rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
memasak
rena melihat nenek dava yang lagi duduk ditaman belakang..dia langsung menghampiri dan duduk disamping sambil memeluk lengan sang nenek..nenek dava yang melihat itu hanya bisa tersenyum sambil membelai rambut rena
udah sarapan pagi ren" tanya oma kepada rena
masih kenyang oma..rena hanya ingin duduk disini dengan oma sambil memandang bunga bunga yang indah ini" jawab rena dengan wajah yang bahagia
nanti jangan lupa sarapan ya sayang" ucap oma lagi
iya oma sayang..oh ya makasih juga dengan baju bajunya" sahut rena dengan manja
oma hanya tersenyum melihat tingkah manja rena..dia merasa bahagia akhirnya memiliki cucu perempuan yang bisa bermanja manja dengannya..hal yang tidak dia dapat dari dava...cucu yang sangat disayanginya tapi super dingin sejak kepergian orang tuanya
oma boleh rena mengatakan sesuatu" ucap rena membuyarkan lamunan nenek dava
iya sayang..katakan saja" jawab oma dengan lembut
mungkin 2 hari lagi rena akan kembali ke surabaya untuk menyelesaikan urusan rena disana yang masih belum tuntas..rena ingin minta izin oma" tanya rena dengan wajah sedih
sebenarnya rena tidak ingin kembali ke surabaya lagi..dia berat meninggalkan nenek dava yang sangat disayanginya itu..dia merasa menemukan kehangatan sebuah keluarga dirumah ini..tapi dia harus menyelesaikan beberapa urusan dikota pahlawan itu
baiklah sayang..oma izinkan asalkan kamu membawa dava bersamamu..jalan jalan sekalian bulan madu kalian" jawab oma sambil tersenyum membuat rena terkejut mendengar kata " bulan madu"
bagaimana bisa bulan madu jika mereka menikah bukan karena cinta" ucap rena dalam hati
bagaimana sayang..kok malah melamun" tanya nenek lagi sambil menyentuh bahu rena yang membuat rena langsung tersadar
nanti rena tanyakan kedava dulu nek..mana tahu dava lagi sibuk..jadi ga bisa nemenin rena kesana" ucap rena memberi alasan agar nenek tidak memaksa dia terus
ga usah..biar oma aja yang membicarakannya dengan dava ya sayang" sahut nenek yang membuat rena tidak bisa berkata lagi..di hanya mengganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecut
malam harinya rena hanya makan malam berdua dengan neneknya dava karena dava pulang agak larut dari kantornya
dikamarnya rena membaringkan tubuhnya ditempat tidur sambi menatap langit langit kamar
kenapa dia bekerja hingga larut malam..dia kan masih pengantin baru..apa dia menghindariku" ucap rena sendirian dikamar
dia tidak membayangkan pernikahannya seperti ini..walaupun mereka tidak saling cinta..seharusnya dava tidak memperlakukannya seperti ini..seperti orang asing
kenapa aku berpikiran seperti ini..dava kan sudah baik telah bertanggung jawab..aku harusnya tidak meminta lebih lagi dari dia" gumamnya lagi sendirian dikamar
sementara dikantornya dava melihat beno yang masuk keruangannya dengan wajah kebingungan
bos..kok belum pulang" tanya beno tiba tiba tak habis pikir melihat pengantin baru bekerja selarut ini dan membiarkan istrinya sendirian
mang kenapa..kerjaan ku masih banyak..dan lagi lusa aku harus menemani istriku kekampung halamannya..tadi oma memberitahu" sahut dava mengingat omanya yang tidak bisa dibantah kalau menginginkan sesuatu
pulanglah bos sekarang..biar aku yang melanjutkan sisanya" ucap beno yang tidak bisa membiarkan sang bos masih bekerja selarut ini
baiklah..aku juga kasihan dengan pak tono yang kelamaan menungguku" sahut dava menyebut sopir pribadinya
tapi kamu harus selesaikan malam ini dan antar laporannya besok pagi kerumah karena aku tidak kekantor besok."perintahnya lagi kepada beno dan berjalan meninggalkan ruangan
sesampainya dirumah dava heran yang melihat omanya berjalan mondar mandir diruang tamu
kok belum tidur oma" sapa dava kepada omanya yang langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah dava
duduk dulu oma mau bicara" perintahnya sambil berjalan duduk dikursi ruang tamu
dava yang melihat wajah omanya yang serius..melonggarkan dasi dilehernya
bakalan kena marah nih" gumamnya dalam hati berjalan kekursi dihadapan omanya karena dia sudah hapal dengan raut wajah itu
