NovelToon NovelToon
Rafania Amora

Rafania Amora

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: faray_glad

Rafania Amora.
Tinggal dan hidup bersama dengan ibunya dalam kesederhanaan. Hingga 2 tahun berlalu wanita yang akrab dipanggil Nia itu kembali merasakan kehilangan. Ibunya meninggal dunia, hingga mau tak mau dia harus ikut tinggal bersama dengan sang ayah.

Setelah terjadi petemuan kecil Keluarga sang ayah dengan teman lamanya, keduanya memutuskan untuk menjodohkan anak mereka yang masih single diusianya yang sudah cukup matang.

Lika-liku kehidupan rumah tangga telah dijalani oleh mereka, hingga suatu ketika terjadi masalah yang menjadi pukulan berat baginya.

Rafania Amora pun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Adrian Martadinata.

Setelah mengalami penderitaan yang mendalam akibat ulah mantan suaminya, takdir pun menggantikannya dengan kebahagiaan yang tiada tara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Mentari pagi telah merangkak naik. Menunjukkan dirinya dengan malu-malu. Memberikan kehangatan bagi siapa saja yang menyambutnya.

Cahaya terang mulai masuk melalui jendela kamar seseorang. Gorden yang menutupi jendela kaca kini sudah terbuka. Memancarkan cahaya yang bersamaan dengan rasa hangat mengenai tubuh seseorang. Masih tampak nyaman di posisinya tanpa terganggu.

Hingga beberapa menit berlalu. Nia mengerjapkan matanya beberapa kali. Menyesuaikan cahaya matahari yang menyilaukan mata. Seketika itu dia terbangun.

Melihat sekeliling kamar. Menatap sisi kosong tempat tidurnya. Sedikit lama.

Apa Adri sudah berangkat kerja ?

Kembali mengingat kejadian semalam. Dimana sang suami tidur dengan membelakanginya. Wanita itu menelan ludahnya sedikit berat.

Takut-takut jika semalam suaminya mengangkat panggilan telepon dari Ivan. Wanita itu tampak kembali merebahkan diri. Ada sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya.

Sudah dua hari ini Adri telah mendiamkannya. Tidak banyak bicara seperti biasanya. Bahkan lelaki itu tampak murung dan jarang tersenyum.

"Apa semalam Adri mengangkat panggilan telepon dari Ivan, ya?" gumam Nia.

Nia kembali mengingat, Sebelum tidur dia mengatur alarm di ponselnya. Namun, dia sempat tidak percaya melihat notifikasi pada ponselnya. Terdapat 2 panggilan tidak terjawab dan juga 1 panggilan masuk dari Ivan.

"Ah .... Sudahlah! Lebih baik aku tanyakan saja pada Ivan, nanti," gumam Nia lagi sembari bangkit dari posisinya.

Segera bangkit dan tanpa ragu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dia harus segera turun ke bawah. Menekan perasaannya. Dia harus tetap bersikap baik di depan kedua mertuanya.

***

Seharian ini Nia berada di rumah saja. Papi dan maminya sedang menghadiri acara reuni dengan teman lama Papi Mario di Jakarta. Mungkin mereka akan tinggal di sana selama 3-4 hari.

Nia sungguh merasa bosan tinggal di rumah sebesar itu seorang diri. Tidak ada teman berbicara. Walaupun seharian ini dia menyibukkan diri dengan membantu pekerjaan para pelayan dirumah mewah tersebut.

Nia bahkan lebih dekat dengan mereka dibandingkan dengan keluarga Martadinata sendiri. Karena memang seperti ini kesehariannya. Mami dan papi sering kali bepergian membuat dirinya sendirian.

Nia sedang duduk santai di ruang tengah. Baru saja dia menutup panggilan telepon dari Ivan. Mencoba untuk mencari teman berbicara. Berbincang sambil tertawa-tawa mendengarkan candaan dari Ivan.

Sesekali Nia melirik ke arah jam dinding. Berharap suaminya cepat datang. Wanita itu sudah tidak sabar untuk menyambut kedatangannya.

Tepat pukul 7 malam, Nia bangkit dari duduknya. Mendengar suara deru mobil memasuki halaman rumah mewah tersebut.

