NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nunuk pujiati

Dira, wanita cantik yang ditinggal pergi suaminya. Tak pernah ada yang tahu jika dia harus menikah dengan kakak iparnya sendiri. Semua itu karena permintaan terakhir mendiang suaminya.

Dira yang sebelumnya ragu apakah dirinya bisa bahagia bersama dengan orang yang sedikit pun tidak dia cintai. Namun, seiring waktu berjalan, semua perasaan ragu dan benci mulai menghilang.

Ditengah-tengah perjalanan cinta mereka, sebuah hal tak terduga terjadi. Dira akhirnya dapat berjumpa kembali dengan kedua orang tua kandungnya.

Dari keraguan berubah menjadi cinta. Semua perasaan luka karena ditinggal mendiang suami, kini mulai pulih dengan perlahan.

Apakah semuanya akan berjalan dengan penuh kebahagiaan dan harmonisasi?

Penasaran dengan ceritanya? Silahkan baca novelnya yang berjudul Naik Ranjang Season 1&2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 1 - 16

"Kak Arya!"

Pekik Dira saat melihat tubuh tegap Arya, bahkan kakinya sekarang tesara sangat lemas saat di tatap tajam oleh Arya. ingin kabur pasti tapi, entah kenapa kaki Dira seperti lengket tak mau bergerak.

"Kenapa? Apa kamu kaget melihat kakak disini, atau kamu malah suka melihat orang yang kamu rindukan?" tanya Arya dengan PD nya, padahal hatinya masih sangat sakit mendengar kejujuran Dira tentang ancaman Fani.

"Kenapa kakak datang kesini? Bukannya lebih baik kakak pulang saja, jangan cari masalah, karena aku gak mau Mama kenapa-napa!" balas Dira dengan ketakutan. Bahkan Dira sekarang sangat mengutuk Pras, karena pasti dia yang memberi tau keberadaan dirinya di sini.

"Aku akan pulang bersama kamu, Dira! Jika kamu menolak, kakak akan tetap tunggu kamu sampai mau pulang. Toh rumah juga sudah ada," balas Arya santai. Sedangkan Dira semakin geram dan ingin sekali menjambak rambut Arya hingga rontok.

"Kak tolong ngertiin Dira!"

"Dira kamu juga harus ngertiin kakak! Apa kamu tau, Mama sakit-sakitan saat kamu gak ada. Apa kamu tega Dira, membiarkan Mama seperti itu. Bahkan Mama sampai gak mengizinkan Papa tidur dengan Mama, dan akhirnya Papa tidur di ruang tamu!" bohong Arya. Padahal Arya sering kali memergoki papa dan mamanya, sedang menyatu dalam balutan lembut selimut bludru.

"Kata mama, bohong demi kebaikan itu gak apa-apa kan? Yang gak boleh itu, jika bohong karena sengaja," gumam Arya sambil tersenyum jahil.

"Apakah Kakak serius?" tanya Dira dengan raut wajah yang sangat khawatir.

"Tentu saja Kakak serius! Jika kamu tak percaya, coba kamu hubungi mama dan papa sekarang," jawab Arya sambil menyodorkan ponselnya. Seketika Dira merasa bersalah karena tak memberikan kabar pada Dinda, tapi disisi lain Dira juga harus waspada dengan ancaman Fani.

"Tapi,"

"Tapi apa? Apa yang kamu sembunyikan Dira, Kakak ingin kamu jujur gak ada rahasia lagi di antara aku dan kamu." Arya berusaha meyakinkan Dira agar mau jujur. Arya sebenarnya sudah tau jika Dira di ancam Fani, tapi Arya ingin mendengar itu sekali lagi dari mulut Dira sendiri.

"Dira takut, Kak." Dira pun langsung menundukkan kepalanya. Dira ingin sekali menangis saat ingat ancam Fani, tapi di lain sisi Dira sudah terpojokan dengan pertanyaan Arya.

"Apa Fani mengancammu?" tanya Arya sambil meraih dagu Dira, agar Dira menatap dirinya.

Deg Deg Deg

Jantung Arya langsung berdetak dengan sangat kencang, saat menatap langsung mata indah milik Dira. Sungguh indah sampai Arya tak mengedipkan matanya, karena terpesona dengan kecantikan Dira.

"Astaghfirullah, perasaan apa ini? Kenapa jantungku seakan loncat loncat, saat aku melihat manik mata Dira. Dan apa ini, tanganku langsung berkeringat"

"Emm... Kak, jangan menatapku seperti ini," ucap Dira lirih. Setelah itu Arya langsung melepaskan tangannya, dan kembali duduk untuk menetralkan jantungnya yang terus berdetak.

"Maaf," Mereka berdua pun menjadi salah tingkah, merasa canggung dengan keadaan yang ada.

"Kita bahas ini nanti saja kak, sekarang makan dulu takut keburu dingin itu susu hangatnya." Akhirnya Arya pun menurut. Arya memakan dengan lahap masakan Dira, hingga habis tak tersisa sedikitpun.