kamu kenapa pulang selarut ini..apa pekerjaan lebih penting daripada istrimu..oma kan sudah bilang jangan main main dengan pernikahan" ujar omanya memarahi dava
kalau kamu bersikap seperti ini untuk apa kamu menikahinya..sejak rena datang kesini hanya satu kali oma lihat kamu menemaninya..itupun ketika beli cincin selebihnya kamu sibuk dengan duniamu" ucap oma lagi yang sudah tidak tahan dengan sikap dingin cucunya
dava hanya diam saja mendengarkan omelan omanya..dia tidak bermaksud membiarkan rena sendirian..hanya saja jika dia terlalu mendekati rena dia takut rena akan merasa tidak nyaman dengan kehadirannya
melihat cucunya hanya diam saja..neneknya hanya bisa menarik nafas
sudah malam..kamu tidurlah" ucap nenek dava yang melihat wajah dava yang kelelahan..dia tidak sanggup lagi memarahi dava
baik oma" sahut dava sambil meninggalkan omanya sendirian
kapan kamu ceria lagi nak" gumam neneknya dalam hati melihat cucunya berjalan menuju kamarnya..sejak hari itu dia tidak pernah melihat tawa diwajah dava
dava yang sudah masuk kekamarnya berjalan mendekati tempat tidur dan melihat wajah polos istrinya yang tertidur pulas
dia merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan rena..setelah merapikan selimut rena..dia berjalan menuju sofa dan membaringkan tubuhnya disana..dia sangat lelah sekali hari ini
***********
pagi pagi sekali rena sudah bangun..mungkin karena tadi malam dia tidur cepat hingga dia bangun dengan wajah yang segar
dari tempat tidur dia bisa melihat dava yang lagi tidur disofa " kenapa dia tidak tidur ditempat tidur" batin rena yang melihat sisi sebelahnya masih rapi
rena melangkahkan kakinya pelan pelan menuju kamar mandi..dia tidak ingin membangunkan dava
selesai mandi dan merapikan tempat tidurnya..dia melangkah mendekati dava yang lagi tertidur pulas disofa
baru kali ini dia bisa melihat keseluruhan wajah dava.." dia sangat tampan..hidungnya..bibirnya..terlihat sempurna " gumam rena dalam hati sambil jongkok didekat sofa memperhatikan seluruh wajah dava
tiba tiba ada debar aneh didadanya..rena langsung berdiri sambil memegang dadanya yang berdetak tidak karuan
kenapa aku seperti ini" gumamnya dalam hati
dia langsung menjauhi dava dan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan dava yang tertidur pulas
dari atas dia melihat bi inah yang sibuk memberi tugas kepada para pembantu yang bekerja disana..rutinitas yang dikerjakan bi inah setiap pagi
rena berjalan menuruni anak tangga..dia ingin melihat nenek dava..dia mendekati bi inah dan bertanya tentang neneknya dava
masih dikamar sepertinya nyonya muda..ada yang penting ya..biar bibi bilangin sama nyonya besar" tanya bi inah lagi
ga usah bi..aku mau kedapur aja..bibi temanin aku ya..aku mau masak makanan buat oma dan dava..bisa kan..?tanya rena dengan wajah penuh harap kepada bi inah
nyonya bisa masak..?? tanya bi inah yang merasa heran gadis semuda rena bisa masak
rena mengganggukkan kepalanya melihat bi inah yang keheranan dia bisa masak
ada apa bi..mang aneh ya aku bisa masak" tanya rena sambil menatap wajah bi inah
bukan aneh nyonya..bibi kaget aja zaman sekarang masih ada seorang gadis yang pintar dalam memasak..dikota besar seperti ini sudah jarang bibi melihatnya..ponakan bibi aja kerjanya sibuk nge mall dan salon.." ucap bi inah memjelaskan
mang ponakannya bi inah tinggal disini..kok aku ga pernah melihatnya sih bi" tanya rena yang penasaran
dia ga tinggal disini nyonya..di tinggal dikota ini dengan orang tuanya..adek saya sering mengadukan perangainya kepada saya" jawab bi inah lagi
oh gitu..jadi kayak mana bi...boleh ga ini saya ke dapur memasak" tanya rena lagi ke bi inah
sebenarnya sudah ada pelayan khusus untuk memasak..tapi karena nyonya muda ingin membuat sarapan pagi untuk tuan dan nyonya besar..tentu saja boleh.." jawab bi inah dengan wajah tersenyum
tapi jangan sering sering nyonya..ntar tukang masaknya kehilangan pekerjaan lagi" lanjut bi inah sambil bercanda yang membuat rena tertawa
rena dan bi inah berjalan menuju dapur..sepanjang jalan bi inah memberitahu makanan apa saja yang disenangi tuan dan nyonya besarnya