Nia segera mengakhiri panggilannya, mengajak tubuhnya untuk bangkit dan segera melangkah besar menuju pintu. Tersenyum lebar sembari merapikan penampilannya sebelum membuka pintu agar terlihat sempurna.

Detak jantungnya berdegup kencang seiring dengan suara ketukan pintu dari luar yang berhasil membuat Nia menahan napasnya untuk sejenak. Ia mendadak seperti anak remaja yang sedang kasmaran.

Ceklek

Nia mengernyitkan keningnya. Melihat seorang lelaki tampan yang kini berada di depannya. Dia bukanlah suaminya, tapi sedikit mirip.

"Maaf, ada yang bisa saya bantu? "

Lelaki itu tampak garang dibandingkan suaminya. Nia sedikit merasa takut, tapi dia tidak mungkin kembali menutup pintunya. Lelaki tampan itu tersenyum tipis.

"Kau pasti istri dari kakakku. Ah.. Mami benar-benar pintar memilihkan istri."

"Apa maksudmu? Anda siapa?" tanya Nia sekali lagi.

"Minggir! Aku ingin masuk," ucap lelaki itu yang mulai menerobos masuk.

"Hei .... Tunggu! Siapa kamu? Jangan sok kenal ya!" bentak Nia namun tidak membuat lelaki itu menghentikan langkahnya.

"Tolong, mbak Tami, mbak Siti, mbak Yuli. Tolong ada orang masuk!"

Teriakkan Nia membuat para pelayan di rumah mewah tersebut segera berlarian menghampiri. Ketiganya berhenti tepat di depan lelaki tampan itu. Membungkuk hormat padanya sambil melemparkan senyuman.

Nia mengernyitkan dahi.

"Mbak kenapa diam saja?"

Bukannya menjawab, ketiga pelayan itu semakin menundukkan kepalanya.

"Tolong segera siapkan kamarku! Aku sungguh lelah."

"Ba- baik, mas Adit," jawab mbak Siti dengan sedikit takut. Bahkan kedua pembantu yang lain pun tampak sama.

Mbak Tami menggeleng pelan ke arah Nia. Mencoba untuk memberi kode melalui ekspresi wajah jangan berurusan dengan orang ini. Namun Nia sama sekali tidak mengerti maksudnya. Hingga akhirnya mereka berdua benar-benar pergi dari sana. Rasanya mereka tidak ingin ikut campur urusan majikannya.

Lelaki yang dipanggil Adit itu segera mendudukkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Menatap lekat wajah Nia yang masih bingung dengan kedatangannya.

Sebenarnya, siapa lelaki itu ? batin Nia.

Nia masih bergeming di tempatnya. Masih bergelut dengan pikirannya sendiri. Bahkan sekarang dia telah melupakan tujuannya untuk menyambut kedatangan suaminya.

"Assalamualaikum... "

Terdengar suara seseorang mengucap salam dengan lembut. Nia segera memutar lehernya, menoleh ke belakang dimana sang suami baru saja datang.

"Wa'alaikumsalam..."

Dengan semangat Nia menghampiri Adri sembari melebarkan senyumnya. Memasang raut wajah senang. Namun hal itu berbanding terbalik dengan raut wajah tampan suaminya.

"Ada apa? Kamu mengenal lelaki itu? Siapa dia?" tanya Nia dengan masih menatap lekat wajah suaminya yang kini menegang.

"Masuklah ke dalam kamar, Nia!" ucap Adri pelan.

"Apa yang akan kamu lakukan? Siapa dia, Adri?"

Bukannya menjawab, Adri semakin menajamkan tatapan matanya ke arah sang istri.

"Cepat masuk ke dalam kamar!" bentaknya.

Nia tersentak kecil. Ada sedikit rasa takut ketika melihat wajah garang suaminya.

Dengan menahan sesak, Nia segera membawa langkah kakinya menuju tangga. Menaiki anak tangga dan pergi menuju kamarnya.

Adri sedikit bisa bernafas lega ketika istrinya sudah masuk kedalam kamarnya. Dia tidak ingin istrinya itu tahu bagaimana kehidupannya yang sebenarnya.

"Ada apa kamu kembali, Adit? Apa uang yang mami kirim setiap bulan sudah habis?" sindir Adri dengan masih menatap tajam kearah adiknya itu.