Entah apa yang ada di benak Arya hingga dia nambah sampai lima piring, padahal biasanya Arya akan makan satu piring hanya satu centong. Tapi, bagai kesurupan Arya makan dengan rakus tanpa memperdulikan acara dietnya.

"Kak, pelan-pelan kalau makan," ucap Dira sambil membersihkan sisa bumbu di bibir Arya. Bahkan sampai menempel di brewok nya Arya.

"Aku sangat merindukan makanan ini Dira, tiga minggu lebih aku gak makan dengan teratur, karena makanan yang aku makan semuanya sangat hambar." ungkap Arya dengan jujur. Tentu kejujuran Arya membuat Dira tertawa, karena merasa lucu jika seorang Arya merindukan masakannya.

"Aku gak nyangka jika kamu merindukan masakanku kak, tapi entah kenapa ada rasa bahagia saat kamu bilang merindukan masakanku" gumam Dira dengan tersenyum. Namun tak lama setelah itu, suasana tenang dan sedikit nyaman berubah menjadi rasa penasaran di saat ada segerombolan orang banyak dengan membawa hantaran pernikahan.

Arya yang merasa penasaran, akhirnya langsung menghentikan kegiatannya untuk makan. Setelah itu Arya langsung berdiri di samping Dira, dengan tatapan bertanya. "Siapa yang mau lamaran?" tanya Arya.

"Aku gak tau kak, coba kita tanya saja." balas Dira. Setelah itu Dira langsung mendekat kearah kerumunan orang yang sedang membawa banyak hantaran, dan tak lupa dengan geng motor yang membawa rombongan pengiring muda.

Greng Greng Greng (bunyi suara motor)

Tak lama setelah itu, barulah rombongan pemuda-pemudi turu dari motor dan langsung mengambil posisi mereka masing-masing dengan membawa berbagai macam buah, roti, baju, perhiasan, dll

Apa-apaan ini? geram Arya sambil melotot, ingin sekali dia menonjok semua orang itu. Namun di cekal oleh Dira, karena memang Dira tau jika Arya bukanlah orang sini.

"Assalamu'alaikum, Mbak Dira," ucap ibu-ibu paruh baya. Walaupun Dira bingung, tapi Dira tetap berlaku sopan dengan mereka.

" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Kalau boleh tau ini ada apa ya bu Dahlia, kok bawa banyak orang begini?" Dira pun menjawab salam dan sekaligus bertanya, ada apa gerangan mereka datang kemari.

"Maaf mbak Dira, kami datang tidak memberi tahu dulu. Soalnya nak Beno juga baru bilang kemarin, dan minta langsung datang kemari," jawab bu Dahlia.

"Memang ada apa kalian datang kemari! Sampai bawa-bawa beginian, kalian gak berniat aneh-aneh kan?" tanya Arya dengan ketus. Arya sangat tak suka melihat rombongan itu, dan Arya juga takut Dira di ambil orang. Sebodoh bodohnya orang pasti tau, apa niat mereka datang ke rumah Dira dengan seserahan yang sangat banyak.

"Kak, kita persilahkan mereka masuk dulu. Kasihan ibu Dahlia jika berdiri terus, bagaimanapun mereka adalah tamu kita," potong Dira. Arya segera mungkin ingin protes, namun lagi-lagi Arya kalah dengan pelototan Dira dan membuatnya diam tak berkutik.

"Mari semuanya masuk dulu, gak enak di lihat orang kalau di luar." Semua orang langsung mengangguk dan mengikuti Dira dan Arya yang masuk kedalam rumah.

****

Suasana tegang di dalam rumah Dira sangat terpancar sangat jelas, apalagi saat Beno menatap Dira dengan sangat liar dan ingin memiliki. Kesal itu yang dirasakan Arya, karena dia tak mau miliknya di telisik orang sampai segitunya.

"Matamu mau ku colok!" bentak Arya saat Beno tersenyum mesum pada Dira. Sontak semua orang langsung menoleh ke arah Arya, yang terang-terangan tak suka melihat kedatangan Beno.

"Apaan si," dengus Beno. Bahkan kini Beno dan Arya saling menatap tajam, seakan meledak sebentar lagi.

"Sudah ... Sudah! Kalian jangan kayak anak kecil, sekarang kalian tenang dan biarkan bu Dahlia berbicara!" bentak Dira.

Seketika dua lelaki beda umur itu langsung diam tanpa suara, dan setelah itu bu Dahlia mulai membuka suara untuk tujuannya datang ke rumah Dira. "Sebenarnya gini mbak Dira, kedatangan saya kesini untuk melamar mbak Dira untuk anak saya Beno,"

Akhirnya ucapan yang di tunggu Dira pun keluar dari mulut Dahlia. Dira tau apa tujuan mereka tapi, Dira tak bisa langsung menolak sebelum mendengarkan tujuan mereka.

"Gak bisa!" tolak Arya sambil berteriak.

"Maksud kamu apa? Apa hakmu melarang aku melamar Dira, bukankah dia janda?" balas Beno tak kalah keras. Arya tak terima dengan perlakuan Beno, hingga membuat Arya bangkit dan langsung menggebrak meja kaca Dira.

Prang...

