NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Vote karyaku yang ini aja ya. Tq.

Ngdate apa...

Flora memutar bola matanya, mendengar kata cewek

lain membuatnya sadar kalo pria di sebelahnya ini playboy cap soda gembira.

Kata-katanya manis dan nyegerin tapi diumbar ke semua cewek.

Melihat reaksi Flora yang biasa aja, Reva menarik

tangan gadis itu. Ia sangat terampil mengendarai mobil dengan hanya satu

tangan.

“Aku tahu kalau aku punya masa lalu dengan beberapa

gadis. Tapi aku berharap, masa depanku sama kamu.”kata Reva berusaha terdengar

tulus. Ia memang tidak bisa menatap gadis di sampingnya itu, tapi kata-kata

yang ia lontarkan barusan beneran berasal dari dalam hatinya.

“Diem dech. Berhenti gombal.”saut Flora mulai

bosan.

Reva menghentikan mobilnya di tempat parkir. Mereka

sudah sampai di mall tempat mereka akan nonton dan dinner. Reva melepas sabuk

pengaman Flora, ia menarik dagu Flora agar menatapnya.

“Aku sungguh-sungguh, Flo. Ini bukan sekedar

gombalan. Aku mau kita pacaran, habis itu nikah.”kata Reva yang hanya ia

katakan untuk Flora.

Flora menyentuh kening Reva lalu keningnya sendiri,

“Nggak panas kok. Tapi kenapa kamu ngomongnya ngaco gitu.”

“Aku serius.”kata Reva menahan emosinya. Susah

sekali meyakinkan Flora tentang perasaannya.

Flora menggeleng. Ia menarik kerah baju Reva, “Kalau

kau serius, jangan lewat kata-kata. Buktikan ucapanmu.”

“Caranya?”tanya Reva bingung.

Flora menarik Reva lebih dekat, Reva mengira Flora

akan menciumnya. Ia refleks memejamkan matanya. Flora tersenyum, “Pikir

sendiri. Punya otak kan?”desis Flora sambil mendorong Reva menjauh.

“Flora!!!”

Flora terperanjat kaget ketika seseorang tiba-tiba

menempelkan wajahnya di kaca mobil Rava. Ia sampai pindah ke pangkuan Reva

saking kagetnya.

“Sandra!!! Asem lo!! Ngagetin gue!!” Reva tersenyum

girang, ia membiarkan saja Flora tetap di pangkuannya sampai gadis itu sadar

sendiri. Flora memegang jantungnya yang habis kaget. Ia menyadari ada yang aneh

dengan tempat ia duduk. Ada sesuatu yang keras ditengah-tengah kursi itu.

Flora menoleh ke samping, senyuman manis Reva

menyambutnya sangat dekat. Gadis itu segera melompat kembali ke kursi

penumpang.

“Hiii!!! Apaan itu?!”tunjuk Flora ke celana Reva.

“Nggak usah ditanyain. Malam pertama nanti kamu

juga tau sendiri.”saut Reva sambil menyapu bibirnya dengan lidah.

Flora berdecih kesal, ia membuka pintu mobil dan

berhadapan dengan pemandangan yang membuat alisnya naik tinggi sampe ke Monas.

Sandra dan Ben ada di hadapannya. Flora menatap tajam pada Sandra, demikian

juga Sandra menatap tajam pada Ben. Eh, salah. Maksudnya menatap tajam ke

Flora.

”Bentar ya author minum dulu. Saking semangatnya ngetik sampe pegel dan

haus.”

.

.

.

.

.

Skip. Sepuluh menit kemudian...

Mereka bertiga masih betah pandang-pandangan, sampe

lalat ngetem di baju mereka juga nggak peduli.

“Kalian ngapain disini?”tanya Flora akhirnya membuka

kata.

“Kita mau lesehan.”saut Sandra asal. Ia lebih kepo dengan sosok Reva yang barusan keluar dari mobil. ”

Sepuluh menit di dalem mobil ngapain, bro? War?”

Pletak! Jitakan halus mendarat di kepala Sandra. Ia

menoleh menatap horor pelakunya barusan.

“Lo harus jelasin!”saut Flora dan Sandra bersamaan.

Keduanya menoleh pada pasangan masing-masing, tapi sejurus kemudian Sandra

menarik tangan Flora menjauh dari kedua pria itu.

Ben mengangguk pada Reva yang menatapnya tanpa

ekspresi. Ben mencoba tersenyum, tapi Reva tetap dengan ekspresi yang sama. Reva

mengenali pria di depannya sebagai orang yang memeluk Flora digerbang depan

sekolahnya. Dan sepertinya mereka juga sekelas.

