NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pilihan

Bukan Istri Pilihan

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Ezzelea Regata wanita pendiam itu harus menerima pernikahan yang tidak diinginkannya, begitu juga dengan Daffin Auriga Gautama, lelaki dingin yang di kenal tidak pernah memiliki kekasih, terpaksa harus menerima permintaan papanya yang memiliki hutang budi dengan ayah dari Ezzel.

Pernikahan paksa yang harus di terima oleh Ezzel dan Daffin mendapat tentangan dari mama Daffin yang tidak setuju dengan pernikahan putra semata wayangnya itu.

Daffin juga tidak ingin menikahi wanita pendiam itu, di hatinya hanya ada satu wanita yang tersimpan di sudut hatinya, teman masa kecilnya yang sudah lama terpisah darinya.

Bagaimanakah pernikahan paksa yang harus mereka jalani tanpa adanya rasa cinta?

Assalamu'alaikum, hai.. semuanya ketemu lagi di cerita baru author, mampir yuukk.. pastinya seru.. 🤗

Salam author ariista 🩷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ezzel Pergi Ke Kantor

Ziyyan belum bangun dari tidurnya, Ezzel yang sudah terlebih dahulu bangun, mempercepat gerakannya ia akan pergi ke kantor, sudah 2 hari ia tidak masuk kantor.

Ezzel akan bergerak sebelum suaminya bangun, Ezzel lupa kalau ia harus membantu suaminya karena tangannya masih di gip.

Ezzel sudah akan bersiap ketika tiba-tiba saja suaminya menggeliatkan tubuhnya. Ezzel menarik napas, ia melihat ke kasur kembali. Ternyata suaminya hanya menggeliat saja.

Dengan langkah pelan Ezzel membuka pintu kamar. Ia segera melangkah dengan cepat turun ke lantai satu. Ezzel mendekati bibi di dapur, meminum susu yang ada di meja.

"Bi, kalo Tuan tanyain saya, bilang aja saya ke rumah papi Regata ya Bi, saya pergi dulu ya Bi,"

Ezzel bergegas keluar dari pintu depan, ia segera masuk ke mobil, ia memakai mobil suaminya.

Ezzel menghidupkan mesin mobil menunggu beberapa saat kemudian menginjak gas dan melajukan mobilnya di jalan. Ia tidak perlu menyamar lagi ke kantor karena ia tidak akan bertemu suaminya di kantor.

Ezzel sampai di kantor sebelum jam delapan, para karyawan juga baru pada datang. Setelah mematikan mesin mobil Ezzel keluar, ia berjalan menuju pintu masuk gedung tinggi di depannya.

Melewati lobby kantor Ezzel menunggu di depan lift bersama karyawan lainnya, Ezzel menekan tombol menuju lantai ruangannya, lantai yang sama dengan pimpinan mereka Magenta Regata, sepupunya, papa Genta adik dari papanya Ezzel.

Ezzel lega sudah sampai di kantor nya. Ia ke pantry untuk membuat coffe latte kesukaannya.

Setelah dari pantry Ezzel kembali ke mejanya, meja kerjanya berada di samping ruangan Genta, jika ada tamu yang datang Ezzel hanya beranjak saja dari kursinya dan melangkah beberapa langkah untuk masuk ke ruangan Genta.

Ezzel sedang menyesap coffe lattenya, tiba-tiba saja Genta mengagetkannya.

"Pagi, Ezzel, udah masuk?"

"Aku sudah duduk di sini berarti sudah datang, jangan terlalu banyak basa basi, Pak Genta yang terhormat,"

"Napa kamu pagi-pagi udah ngegas aja? Gak dapat jatah dari suamimu?" ejek Genta.

"Uhuk.. uhuk," Ezzel terbatuk-batuk tersedak dengan coffe lattenya.

Genta menepuk-nepuk punggung Ezzel.

"Hati-hati, Zel, kalo kamu kenapa-napa yang susah aku loh,"

"Ya kamunya Gen bikin aku tersedak, lagian pertanyaan macam apa itu?"

"Hmm, jadi gimana kabar tuan Daffin? Udah sembuh?"

