NovelToon NovelToon
Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: green veil

Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XVI PENDEKATAN

            Malam itu, sekitar pukul 19.49, setelah

menidurkan Arjuna Winda keluar dari kamar menuju ke ruang tamu karena malam itu

ada yang mau bertamu dan ketemu dengan Winda. Tamu itu adalah laki-laki yang

ingin diperkenalkan Ayah Winda kepada Winda.

Sebenarnya, Winda sangat tidak ingin ketemu

dengan lelaki lain untuk menggantikan posisi Ardi sebagai suaminya. Selain

Winda sudah nyaman dengan kehidupannya saat ini, dia juga masih belum bisa

melupakan Ardi. Terkadang ada harapan untuk kembali kepada Ardi, akan tetapi keadaan

tidak memungkinkan. Winda merasa sedih, ingin rasanya dia menolak permintaan

Ayahnya untuk ketemu dengan Bowo, lelaki yang ingin diperkenalkan kepada Winda

malam ini. Tapi Winda tidak ingin menyakiti perasaan orangtuanya dengan menolak

permintaan orangtuanya. Winda masih merasa bersalah karena rumah tangganya

tidak bisa dia pertahankan karena ada pihak ke tiga.

Setelah keluar kamar Winda melihat ada sosok

laki-laki yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Laki-laki itu cukup tinggi,

dan layaknya laki-laki setengah baya, laki-laki itu mempunyai perut yang buncit

walaupun tidak bisa dikatakan gemuk, karena sebenarnya perawakannya tinggi

besar.

Winda menyapa tamunya dengan menganggukkan

kepala sambil tersenyum kemudian duduk dekat dengan ayah dan Ibunya.

Bowo yang melihat hal itu jadi gamang karena

sebenarnya dia sudah mau mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Winda

sambil memperkenalkan diri. Akan tetapi perasaan kaget dan sedih ditepisnya,

kemudian sambil menyunggingkan senyum dia duduk. Ditatapnya Winda yang Cuma menunduk.

Tapi lamunannya tentang Winda  buyar saat

Ayah Winda bicara,

“Nak, ini anak Bapak yang namanya Winda.

Winda kenalkan ini yang namanya Mas Bowo yang Bapak ceritakan tadi siang” kata

Ayah Winda memulai pembicaraan. Bapak ingin Winda menjabat tangan Bowo untuk

simbol perkenalan.

Ibu Winda menyentuh tangan Winda sebagai

tanda Ibunya menyuruh Winda untuk menjabat tangan Bowo. Winda hanya diam tak

bergeming. Dia hanya tersenyum saja, kemudian dia menangkupkan kedua tangannya

di dada sebagai pengganti salaman karena dia tidak ingin membuat orangtuanya

malu.

“Saya Winda Pak, salam kenal”, kata Winda

sambil tersenyum menghargai tamu yang datang berkunjung. Dalam hati Winda malas

untuk bicara apalagi tersenyum, walaupun begitu dia masih menjaga perasaan

orangtua dan tamunya.

“Saya Bowo Mbak”, kata Bowo memperkenalkan

diri sambil menangkupkan kedua tangannya agak ke depan.

Winda tersenyum kemudian dia menunduk lagi.

Orangtua Winda bingung dibuatnya, mereka

merasa tidak enak kepada tamunya karena sikap Winda yang acuh tak acuh. Untuk

mengatasi situasi yang canggung, Ayah Winda mulai mengajak Bowo mengobrol,

“O ya Nak Bowo, Nak Bowo rumahnya daerah

mana?” tanya Ayah Winda basa basi.

“Saya asalnya sebenarnya daerah S Pak, tapi

saya dapat tugas dari kantor di daerah sini sudah empat tahun ini”, kata Bowo.

“Bapak Ibu masih ada Nak?”

“Iya Pak, mereka masih ada semua”

“Oooo ya”

Kemudian suasana menjadi canggung kembali.

Akhirnya Bowo membuka suara lagi.

“Mereka semua ada di daerah S Pak karena

rumah kami memang di sana. Yang ada di sini cuma saya”

“Berarti Nak Bowo sendirian ya? Sekarang

tinggalnya di mana Nak?”

“Saya tinggal di tempat Pak Warso Pak. Saya

ngontrak rumah di sana” kata Bowo lagi.

Winda hanya diam dan berharap tamunya segera

pulang. Tapi apa daya dia tidak berani bilang kepada Ayahnya. Ayah Winda merasa

tidak enak kepada Bowo kemudian berkata,

“O ya Nak Bowo, ini saya tinggal sebentar

sama Ibu ya. Ini tadi mau beli vitamin ke Apotek belum jadi” kata Ayah Winda

membuat strategi agar Winda bisa ngobrol dengan Bowo.

“Win, Ayah ke Apotek bentar ya. Temani Pak

Bowo dulu ya. Ayah sama Ibu Cuma sebentar beli vitaminnya” kata Ayah Winda

sambil memberi kode kepada Ibu Winda dan Winda.

Winda yang melihat hal itu merasa jengah dan

marah, akan tetapi dia tidak bisa menolak. Setelah Ayah Winda pergi, Winda

masih tertunduk dan bingung mau mulai pembicaraan dari mana.

Bowo yang menjadi tambah canggung kemudian

memulai pembicaraan,

“Maaf ya Mbak, kalau kedatangan saya

mengganggu Mbak Winda” kata Bowo.

