#DILARANG KERAS MENGCOPY DAN PLAGIAT KARYA SAYA.#
KALAU SAYA SAMPAI MELIHAT DAN MENEMUKANNYA.CUKUP SAMPAI SINI.TIDAK AKAN SAYA LANJUTKAN CERITA SAYA.
TERIMA KASIH.
Saat dia sampai di depan gerbang. Dia sudah bisa melihat kediamannya yang bobrok sekarang. Pintu utama yang megah sudah terbuka lebar dengan para penjaga yang sudah terbujur kaku bersimbah darah. Istri dan 20 selirnya berdiri dihalaman itu menunggu kedatangannya. Dan dua putranya yang ada di antara istrinya itu. Saat dia turun dengan menyeret kaki kanannya. Membuat 20 selir itu memandangnya hina dan mencemooh dengan sorot mata mereka. Dan mereka satu persatu. Meminta cerai dan langsung pergi satu persatu dari sana. Dengan keluarga mereka yang menjemput. Para mentri yang putrinya menjadi selir jendral feng hanya tersenyum kecut dan menghina. Untung saja putri mereka masih memiliki tanda merah di pergelangan tangannya. Dan masih bersih juga sama sekali belum melakukan malam pernikahan dengan jendral feng.Padahal wan zi dan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEPOTONG SOSIS.
Saat melihat kulit sosis itu masih.
Kulit sosis yang dimaksud feng yun xie adalah usus besar sebuah hewan berkaki empat hasil buruannya yang sudah dicuci bersih dan direndam dengan garam lalu di taruh di tempat dingin. Yang ada dalam kuali, Di dalamnya ada air dingin dibawahnya. Dengan tutup kuali dari tanah itu dengan rapat. Baru empat hari ,Usus besar itu disimpan. Dan akan digunakan tepat empat hari ini. Karena daging yang diawetkan tidak bisa bertahan hingga mingguan. Berbeda dengan kita yang sekarang ada alat canggih pembuatan es.
Feng yun xie pulang dan masuk rumah, Tidak ada satupun orang yang datang menghampirinya. Karena rumahnya terlihat sepi. Hanya ada suara dua bocah laki laki yang sedang banyak tanya di dalam balik ruangan kamar nenek buyutnya. Dan tidak lupa sepertinya ibu mertuanya juga ada didalam sana.
Sedangkan tuan shu keluar dari pagi dengan kakek buyut, Kepasar kekaisaran tetangga untuk menjual beberapa barang jualan terakhir mereka yang memang mereka bawa, Sisa barang kemarin yang sudah terjual sebelum pergi dari kediaman shu lama mereka.
Sedangkan shu wei si. Dimana istrinya saat ini. Pertanyaannya sudah ada di benak feng yun xie. Saat dia berburu untuk menangkap rusa dan memanahnya. Sekelebat dia melihat bayangan istrinya dengan serigala hitam berukir kuno itu, Sedang melintas menuju hutan yang ada banyak ribuan tanaman beracun dan bahan obat obatan yang sangat langka. Entah itu untuk dijual, atau diberikan ke gurunya. Tapi dia merasa istrinya menyembunyikan sesuatu darinya.
Tapi itu tidak akan menjadi hal penting baginya.Yang terpenting adalah istrinya masih berada di sampingnya hingga kapanpun.
Kalau shu wei si, Meninggalkan dia, dan juga kedua putranya. Dia tidak akan bisa sesantai seperti ini. Siapapun pria yang disukai istrinya. Dia akan membinasakannya di detik itu juga.Karena dia sudah pulih dari cideranya yang sudah satu tahun yang dia rasakan. Karena tipu muslihat kaisar dan bocah yang tidak tahu balas budi itu. Dia menjadi jendral karena dia yang memilih dan menutupi kekurangannya saat mereka berperang bersam diperbatasan selatan. Hingga dia hanya menjadi seorang komandan menjadi seorang jendral karena usulan darinya.
