduanya tidak memiliki ketertarikan dan tidak adanya benih cinta yang tumbuh.


Namun semua terasa berbeda setelah tiga tahun perceraian itu.

apakah keduanya akan memiliki ketertarikan dan cinta setelah bertemu kembali???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PMI_BAB 16

"Omongan ibu ngak usah di denger."

Shera menoleh kebelakang, dan mendapati Daren yang berdiri dibelakangnya sambil mengambil air untuk di minum.

Shera pun kembali berbalik, menata puding yang akan ia bawa ke meja makan. Karena tadi Shera sendiri yang menawarkan untuk mengambil hidangan penutup itu, agar tidak terlibat obrolan yang membuatnya cukup tidak nyaman. Dan justru Daren malah mengikutinya.

Entah karena karena apa?

"Nggak papa kak," Balasnya tanpa melihat lawan bicaranya.

Daren menatap punggung mantan istrinya, ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Hanya saja ia belum berani mengutarakan.

"Shera, menurutmu bagaimana dengan ucapan ibu tadi?" Tanyanya dengan perasaan yang tak menentu.

Shera pun kembali berbalik, menatap Daren yang juga sedang menatapnya.

"Ucapan ibu yang mana?" Tanya Shera balik.

"Soal menikah lagi?"

Bibir Shera terkatup, terdiam demi mencerna pertanyaan yang Daren tanyakan.

"Maksud saya, apa aku harus menikah lagi." Daren memejamkan matanya, merasa bodoh dengan pertanyaan yang baru saja terlontar.

"Ma-maksudnya-"

"Itu sih terserah kak Daren," Shera membalikkan tubuhnya, kedua tangannya sudah memegangi pinggiran nampan dengan erat. Napasnya terasa berat, namun dengan baik Shera mencoba agar tetap santai saat bicara. "Aku nggak berhak kasih saran."

Shera pun meninggalkan dapur dengan membawa nampan berisi puding, sedangkan Daren masih termenung di sana dengan gelas di tangannya.

"Maksudnya, bagaimana kalau kita menikah lagi." Gumam Daren yang hanya dirinya yang mendengar.

**

Semua berjalan seperti biasa, hari-hari mereka juga berjalan dengan baik, sampai dimana tiba saat Daren membawa Shera untuk pergi bisnis keluar negeri. Di mana Daren menunjuk beberapa pengalaman baru dan tentu ilmu yang sangat bermanfaat untuk Shera belajar. Tidak di pungkiri Shera begitu senang untuk perjalanan bisnis kali ini. Wawasannya bertambah luas dan tentu bertemu orang baru dan mendapat pengalaman baru. Meskipun begitu Shera tida lupa jika Darenlah yang membawanya saat ini.

"Terima kasih kak." Shera mengucapkan disaat mereka sudah sampai hotel tempat mereka menginap.

"Em.. sama-sama." Daren mengulas senyum.

"Nanti akan ada pesta kembang api di towrn kota, jangan lupa bersiap." Lanjutnya lagi.

Shera tampak terdiam sejenak, sebelum akhirnya senyum senang terbit dari bibirnya.

"Serius kak?"

Daren mengangguk, "Ya, dan kebetulan kita berada di negara ini, jadi bersiaplah."

Shera mengangguk mantap, setelahnya mereka berpisah untuk membersihkan diri.

**

Malam yang begitu mengesankan bagi Shera, sejak datang bibir wanita itu terus melengkungkan senyum indahnya. Daren yang melihat tak bosan, bahkan indahnya pesta kembang api di atas sana tak membuat Daren berpaling dari indahnya senyuman Shera.

"Kamu senang." Bisik Daren di dekat telinga Shera. Ramainya pengunjung yang menyaksikan pesta kembang api membuat Daren berada didekat dengan Shera. Daren berdiri disisi Shera dan menggenggam tangannya.

"Um," Kepala Shera mengangguk, "Aku suka kak, aku senang. Terima kasih." Shera pun yang sudah merasa nyaman menyandarkan kepalanya di bahu sang mantan suami. Membuat Daren tertegun dengan jantung berdebar dan hangat menjalar dalam dirinya.

Melihat bagaimana Shera menikmati malam pesta kembang api tersebut membuat Daren merangkul bahu sang mantan. Dan menyaksikan malam indah bersama dengan keadaan yang jauh lebih baik.

Lewat tengah malam waktu setempat keduanya sampai di hotel, Shera tampak masih betah dan justru terlihat bersemangat.

"Oh.. tuhan malam ini adalah malam yang paling membahagiakan." Ucapnya dengan bahagia.

Daren yang berjalan dibelakang Shera hanya tersenyum mendengar bagaimana Shera berekspresi saat ini.

Begitu cantik dan menggemaskan.

Sampainya di depan pintu hotel Shera, keduanya berhenti, Daren menatap Shera yang tersenyum padanya

"Ada apa?" Tanyanya.

Shera masih tersenyum. "Sepertinya banyak perubahan seteleh kita bercerai." Ucapan Shera membuat Daren menaikkan alisnya.

Shera kembali tersenyum, "Dulu kak Daren yang aku lihat hanya pria yang menghabiskan waktunya untuk bekerja, pria monoton yang membosankan." Terang Shera jujur.

"Jadi aku dulu terlihat seperti itu?" Daren menatap Shera lurus.

