Bagaimana tiba tiba nama mereka tidak terdaftar di asrama ?
Sebuah kampus memiliki asrama . Setiap Maba . Sebagai anak Rantau wajib tinggal Asrama
Tetapi harus mendaftar lebih dulu . Karena setiap kamar sudah di perhitungkan
" Atas nama Zero Alfa Pratama "
" Saya atas nama Soraya Arawinda "
Keduanya saling tatapan satu sama lain ketika nama yang di sebutkan tidak ada di daftar tempat tinggal asrama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerumah Oma Syahri
Zero, oma dan suster oma saat ini mereka perjalanan menuju jakarta . Mereka akan menginap di salah satu hotel di Jakarta
Selain mau bertemu teman oma . Zero juga mau mampir ke salah satu showroom milik oma
Ia mau memilih mobil yang ia mau . Bukan nya oma mengiyakan mobil apa yang Zero inginkan?
Dan oma adalah janda terkaya di negara nya . Zero sangat kagum walaupun punya anak dan cucu banyak . Mereka tidak mengejar harta oma
Cuma Zero satu satunya yang memanfaatkan fasilitas yang oma miliki. Oma juga memiliki salah satu mal di malaysia. Dan itu juga mal mewah dan rata rata pengunjungnya orang yang berduit
Mereka tiba di hotel milik oma . Kedatangan oma le Jakarta membuat pihak hotel sangat lah berlebihan
Mereka menggelar tikar merah dan juga soft drink
Zero sebagai cucu yang paling tampan . Ia hanya berdiri menjaga oma sebagai bodyguard
" Zero .... kamu ambil ahli hotel ini setelah kamu lulus kuliah "
Deg
Zero terdiam . Ia tentu saja kaget . Oma nya memberikan hotel di Jakarta untuk nya ? Bukankah oma memiliki anak dan cucu lain ? Kenapa hanya Zero yang di berikan ?
" Mulai sekarang kamu belajar mengelola nya. Oma ingin senang senang di masa tua oma . Dan satu lagi . Tolong periksa dokumen hotel ini "
Bukan nya niat ke jakarta mau bersenang senang ? Kok malah di suruh bekerja? Zero di ajak pergi ke kantor di dekat lobby hotel . Ia di ajarkan oleh General Manager semua pekerjaan yang ada di hotel ini
Jujur . Zero mulai pusing belajar mengelola hotel
Beberapa jam akhirnya ia kembali ke kamar. Zero memijit keningnya
Zero menghubungi oma . Ia tidak mau belajar lagi . Zero dengan tegas mengatakan
Dirinya mau kuliah dulu sampai nanti ia lulus baru belajar lagi. Tanggapan oma hanya bisa tertawa
Di malam hari . Zero sudah bersiap menemani oma kerumah teman nya
Zero mengendarai mobil oma . Sengaja oma tidak meminta supir untuk mengantar nya . Karena ia ingin dekat dengan cucu kesayangan nya itu
Cucu yang paling tampan
Beberapa menit kemudian sampai di rumah nya . Rumah yang tidak begitu mewah seperti rumah orang tuanya
Bahkan parkir mobilnya di depan rumah. Karena tidak ada teras untuk parkir besar hanya motor
" Ini rumah Syahri . Ayo kita masuk . Mudah mudahan syahri tidak pindah " ucap Oma
Zero menuntun oma masuk ke rumah itu . Ia ragu untuk menekan bel . Tak berapa lama paruh bayar sekitar 50an membuka nya
" Cari siapa ? " Tanya wanita itu
" Syahri . Saya Vivi . Teman nya Syahri yang dari bandung "
" tante Syahri sahabat bunda ? "
Oma menganggukan kepalanya . Mereka bertiga pun segera masuk dan di sambut dengan baik . Zero dan oma duduk diruang tamu tidak begitu banyak foto keluarga dirumah itu
Beberapa menit kemudian nenek tua seumuran oma nya pun keluar . Mereka langsung berpelukan
" Ini Zero cucu ku yang paling tampan " ucap oma memegang wajah Zero
Zero mengecup tangan oma Syahri . Wajahnya mengingatkan kepada seseorang
Tapi siapa ?