Siapa yang mengira, Dia sedang memelihara ular yang suatu saat akan memakannya saat dia lapar dengan kekuasaannya. Apalagi dia baru sada sadar bahwa selama ini.
Orang yang dia bantu, dan anggap saudara, Diam diam menginginkan istri sahnya dan menjadi rival cintanya secara diam diam.Dan menusuknya dari belakang. Tapi sayangnya, Hitungan mereka terlalu yakin dan percaya akan berhasil menggulingkan kekuasaannya dan mencuri hati rivalnya. Kebanggaannya akan menang dan berhasil tentang rencana penyusupan itu. Ternyata sirna sudah saat shu wei si mengatakan hal yang begitu menyakitkan yang sampai sekarang, Jendral feng yun xie tidak tahu.Tapi semua penghuni mansion itu tahu. Akan perkataan dan penolakan dengan lembut tapi menyakitkan dihati. Dan mendapat rasa iri dan cemoohan dari mantan selirnya.
Dia hanya melamun sebentar.
Langsung kembali melangkahkan kakinya le belakang rumah kembali.
Untuk mengurus rusanya yang sudah mati. Karena baru saja dia sembelih lehernya. Sejujurnya rusa itu masih bernafas. Karena jantungnya tidak sampai tembus hanya terluka.
Demi mengikuti perkataan istrinya wei si. Bahwa hewan yang baru di sembelih lebih segar dan lembut, Daripada hewan buruan yang sudah mati dan kaku saat baru dibawa kembali kerumah.
Dengan telaten Dia mengkuliti kulit rusa itu, Tak lupa dia juga mengambil daging dagingnya. Sedangkan semua bagian dalaman dia buang dengan cara dia menguburnya sedalam satu meter dari permukaan tanah. Sedangkan hati dan jantungnya dia akan sisihkan dan rebus, untuk membuat sesuat yang hanya istrinya yang bisa melakukan itu.
Sedangkan dia, Hanya mengambil daging dan tulang tulan iga rusa itu saja.
Sedangkan tulang lainnya untuk kedua hewan itu. Yang tak lain harimau putihnya dan juga serigala hitam milik istrinya saat ini. Juga belum makan apapun selama 4 hari ini.
Saat dia sedang memotong motong daging rusa itu hingga halus dan kecil kecil. Dia dikagetkan oleh seseorang yang tiba tiba duduk di sampingnya dan akan memegang pundaknya. Saat feng yun xie mencium aroma yang berbeda dari wangi istrinya, Dan tidak akan ibu mertuanya melakukan hal seperti itu. Karena ibu mertua serta kakak ipar istrinya adalah wanita baik baik.
Sring
Suara pedang keluar dari sarungnya. Sebelum orang yang berjongkok di samping belakangnya, Dia sudah berdiri didepan wanita itu yang masih berjongkok dan mendongakkan wajahnya. Dia sebagai seorang pria memasang wajah yabg tidak bersahabat dengan wanita itu.
Tanpa basa basi, Wanita yang tidak bisa merayu pria itu langsung menyerang feng yun xie. Dan langsung terjadilah dua manusia berbeda gender itu saling menyerang dengan pedang.
Mereka bertarung di hutan bambu yang ada di depan belakang rumah itu. Dan peperangan sangat sengit karena feng yun xie tidak memiliki belas kasih pun pada penyusup itu.
Pasti penyusup itu sudah masuk kedalam tanah feng saat mertua dan kakek mertuanya keluar dari sini. Karena tak ada orang luar yang bisa masuk kalau bukan seizin feng yun xie sendiri.
Sret suara kain dan daging terkores oleh pedang tajam feng yun xie. Pertarungan itu tidak seimbang karena jarak kekuatan bertarung dan ilmu spiritual dibawah feng yun xie. meskipun penyerang itu seorang wanita dan sedikit lemah. Tetap saja penyusup tidak akan pernah dia ampuni sama sekali.
