21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Tit.. Tit... Tit
Suara monitor yang tepat berada di sampingku. Saat ini aku tidak tahu aku dimana, bagaimana keadaanku, apakah aku masih hidup atau mati. Yang ku tahu saat ini aku ada di suatu tempat yang begitu indah, dikelilingi banyak tanaman bunga.
Terlihat bayangan samar seorang wanita yang sedang berjalan menghampiriku dengan tersenyum lebar menatapku. Aku hanya dia mematung menunggu wanita itu mendekatiku, tanpa ku sadari dia sudah berada di hadapanku.
Dia membelai rambutku, memegang wajahku dan menggenggam tanganku.
"Kamu sudah besar ... " ucapnya dengan gembira.
"Ibu siapa? " tanyaku kebingungan.
"Aku Ibumu, nak" balasnya menatap lekat wajahku.
"Benarkah, bu. Aku rindu, aku ingin bersama Ibu dan Ayah " ujar ku diikuti air mata yang keluar dari pelupuk mataku.
"Ini belum waktunya, nak. Pulanglah mereka menunggumu. Perlu kamu ketahui Ibu akan selalu ada disini. "balas Ibu sambil meletakan tangannya di dadaku.
Setelah itu bayangan Ibu pun perlahan mulai menghilang, sampai akhirnya sosok kak Rendy menghampiriku. Dia berlari kearah ku, sementara tubuhku perlahan menjauh seakan tak ingin berdekatan dengannya.
"Aku mohon kembalilah. " pintanya dengan raut wajah yang sendu.
"Untuk apa aku kembali sementara kamu masih menyakitiku. " teriakku.
"Aku minta maaf, aku mohon kembali." pintanya sekali lagi.
-------
"Pak, gawat. Nona, nona Kanaya." teriak Soni yang mengatur nafasnya.
"KENAPA? " tanya Bos nya panik.
"Nona Kanaya mengalami kecelakaan, mobilnya terjun ke sungai. " ucap Soni dengan gemetar.
Rendy pun langsung meraih jas nya dan berlari menuju parkiran dimana mobilnya diparkirkan. Dia mengambil kunci disaku celananya dan langsung mengendarai mobilnya dengan cepat, otaknya tak bisa berpikir jernih, hatinya hancur berkeping-keping ketika dia tahu bahwa istrinya mengalami kecelakaan itu. Tak lama Soni mengirimkan alamat tempat Kanaya kecelakaan.
Tanpa ia sadari air mata mulai keluar dari ujung matanya. Sampai akhirnya dia melihat banyak orang sedang berkumpul dan polisi pun sudah menutup jalan. Rendy menghentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya, menerobos sekumpulan orang-orang yang sedang menyaksikan kejadian itu.
Dia pun berlari melewati garis polisi, beberapa polisi yang melihatnya langsung menahan dan menyuruhnya pergi menjauh.
"Tolong menjauh dari TKP, jangan mengganggu kami yang sedang berusaha menyelamatkan korban. " ucap salah seorang polisi.
"Dia istriku, bagaimana mungkin aku meninggalkannya. " berontaknya mencoba melepaskan diri dari kedua polisi yang menahannya.
Rendy pun berlari mendekati tim SAR, dia melepaskan jasnya dan langsung menceburkan dirinya kedalam sungai. Sekitar 5 menit dia mencari di bawah air akhirnya mobil yang dia cari pun sudah terlihat. Seluruh tenaganya dia keluarkan, mencoba membuka pintu mobil yang terkunci.
Sampai akhirnya dia bisa membuka pintu mobil dan membawa tubuh istrinya yang terkulai lemas ke atas air. Dengan sigap tim medis pun langsung membawanya kedalam ambulance, mengecek detak jantung dan nadinya.
Rendy yang merasa bersalah hanya bisa mengepalkan tangannya, mencoba meleraikan emosinya. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan tanpa istrinya.
"Aku berjanji kalau kamu bangun, aku akan menjagamu dengan baik, aku janji. " ucapnya sambil menggenggam tanganku dengan lembut.
"Kenapa kalian diam, cepat lakukan yang terbaik untuknya. " teriak Rendy tak sabar.
Dokter pun mengambil alat kejut jantung dan menempelkannya di dadaku.
"Satu, dua, tiga. " dokter memberikan aba-aba dan mulai meletakkan alat yang ditangannya ke atas dadaku.
"Naikkan jadi 200 joule. " teriak dokter dan mencobanya lagi-lagi dan lagi.
Dokter pun sudah berusaha semampunya, mencoba memberikan yang terbaik untuk si pasien.
"Maaf, pak. " ucap dokter sambil menepuk pundak Rendy.
"Apa maksudnya, Dok? Dia tidak meninggalkan? " tanya Rendy dengan suara yang gemetar.
"Korban sudah meninggal, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi korban tidak merespon. Semangat untuk hidupnya seakan tidak ada. " jelas dokter.
Rendy pun hanya diam kaku seperti patung, badannya gemetar, air matanya sudah membanjiri pipi mulusnya.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