Sequel DUREN MANIS...
Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.
Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.
Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?
Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.
Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.
Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?
Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Vote karyaku yang ini aja ya. Tq.
Ngdate apa...
Flora memutar bola matanya, mendengar kata cewek
lain membuatnya sadar kalo pria di sebelahnya ini playboy cap soda gembira.
Kata-katanya manis dan nyegerin tapi diumbar ke semua cewek.
Melihat reaksi Flora yang biasa aja, Reva menarik
tangan gadis itu. Ia sangat terampil mengendarai mobil dengan hanya satu
tangan.
“Aku tahu kalau aku punya masa lalu dengan beberapa
gadis. Tapi aku berharap, masa depanku sama kamu.”kata Reva berusaha terdengar
tulus. Ia memang tidak bisa menatap gadis di sampingnya itu, tapi kata-kata
yang ia lontarkan barusan beneran berasal dari dalam hatinya.
“Diem dech. Berhenti gombal.”saut Flora mulai
bosan.
Reva menghentikan mobilnya di tempat parkir. Mereka
sudah sampai di mall tempat mereka akan nonton dan dinner. Reva melepas sabuk
pengaman Flora, ia menarik dagu Flora agar menatapnya.
“Aku sungguh-sungguh, Flo. Ini bukan sekedar
gombalan. Aku mau kita pacaran, habis itu nikah.”kata Reva yang hanya ia
katakan untuk Flora.
Flora menyentuh kening Reva lalu keningnya sendiri,
“Nggak panas kok. Tapi kenapa kamu ngomongnya ngaco gitu.”
“Aku serius.”kata Reva menahan emosinya. Susah
sekali meyakinkan Flora tentang perasaannya.
Flora menggeleng. Ia menarik kerah baju Reva, “Kalau
kau serius, jangan lewat kata-kata. Buktikan ucapanmu.”
“Caranya?”tanya Reva bingung.
Flora menarik Reva lebih dekat, Reva mengira Flora
akan menciumnya. Ia refleks memejamkan matanya. Flora tersenyum, “Pikir
sendiri. Punya otak kan?”desis Flora sambil mendorong Reva menjauh.
“Flora!!!”
Flora terperanjat kaget ketika seseorang tiba-tiba
menempelkan wajahnya di kaca mobil Rava. Ia sampai pindah ke pangkuan Reva
saking kagetnya.
“Sandra!!! Asem lo!! Ngagetin gue!!” Reva tersenyum
girang, ia membiarkan saja Flora tetap di pangkuannya sampai gadis itu sadar
sendiri. Flora memegang jantungnya yang habis kaget. Ia menyadari ada yang aneh
dengan tempat ia duduk. Ada sesuatu yang keras ditengah-tengah kursi itu.
Flora menoleh ke samping, senyuman manis Reva
menyambutnya sangat dekat. Gadis itu segera melompat kembali ke kursi
penumpang.
“Hiii!!! Apaan itu?!”tunjuk Flora ke celana Reva.
“Nggak usah ditanyain. Malam pertama nanti kamu
juga tau sendiri.”saut Reva sambil menyapu bibirnya dengan lidah.
Flora berdecih kesal, ia membuka pintu mobil dan
berhadapan dengan pemandangan yang membuat alisnya naik tinggi sampe ke Monas.
Sandra dan Ben ada di hadapannya. Flora menatap tajam pada Sandra, demikian
juga Sandra menatap tajam pada Ben. Eh, salah. Maksudnya menatap tajam ke
Flora.
”Bentar ya author minum dulu. Saking semangatnya ngetik sampe pegel dan
haus.”
.
.
.
.
.
Skip. Sepuluh menit kemudian...
Mereka bertiga masih betah pandang-pandangan, sampe
lalat ngetem di baju mereka juga nggak peduli.
“Kalian ngapain disini?”tanya Flora akhirnya membuka
kata.
“Kita mau lesehan.”saut Sandra asal. Ia lebih kepo dengan sosok Reva yang barusan keluar dari mobil. ”
Sepuluh menit di dalem mobil ngapain, bro? War?”
Pletak! Jitakan halus mendarat di kepala Sandra. Ia
menoleh menatap horor pelakunya barusan.
“Lo harus jelasin!”saut Flora dan Sandra bersamaan.
Keduanya menoleh pada pasangan masing-masing, tapi sejurus kemudian Sandra
menarik tangan Flora menjauh dari kedua pria itu.
Ben mengangguk pada Reva yang menatapnya tanpa
ekspresi. Ben mencoba tersenyum, tapi Reva tetap dengan ekspresi yang sama. Reva
mengenali pria di depannya sebagai orang yang memeluk Flora digerbang depan
sekolahnya. Dan sepertinya mereka juga sekelas.