Karena terluka wanita itu. Berperang dan mengatakan hal hal yang mustahil akan dikabulkan feng yun xie. Karena satu satunya istri dan nyonya feng adalah shu wei si. Tak ada istri istri yang lain.
Dengan kekuatan yang hanya setipis tisu. Wanita itu jatuh tersungkur dan mengeluarkan darah segar begitu banyak. Saat dia akan merasakan menyerangnya dengan kekuatan internal tidak akan mampu. Dia menggunakan kekuatan spiritualnya. Memang manusia sombong. Dia akan merasa tinggi dan tidak akan terkalahkan.Tapi setinggi tingginya langit masih ada langi lagi diatasnya.
Saat dia mengeluarkan hewan langka yang hanya bisa dimiliki oleh beberapa dari mereka. Dia mengeluarkan rubah berekor tiga. Dan tanpa feng yun xie memanggil harimau putihnya keluar dari balik pohon bambu yang begitu lebat. Bukan dari tubuh atau cincin kontrak milik orang yang mengontrak hewan itu.
Dengan satu terkaman rubah ekor tiga itu langsung tersungkur dan esensi kehidupannya langsung dilahap oleh harimau putih feng yun xie.
Bupppp
Seteguk darah keluar dari mulut wanita itu, Yang merasakan bahwa hewan kontraknya sudah putus dan dia terkena dampaknya. Dengan tanpa pikir dua kali.
Sring
Sebuah tebasan langsung punggung wanita tersebut.
Dan langsung ambruk ke depan.Dan drngan luka dalam yang parah. Wanita itu langsung meninggal. Tak ada percikan api dimanapun, sebuah spi hitam melahap jasad penyusup itu hingga jadi debu dan terbang ke udara jauh dari tanah feng. Karena drngan mantra dia mengembalikan abu penyusup itu ke orang yang menyuruhnya.
Saat selesai sudah.
Dan feng yun xie memasukan kembali pedangnya di sarung pedang. Dan menyimpannya di cincin ruang.
Tibalah suara familiar memanggilnya dengan keras.
"Yun xie.............. " Suara wanita yang sangat familiar menggema di udara.
Dengan tersenyum senang bahwa istrinya mencari. Saat dia tidak terlihat dirumah dan Tapi tidak tau dimana.
Saat suasana hatinya senang dan bahagia. Hingga sampai di tempat dimana dia tadi mencincang daging. Dia langsung tersenyum saat sang istri berdirinya menunggunya di ambang pintu.
Tapi senyumnya sirna saat, wanita yang tak lain istrinya.Memanggilnya hanya karena sosis.
"Yun xie, Dimana sosis yang akan aku masak sekarang. Di kuali yang udah ku goreng ada empat potong. Kata dua putramu kamu yang memakannya. "Cecar wei si kepada suaminya.
Sedangkan yang di cecar adalah korban fitnah dan kejahilan dua putranya.
Dengan wajah suram dan marah feng yun xie. Memandang putranya dan langsung menjawab.
"Baiklah, aku tidak akan berburu lagi. Dan tidak ada daging lagi untuk membuat sosis. " Kata feng yun xie langsung akan pergi dari sana. Dan tidak meneruskan mencincang daging lagi.
Mendengar perkataan ayahnya. Kedua bocah itu sama sama memandang dan langsung menoleh memandang ibu dan juga ayahnya. Kalau ayahnya tidak berburu lagi. Mereka akab seperti dulu. Tidak akan makan apapun.
Dengan takut Feng yun yang dan juga Feng sao lin langsung mengakui apa yang mereka perbuat.
"Ayah, ibu, Maafkan sao lin. Ini semua rencanaku. Adik tak tahu hanya mengikutiku saja. " Ucap yun yang yang benar benar mengakui perbuatannya.
Saaf sudah melihat ibunya. Dia kembali melihat ayahnya.
"Ayah maafkan kami. Yang mengambing hitamkan ayah. Kami janji akan jujur tidak akan bohong lagi. "
dia kan orang dari daratan tersembunyi