NovelToon NovelToon
SOLEDAD

SOLEDAD

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:645.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Xiie Lu

"I accept you Maxwell Del Montaña to be my husband, to have one another and keep, from now and forever. In times of trouble and joy, in times of abundance and in deprivation, in good health and sicness, to love one and another and to esteem, till death divides us, according to the sacred law, and this is my sincere faithfull promise."

Karena keserakahan ayahnya, Sara O'connor harus berakhir di tangan seorang mafia pemilik kartel terkenal di Spanyol. Dia menjadi istri dari pria yang tidak dicintainya.

Keinginannya untuk menaklukan pegunungan Himalaya harus berakhir begitu saja. Kesendirian dan kekosongan kembali dirasakan Sara ketika mata dan bibir pria itu mengatakan tidak menginginkan dirinya.

Max, nama mafia itu, Sara tidak mencintainya, tetapi janji suci sudah diikrarkan di hadapan Tuhan dan jemaat.

--------------------^-^------------------

Banyak konten horor, yang belum cukup umur, jauh-jauh sono! Dosa tanggung sendiri!😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aneh

Jangan lupa like, komen dan rate ya😊😘

.

.

.

***

"Sial, kenapa aku harus mengatakannya? Aku menjadi malu sendiri. Bagaimana kalau dia memikirkan hal yang aneh terhadapku? Tidak, tidak. Itu tidak boleh."

Memukul-mukul pelan mulutnya, perempuan itu menyesal telah mengatakan kebenaran yang dirasakannya.

"Bagaimana jika dia benar-benar menghancurkan perusahaan Peter? Mama, maafkan aku jika itu benar-benar terjadi. Aku tidak sengaja. Hanya sedang mengeluarkan isi hati yang sedang marah dan kecewa pada keadaan."

Kakinya tak henti melangkah. Berjalan kemanapun ia suka. Sudah berkali-kali ia mengitari mansion itu tanpa lelah. Seolah energinya bertambah berjuta kali lipat saat sedang kesal dan mengumpat Max.

"Ah, aku bisa gila jika mengingatnya. Tapi, bagaimana nanti dengan perusahaan itu? Peter bisa saja membunuhku karena tidak patuh."

Berpikir lagi. "Tidak perlu takut. Terima konsekuensi dari perkataanmu, Sara. Kau yang memulai, jadi kau juga yang harus mengakhirinya."

Ia menghentak-hentakkan kakinya setelah otaknya tidak lagi bisa berpikir.

"Kenapa otak ini selalu buntu saat aku membutuhkannya?" Ia memukul kecil kepalanya sambil terus menggerutu. Hingga sebuah ide cemerlang muncul setelah itu. "Bagaimana dengan merayunya?"

Kemudian ia menggeleng kuat.

"Aku tidak pandai melakukan itu. Bukannya dia yang tergoda nanti bakalan aku yang habis dilahapnya. Jangan menjebak dirimu sendiri, Sara. Dia psikopat."

Kembali lagi mencari ide yang menurutnya tepat tanpa harus melakukan itu. Sayang sekali, jalan yang ditujunya adalah jalan buntu.

"Huft, kenapa kepalaku kembali terbayang dengan ciuman itu? Sial, aku tidak ingin melakukan itu sekalipun tidak mendapat ide. Sama saja dengan masuk ke dalam lubang serigala."

Sara terdiam mencari ide yang akan digunakannya untuk menghentikan Max.

Hingga derap langkah dari belakang membuatnya menoleh.

"Kau di sini, Sara?"

Perempuan itu tersenyum merekah. "Sedang menghirup udara segar, Mommy."

"Jangan memanggilku seperti itu. Kau bukan anakku."

Sara tidak menghiraukan, Max sudah menyuruhnya agar mengubah panggilannya terhadap Deborah. "Apa Adrian sudah menyajikan makanan untukmu?"

Deborah ikut duduk di bangku taman itu bersampingan dengan Sara.

"Sejak kapan kau memedulikanku?"

"Aku selalu melakukannya, Mommy. Ayo, masuk, nanti kau masuk angin. Di sini dingin. Duduk di luar dengan perut kosong akan memudahkanmu terserang penyakit."

Deborah menatap sinis pada Sara yang menarik tangannya.

"Lepaskan tanganku."

"Ayolah, Mommy. Max akan membunuhku jika membiarkanmu sakit."

"Kau melakukan ini karena takut terhadap Max?"

"Tentu saja."

"Jangan melakukannya kalau tidak ikhlas!"

Sekali lagi, Sara tidak peduli. Telinganya seolah menuli terhadap perkataan sinis Deborah.

"Aku akan memasak untukmu, Mommy."

Wanita itu tertawa tidak percaya, bahkan ia menarik Sara untuk menghadapnya.

"Kau yakin bisa melakukannya?"

"Ya, tapi spaghetti saja," ujarnya terkikik.

"Setidaknya tidak gosong dan hambar atau asin."

"Kau akan mencobanya, Mommy."

