Zahra Maharani Setiawan adalah gadis berusia 17 tahun. Zahra gadis ceria nan periang,baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Zahra memiliki paras yang sangat cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang. Zahra memiliki sahabat yang sangat baik bernama Anita dan Rania.
Kehidupan Zahra berubah ketika kedua orangtuanya meninggal akibat dari kecelakaan. Hinga Zahra di asuh oleh kakeknya Zaky,itu pun tidak berlangsung lama karena kakeknya meninggal karena sudah sakit-sakitan. Zahra pun tinggal bersama adik bundanya,Rara.Hingga datanglah Hendro utusan dari Bu Misya yang memintanya untuk ikut ke kota.
Alan 30 tahun, seorang pengusaha yang sangat sukses.Mempunyai banyak usaha dari properti dan kuliner di semua kota dan luar negeri.
Bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya? Apakah Zahra akan menemukan kebahagiaannya setelah mengetahui perjodohannya dengan cucu Bu Misya??
Apakah kehidupan pernikahan Zahra dan Alan bahagia?? Sedangkan Alan masih punya seorang kekasih,Mira.
Warning 18++ !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memey.Augusty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. CALON ISTRI
Hari-hari Zahra terlalui dengan hanya di rumah saja. Kadang Zahra membaca buku di perpustakaan, kadang mengurus taman kecil di bawah kamarnya, kadang di kamar dan kadang juga membuat kue di dapur yang tak langsung di perbolehkan oleh para pelayan di dalam rumah itu.
" Jangan non Zahra, non tinggal bilang saja mau kue seperti apa biar kami yang siapkan. Non Zahra duduk saja. " pinta pelayanan itu ramah
Zahra diam tak tau harus bicara apalagi karena Zahra tahu kalau pelayanan itu juga takut berbuat salah.
" Ada apa ini ?? Kenapa berdiri di depan non Zahra ??" tanya kepala pelayan Mirna menghampiri
" Bukan apa-apa Bu Mirna .... Bu izinkan saya masuk dapur ya .... saya bosan berdiam diri, lagian saya belum mulai kuliah juga. Saya hanya ingin buat kue saja buat Nenek Misya. Boleh ya Bu Mirna ?" pinta Zahra pada kepala pelayan.
" Tapi non nanti Nyonya Misya marah bagaimana ?" ragu Bu Mirna memberi izin
" Bu .... Nenek Misya gak akan marah kok, biar saya yang bilang nanti pada nenek, boleh ya Bu ?" pintanya penuh harap
" Baiklah non Za .... nanti saya bantu juga bicara pada Nyonya. Silahkan gunakan dapurnya dan tolong semuanya bantu menyiapkan apa saja yang di butuhkan nona" ujarnya mengizinkan lalu berlalu dari dapur.
Zahra begitu senang bisa berkutat lagi di dapur yang menjadi kegemarannya mengusir rasa bosan. Semua pelayan membantu menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Mereka tak menyangka bahwa nona mudanya begitu piawai membuat kue di dapur tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Sementara di kejauhan tanpa di sadari Zahra, Nenek Misya dan Bu Mirna mengawasinya.
FLASHBACK ON
Mirna mengetuk ruang pribadi Bu Misya.
Tok .... tok .... tok...
" Masuk Mir .... ada apa ? apa ada yang ingin di beli untuk Zahra ?" tanyanya sesudah Mirna masuk
" Eemm .... itu Nya, non Zahra ...." ujarnya begitu ragu mengatakannya.
" Ada apa dengan Zahra Mir ? Zahra gak betah ya tinggal disini ?" tanyanya menduga-duga
" Bukan itu Nya .... tapi non Zahra minta izin masuk ke dapur tadi katanya ingin membuat kue " kata Mirna menjelaskan
" Zahra masuk dapur ? itu bukan hal baru bagiku Mir, aku sudah pernah melihatnya melakukan hal itu di rumah Zaky dulu. Biarkan saja Mir, itu memang kesukaannya dalam memasak. Bagaimana menurut mu Mir tentang Zahra ?" tanya Bu Misya pada Mirna
" Walaupun saya baru bertemu non Zahra kemarin, tapi non Zahra begitu sopan, ramah dan tidak seperti kebanyakan anak-anak ibukota yang seusianya kadang lupa akan adab ketimuran. Dan non Zahra bisa membuat Nyonya Misya bahagia membuat saya senang. " kata Mirna memberikan pendapat
" Kamu tau Mir, rumah terasa sepi .... tau sendiri kan kalau Alan jarang pulang ke rumah ini dan lebih suka di apartemennya saja .... makanya aku mengajukan perjodohan ini karena aku suka dengan sifat dan sikap Zahra. " katanya memikirkan cucunya Alan
" Ya sudah Mir .... ayo kita lihat apa saja kegiatan cucuku Zahra " ajaknya sambil berjalan keluar ruangan.
FLASHBACK OFF
Nenek Misya pun mendekati Zahra yang tak menyadari kehadirannya karena terlalu asyik dengan kegiatannya. Nenek Misya memberikan isyarat agar semuanya diam. Setelah menunggu dan Zahra tengah memasukkan adonan ke dalam oven barulah bersuara.
