NovelToon NovelToon
Pergaulan Bebasku

Pergaulan Bebasku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: siti solikhah

Likha Charina

Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.

21 +

di tunggu kritik dan saranya

jangan lupa vote like dan komen ya guys.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepikiran

Likha merasa aneh dengan di tidurnya lalu ia meraba di sampingnya.

"Em Enik belum pulang kali" batin Likha.

"auh kebelit pipis, jam berapa si ?" ia berbicara sendiri.

"Ah sudah jam dua belas malam kok Enik belum pulang?"

Dia mencoba menelfon Enik namun suara handphone terdengar di luar kamarnya.

Likha pun bangkit dari tidurnya menuju asal suara handphone Enik,sekalian dia ingin buang air kecil pikirnya.

Ia pun membuka pintu namun hanya terlihat tas Enik di depan ruang tengah tergeletak sembarang.

Di mematikan handphonenya.

lalu dia mendengar suara desahan seorang perempuan dari kamar Bagas.

"Ya Tuhan" Likha menutup mulutnya.

Ia begitu terkejut dengan apa yang ia dengar.

Lalu Likha mendekatkan diri ke pintu kamar Bagas,

dan menempelkan daun telinga di pintu kamar Bagas.

"Ya Tuhan " dia begitu terkejut mendengar suara yang mendesah dan ia sangat kenal suara itu.

Ia pun membungkam mulutnya kembali dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Enik" dia menyebutkan nama sahabatnya.

Dia memundurkan badanya, ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.

Tanpa ia sadari air matanya menetes.

Dia kembali ke kamarnya dengan jalan teramat lesu.

"bodoh, bodoh, bodoh" Likha memukul kepalanya sendiri sembari menangis.

Dia begitu menyesal mengajak Enik untuk tinggal bersamanya.

Dia masih tak percaya Kakak sepupunya yang ia percaya menjaganya dan Enik justru menghancurkan masa depan Enik.

"Ya Tuhan" ucapnya berkali-kali dengan menyeka air matanya yang terus lolos ke pipinya.

"Ya Tuhan mas Bagas tega banget sama enik, gimana nanti calon suaminya" dia terus menangis dengan kejadian yang ia dengar.

Dia terus menangis, karena terus menangis membuatnya kepalanya sakit lama-lama membuat matanya terpejam.

***

Suara ketukan pintu membuat Likha beranjak dari tempat tidurnya, untuk membukakan pintu kamarnya.

"Kha kamu berangkat pagi kan ?" ucap Enik.

ketika Likha membuka kan pintu kamar.

"Emmmm" Likha hanya sedikit membuka matanya.

Dia begitu terasa mengantuk karena terlalu lama menangis semalem.

Likha pun kembali merangkak ke atas kasur.

Enik mengikutinya mengoyang-goyangkan tubuh sahabatnya itu.

"Kha bangun dah jam setengah enam, kamu mau terlambat"

"Sebentar lagi" sahut Likha.

"Terserah kalau kesiangan" Enik meninggalkan Likha yang masih tertidur untuk membeli sarapan mereka bertiga.

"Gue masih nggak percaya" ketika mendengar suara pintu tertutup Likha membuka matanya.

***

Likha tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja namun berbalik menatap Enik yang masuk ke kamar.

"darimana?" Enik yang mendapat pertanyan menatap Likha.

"Beli nasi kuning, yuk sarapan" ajak Enik.

"Semalam kamu tidur dimana?"

Enik yang mendapat pertanyaan tersebut tiba-tiba menatap Likha dengan kegugupan.

"A a aku tidur di depan televisi semalam" ucap Enik dengan gugup.

Dan dia menbalikan tubuhnya agar dirinya tak terlihat Likha bahwa saat.ini dirinya telah berbohong.

"Yuk sarapan" ucap Enik kembali seraya keluar dari kamar menuju ruang tengah.

"Kamu bohong" Likha menatap pintu yang telah di tutup Enik.

***

Likha masih tak percaya dengan yang Enik lakukan dengan kaka sepupunya itu.

Dia menyusuri gang untuk ke jalan raya dengan pikiran-pikiran yang menyelimuti otaknya.

"Likha"

Likha yang baru keluar gang mendengar namanya di panggil menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

"Irfan ?"

Tatapan mereka saling bertemu dan Irfan tersenyum melihat Likha.

Namun hatinya bertanya "kenapa sama Likha?" begitu lah sekiranya ucapan dia.

"Ayooooo kok malah bengong"

Likha pun tersenyum menaiki sepeda motor milik Irfan.