Ben menelan salivanya, bibirnya komat-kamit baca
mantra. Ia memegang botol air mineral di tangannya yang tersisa setengah, siap
menimpuk Reva kalau kepepet. Hanya sesama pria yang bisa merasakan hawa
membunuh karena cemburu. Dan Ben merasakan hidupnya akan segera berakhir kalau
berani dekat-dekat Flora lagi.
”Flo, kalo lo nggak cepetan balik, gue bakalan
jadi berita utama besok. Mati dibakar api cemburu. Cowok lo serem banget. Lebih
serem dari mbak kunti atau mas pocong. Flo, cepetan balik!!”
Sementara kedua gadis tadi sibuk meminta penjelasan
satu sama lain.
“Gue sama Ben cuma mau nonton.”bisik Sandra.
“Gue juga.”bisik Flora.
“Lo udah jadian? Cowok lo ganteng sumpah.”saut Sandra.
“Gue udah bilang itu majikan gue. Lo dah bilang
sama Ben?”tanya Flora.
“Nggaklah. Gila lo. Kita cuma nonton as a friend.
Jomblo. Weekend. You know lah.”saut Sandra lagi.
Flora menatap Sandra dengan pandangan, ‘Lo pikir
gue percaya bacot lo.’ Sandra juga memasang tampang yang sama dengan Flora.
Flora dan Sandra memutuskan akan membicarakan
masalah ini dengan serius besok pagi di rumah Sandra. Ketika mereka kembali ke
tempat semula, Flora melihat Reva sedang memiting leher Ben.
“Ben!!”pekik Sandra panik. Gadis itu segera berlari
mendekati keduanya.
“Kamu apa-apaan sich?!”bentak Flora pada Reva.
Kedua pria itu menatap kedua gadis di hadapan
mereka lalu tertawa ngakak bersamaan. Mereka berpelukan ala cowok lalu
mendekati pasangan masing-masing.
“Apa sich? Aku lagi ngajarin dia caranya self-defense.
Ntar kukirim alamat tempatnya, Ben.”kata Reva santai.
“Iya, kak. Eh, ayo masuk. Ntar telat ngantri
tiketnya.”kata Ben sambil menarik tangan Sandra yang langsung merona dengan
senyum malu-malu.
Flora menatap keduanya yang masuk duluan, lalu
menatap Reva yang juga menggenggam tangannya.
“Jujur, kamu ngancem Ben?”tanya Flora masih nggak
percaya.
“Nggak lah. Ngapain? Bocah kayak gitu mau deketin
kamu, aku sentil juga mengkerut. Tadi dia nanya aku fitness dimana. Aku bilang
nggak ikutan fitness cuma latihan bela diri. Trus dia minta diajarin
self-defense.”ujar Reva sambil menatap Flora.
Flora memilih percaya pada Reva, kalau sampai
ketahuan pria ini bohong, dia akan menendangnya lagi seperti dulu. Keduanya
menyusul Ben dan Sandra yang sudah sampai duluan di depan loket. Reva sempat
mengatakan ingin nonton film drama komedi romantis dan Ben juga setuju dengan
pilihan Reva.
Melihat mereka berdua sudah mengantri duluan, Reva
menanyakan minuman yang mereka inginkan. Ben memesan cola sementara Sandra
ingin milkshake coklat. Reva menyerahkan tiga lembar uang seratus ribuan pada Ben
untuk membayar tiket mereka semua sebelum menarik Flora mendekati penjual
minuman.
“Kamu mau minum apa?”tanya Reva.
Flora menunjuk milkshake strawbery tapi ia
menggeleng. Menunjuk cola, tapi menggeleng lagi. Reva mulai kesal lalu memesan
milkshake coklat, strawberry, dua cola, dan satu iced capucino. Dia juga
memesan dua popcorn besar untuk mereka.
Sandra tersenyum girang ditraktir Reva malam itu.
Flora berdecih, padahal Sandra termasuk orang berada tapi kalo mendengar kata
gratisan, ia langsung girang setengah mati.
“Tuan Reva, kita patungan aja ya. Berapa harus
bayar?”tanya Flora hampir mengeluarkan dompetnya.
“Kalian udah kerja? Masih dapet uang saku dari
ortu? Kamu dapet uang saku dari mama?”tanya Reva pada Flora.
Ben dan Sandra mengangguk, mereka memang belum
bekerja dan cuma dapet uang saku dari orang tua masing-masing. Flora meskipun
sudah bekerja, tapi Mia hanya memberinya uang saku setiap bulan karena semua
kebutuhan Flora sudah dipenuhi Alex.
*****
Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu
rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.