" Eehmm ... ehhmm sedang membuat apa nih cucu nenek yang cantik ini ?" tanya pada Zahra sambil tersenyum
" Ehh .... Nenek Misya. Ini Za lagi bikin kue brownies nek. Maaf ya nek, Za pinjam dapurnya sebentar " ujarnya menatap Nenek Misya
" Gak apa-apa Za, kalau kamu mau masak dan bikin apapun pakai saja dapurnya, minta bantuan semua orang yang ada di dapur Za. Kok bikin banyak Za ?" tanya sambil melihat adonan kue Zahra.
" Aaahhh ini nek, Za bikin brownies khusus dengan rendah gula buat Nenek tapi Za juga buatin untuk semua biar bisa makan sama-sama nek. "ucapnya sambil tersenyum sumringah
Nenek Misya begitu terharu begitu juga dengan Mirna dan pelayan lainnya, karena perhatian nona mudanya. Begitu tulusnya hingga memikirkan bahkan membuatkan kue juga. Beberapa saat kemudian, semua kue brownies sudah jadi. Nenek Misya mendapatkan yang khusus untuknya, ada sebagian kue sudah ada yang di potong-potong. Semuanya menikmati kue tersebut. Semua memuji kelezatan kue buatan Zahra.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Menjelang makan siang, Nenek Misya berkunjung ke perusahaan guna memberikan kue brownies hangat. Semua pegawai menunduk hormat karena begitu jarang Nyonya Besar berkunjung ke perusahaan keluarga itu. Nenek Misya langsung menuju kantor tempat cucunya Alan berada.
" Lagi sibuk Al .... ?" tanya Nenek Misya begitu masuk ke dalam ruangan.
" Aaahhhh Nenek .... lagi baca-baca berkas aja Nek. Ada apa Nenek ke kantor hari ini ?" menjelaskan dan bertanya pada Nenek Misya sambil menghampiri sang Nenek.
" Gak ada apa-apa .... hanya ingin membawakan kue kesukaan kamu saja Al .... Sudah makan siang kah kamu ?" tanyanya pula
" Belum sempat nek .... banyak sekali pekerjaan, banyak berkas yang harus Al tanda tangani " ujarnya sambil duduk di dekat sang nenek yang tengah mengeluarkan kue brownies itu.
" Wah brownies nek .... nenek beli di mana ? Kok rasanya berbeda dari biasanya. " kata Alan melahap brownies tersebut.
" Beneran enak Al .... ?" tanya Nenek Misya memastikan lagi.
" Iya bener nek .... ini brownies ter-enak yang Al pernah makan. " ujarnya sambil mengambil potongan kue lagi.
" Itu brownies buatan calon istrimu Al ...." ujar Nenek Misya santai
uhuukkk .... uhuukkk ....
" Pelan-pelan Al .... kenapa terkejut begitu sih ?" tanya Nenek sambil memberikan air minum pada Alan.
" Maksud Nenek .... calon istri itu apa sih ? Kenapa tiba-tiba ada calon istri segala gitu ?" tanya Alan beruntun pada neneknya.
Akhirnya Nenek Misya menceritakan semuanya saat dia meminta Zahra pada keluarga sahabatnya Zaky. Rasa tertariknya saat melihat Zahra yang dirasanya cocok untuknya. Alan begitu terkejut mendengar penuturan Neneknya.
" Nenekku sayang .... Alan sudah punya Mira nek, Alan bahagia bersama Mira nek " kata Alan menjelaskan perasaannya pada Mira
" Apa kamu yakin akan perasaanmu dengan Mira Al ?" tanya Nenek meragu
" Al yakin nek .... restu in Alan dengan Mira nek ? Kalau soal Zahra, nanti Al yang akan minta maaf dan membatalkan perjodohan ini nek." pintanya lagi pada neneknya.
" Sampai kapanpun .... Nenek gak akan restu in hubungan kamu dengan gadis gak bener itu Al. Sampai kapanpun cucu mantu Nenek hanya Zahra " katanya menekankan pada Alan.
Nenek Misya pun berlalu dari ruangan cucunya. Sebelum pulang ke rumah, Nenek mampir ke ruangan Pak Harto memberikan brownies titipan Zahra. Dan memintanya mengintai terus aktivitas Mira.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE & KOMENTARNYA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE CERITANYA.
Alan itu pintar tp bodoh...pintar nyelesaiin masalh kantornya tp bodoh dgn urusan rmh tgga nya....
ktnya Alan usianya sdh 30an tp kelakuannya kayak ABG labil...
bikin greget aj tuh sm sifatnya Alan....
pengen deh getok kepalanya pake ulekan sambel.....😡😡😡
maaf yaa Thor... 🙏
Bisa memaparkan pasal" nya secara detail...
hingga kita jg para pembaca bisa tau ttg pasal" dan hukum nya....makasih Thor....Aq syukak karyamu
lope U Thor....😍😍😍