Biasanya di atas motor mereka bercengkrama namun Likha diam seperti memikirkan sesuatu.

Irfan menatap sepion namun tak melihat wajah Likha sepenuhnya.

Dia memegang sepion dan memutarnya agar terlihat wajah Likha.

Irfan jadi bertanya-bertanya sendiri.

***

Irfan dan Likha berada di parkiran restoran, khusus karyawan.

Likha turun dari motor dan Irfan melepaskan helmnya.

"Kamu kenapa?" dengan tangan menahan langkah Likha yang akan masuk ke dalam restoran.

Likha menoleh ketika tangan di tarik Irfan, dan menatap Irfan aneh.

"Siapa ? Aku ?" Likha menunujuk jarinya dengan tangan kirinya.

karena tangan kananya di tahan Irfan.

"Iya kamu siapa lagi" Irfan masih menggengam tangan Likha dan dirinya turun dari atas sepeda motor.

Likha dan Irfan saling bertatapan.

"Masih pagi kaliiiii " Irfan dan Likha langsung menoleh asal suara.

Irfan langsung berdecak kesal dan membuang nafasnya kasar.

"Ganggu ajah loe" dengan menatap Maya, Irfan berucap.

Maya mendekati mereka berdua lalu melepaskan tautan Irfan dengan Likha.

Likha yang melihat kelakuan dua sahabat itu menahan tawa dengan menutup mulutnya.

Lalu Maya menarik tangan Likha agar masuk ke dalam restoran, dan meninggalkan Irfan di parkiran.

Irfan yang melihat Itu menatap dua orang terdekatnya berjalan meninggalkan dia seorang diri.

Lalu dia berlari mengejar Likha dan Maya.

"Mayaaaaaaaaa" maya yang namanya di sebut lalu menoleh dan mengambil langkah seribu meninggalkan Likha.

Maya dan Irfan kejar-kejaran seperti anak kecil.

Sampai di dalam restoran.

Kawan-kawan yang lain melihat itu menganggap hal biasa.

Karena Irfan dan Maya adalah karyawan lama di restoran itu.

Likha mengikuti mereka masuk kedalam restoran dan melihat Irfan dan Maya yang kejar-kejaran menggelengkan kepalanya.

"Sudah biasa mereka begitu" ucap senior Likha.

Likha pun membulatkan mulatnya di iringi anggukan kepala..

***

"Likha sudah berangkat" tanya Bagas pada Enik, yang sepertinya baru bangun tidur.

"Iya" Enik memberesi bekas sarapan dia Likha.

Bagas tiba-tiba memeluk Enik dari belakang, dan menempelkan kepalanya di ceruk leher Enik.

Dan memainkan hidungnya yang mancung itu disana.

Enik yang di perlakukan seperti itu seolah-olah biasa saja padahal hatinya berdebar.

"Sekali lagi yuk? sebelum aku berangkat" dengan nada merayu

Enik menatap Bagas "Dah berapa kali Mas" lalu melanjutkan aktivitasnya kembali.

Bagas yang sudah tak tahan lalu menggendong Enik ala bridal style dan membawanya ke kamar.

Enik memberontak kecil namun itu sebuah penolakan yang berpura-pura.

Bagas menutup pintu kamarnya

dannnnnn

.

.

PIKIRKAN SENDIRI YANG MEREKA LALKUKAN HAHAHHAAHAHAH

.

.

.

.

hai guys jangan lupa like vote dan komen ya.

.

.

.

itu semua sangat berarti buat author.

.

.

.

dan jangan lupa bintang limanya.

biar author tmbah semangat. .

.

.

.♡¤♡♡♡♡

Salam

dari author.

1
November
lanjut
Mentari
bagus
Hanisah Nisa
lanjut
Susiana Hutagalo
cakep
Mit Sebauh
lanjutin ceritanya
Sri Atun
serasa belajar membaca ya bahasa nya
khariliska
semangat author
Bundha Shandy
npa selalu buntu , nga da lanjutan nya , ampe cape bolak balik liatin nya ...
Deyooooo
langsung hot hot....
Erniwati Matondang
senang membacanya
Nur Izatty Okiun Abdullah
tdk cntk
Yustina Hadi
lanjut tor
Shedah Humaira
lanjut kak
Kymora Pertukangan
kirain tamat
ELmyah
ccok bang irfan
Eka S
seru.. lanjut thor
Elly Carlana
lanjut..
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Wartin Kusmawati
mampir thoor
DRY CoachGABAT
mana lanjutannya thor dah lama ga metu
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ellice
kalau nulis novel segera kelarin . jadi nya gantung kayak pohon pisang
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!