Allea, gadis SMA yang sangat berprestasi semasa sekolah. Allea terlahir sebagai anak bungsu dari keluarga yang kaya dan serba berkecukupan.
Dibalik Kehidupan Allea bak putri raja, ternyata Allea sudah dijodohkan sejak kecil. Lalu bagaimana Allea akan melanjutkan mimpi-mimpinya dan bagaimana kelanjutan Allea dalam Perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anne Chellyca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyamuk
Melihat senyum gadis itu kembali ke wajahnya yang manis membuat Gibran sedikit tenang. Entah mengapa ia sangat takut menyakiti adik kecilnya itu. Ketika makanan sudah ditata rapi diatas meja tanpa segan atau malu Allea melahap makanan itu.
"Rean" ucap Allea dengan anak matanya mengikuti sepasang kekasih.
"Kamu lihat siapa?" ucap Gibran ketika melihat Allea menghentikan makannya. Ia pun mengikuti arah pandangan mata gadis itu menuju sebuah meja.
"Itu kan temen kamu yang nebeng kakak kemarin Le!" ucap Gibran sembari memperhatikan Rean dan teman perempuannya.
Allea pun menggebrak meja, "pulang yuk kak, makanan disini gak enak!" ucap Allea.
Gibran menatap Allea bingung, berusan Allea makan seperti orang kesurupan, mengapa tiba-tiba sekarang berkata makanannya tidak enak.
Allea meninggalkan Gibran yang masih bengang-bengong seperti kambing ompong, sangat menyebalkan. Gibran pun buru-buru menyusul Allea namun ia juga harus singgah ke kasir untuk membayar makanannya.
"Lama banget sih kak!" ucap Allea kesal.
"Iya kan harus bayar dulu Lea, kamu kok badmood lagi sih!" ucap Gibran ikut kesal.
Allea masuk dan duduk di samping Gibran dengan raut wajah murung, bibirnya dikerucutkan. Hatinya benar-benar panas melihat Rean bersama perempuan lain.
"Kamu cemburu?" celetuk Gibran.
Allea membulatkan kedua bola matanya dan menatap kearah Gibran.
"Kak Gibran ngomong apa sih kak?" pekik Allea tak terima.
"Hahahaha" tawa Gibran pevah.
"Kak!" Allea memukuli lengan Gibran berkali-kali.
"Uhh sakit Le! Jangan dong, sakit! Iya-iya kamu gak cemburu, udah dong stop!"
"Makanya kalo ngomong itu jangan sembarang!"
Gibran hanya senyum-senyum sendiri melihat kelakuan Allea, mengapa gadis itu semakin menggemaskan jika cemburu seperti itu.
'Apa iya aku cemburu sama Rean? Tapi Rean kan sahabat aku jadi gak ada alasan aku cemburu sama dia kan, tapi kok dia tadi mesra banget sih sama perempuan itu? Setahu aku kan Rean itu males banget berhadapan sama perempuan dan dia itu juga jomblo kan?" batin Allea terus berkecamuk memikirkan sang sahabat Rean Perwira.
Tiba-tiba ponsel Gibran berdering membuyarkan lamunan Allea. Allea melihat Gibran yang tengah menjawab teleponnya.
"Hallo Sya?"
"..."
"Aku kesana ya, aku mau nganterin Allea pulang ke rumah dulu."
"..."
"Iya, kamu tenang dulu ya jangan panik. Aku bakal secepatnya tiba!"
"..."
'Lembut banget sih kak Gibran ngomong, Sya? Sya itu siapa sih, pacarnya kak Gibran kali ya. Ahh...aku juga pengen punya pacarrr' gerutu Allea dalam hatinya.
"Kak Gibran buru-buru ya?" tanya Allea tak enak.
"Iya Le, Papanya Risya masuk rumah sakit, kakak mau ke sana!"
"Kak Risya sekretaris kakak itu?" tanya Allea penasaran mendengar nama Risya.
"Iya Le"
"Astaga! Kok bisa sih kak, gimana ceritanya?"
"Kakak juga gak tau Le!"
"Lea boleh ikut aja gak kak ke rumah sakit, biar kakak juga cepet kesana" ucap Allea memberi saran.
"Kamu gak papa?"
"Gak lah, Kak Risya juga kan baik sama Lea!"
"Yaudah kita langsung ke rumah sakit aja ya."
"Ho'oh!"
Gibran pun langsung membawa mobilnya menuju sebuah rumah sakit tepat Papa Risya dirawat. Sesampai disana Gibran langsung mencari keberadaan Risya. Sementara Allea sang calon istri kecil mengekor dari belakang.
"Risya!" ucap Gibran dan orang yang dimaksud menoleh.
