Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon in Maldives
...Part ini mungkin menjurus ke adegan adegan yang hanya bisa di baca oleh orang dewasa, jadi untuk yang merasa masih di bawah umur harap bijak dalam membaca :)...
...♡♡♡...
Hembusan angin sejuk menerpa gelapnya malam, deburan ombak nan merdu menambah ke romatisan tempat ini. Maldives, suatu tempat yang berhasil menjadi idola destinasi honeymoon bagi jutaan umat, begitupun sang mamah yang menjatuhkan pilihan ke pantai ini ditambah berbagai fasilitas yang mewah lagi wah yang ditawarkannya.
Iyah, tempat itulah aku dan Arsa berada kini, memandang ciptaan Allah sang pemilik semesta. ribuan syukur tak henti ku ucapkan telah di beri kesempatan melihat maha karya indah nya membuat siapa pun akan terpana tentang ciptaanya.
Makan malam mewah yang disiapkan oleh orang ke dua terpenting di Maharsya group siapa lagi kalau bukan sekretaris Rey satu satunya orang yang ikut dalam honeymoon kami
Arsa tak henti memandangi wajah cantik istrinya, tingkah itu tertangkap saat Salwa menoleh ke arah nya mereka beradu pandangan cukup lama, seperti tenggelam ke dunia mereka masing masing. "Sudah larut malam, ke dalam ajah yah" Tawar Arsa sembari mengecup lembut tangan wanita cantik itu yang sedari tadi tergenggam dengan lengannya, dijawab anggukan dan senyuman oleh Salwa yang membuat es krim pun akan meleleh di buat nya
Gandengan lengan itu tak terlepas saat berjalan menuju hotel tempat mereka menginap, hotel yang sebenarnya dimiliki sendiri oleh nya yang sudah lama di pesan hanya untuk honeymoon kami jauh sebelum hari ini oleh sekretaris Rey dan mamah Natasya. kaki ini terus melangkah menginjak setiap mawar merah yang bertabur di lantai seperti arah penunjuk jalan. di buka nya pintu kamar hotel memperlihatkan dekorasi romantic dengan lampu berbentuk lilin yang tersebar rapih disetiap sudut kamar, tempat tidur dengan cover berwarna putih lagi lagi dengan kelopak bunga mawar membentuk sebuah huruf inisial Arsa dan Salwa berbalut bentuk dan simbol cinta 'LOVE' tepat saat kaki kami melangkah layar televisi di kamar itu menyala memperlihatkan keluarga serta sahabat sahabat ku, aku dan Arsa memilih duduk di sofa untuk mendengar apa yang dikatakan oleh mereka
"Selamat yah cie yang lagi honeymoon, semangat untuk buat Arsa dan Salwa junior nya" Ujar ketiga sahabatku mengangkat kepalan tangan mereka masing masing memberi semangat
"Kami pesen ponakan yang gemes ajah kak Salwa dan bang Arsa" Kata Aigam dan Ayana di masing masing layar yang tampil diwaktu yang bersamaan
Begitu pula mereka "Semangat... semangat! buat cucu yang shaleh dan shaleha nya yah!" Ujar bunda, ayah, dan kedua mertua ku antusias setelah itu layar televisi langsung mati otomatis.
Kami berdua saling memandang dan terkekeh atas kelakuan keluarga dan sahabat somplak itu bagaimana mungkin mereka bisa kompak saat membuat suatu perbuatan yang receh seperti itu?
Ditengah tawa kita layar televisi itu kembali menyala seperti film horor saja, "Kalian jangan ketawa dulu" "Coba cari kotak warna gold di sana ada hadiah khusus dari mamah" Ujar mamah Natasya
Aku melirik ke setiap sudut mencari kotak berwarna gold yang di maksud "Dimana kotak nya By?" Tanya ku pada Arsa yang masih terkekeh dan dia hanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu
Akhirnya aku menemukan kotak yang di maksud mamah di meja kecil dekat tempat tidur. dengan terburu burunya aku membuka kotak itu dan...
Apaan ini? lingerie!
Tawa lelaki itu semakin pecah saat melihat ekspresi jijik ku melihat baju berwarna merah menyala yang kekurangan bahan itu. "Gimana bagus kan pilihan mamah? jangan lupa dipake yah... inget jangan lupa di pake manantu cantik kesayangan mamah" Ucap mamah Natasya dengan gaya centil nya dan televisi itu kembali mati otamatis
Belum apa apa pipi mulus salwa sudah memanas saat membayangkan dirinya memakai baju terbuka itu, namun jika tidak memakainya berarti dia tidak menurut kepada orang tua kan? aku melirik Arsa yang masih tertawa seakan bertanya tentang baju ini
Dia ga kesurupan kan? dari tadi ketawa mulu ih ko aku jadi merinding
Ku geleng gelengkan kepala mengusir pikiran aneh tersebut "Terserah kamu Sya mau dipake atau engga" Lagi lagi terserah huah tidak membantu
...