Winda yang mendengar hal itu menjadi tidak

enak hati, kemudian dia menjawab,

“Tidak apa-apa kok Pak”, kata Winda, padahal

di dalam hatinya berkata sebaliknya.

“Nama anaknya Dik Winda siapa ya?”

‘Dik? Dik? Dia manggil aku Dik?’ Winda merasa

terganggu dengan panggilan Bowo yang tiba-tiba berubah. Mungkin kalau dari awal

Bowo memanggilnya Dik tidak akan mengganggu pikirannya. Winda yang merasa

terganggu dengan kedatangan Bowo, apapun yang dilakukan Bowo dia tidak suka. Karena

mungkin dia belum siap membangun hubungan dengan lelaki lain sekarang ini.

“Arjuna Pak” jawab Winda.

“Dik, kalau panggilnya Mas saja gimana?

Soalnya saya merasa canggung kalau dipanggil Pak”, kata Bowo memberanikan diri.

Winda yang mendengar hal itu Cuma berusaha mengendalikan

senyum di wajahnya yang berusaha hilang dari wajahnya diganti dengan ekspresi

cemberut.

“Iya Mas” kata Winda akhirnya.

“Tapi gantian saya yang merasa canggung” kata

Winda lagi.

“Kalau lama-lama bakal terbiasa kok Dek”

‘Lama-lama?’ batin Winda. Karena Winda

berpikir untuk bertemu dengan Bowo untuk pertama dan terakhir kalinya. Pertemuan

ini hanya untuk menjaga perasaan Ayah dan Ibu Winda.

“Iya Mas” jawab Winda akhirnya untuk

menghormati tamu.

Mereka mengobrol dengan canggung sampai

orangtua Winda datang. Winda merasa lega karena orangtuanya datang. Akhirnya

Bowo ngobrol dengan kedua orangtua Winda lagi dan sesekali Winda ikut bicara

ketika Ibu Winda menyentuh Winda sebagai bentuk kode agar Winda ikut menimpali

pembicaraan.

Setelah sekitar dua jam berlalu, Bowo pamit

untuk pulang dan berjanji untu ke rumah Winda lagi untuk bertamu dan menjaga

tali silaturahmi.

Setelah Bowo pergi, Winda langsung masuk

kamar dan tidur di samping Arjuna.

Sedangkan Bowo pulang dengan masih berharap

dia bisa ketemu lagi dengan Winda, karena dia tidak ingin membujang terlalu

lama. Apalagi dia sudah dijuluki Bujang Lapuk oleh kedua orangtuanya karena

tidak kunjung menikah.

Bowo melihat Winda pertama kali ketika Winda

pergi ke Bank tenpat dia bekerja untuk menabung. Setelah selesai menabung Winda

ngobrol dengan teman Sdnya yang tak lain adalah anak buah Bowo. Setelah Winda

berlalu, dia tanya kepada Danu teman Winda perihal Winda. Danu bercerita semua

yang dia ketahui tentang winda. Dan tanpa sadar sejak saat itu dia memikirkan

Winda kemudian jatuh hati kepada Winda. Kemudian dia memberanikan diri untuk

menemui Winda dengan minta tolong kepada Danu untuk menyampaikannya kepada

Winda. Akan tetapi oleh Winda tidak pernah ditanggapi.

Setelah itu Bowo mengubah strategi untuk

menemui kedua orangtua Winda serta Winda di rumah Winda, sehingga Winda tidak

bisa menolak lagi. Bowo bertekad untuk mendekati Winda. Bowo percaya diri kalau

wanita apalagi sudah janda tidak akan menolaknya karena dia punya kerjaan yang

bagus, paras yang lumayan dan badan yang cukup bagus walaupun perutnya sedikit

menonjol karena tidak sempat berolahraga.

1
Maria lace W
cih wis cerai mantan dah kawin msh aja didatengin rmh nya....peduli amat, siapa yg mau nengok ya monggo dateng ke rmh cewek..bkn cewek.mantan istri datengin rmh mantan nya
Sri Wahyuni
dasar Winda bodoh, sudah disakiti masih berharap mau kembali
Shinta Dewiana
bodoh bodoh bodoh.
Shinta Dewiana
jgn bodoh winda...biar mereka yg ke rmhmu...
Shinta Dewiana
akhirnya....wk.wk..wk...
Shinta Dewiana
ardi sm keluarganya mau menang sendiri...winda bodoh
Shinta Dewiana
dasar lemah rasain tu gmn sakitnya di selingkuhin.
Shinta Dewiana
pokoknya jg sampekdeh winda balikan sm ardi...
Shinta Dewiana
hedeh..dg winda enggak da pernah ke rmh mertua...dasar ardi
Shinta Dewiana
hedeh enggak banget deh...winda pula yg ke situ....
Shinta Dewiana
yaaaa..masak jodonya tua banget sih thor
Shinta Dewiana
ha...ha..ha....
Shinta Dewiana
nah kan mulai deh
Shinta Dewiana
tunggu lah nyesel begitu tau bimo bkn anaknya..nangis darah deh...
Shinta Dewiana
ah.malas banget klu ujung2nya winda balikan sm ardi
Shinta Dewiana
mantap winda...senangat trus...
Shinta Dewiana
nah gitu dong winda br seru...suami kayak gitu tdk perlu di pertahankan...pezina.
Hotma Gajah
kurang greget...
mending bobo...
Hotma Gajah
kayak cerita ikan klepek2 bukan ikan terbang lagi😃😃😃
Hotma Gajah
thor...
bikin kesel/eneg dehhh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!