"Mas Gibran!" ucap Risya dan langsung memeluk Gibran. Matanya terlihat sembab karena menangis.
"Papa kamu pasti baik-baik aja, kamu jangan nangis gini" ucap Gibran menenangkan Risya.
"Aku takut mas, aku takut Papa kenapa-kenapa" isak Risya.
"Kamu gak boleh ngomong gitu" ucap Gibran sembari mengelus-elus rambut Risya.
Allea memperhatikan keduanya tanpa bereaksi apa-apa. Allea terlihat kikuk dan bingung harus berbuat apa.
'Kok serasa jadi nyamuk ya, tau gini mending aku ke rumah Mutiara, duhhh apes banget harus jagain kak Gibran pacaran' batin Allea.
Setelah Risya tenang Gibran melepaskan pelukannya. Saat itu juga i sadar bahwa ia membawa Allea ke rumah sakit. Ia menoleh ke arah Allea dan gadis itu cengar-cengir tak jelas.
"Hai kak Risya" sapa Allea tersenyum manis dan melambaikan tangannya.
Deg
'Nona Allea!' batin Risya.
"Selamat siang Nona Allea" sapa Risya kikuk.
"Ihhh kak Risya apaan sih, panggilnya Allea aja atau panggil adek aja kan gemess" ucap Allea protes karena Risya memanggilnya Nona.
"Ba baik No..eh Allea maksudnya"
"Gitu dong kak hehehehe, oh iya Papanya kakak kenapa?" tanya Allea seraya mengintip-intip kedalam ruangan ICU.
'Ada apa dengan gadis ini, mengapa di tak marah saat Mas Gibran memelukku'
"Kak Risya?" ucap Allea melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Risya.
"Eh? Kenapa?" ucap Risya gelagapan.
"Kak Risya oke?" ucap Allea bingung. Yang sakit itu Risya atau papanya sih?
"Emm...oke kok. Kamu tadi nanya apa?" Risya sudah dapat menenangkan dirinya.
"Papanya kak Risya kok bisa masuk rumah sakit?" Allea mengulangi pertanyaannya.
Risya menghela nafasnya, "Papa jatuh di kamar mandi" ucapnya sendu. Tak bisa dibayangkan jika papanya meninggal maka Risya akan menjadi sebatang kara.
"Astaghfirullah!"
"Aku emang anak yang gak bisa apa-apa, bisa-bisanya aku biarin Papa sampai seperti ini hiks..hikss..."
Tanpa disangka Allea memeluk Risya, "Kak Risya tenang ya, papa kakak pasti baik-baik aja" ucapnya lalu melepaskan pelukannya.
Risya tertegun, dulunya Risya berfikir seorang Nona kaya seperti Allea pasti manja dan banyak tingkah namun disini ia melihat Allea sangat tulus memperlakukannya.
"Kak Risya! Kak! Kok kakak bengong sih, jangan bengong kak..." ucap Allea panik dan mengguncangkan tubuh Risya yang mungil.
"Kak Gibran! Kak Risya kok jadi gini sih!" ucapnya lagi.
"Aku gak papa kok Allea, kamu tenang aja" ucap Risya.
"Daripada kakak terus-menerus bengong mending kita sholat aja yuk kak doain papa kakak" ucap Allea dan menarik tangan Risya.
Risya kembali tertegun dengan kata-kata Allea,tak disangka ternyata orang yang bergelimang harta seperti Allea masih menunaikan kewajibannya untuk sholat.
"Tapi..."
"Udah tenang aja, kan ada kak Gibran yang nungguin disini, ya kan kak Gibran?" ucap Allea lalu menyenggol lengan Gibran.
Dengan cepat Gibran mengangguk mengiyakan kata-kata Allea.
"Tuh kan! Yaudah yuk kak!" ajak Allea dan akhirnya Risya pun menuruti kemauan gadis itu. Mereka sholat didalam musholla rumah sakit tersebut.
- Lonely For You Only (slice of life)
- Haunted School : Repeat 1989 (time travel + horror)
Mari saling mendukung, semangat untuk author♡
, smga bisa up tiap hari yaaa
1. My Innocent Girl (up)
2. I Love You Badly (masih new)
jangan lupa mampir ya guys, aku tunggu loh ya like, komen, dan juga vote okeeyyy? okey dongg wkwkk :v🙏
kenapa harus like dan komen?
-yaa karena like dan komen kalianlah yang bisa bikin Author semangat🤗
Sekian dan terimakasihh luvv🙏💛✨🤗
1.My Innocent Girl
2.I Love You Badly
jangan lupa ya mampir, aku tunggu like, komen dan vote juga yaa🙏😇🤗✨
luvvv bangettt💛😚
-JE; Sang takdir
-Touch Of Love
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaaa😍
vielen danke😘