"Sudah, tinggal tangan kirinya aja yang belum,"

"Sorry aku gak bisa jenguk kemarin di rumah sakit, kamu tau aku sibuk meeting dengan klien dari luar negeri,"

"Iya aku tau, gak papa udah di rumah juga orangnya,"

"Ya sudah, hari ini akan ada meeting dengan Mr. Daniel, kamu siapkan berkasnya, nanti aku kirim ke email,"

"Siap Pak Bos,"

"Hellehh, Pak Bos segala, ya udah aku ke ruangan dulu,"

"Siap, Pak Genta,"

Genta menarik bibir tipis, ia berjalan ke pintu ruangannya.

Ezzel memulai pekerjaannya. Ditinggal dua hari saja pekerjaannya sudah menumpuk.

Ezzel tadi belum sarapan perutnya terasa keroncongan. Ezzel memesan sarapan lewat delivery online.

***

Di mansion Daffin, lelaki bertubuh tegap dan berwajah tampan itu membuka perlahan matanya. Ia melirik ke nakas sudaj pukul 9.15, Daffin melihat kamar istrinya terasa lengang tak ada suara.

Di mana dia?

Daffin perlahan bangkit dari tidurnya, ia turun dari kasur dengan tubuhnya yang masih naked, ia berjalan ke kamar mandi membuka pintunya kosong.

Apa ia sedang di lantai satu, batinnya lagi.

Daffin segera masuk ke kamarnya, tangannya yang di kiri tidak boleh kena air. Daffin mandi sebentar dengan tangan kirinya tidak dikenakan air.

Selesai mandi dengan susah payah Daffin memakai baju sendiri.

Selesai memakai pakaian nya Daffin turun ke lantai satu. Di dapur juga tidak ada Ezzel, istrinya.

Daffin sedang berdiri di dapur, bibi datang dari pintu belakang.

"Tuan, apa Tuan mencari Nyonya?"

"Hem, di mana istriku Bi? Apa bibi tau dia pergi kemana?"

"Saya tidak tau tuan, tapi tadi nyonya pesan kalo tuan tanya katanya Nyonya sedang ke rumah tuan Regata.

" Ngapain dia kesana pagi-pagi," Daffin mendengus kesal.

Daffin menelpon asistennya. Ia minta di jemput ia akan ke kantor, ia bosan di rumah.

Berry yang di telpon kaget, bukannya bosnya masih sakit, kenapa minta di jemput. Berry segera keluar dari ruangannya ia akan pergi menjemput Daffin.

Rhea yang melihat Daffin keluar dari ruangannya bertanya ke Berry mau kemana, karena mereka sebentar lagi akan rapat dengan bagian pemasaran.

"Di mundurin aja satu jam meeting nya, Rhea, kasih tau manager pemasaran,"

"Baiklah,"

Berry menaiki lift menuju lobby.

25 menit Berry sampai di mansion bosnya, ia melihat bosnya sudah baik-baik saja, hanya tangannya saja yang masih di gip.

"Kita ke rumah mertua ku dulu Ber,"

"Baik Tuan,"

Berry melajukan mobilnya menuju rumah mertua bosnya. Sampai di rumah bosnya, Daffin tidak melihat ada mobilnya yang dipakai istrinya parkir.

Daffin yang sudah di depan halaman rumah mertuanya mau tak mau harus turun, tetapi seorang maid yang menyambut kedatangan Daffin segera memberitahu jika tuan Regata tidak ada sedang keluar kota.

"Apa Ezzelea ke tadi ada ke sini, Bi?" tanya Daffin.

"Tidak ada Tuan,"

"Baiklah, kalo begitu saya permisi,"

"Baik Tuan,"

Daffin masuk ke dalam mobil. Wajahnya menegang.

Kemana dia? Kenapa berani berbohong? Liat aja nanti kalo sudah di rumah, batin Daffin.

"Kita ke kantor Tuan?" tanya Berry yang merasa ciut melihat raut wajah bosnya yang tampak memerah. Sorot matanya tajam.

"Hemm,"

Berry melajukan mobilnya ke kantor. Sesampainya di kantor Daffin berjalan tergesa-gesa, ia tidak akan menelpon istrinya. Ia akan menunggu istrinya nanti pulang. Daffin akan memberi hukuman ke istrinya yang sudah membohonginya.