Ben menelan salivanya, bibirnya komat-kamit baca

mantra. Ia memegang botol air mineral di tangannya yang tersisa setengah, siap

menimpuk Reva kalau kepepet. Hanya sesama pria yang bisa merasakan hawa

membunuh karena cemburu. Dan Ben merasakan hidupnya akan segera berakhir kalau

berani dekat-dekat Flora lagi.

”Flo, kalo lo nggak cepetan balik, gue bakalan

jadi berita utama besok. Mati dibakar api cemburu. Cowok lo serem banget. Lebih

serem dari mbak kunti atau mas pocong. Flo, cepetan balik!!”

Sementara kedua gadis tadi sibuk meminta penjelasan

satu sama lain.

“Gue sama Ben cuma mau nonton.”bisik Sandra.

“Gue juga.”bisik Flora.

“Lo udah jadian? Cowok lo ganteng sumpah.”saut Sandra.

“Gue udah bilang itu majikan gue. Lo dah bilang

sama Ben?”tanya Flora.

“Nggaklah. Gila lo. Kita cuma nonton as a friend.

Jomblo. Weekend. You know lah.”saut Sandra lagi.

Flora menatap Sandra dengan pandangan, ‘Lo pikir

gue percaya bacot lo.’ Sandra juga memasang tampang yang sama dengan Flora.

Flora dan Sandra memutuskan akan membicarakan

masalah ini dengan serius besok pagi di rumah Sandra. Ketika mereka kembali ke

tempat semula, Flora melihat Reva sedang memiting leher Ben.

“Ben!!”pekik Sandra panik. Gadis itu segera berlari

mendekati keduanya.

“Kamu apa-apaan sich?!”bentak Flora pada Reva.

Kedua pria itu menatap kedua gadis di hadapan

mereka lalu tertawa ngakak bersamaan. Mereka berpelukan ala cowok lalu

mendekati pasangan masing-masing.

“Apa sich? Aku lagi ngajarin dia caranya self-defense.

Ntar kukirim alamat tempatnya, Ben.”kata Reva santai.

“Iya, kak. Eh, ayo masuk. Ntar telat ngantri

tiketnya.”kata Ben sambil menarik tangan Sandra yang langsung merona dengan

senyum malu-malu.

Flora menatap keduanya yang masuk duluan, lalu

menatap Reva yang juga menggenggam tangannya.

“Jujur, kamu ngancem Ben?”tanya Flora masih nggak

percaya.

“Nggak lah. Ngapain? Bocah kayak gitu mau deketin

kamu, aku sentil juga mengkerut. Tadi dia nanya aku fitness dimana. Aku bilang

nggak ikutan fitness cuma latihan bela diri. Trus dia minta diajarin

self-defense.”ujar Reva sambil menatap Flora.

Flora memilih percaya pada Reva, kalau sampai

ketahuan pria ini bohong, dia akan menendangnya lagi seperti dulu. Keduanya

menyusul Ben dan Sandra yang sudah sampai duluan di depan loket. Reva sempat

mengatakan ingin nonton film drama komedi romantis dan Ben juga setuju dengan

pilihan Reva.

Melihat mereka berdua sudah mengantri duluan, Reva

menanyakan minuman yang mereka inginkan. Ben memesan cola sementara Sandra

ingin milkshake coklat. Reva menyerahkan tiga lembar uang seratus ribuan pada Ben

untuk membayar tiket mereka semua sebelum menarik Flora mendekati penjual

minuman.

“Kamu mau minum apa?”tanya Reva.

Flora menunjuk milkshake strawbery tapi ia

menggeleng. Menunjuk cola, tapi menggeleng lagi. Reva mulai kesal lalu memesan

milkshake coklat, strawberry, dua cola, dan satu iced capucino. Dia juga

memesan dua popcorn besar untuk mereka.

Sandra tersenyum girang ditraktir Reva malam itu.

Flora berdecih, padahal Sandra termasuk orang berada tapi kalo mendengar kata

gratisan, ia langsung girang setengah mati.

“Tuan Reva, kita patungan aja ya. Berapa harus

bayar?”tanya Flora hampir mengeluarkan dompetnya.

“Kalian udah kerja? Masih dapet uang saku dari

ortu? Kamu dapet uang saku dari mama?”tanya Reva pada Flora.

Ben dan Sandra mengangguk, mereka memang belum

bekerja dan cuma dapet uang saku dari orang tua masing-masing. Flora meskipun

sudah bekerja, tapi Mia hanya memberinya uang saku setiap bulan karena semua

kebutuhan Flora sudah dipenuhi Alex.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!