Akhirnya aku memutuskan untuk memakai baju berwarna merah itu, kulihat tubuhku di depan cermin besar ngeri sendiri saat pantulan cermin itu ku lihat. huah aku malu
rasanya tidak mau keluar dari kamar mandi ini saja tapi lelaki itu sudah tiga kali memanggil ku, memang sih aku sedikit lama di kamar mandi hehe
Langkah kaki ku dipercepat seperti berlari meloncat ke tempat tidur mewah itu suara kencang kasur itu terdengar saat ditubruk badanku, cepat cepat ku tutup dengan selimut tebal berwarna putih sampai ke leher membuat Arsa mengerutkan keningnya, kesurupan apa istrinya itu batinya
Arsa yang tadi sedang duduk menonton di sofa ikut duduk di tempat tidur "Tadinya mau aku mau bawa kamu ala bridal style tau" Keningku mengeryit " Ko ga digendong ala bridal style sih By!" Jawabku kesal sambil cemberut di cerita cerita yang biasa aku baca biasa nya lelaki menggendong wanita nya ala bridal style kan?
"Lah kan kamu nya udah loncat duluan ke tempat tidur Sya terus cara gendong kamu nya gimana? mau reka ulang?" Goda Arsa menaik turunkan alisnya membuatku memukul lengan nya berhasil membuatnya mengaduh kesakitan
Lah iyah aku lupa
"Kamu yakin Sya? aku ga mau melakukan hal ini atas dasar paksaan dan sebenarnya harus dilakukan dengan saling mencintai bukan salah satu sih" Ujar Arsa lagi
Aku menggenggam tangannya tanpa peduli selimut yang ku pegang sampai leher terlepas berhambur begitu saja "Aku yakin Hubby, soal cinta emm... sebenarnya aku sudah mencintai mu sejak kamu mengucapkan ijab kabul atas nama ku di saat itu aku mulai luruh dan jatuh cinta sama kamu" Jawabku membuat dia mendongkakan kepala melihat dengan dalam bola mataku
"Bener yakin?" Masih berusaha mencari jawaban di mataku
"Iyah, Hubby ku yang tampan" Geram ku, namun nada nya di buat semanis dan selembut mungkin sembari mencubit pelan pipi mulus nya itu
Perlahan tubuhnya mulai mendekat ke arah ku "Aku mencintai mu sangat mencintai mu" Ucap nya tepat disamping telinga ku deruan nafasnya terasa hangat di pipi ku "Aku juga mencintai Hubby sangat mencintai" Jawab ku sembari tersenyum menatap wajahnya yang teduh
Salah satu tanganya meraih dagu ku, tatapan itu makin dekat dengan wajahku ia mengecup keningku cukup lama, beralih ke pipi ku dan perlahan mulai turun, bibir lembutnya kini menempel dengan milik ku memberi sebuah ciuman lembut disana. tangan ku mengulur meraih melingkarkan di leher nya, namun momen itu terhenti saat aku tersengal kehabisan nafas
"Nafas dong Sya" Kamudian menarik nafas, kalau ditanya bagaimana kondisi jantungku dia tengah berdetak sangat keras sepeti ingin melompat aku juga tak berani menatap wajah tampan nya dan mungkin seburat merah di pipi ku sudah sepeti kepiting yang direbus
Ia kembali mencium ku lagi namun kini lebih lama dan lebih dalam. aku memejamkan mata berusaha menikmati setiap yang dilakukan oleh nya, perlahan benda lembut itu turun ke leherku membuat tanda kepemilikan berwarna merah di sana, aku menggigit bibirku menahan rintihan yang ingin keluar di sana, kedua tangan yang sedari tadi terlingkar mesra dilehernya perlahan turun memencengkram sperei putih bersih itu dengan keras
Tangan nya mulai melepas setiap helai kain yang ada di tubuhku, setelah nya aku pasrah dengan apa yang dia lakukan. aku masih tetap memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang diberikan dan tanda kepemilikan, bibir itu lagi lagi ku gigit dengan keras menahan agar suara ******* itu tak keluar namun tetap saja tak bisa entah aku tak tahu bentuk sperei sekarang sudah seperti apa karna ku cengkram dengan seluruh tenaga walaupun sebenarnya Arsa melakukannya dengan sangat lembut
Malam panjang itu baru saja dimulai oleh kedua insan yang telah halal, rintihan ******* menggema seiring dengan yang mereka lakukan. biarlah ini hanya menjadi rahasia mereka dan intinya Arsa memberi pengalaman pertama yang tak pernah dilupakan oleh Salwa dengan cara nya sendiri yaitu memperlakukan Salwa dengan sangat lembut penuh kasih sayang benar benar momen yang tak mungkin dilupakan oleh mereka berdua
...♡♡♡...
...Btw maaf yah karna aku ga bisa menjelaskan momen mereka dengan spesifik atau detail karna aku tahu disini masih buanyak yang jomblo mwehehe bercanda kok :)...
...Asssalamualaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat author semangat up nya ehe💕...
ceritanya bagus kok😊