Sampai di dalam, Sara langsung masuk ke dapur dan menyiapkan bahan untuk membuat spaghetti. Tanpa bantuan Adrian atau siapapun, ia melakukannya sendiri agar bisa berbangga telah memasak untuk mertua.

Sedikit lebih lama dari pembuatan orang yang sudah profesional, Sara akhirnya menyelesaikan masakannya.

Mencoba lagi rasanya, kemudian menyajikannya di meja.

"Cobalah, Mommy. Hanya ini yang bisa kulakukan."

Deborah mencobanya dan terlihat mengangguk.

"Lumayan untuk pemula sepertimu."

Sara tersenyum. "Apa Mommy pandai memasak?"

"Kenapa?"

"Tolong ajari aku."

Sesaat hatinya menciut melihat Deborah terkekeh sinis. Ia merutuki mulutnya yang telah berani meminta hal seperti itu.

"Kau harus bersungguh-sungguh karena aku tidak punya waktu luang untuk melakukan hal itu."

Binar matanya terlihat. Ia bersorak senang.

"Terima kasih, Mommy."

"Masaklah untuk Max makanan yang enak."

***

"Kau menyusahkanku, Señor."

"Itu balasan untukmu."

Alex berdecak seraya melajukan mobil ke tempat yang ingin dituju oleh Max.

"Balasan karena apa?"

"Berhenti membahas itu. Berapa harga bunga itu?"

"Lebih mahal dari toko itu, Señor."

"Dia butuh uang?"

"Aku memberinya lebih."

Max menyeringai. "Bagus. Ada yang menarik darinya?"

"Dia memiliki seorang cucu yang masih kecil, ditinggalkan ibunya demi mengejar pria lain."

"Manfaatkan itu. Aku ingin memiliki lebih banyak lagi yang melakukan transaksi bagiku."

Alex mengangguk mengerti. "Aku mengerti, Señor."

Mobil berhenti di sebuah tempat yang sunyi. Hanya ada keheningan yang mengantarkan Max ke sana. Ia berhenti di sebuah makam yang bertuliskan nama seseorang yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.

"Hola, Alara. Aku datang lagi. Semoga kau masih suka bunga ini," ucapnya memberi salam seray meletakkan bunga yang dibawanya tadi.

"Jangan khawatirkan istriku, dia baik-baik saja di sana. Lihatlah, aku merindukannya lagi padahal beberapa menit yang lalu aku masih memeluknya."

Max terkekeh. "Dia gadis yang istimewa, Alara. Aku bahkan merasa tidak pantas berada di sisinya. Sara-ku benar-benar berbeda. Diciumpun dia akan memberontak, sampai sekarang aku belum menyentuhnya. Sayang sekali, padahal tubuhnya sangat menggoda."

Beberapa lama setelah bercerita panjang lebar di makam itu, Max berpamitan seolah-olah Alara ada di sana.

"Alex, apa kau sudah mendapat kabar tentangnya?"

"Jangan sampai membuat kesalahan lagi, Señor. Aku khawatir padamu, istrimu pasti akan marah."

Max tergelak, raut wajah Alex sangat aneh saat mengatakan itu. "Apa aku benar-benar menciummu? Wah, itu predikat terbaik dalam hidupmu bisa dicium pria tampan dan berkharisma sepertiku."

Tak ingin memperpanjang perdebatan, Alex langsung meninggalkan Max dan segera menyalakan mobilnya.

"Ayolah, Alex. Katakan sesuatu, aku tidak boleh melakukan itu pada pria lajang sepertimu. Apalagi sekarang aku sudah memiliki istri."

"Diamlah, Señor. Kita berangkat sekarang."

Yang benar saja aku membiarkanmu menciumku. Andai kau tahu aku membiarkanmu memeluk tiang dan menciumnya, bagaimana dengan harga dirimu yang setinggi langit itu? Tidak bisa kubayangkan.

Alex terkekeh sendiri mengingat bagaimana konyolnya Max saat sedang mabuk.

"Apa yang kau tertawakan, sialan?"

"Hanya mengingat beberapa adegan film komedi."

"Bohong! Kau menertawakanku, bukan? Katakan, sialan!"

Max menendang kursi kemudi Alex sampai pria di depan sana tergelak kencang.

"Alexander!"

"Maaf."

Mobil melaju kencang di jalanan. Kedua pria di dalam mobil itu hanya berdiam dengan ekspresi yang berbeda.

Max dengan tatapan dinginnya yang menjengkelkan sementara Alex sekarang lebih banyak tersenyum mengejek. Melihat wajah Max yang sedang kesal adalah sesuatu yang langka.

Tidak pernah pria itu menunjukkan ekspresi seperti itu. Meski selalu datar, tapi tutur katanya lembut dan penuh perhatian. Walau terkadang sangat menyebalkan bagi Alex.

"Jangan melirikku terus, Alex! Perhatikan jalan di depanmu, atau nanti kau benar-benar akan menjadi seorang pria lajang seumur hidup. Asal kau tahu, aku tidak ingin mati sebelum memiliki anak. Jadi, kalau kau ingin mati, mati saja sendiri dan jangan mengajakku."