Kepala Shera mengangguk. "Hm. Bahkan aku pernah memberikan mu sebutan si robot kaku."

Daren mengerutkan hidungnya membuat Shera tersenyum, "Tapi memang seperti itu kamu kak." Lanjutnya yang melihat wajah Daren kesal. "Selama kita menikah dulu, kamu selalu sibuk dengan dunia mu, meskipun pernikahan kita dulu adalah sebuah perjodohan, tapi baik aku dan kamu tidak pernah ingin memahami dan mengenal satu sama lain." Shera mengulas senyum dengan kepala sedikit menunduk. "Tapi kenapa semua sudah berakhir justru kebersamaan kita berbeda." Lanjutnya lagi menatap Daren yang masih setia menatapnya.

Daren menatap lamat wajah sang mantan istri, banyak sekali cerita yang sudah ia rasakan sejak dulu. Namun karena suatu hal Daren lebih memilih untuk menyimpannya.

"Terkadang pengalaman dan masa lalu adalah guru terbaik, dan kita akan belajar setelah semua sudah berakhir." Ucap Daren.

Shera menarik sudut bibirnya, menarik napas dan membuangnya kasar. "Hm..kau benar, maka dari itu hidupnya jauh lebih baik untuk kedepannya."

"Hm..bersama kamu."

**

Pagi ini Shera bangun terlambat, seteleh semalaman susah memejamkan matanya seteleh mendengar pengakuan Daren.

Shera keluar kamar dengan penampilan rapi, hanya saja kantung matanya tak bisa menutupi.

"Pagi kak!" Sapanya setelah duduk di kursi meja makan restoran hotel, di mana disana sudah ada Daren yang duduk dengan penampilan rapi sempurna.

Daren menatap mantan istrinya dengan seksama, wajah yang terlihat lelah, dan kantung mata yang menghitam.

"Kenapa melihat ku seperti itu?" Tanya Shera menyadari jika sejak tadi dirinya diperhatikan.

"Kamu tidak istirahat dengan baik." Ucapan Daren membuat Shera tersenyum kaku.

"Aku hanya tidak bisa tidur, lalu menonton drama cina sampai pagi." Terang Shera tidak sepenuhnya berbohong.

Daren menghela napas, "Tapi kantung matamu begitu jelas Shera, orang bisa menilai jika aku bos yang jahat."

Shera hanya menunjukan deretan giginya yang putih rapi.

"Itu hanya perasaan anda saja tuan. percaya aku tidak apa-apa, masih semangat." Shera menunjukan semangatnya membuat Daren hanya menarik napas dalam.

Keduanya sarapan pagi dengan tenang, tidak ada yang membahas kejadian tadi malam. Semua tampak biasa saja.

"Shera, hal apa yang kamu inginkan dalam hidup?"

Pertanyaan Daren sontak membuat pergerakan tangan Shera terhenti di udara.

"Maksud kak Daren apa?"

"Sebuah harapan? Harapan yang kamu inginkan."

Daren menatap Shera dengan kedua tangan saling bertaut diatas meja.

Shera sendiri membasahi bibirnya seteleh sebuah krim sup masuk kedalam mulutnya.

"Sukses dalam karir dan percintaan." Jawab Shera simpel namun yakin.

Daren mengulas senyum kecil, kepalanya mengangguk.

"Tipe pria yang kamu inginkan?"

"Seperti kak Dar_upss." Shera langsung menutup bibirnya. Matanya melotot kearah Daren yang juga sedang menatapnya.

"Mampus, ketahuan kalau gue diem-diem suka." batin Shera.

1
sutiasih kasih
lanjut thorrrr...
ku kirim 🌹&☕ biar semangat upnya..
Kang Halu 😎: Semangat 75🤣
total 1 replies
sutiasih kasih
smoga erik datang sblm rindu di jdikn istri baron...
sutiasih kasih
g adil buat rindu... dia jga capek krja buat bantu org tua....
tpi tetap sja harus mnjadi tumbal... dri hutang org tuanya....
Uthie
Erik balik lagi ke kampung Rindu 👍😁
ardiana dili
bagus
ardiana dili
lanjut
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹 laaannjjuut thor
Uthie
Cerita ini walau jarang up, tapi sekalinya Up tetap terasa hangat untuk disimaknya terus.. alias gak ada pudar atau bosan akan isi ceritanya 👍👍🤩

ingin terus dan terus menunggu kelanjutannya lagiii 👍👍🤩

btw thankU sdh double up ini 😍😍🙏
Uthie
Wadduuhhhh... padahal sedikit lagi itu Erik ketemu Rindu 😁😁
Mutaharotin Rotin
double up dong thor,ayo pertemukan rindu SM erik🌹🌹
Adelia Permata Sari
di tunggu ka up y, seruuu bgtt
Septi
kira-kira ketemu nggak ya Rindu dan Erik disana
Uthie
Jangan lama-lama Up Laginya 😍😍🙏
ardiana dili
lanjut
tripledi
masa depan bos kayak gitu.. drama banget 🤔
tripledi
d'she : daren 'shera.. 😃😃
Uthie
sekarang cerita ini menurutku lagi Sweet-sweet nya... Soo.... sangat-sangat ditunggu terus up berikutnya lagiii.. jangan lama-lama 😍😍😍😍
ardiana dili
lanjut
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!