Zero hanya bisa tersenyum ketika oma selalu membanggakan
" Cucu ku ini kuliah nya di jogja loh . Universitas nomor 1 "
" Oh ya ? Dimana? Cucu ku juga di jogja " ucap Oma Syahri
Zero tertarik dengan obrolan ini . Mereka satu kampus
" Oma ... siapa nama cucu oma ? " Tanya Zero
Oma menyebutkan namanya
" Soraya Arawinda "
Deg
Zero terdiam . Oma memberikan foto Soraya saat dirinya masih kecil
" Cucu ku juga tak kalah cantik dari Cucu mu yang tampan itu "
Zero langsung berlutut mengecup tangan oma Syahri . Zero berharap mendapatkan restu dari oma Syahri
" Zero kenal oma . Zero kenal Soraya . Sebentar. Zero punya fotonya " ucap Zero
Kedua oma itu tersenyum. Zero menunjukan foto Soraya bersama Kinan
" Yang ini bukan Cucu oma Syahri ? " ucapnya
Oma syahri memegang ponsel Zero . Foto Cucu nya bersama teman nya
" Cantik bukan Cucu ku ? " Tanya Oma Syahri
Zero mengusap tangan nya . Ia harus bicara baik baik pada oma Syahri. Kedua orang tua Soraya juga menyambut kedatangan teman bunda nya
Zero menyalami tangan calon mertuanya . Ia juga di kenalkan oma adalah teman soraya di jogja
" Soraya di korea bukan ? Dia dapat beasiswa disana " ucap Mama Soraya
Oma Vivi terkejut mendengar itu . Cucu Syahri mendapatkan beasiswa di luar negeri ? Selain cantik. Anak itu juga pintar . Oma Vivi semakin yakin
Bahwa Cucu tampan nya itu sangat cocok dengan Cucu Syahri yanh cantik dan pintar itu
" Oma ... Zero izin ke toilet sebentar "
Zero membuang air kecil . Setelah ia keluar kamar mandi . Ia melihat banyak foto keluarga . Terutama foto Soraya saat masih anak anak
Zero tersenyum melihat itu . Ia memotret banyak foto saat Soraya masih bayi , balita dan foto sekolah
" Sudah cantik dari dulu " batin nya
Zero kembali kumpul lagi bersama oma dan calon mertuanya. Mereka membahas Soraya proses sampai akhirnya bisa pergi ke korea
" Cita cita Aya memang dulu adalah bisa pergi korea . Aya juga belajar bahasa korea sejak masih sekolah . Aya gak pernah merepotkan kita sebagai orang "
Zero tentu saja senang . Sisi lain Soraya yang selama ini cuek dan terlihat tidak peduli . Ada sisi positif
Zero bener bener tertarik sejak dulu . Sejak pertama kali ia bertemu dengan soraya
" Aya ... " gumam nya
Nama itu terlihat sangat akrab dengan keluarga . Mulai sekarang zero akan memanggil Soraya dengan Aya
Zero berharap panggilan itu akan menjadi salah satu keluarga nya . Mungkin bisa menjadi suami nya lagi
Tidak lama di rumah Oma Syahri. Oma mengajak untuk balik ke hotel
Hari semakin malam . Mereka pulang sebelum di ajak makan malam bersama
" Aya suka banget ayam goreng pakai sambel terasi buatan kamu ya " ucap Papa Soraya
Oma Syahri juga mengatakan apa saja yang disukai cucu nya itu . Soraya anaknya sangat rapi . Bahkan cucu nya itu tidak suka barang yang ia sudah tersusun rapi
Berantakan
Zero jadi teringat beberapa bulan lalu . Pantas Soraya memilih untuk pergi dari apartemen karena Zero selalu berantakin barang barang yang di apartemen