Alex berdecih sebal. Selalu itu perkataan yang membuatnya tidak bisa berkata-kata. Ia kalah telak jika disinggung tentang statusnya. Karenanya, ia mengurangi laju mobil.

"Señor, apa kau yakin ingin menemukan 'dia'?" tanya Alex sejurus kemudian.

"Kenapa? Ada masalah?"

"Tidak. Aku berpikir Anda harus berhati-hati, tidak boleh mati sebelum punya anak, bukan? Jaga dirimu dengan baik."

Max menyeringai, di balik seringai itu ada makna tersembunyi.

"Pemimpin serigala tidak akan mati semudah itu, Alex. Kau tenang saja, temukan dia secepatnya."

Sebenarnya, Alex tahu sesuatu, namun melihat senyuman lebar Max saat menceritakan istrinya, ia mengurungkan niatnya untuk memberi kabar mengejutkan itu.

Setiap serangan yang datang, ia menuntaskannya sebelum sampai ke telinga Max dan membereskan sisanya. Ia tahu, hari dimana Alana dan Max akan bertemu pasti terjadi tidak lama lagi.

Karena itu, ia harus menyadarkan Max atas langkah apa yang harus dilakukannya ke depan.

"Apa yang akan kau lakukan setelah bertemu dengannya?"

"Kira-kira apa menurutmu?"

"Jangan bilang kau mau menikahinya, Señor. Sadarlah, tidak boleh memiliki istri lebih dari satu!"

Max tergelak, dia bisa melihat sorot tidak suka Alex terhadap topik ini.

"Menikah? Mungkin itu pilihan terbaik agar dia tidak kabur lagi. Terima kasih atas saranmu, Alex."

"Señor!"

"Aku tahu apa yang harus kulakukan, Alex. Cepatlah, aku merindukan istriku."

Max merasa waktu berjalan begitu lambat, untuk sampai ke mansion sangat lama.

"Apa kau berputar-putar di suatu tempat, Alex? Kenapa dari tadi belum sampai?"

"Aku akan mempercepat lajunya, Señor."

"Lupakan, kau membuatku kesal."

Alex mengerutkan keningnya bingung. Heran terhadap perubahan mood Max.

"Apa kau sakit, Señor? Perlu aku memanggil Gemma?"

"Tidak!"

Tanpa terasa, mobil itu sampai di mansion. Dengan kesal, Max masuk dan mendapati Deborah dan Sara sedang memasak di dapur.

"Sayang?" teriaknya sedikit keras agar didengar oleh Sara. "Sayang?"

"Max?! Kau pulang?"

Max langsung mendekap tubuh istrinya yang masih memakai apron dan membisikkan kata rindu.

"Kau aneh," desis Sara. Ia berusaha melepaskan pelukan, tapi tangan Max menahannya.

"Aku merindukanmu, Sayang."

"Benar-benar aneh."

Alex yang membuntutinya dari belakang menggeleng heran. Suasana hati sang tuan benar-benar aneh. Saat di mobil, dia datar tak berekspresi, tapi saat masuk, wajahnya berseri.

Dan kini, pemandangan di hadapannya itu membuatnya terbelalak tidak percaya. Max mencium istrinya di depan sang ibu.

"Dia mencintai istrinya, tapi masih mencari wanita licik yang telah meninggalkannya. Sungguh menyebalkan, membuang waktuku saja."

Pikirannya teralihkan karena panggilan Deborah.

"Ayo makan bersama, Alex."

"Alex, pergilah mencari istri agar kau tidak cemburu melihatku mencium istriku," ujar Max yang bergabung dengan mereka.

.

.

.

***

Love,

Xie Lu♡

1
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
im3ld4
Halah.. baru sadar dah ambyar
Jelita S
bagus banget
Sulisayaheaisyah Sulis
terima kasih utk karya terbaiknya thor,,seru menarik dan keren
Sulisayaheaisyah Sulis
liat max panik aku malah ngakak 🤣🤣🤣🤣
Sulisayaheaisyah Sulis
aku berharap sara bisa hamil thor
Sulisayaheaisyah Sulis
speachless
Sulisayaheaisyah Sulis
padahal aku berharap sara segera hamil
Sulisayaheaisyah Sulis
max dan Peter sudah seperti tom & jerry
Sulisayaheaisyah Sulis
kapan sara hamil thor
Sulisayaheaisyah Sulis
keren keren thor
Sulisayaheaisyah Sulis
benar" gila thompson, anak sendiri mau di bunuh
Sulisayaheaisyah Sulis
oh ya ampun lagi lagi kena prank
Sulisayaheaisyah Sulis
menantu dan mertua yg sama" somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sulisayaheaisyah Sulis
karyamu keren thor
Sulisayaheaisyah Sulis
dr awal aku jg benci dg peter tp trnyata smpai di sini peter tdk sejahat itu
Sulisayaheaisyah Sulis
keluarga yg harmonis
Sulisayaheaisyah Sulis
tuan,,D-dad,,🤣🤣🤣🤣
Sulisayaheaisyah Sulis
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sulisayaheaisyah Sulis
senengnya liat yg manis" kyk gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!