Di hari pernikahan nya. Keisya mengetahui jika ia bukan lah Anak Kandung dari Papa dan Mama nya. Hari itu, dunia nya serasa han-cur. Bukan hanya kehilangan orang tua. Calon suami pun membatalkan pernikahan mereka. Dalam sehari, Keisya berubah menjadi asing di mata mereka. Harus kah mereka begitu ke-jam?
Dapat kah Keisya menjalani hari-hari nya seperti biasa?
Temukan jawabannya di novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Cindi dan keluarga Atmajaya berencana untuk mencari tahu dimana perusahaan Keisya saat ini. Tidak sulit untuk menemukan nya. Karena saat ini, memang Keisya sudah sangat terkenal di dunia game.
Mereka ingin bertemu secara langsung Dnegan Keisya. Mereka ingin meyakinkan diri mereka sendiri, jika gadis itu bukan lah Keisya.
Saat ini, Cindi dan juga Orang tua angkat nya Keisya sudah berdiri di depan kantor itu. Semua orang sedang sibuk untuk bekerja.
Perusahan yang lumayan besar yang di kelola oleh Keisya dan juga Arjuna. Foto Keisya sedang bermain game pun ada di sana.
Di lantai bawah, ada beberapa tempat untuk para penggemar yang ingin memainkan game secara gratis. Hanya saja, semua itu pasti lah terbatas.
"Perusahaan apa ini? Dasar sampah! Semua orang sibuk bermain game. Kayak anak-anak saja." Ucap Pak Atmajaya.
"Ini adalah perusahaan Keisya. Ia yang menciptakan perusahaan ini. Semua yang ada di tempat ini, dia lah yang mendesain nya." Cindi pun mengatakan apa yang ia tahu.
"Sejak kapan gadis itu suka game dan dunia desain?"
"Seperti nya sudah sejak lama, Tante. Hanya saja, dulu kalian tidak pernah mengizinkan nya menikmati hobi nya itu. Keisya bahkan pernah beberapa kali menang lomba dan merahasiakan nya dari kalian."
"Ku-rang ajar! Kenapa baru sekarang kamu katakan. Jika saja kami tahu dari dulu, sudah kami pa-tahkan itu tangan nya." Ucap Pak Atmajaya.
Laki-laki memang sejak dulu tak pernah memperlakukan Keisya dengan baik. Bukan hanya bicara nya yang kasar, tapi juga ia sering memu-kul Keisya.
"Sudah lah. Saat ini, kita hanya ingin memastikan. Apakah ia Keisya yang kita kenal, atau bukan."
Mereka pun menghampiri salah satu pekerja yang ada di sana. Perusahaan milik Keisya memang tak sama seperti perusahaan lainnya.
Di sana, siapapun yang menyukai game, boleh masuk dan melihat-lihat. Akan di sediakan buku tamu untuk setiap orang yang hadir.
Setelah mengisi buku tamu, akan ada pekerja lain yang nanti bertugas untuk bertanya pada tamu yang datang ke sana.
"Mohon maaf, ada yang bisa saya bantu, Bapak dan Ibu?" Tanya salah satu pekerja.
"Saya mau bertemu dengan Bos kalian." Ucap Nyonya Atmajaya.
"Maksud nya, Bu Keisya?"
"Iya. Dimana dia?"
"Mohon maaf, Bu. Apa Ibu sudah memiliki janji dengan beliau?"
"Belum. Tapi, jika ia melihat kami, pasti ia akan tahu."
"Baiklah. Silahkan ke ruang tunggu terlebih dahulu. Ayo saya antarkan."
Mereka semua pun di bawa ke lantai lima. Setiap lantai, mereka akan menaikan lift yang berbeda.
Lift itu berbeda dengan lift yang ada di perusahaan lain. Lift yang ada di sana, di desain khusus oleh Keisya dan telah memiliki hak cipta.
Setiap lift akan berubah dan memiliki warna. Lift yang biasa nya berbentuk kotak, di desain mirip seperti tokoh yang ada di game milik nya.
"Lift nya aneh, ya. Kok ada perusahaan seaneh ini. Pasti dia sudah tak waras." Ucap Nyonya Atmajaya lagi.
Adapun pekerja yang membawa mereka hanya tersenyum dalam hati. Bagi orang-orang yang tidak mengerti seni, pasti akan mencemooh.
"Kita sudah sampai. Silahkan tunggu di sini terlebih dahulu."
Mereka di tinggalkan di ruang tunggu yang ada di lantai lima. Suasana di ruang tunggu tak berbeda dengan yang lain. Semua masih serba game.
Rata-rata desain yang ada di perusahaan itu memang di buat oleh Keisya dan di ambil dari setiap hal yang ia ciptakan di game tersebut.
Tok
Tok
Tok
Ruangan Keisya di ketuk. Keisya tahu siapa yang datang dan akan menemui nya. Namun, kali ini ia ingin memberi mereka sedikit pelajaran.
"Maaf, Bu Keisya. Ada yang ingin bertemu dengan Ibu. Mereka dari keluarga Atmajaya."
"Baik. Katakan pada mereka untuk menunggu. Aku akan bertemu dengan mereka sebentar lagi." Ucap Keisya.
Pekerja itu pun langsung menemui keluarga angkat nya Keisya dan mengatakan apa yang di katakan oleh Keisya. Mereka pun benar-benar menunggu Keisya di sana.
"Kei, apa kamu yakin akan menemui mereka sekarang?" Tanya Arjuna. Ia benar-benar khawatir Keisya akan kambuh trauma nya ketika melihat keluarga ke-jam itu.
"Kei tak apa, Bang. Asalkan Abang mau menemani Kei nanti."
"Nanti? Nanti itu kapan?"
"Hmm,, kapan ya. Bisa jadi hari ini, besok atau Minggu depan." Ucap Keisya sambil tersenyum.
"Bagus kalau begitu." Arjuna pun mengerti apa yang di maksud oleh Keisya. Keisya membiarkan keluarga itu kesal dan menunggu diri nya. Sedangkan Keisya, sama sekali tak ada keinginan untuk bertemu dengan mereka.
Adapun orang tua angkat nya Keisya pun sudah tak sanggup lagi menunggu lama. Nyonya Atmajaya memanggil salah satu pekerja secara acak.
Namun, pekerja itu mengatakan jika Keisya sedang sibuk. Jika memang mereka tak ingin menunggu, ya tak perlu menunggu.
Keluarga Atmajaya benar-benar di buat kesal. Mereka pun bertanya dimana ruangan Keisya. Namun, tak ada satupun yang mau memberitahu di mana letak nya.
Mereka malah membuat keributan dengan mengatakan jika Keisya telah mempermainkan mereka. Mereka kembali bermain drama dan membuat seolah-olah Keisya lah yang salah.
Saat mereka terus mengatakan hal yang tak masuk akal. Tiba-tiba saja Keisya sudah berada di depan mereka sambil melipat kedua tangan nya di da-da.
"Ada apa? Apa kalian mencari ku?"
"Kei... Keisya?"
biyuuhh