NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: heni

Seorang kakak laki-laki, harusnya menjadi pelindung bagi keluarganya, khususnya adik perempuannya. Tapi, hal itu dilupakan oleh Gildan. Demi mimpinya, Gildan nekat pergi bersama calon istri, seorang tuan muda. Hingga tuan muda itu marah, dan membalas dendam pada adik perempuan Gildan.

Rashita sangat tahu, pernikahan ini adalah awal kegelapan dalam hidupnya, namun dia harus menikah dengan tuan muda itu, demi menyelamatkan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Tiga Sepuluh Dolar

Tidak ada yang berubah dengan keadaan Sammy. Setelah pertemuan dengan orang-orang Emanuel Group, Ana memindahkan ruang perawatan Sammy ke kelas yang paling rendah, karena takut tidak mampu membayar rumah sakit tersebut.

Pengacara Wishu datang lagi, dia tidak mengatakan apa-apa, hanya memberikan kunci pada Ana dan beberapa lembaran kertas pada Ana. Ana menerima yang di serahkan Wishu padanya.

"Pak Wi--" Shita tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat isyarat dari Wishu yang menujuk pada papanya. Shita faham apa maksud pengacara itu.

Setelah selesai, Shita mengikuti Wishu keluar dari ruang perawatan Sammy yang kecil itu.

"Ada apa Shita?" Tanya Wishu.

"Pak, boleh minta tolong?" Tanya Shita.

"Silahkan katakan apa, bapak akan tolong jika itu tidak di luar kendali bapak," jawab Wishu.

"Pak, tolong tutup semua rekening kami yang lama, cukup buatkan dua rekening baru, satu atas nama papa, kedua atas nama saya, saya tidak mau pak, nanti kak Gildan main transfer aja ke rekening kami," ucap Shita.

"Baiklah, nanti bapak akan datang lagi," jawab Wishu.

Shita kembali masuk ke ruangan Sammy, sedang Wishu langsung pulang. Shita melihat wajah Ana yang nampak menahan tangis, dia langsung menghampiri mamanya itu.

"Ada apa ma?"

"Ini sayang, surat dari semua asisten rumah tangga, mereka mengucap salam perpisahan dengan surat ini," ucap Ana.

"Pasti mereka sedih mah, karena tidak bisa mengucapkan langsung."

"Benar sayang, mereka menuliskan hal itu," ringis Ana.

Kehidupan yang sulit menghampiri keluarga Ana, dulu selalu mendapat fasilitas mewah, kini mereka harus hidup di rumah kecil, jika nanti Sammy keluar dari rumah sakit, sekarang saja kamar Sammy kelas yang paling bawah, padahal beberapa hari yang lalu, kamar Sammy adalah vip yang paling atas.

***

Rumah Ara.

Ara duduk di depan cermin memandangi dirinya. Khayalannya entah merambat kemana-mana, mengingat perjanjiannya dengan sekretaris itu membuat Ara semakin memandangi dirinya dengan tatapan jijik pada dirinya sendiri. Ponsel Ara bergetar, identitas pemanggil itu asing, Ara membiarkan ponselnya terus bergetar.

Tidak lama masuk sebuah pesan, Ara mengambil ponselnya dan membaca pesan tersebut.

[Angkat panggilan telepon ini! Atau kau! Minta di seret dari rumah mu!] Abi Emanuel Gruop.

Mata Ara membelalak mengetahui nomer barusan adalah nomer laki-laki yang menemuinya di rumah sakit waktu itu. Ponsel Ara berdering kembali. Ara segera mengangkat panggilan telepon tersebut.

"I--iiiya?" Ucap Ara gemetaran.

"Kami sudah melakukan tugas kami, memotong impian gadis itu dan memberi mereka semua ganjaran, ayo penuhi janjimu tuan muda menunggu anda, hei, jangan ulangi ini, tuan muda tidak suka menunggu, atau anda ingin nasib keluarga anda sama dengan nasib keluarga Gildan?" Ucap Abi di seberang telepon sana.

"Babb---baik! Katakan tempatnya aku datang,"

"Tidak perlu nona, aku dalam perjalanan untuk menjemput anda," seru Abi.

"Apa?!" Ara kaget.

Bukan berteriak! Tapi bersiap!" Ucap Abi, dia langsung memutuskan panggilan teleponnya.

Tanpa buang waktu, Ara langsung berlari ke ruang ganti baju, segera bersiap sebelum sekretaris itu cari gara-gara. Selesai berdandan, Ara segera turun ke bawah berpamitan pada kedua orang tuanya.

"Sayang … kamu sudah sembuh?" Arum ragu kalau Ara harus kembali modeling secepat ini.

"Aku sehat mah, hari ini aku harus tanda tangani kontrak, jadi aku akan tinggal di rumah yang di beriakan oleh manajemen yang menaungi aku," seru Ara.

Arum memeluk erat putrinya. "Kita di uji sayang, setelah ujian barusan, papa banyak dapat kontrak kerja sama, mungkin dalam waktu dekat papa mama juga pindah sayang, kerjaan papa di luar kota banyak," ucap Arum.

"Tidak apa-apa mah, aku juga kan sibuk, aku nggak apa-apa kok kalian pindah, secara aku juga akan berpindah-pindah nantinya," ucap Ara.

"Semoga kamu bahagia sayang," Arum membelai halus wajah Ara.

Ponsel Ara kembali bergetar. "Sial!" Gerutu Ara.