Daffin geram, istrinya telah berani membohongi dirinya, harga dirinya terusik. Inilah malasnya Daffin harus berhubungan dengan wanita, hanya menyusahkan saja, bikin emosinya naik.

Daffin melewati Rhea yang kaget dengan kedatangannya. Daffin membuka pintu ruangannya kasar ia masuk ke ruangannya.

Rhea yang melihat wajah bosnya begitu menyeramkan bertanya ke Berry, Berry hanya mengedikkan bahunya saja.

"Jangan di ganggu Bos mood nya lagi buruk,"

"Kenapa? Bukannya Bos masih sakit? Kenapa masuk kantor?"

"Aku juga gak tau Rhea, udah pada ngumpul di ruang rapat?"

"Sudah dari tadi, mereka menunggu kedatangan kamu aja, Bos ikut rapat gak?"

"Gak usah kita aja, nanti hasil rapat aku laporkan ke Pak Daffin,"

"Baiklah, ayo ke ruang rapat,"

Daffin dan Rhea ke ruang rapat, mereka akan rapat bersama tim marketing.

Di ruang kerjanya Daffin masih merasa kesal, bagaimana bisa istri pembangkangnya itu pergi saat dirinya masih tidur. Kemana dia pergi kenapa harus bohong? Daffin masih saja penasaran.

Di ruangannya Daffin membuka laptopnya, ia mengecek email yang di kirimkan Berry dan Rhea. Ada jadwal untuk pertemuan dengan perusahaan Magenta. Kerjasama mereka akan segera di mulai dan mereka masih akan membahas tentang proyek kerjasama agar bisa tepat waktu.

1
Jade Meamoure
musuh dalam selimut sedang menggunting dalam lipatan
༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉
kak...red wine kalau dicampur kristal es atau es batu, jika es itu cair, rasa wine JD tawar alias merusak cita rasa wine tsb.
seandainya ingin minum wine dingin, biasanya botol wine direndam ke batu es baru dinikmati..
kecuali whiski atau beer br bisa dicemplungin es batu.

masukan dikit gak papa ya kak... semngata terus yaa..
Nani Rodiah
Buruk
Nani Rodiah
senang ceritanya tdk bertele2
Nurlaila Hasan
l
Rahma AR
istirahat total
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: Yups.. terimakasih my senior.. masih sempat mampir 😊😍
total 1 replies
Rahma AR
kasian si ezzel
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: ho'o kasihan Ezzel.. terimakasih my senior 🤗🙏
total 1 replies
nining
kenzie nyasar ke sini🤣🤣
nining
di novel ini ada nama binar...janardana....daneswara🤣🤣
ayudya
sudah tamat saja thor, cerita nya ringan, jelas, singkat, tetap semangat Thor.
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀
to all my dear readers.. menjelang episode akhir ya.. perjalanan cinta Daffin-Ezzel.. mereka sudah berbahagia.. trmksh buat semuanya yang sdh mengikuti terus Daffin-Ezzel.. 🙏🤗🥰
ayudya
karya yg bagus Dan tidak bertele- tele.
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimakasih kakak.. atas atensinya.. ☺🙏ikuti terus ya kk.. ceritanya masih berlanjut.. 🤗
total 1 replies
ayudya
cerita nya bagus Thor, semangat terus ya.
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimakasih kakak.. ikuti terus ya kak masih berlanjut cerita nya.. 🤗🙏
total 1 replies
ayudya
semangat ya otor.
Rahma AR
mama daffin ngeri juga
Rahma AR
ibu mertuanya marah
Rahma AR
cemburu nih Daffin
Rahma AR
cieee...
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: wkkwkk.. trmksh my senior.. 🥰
total 1 replies
budak jambi
oi shita sdr diri berkaca kau tu bekas pembantu..jgn sok jd byonya
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimakasih ibu..atas atensi.. 🙏ikuti terus ya bu.. cerita msh berlanjut.. ☺
total 1 replies
Holipah
makin seruuuuuu
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimaksih ibu atas atensi nya.. ikutin terus ya bu..masih berlanjut 🙏☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!