Dira pun langsung memejamkan matanya saat mendengar meja kacanya pecah, dan berhamburan kemana-mana. Dira saja kaget apalagi para tamu yang ada di depan Arya, mereka sangat terkejut hingga langsung berhamburan kelur agar tak terkena pecahan kaca.

"Pergi gak kalian! Lamaran kalian gak sah, dan saya juga tak setuju," bentak Arya dengan sangat keras.

"Punya sopan santun gak kamu! Kamu punya hak apa larang aku,dan menolak lamaran ini!" Beno mulai naik darah.

"Jelas aku punya hak, karena Dira adalah calon istri saya. Dan kami akan menikah beberapa bulan lagi," jawab Arya sungguh-sungguh.

"Apa-apaan sih kak Arya ini! Tapi ada untungnya sih, aku bisa menolak lamaran mas Beno dengan alasan ini"

"Aku gak percaya!" balas Beno. Beno benar-benar tak mempercayai perkataan Arya, karena memang Dira bilang belum punya pengganti almarhum suaminya.

"Ck... Jika kamu gak percaya bisa tanya orangnya langsung! Dira cepat katakan sama lelaki ini, jika aku adalah calon suamimu!" Dira langsung tersentak saat Arya berteriak kecang padanya.

"Sabar, ini hanya akting. Awas kamu kak, aku akan balas kamu nanti. Enak saja bentak bentak aku," gumam Dira dalam hati. Namun setelah itu dengan santai Dira mengatakan jika dirinya memang calon istri Arya, dan akan segera menikah beberapa bulan lagi.

Marah? Jelas Beno marah karena lamarannya di tolak mentah-mentah oleh Dira, wanita cantik yang sangat molek, dan mirip artis barat daya.

"Sungguh memalukan!" tanpa pamit Beno dan rombongan langsung meninggalkan rumah Dira. Seketika suasana hening pun datang, saat dirumah hanya tertinggal Arya dan Dira.

"Huff, akhirnya pergi juga. Terima kasih sudah membantu Dira, Kak. Jika gak ada kakak mungkin aku bingung mencari cara untuk menolak mas Beno," ucap Dira sambil meraih tangan Arya.

"Aku tidak membantumu Dira, aku sungguh-sungguh. Aku sudah memutuskan jika kita akan memenuhi keinginan Vano, dan kita akan menikah setelah Masa Iddah** kamu selesai," jawaban Arya berhasil membuat Dira terkejut.

"Apa!"

.

.

.

Happy Reading

1
Nafeeza_🎈🎈
Nunuk tolong kalau qm msh aktf di novel ini ad notifikasi kalau qm baik baik aja tolong kabari q ya. no wa ku msh sama tolong temen temen yg kenal Ama author ini tolong kabari q ya,q butuh tau kabar dia bbrp bulan ini dia GK ad kabar q takut dia knp2 tolong tmen2 yg tau dia kabarin q secepatnya ya
Nafeeza_🎈🎈: ria nuk ini ria
total 1 replies
Miss Tiya😊
Luar biasa
Helena Rusliana
ide penulis benar2 gila sama seperti pemeran novel ini gila semua
Helena Rusliana
gx suka penulisnya kok gils ide ceritanya kenapa harus ada jebak menjebak sih benci bacanya
Helena Rusliana
kok tangam gaysl ya mo nampar fani yg gila itu
Sri Yanti
kucu ....wkkkkk

baru tahu istilah kismis ...putik pucuk
Arisha Putri
kalau emang jodoh itu gak bakal jadi mantan Serlin....jangan rebut/usik lg klu dia sdh bahagia.🤭🤭🤭
Arisha Putri
hmmm,beda jauh ma pengalamanku.niatnya silahturahmi tok ga ada embel2,eh manpac nerimanya lain.tp tetep kekeh dong ma niat,kan disakiti itu sakit masa nyakitin.eh jujur k istrinya malah manpac ga terima jadi fitnah aku.blokirlah beres...eh istrinya tau drmn nomer baruku tlpn lg.🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ganti nomer lg deh... a
ahyuun.e
do'anya kurang afdol itu mom hahaha
Diandra Soraya
kapan nikahnya siy.. arya sama dira
lilah adawiyah
Jangan2 Dira jodoh sama Arman???
mars
mimpi indah dengan baca novel ini,melupakan sejenak beban hidup☺️
mars
turut berduka ya ka,semngt ka
mars
kurangi typo dan salah s3but nama aja
mars
ka g ush diambil hati koment yg cuma bikin down,klu ada kritik ambil baik nya aja, org yg cuma bisa kritik untuk menjelekan itu jelas2 org negatif,jdi anggep aja org iri,lanjutkan saya suka ide ceritanya cuma tolong bedain antara suara hati dan ucapan ,ada penggalan katanya gitu,masukan aja sih ka,semangat ya
Cornelia Pujiastuti
siapa sintal
Cornelia Pujiastuti
Arya kok goblok n plinplan
lilah adawiyah
Jangan2 Dira adik ny dokter sintal....
Bundanya REvan
kapan Dira mengubah panggilannya,, agar ga kakak lagi manggil suaminya
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!