"Mah sudah ya, itu manajer aku nunggu di luar," Ara langsung berlari keluar dari rumah, benar saja, sebuah mobil parkir di depan pagar rumahnya, yang menyetir mobil itu membuka kaca mobilnya, melempar senyuman pada Ara, namun bukan senyum sapaan, tapi senyum penuh penekanan bagi yang mendapat senyuman itu.

Ara masuk kedalam mobil Abi, dia duduk di samping Abi.

"Tolong pindah, jangan cari gara-gara denganku," ucap Abi.

Ara langsung turun dan segera pindah kekursi belakang. Melihat Ara sudah masuk, Abi segera menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil itu meninggalkan kediaman Ara.

"Kemana kita?" Tanya Ara.

Abi diak tidak menjawab pertanyaan Ara.

"Hei!" Bentak Ara.

"Sedikit bicara, segera bertindak itu yang di sukai tuan muda," ucap Abi yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ara.

"Ingat yang aku katakan barusan," ucap Abi lagi.

"Okey! Aku ingat, tapi kita kemana?" Tanya Ara.

"Ke butik, membeli semua keperluan kamu, karena kamu adalah wanita tuan muda, jangan sampai tuan muda muntah melihat pakaianmu dan penampilanmu itu," ucap Abi.

"Hei! Yang aku pakai ini bagus!" Bentak Ara.

"Apa bagusnya? Baju yang kamu pakai itu tiga setel sepuluh dolar!" Bentak Abi.

"Kau!!!" Ucap Ara Geram.

Abi tidak menghiraukan kekesalan wanita yang duduk di belajangnya, dia terus melajukan mobilnya, hingga mereka sampai di sebuah butik yang besar.

"Wawww, ini butik yang menjual semua fashion yang aku impikan," rengek Ara ketika melihat nama butik yang mereka singgahi.

"Perkiraanku tepat! Jiwa miskinmu meronta melihat butik ini, ayo turun!!" Bentak Abi.

Ara berjalan mengekori Abi, mereka memasuki butik tersebut. Semua pelayan toko menyambut mereka berdua.

"Carikan gadis ini pakaian yang bagus!" Perintah Abi.

Semua pekerja langsung berjalan menuju gantungan baju untuk memilihkan baju buat Ara.

"Kamu laki-laki tulenkan?" Tanya Ara.

Abi memandang tajam kepada Ara, membuat nyali Ara menciut. "Aku sering melakukan ini, aku sekretaris tuan muda, tidak akan aku biarkan wanita tuan muda datang menemuinya dengan setelan obralan 10 dolar ini," bentak Abi memandang sinis pada pakaian Ara.

"Bisakah kamu tidak mengatakan bajuku tiga setel 10 dolar? Satu setel bajuku ini ratusan dolar!" Teriak Ara.

Abi tidak menghiraukan ucapan Ara, dia meraih ponsel dan memaikan ponselnya.

"Nona, silahkan di coba," ucap pelayan yang datang menarik satu gantungan yang di penuhi baju-baju brandet itu. Ara segera melangkah menuju ruang ganti, mencoba baju-baju itu.

Abi kembali mempermainkan emosi Ara, dia selalu menghina apa yang Ara coba. Setelan terakhir yang Ara coba membuat Abi takjub. "Aku ambil yang dia pakai," ucap Abi.

"Akhirnyaaa," ringis hati Ara, dia lega tidak bolak-balik kamar ganti lagi.

"Apa yang dia coba, tolong antarkan ke alamat ini," Abi memberikan kartu debit juga note yang bertuliskan sebuah alamat.

"Oke Ara, sabar … biarkan dia bertindak sesuka hati," gerutu Ara.

Mereka bedua meninggalkan butik itu dan melanjutkan perjalanan.

1
Jasmine
udh baca thor
Jasmine
perdana dirimu author buat tgl rilis dan berakhirnya...sdh byk aku baca novel masih ga tau author A buat karya xxx dirilis ataupun berakhirnya kpn
Jasmine
🤣🤣🤣🤣🤣
oneng kau mark...bayi disitu lahir hrs menangis
Jasmine
anaknya cwo kah?? krn tak ada diberitahukan setiap periksa kandungannya shita
Jasmine
akhirnya petualangan Mark berlabuh ditepian shita....happy ending
Jasmine
memang ide abi cemerlang bgt...dan benar2 profesional
Jasmine
pintar bgt skenario Mark .... cium peluk jauh mark
Jasmine
tipu..tipu...mark merekayasa kematiannya pd andreas sahabatnya biar dianggap dramatisir shita mengakui rasa cintanya dan mau memaafkan mark...abi...aku pdmu
Jasmine
mana tim keamanan yg menjaga mark 24 jam
Jasmine
hahaha...mau bunuh diri dgn obat tidur atau merangsangg si paman
Jasmine
cinta itu tulus bukan menyakiti...km menyakiti dirimu sendiri dan org2 yg km rugikan cin...sadarlah sebelum karma menghampirimu
Jasmine
helehhh...ular bludak blm insaf jg toh...kasih ganjaran pd cindy segera Mark
Jasmine
🤣🤣🤣🤣🤣
aura pembunuh Gimar membuat Shita mau muntah...kecian calon anak Mark
Jasmine
Mark senangnya ruarrr biasa...tanpa ragu dan bimbang Abi rencananya berhasil
Jasmine
hampir kecolongan tuh abi...mark suka ingkar janji
Jasmine
Abi bisa aja membuat Mark kelimpungan dgn perasaannya
Jasmine
Abi....kamu genius bgt!!!
Jasmine
benarkan dugaanku...shita tinggal ditempat panti abi dulu
Jasmine
Abi mungkin membawa shita ke panti aauhan tempat dia dulu tinggal
Jasmine
Abi...abi...banyak akal jg dirimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!