Adit menyeringai. "Sepertinya kau tidak senang jika aku kembali pulang."

Adri masih memandang tajam tanpa berniat untuk menutupi ketidaksukaannya terhadap lelaki itu. Lelaki yang sejak kecil telah tumbuh bersama. Hidup bersama, namun kini dia berubah. Hanya karena masalah sepele.

"Bukankah, kau sendiri yang memutuskan untuk pergi dari rumah? Bahkan kau tidak berubah ketika mami menangisi kepergianmu saat itu."

Adit tertawa kecil menanggapi perkataan dari kakaknya itu. Kakak yang sangat menyayangi dirinya. Yang selalu berkorban untuknya.

Adit menggerakkan tangannya untuk meraih koper miliknya. Membuka resleting dan segera mengambil sesuatu dari dalam sana. Kemudian melemparkannya diatas meja.

Adri mengernyitkan keningnya. Apa? Itu seperti undangan.

"Aku akan menikah dengannya minggu depan," ucap Adit dengan melebarkan senyumnya. Hatinya sedang bahagia sekarang.

Mbak Siti datang sambil membungkuk hormat pada kedua anak majikannya itu. Sehingga membuat Adit harus menghentikan perkataannya.

"Maaf Den, mengganggu. Kamar Den Adit sudah siap. Apa Den Adit ingin sesuatu yang lain, biar saya siapkan?" tanya mbak Siti dengan sopan.

Adit menggeleng kecil. "Tidak, Mbak. Terimakasih."

Setelah mbak Siti pamit undur diri, Adit segera bangkit dari duduknya. Menatap remeh ke arah kakaknya.

"Kau tahu kenapa dia mau menikah denganku, Kak?" tanya Adit dengan tersenyum mengejek.

"Karena saat ini dia sedang mengandung anakku," lanjutnyanya tanpa mengubah raut wajahnya. Setelahnya Adit benar-benar pergi meninggalkan Adri yang masih mematung ditempatnya.

Adri seketika menegang. Merasakan sesuatu di dalam hatinya yang begitu sakit. Bahkan rasanya sangat sakit. Tanpa terasa kini kedua tangannya sudah terkepal kuat sembari bayangan seorang perempuan cantik terlintas dipikirannya.

Tbc

1
Muji Lestari
ingin rujuk setelah di hianati istri keduanya...kasian/Grin/
Nadia
skrng minta maaf setelah tau anaknya si Lisa bukan anak adrian, coba klo itu anaknya Adrian, masih bilang begitulah sama nia??!! tiada maaf untuk laki" yg berselingkuh.
Nadia
🤣🤣🤣🤭 rezikinya si rayhan
Nadia
jgn balikan apa pun alasannya, sama seperti Adrian waktu dia selingkuh
Nadia
kenapa aku benci modelan laki" seperti Adrian, soalnya aku mengalami, cerai jalan satu" nya, aku ikut meradang 🤭😭
Nadia
apa pun alasannya aku paling benci laki" macam Adrian ini
Nita Harsuf
laki modelan adri ini menyimpan dendam. dri cara emosi nya.
Maurid Tambunan
pelakor
Maurid Tambunan
nikmati karmamu
Maurid Tambunan
tinggalkan saja suamimu nia
Maurid Tambunan
semoga nia hamil
ika
kyk gmn pun, koq msh setuju klo nia ma adri ya, soale ada khai diantara mereka
ika
rasakno koen...
salahmu dewe...
ika
nia terlalu parno
udah lah jd istri yg baek ajah
Ermi Suhasti
Semoga Nia bs melewati ujian ini ..
itin
udah ada beberapa contoh nyata...
JANGAN PERNAH PERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN PRIA YANG TAKUT AKAN MAMANYA YANG GA BISA MEMBERI SIKAP KARENA KEPATUHAN KEPADA MAMANYA.
mempertahankan hanya memperburuk kewarasanmu.

kecuali mama mertuanya segera dicabut nyawanya. akan beda ceritanya.

sekalipun saya seorg ibu 😁😅
Rosa Rosiana
hadir
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
HaleJhope94
Ya Ampun gw jdi senyum sndri😅
Syafa Aldera
masak si kak nasibnya nia akan sm dgn ibunya cerai dgn suaminya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!