NovelToon NovelToon
Belenggu Dendam Alaska

Belenggu Dendam Alaska

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Isma ismawati

Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.

Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.

Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?

Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Andrew Wilson

Bab 16

Alaska melangkah menuju meja makan, menatap tajam dan dingin seorang Andrew Wilson, yang kini berstatus suaminya. Pernikahan yang tidak pernah di inginkannya.

Andrew tersenyum dan menatap hangat wanita yang kini sudah menjadi istrinya, saat mereka sudah berdekatan, Alaska memalingkan wajahnya, dia tidak mau terpesona dengan pemilik mata elang itu, karena dia tidak akan jatuh cinta sebelum semua dendamnya terbalas.

Alaska teringat dengan sosok Denim, Pria kedua yang dekat dengannya setelah Mike. Pria yang sangat perhatian dan sangat baik kepadanya, tidak pernah memperlakukannya dengan kurang ajar, akan tetapi dia melakukan pengkhianatan dengan sahabatnya sendiri.

"Bisakah kamu menjelaskan semuanya?!" tanya Alaska dengan sikap dinginnya.

"Sarapanlah dulu, setelah ini aku akan menjelaskannya," jawab Andrew, membalas sikap dingin Alaska dengan sebuah senyuman hangat.

"Ayo sayang!" Andrew berbicara begitu lembut, sambil menarik kursi untuk Alaska.

Para Pelayan saling tatap. Mereka menatap iri kepada Alaska, karena mereka tidak pernah melihat majikannya semanis ini, terutama kepada Wanita.

Sikap manis dan lembut Andrew, tidak membuat Alaska terpengaruh, dengan sikap dinginnya dia pun duduk di kursi yang sudah di sediakan Andrew.

Andrew tersenyum, kemudian duduk di kursi yang menghadap ke arah Alaska, sehingga dengan puas dia bisa menatap istrinya yang benar-benar seperti kucing liar yang begitu manis.

Semua yang di miliki Alaska benar-benar membuatnya terpesona, dia berjanji akan membuat Alaska jatuh cinta kepadanya.

Alaska mendengus kesal, melihat Andrew yang terus menatapnya dengan jarak yang sangat dekat.

Tanpa memperdulikan Andrew, Alaska pun mulai melahap makanan yang berada di depannya. Aroma makanan yang begitu wangi menyeruak ke hidungnya. Efek cairan bius yang di suntikkan ke tubuhnya membuatnya terbangun dengan perut kosong.

"Makanlah yang banyak, jika kurang kamu bisa tambah lagi" ucap Andrew, yang tidak melepaskan tatapannya.

"Apa menatapku, bisa membuat perutmu kenyang?" tanya Alaska dengan suara ketus.

"Menatapmu sudah membuatku kenyang, bahkan kalau di ijinkan aku akan menjadikanmu menu sarapan di pagi hari ini" bisik Andrew, membuat wajah Alaska memerah.

Alaska menatap tajam Andrew, dengan kasar menjatuhkan meletakkan sendok dan garpunya sehingga terdengar dentingan yang cukup keras. Para pelayan tercengang dengan sikap Alaska, mereka sangat takut jika Tuan mereka akan murka.

"Oke sayang, aku hanya becanda" Andrew berkata, sambil mengangkat kedua tangannya, menandakan jika dia bersalah.

"Aku akan memakan sarapanku" Andrew langsung melahap sarapannya.

"Makanlah yang cepat, karena aku tidak suka dengan sesuatu yang bertele-tele!" sergah Alaska, dengan tatapan tajam dan dingin.

"Hmm.." Andrew hanya bergumam, sambil mengangguk dan mengunyah makanannya, sesekali dia melirik Alaska yang sedang meminum orange jus. Sikap Alaska yang kasar dan galak, justru tantangan besar untuk mendapatkannya.

Hanya menjentikkan jari mudah bagi seorang Andrew Wilson untuk mendapatkan wanita seperti apapun yang di inginkannya. Namun, sejak melihat dan mengetahui Alaska kecil hatinya merasakan sesuatu yang berbeda. Bahkan, dari sekian banyak wanita tidak ada satupun yang mampu menggetarkan hatinya.

Setelah sarapan selesai, Andrew mengajak Alaska ke ruang kerjanya.

"Andrew Wilson, siapa kamu sebenarnya? kenapa selama setahun kamu menyamar sebagai Pria culun? dan apa alasanmu untuk menikahiku?!" tanya Alaska tanpa jeda, duduk bersandar di sofa dengan kedua tangan di lipat di dadanya, dengan tatapan penuh intimidasi.

"Wow, haruskah semua pertanyaan itu aku jawab?" Andrew bertanya sambil menaikkan salah satu alisnya, menggoda Alaska.

"Aku Alaska Tania, seorang bocah yang tumbuh besar dengan penuh dendam! bahkan, aku di besarkan dan di lindungi oleh seseorang yang sampai sekarang, aku belum bisa melihat seluruh wajahnya, bahkan aku tidak mengetahui siapa dia sebenarnya.!" Tegas Alaska, amarah dan dendam kembali terpancar di manik matanya.

"Mike maksudmu?" tanya Andrew menatap dalam manik mata Alaska.

Alaska tersentak mendengar pertanyaan Andrew, dia langsung mencondongkan tubuhnya kepada Andrew, yang terhalang oleh meja.

Terlihat sebuah senyum tersungging di bibirnya.

"Aku sudah katakan, jika kita memiliki masa kecil yang sama, hanya mungkin kematian keluargamu lebih mengenaskan dari pada keluargaku" Terlihat kesedihan dan dendam di manik mata hitamnya.

Alaska menatap lekat Andrew.

"Alaska, tiga orang yang sedang kamu cari itu sangat berbahaya. Mereka mempunyai pengaruh dan jabatan yang tidak main-main," Andrew menggenggam erat jemari Alaska yang berada di atas meja.

"Mereka adalah orang-orang yang kebal hukum, tidak ada yang berani menyentuh mereka. Walaupun, bukti-bukti semua kejahatan yang mereka lakukan sudah ada di depan mata, seolah-olah bukti itu hanya sampah yang mudah untuk di buang!"

Alaska terdiam mendengar penjelasan Andrew.

"Maafkan aku yang telah menikahimu dengan cara yang licik, karena aku tahu, jika tidak mudah untuk mengajakmu menikah"

Andrew terus menatap Alaska, mencoba menyakinkannya. Sedangkan Alaska melepaskan genggaman tangan Andrew, menjauhkan kembali tubuhnya dari Andrew.

Andrew menghela napas.

"Oke Alaska, aku akan mengatakan sebenarnya siapa diriku" ucap Andrew mengalah.

"Jelaskan juga, kenapa kamu bisa mengenalku dan Mike?"

Kembali Andrew menghela napas.

"Aku adalah anak dari seorang laki-laki yang di jebak oleh kejahatan yang di ciptakan mereka" terdengar suara Andrew yang bergetar menahan amarah.

"Setelah malam pembantai*n di rumahmu, ada dua orang Aparat yang bertugas untuk menyelidiki kasus kriminal yang sangat sadis kepada keluarga pembisnis Andhika Vusta." Andrew terdiam, menatap Alaska.

"Lanjutkan saja ceritamu, aku tidak apa-apa" Alaska berusaha menenangkan gemuruh amarah di dadanya, dia berusaha sekuat mungkin untuk tidak berteriak, saat kejadian malam tragis itu berputar di ingatannya.

Andrew menarik napas panjang, dan membuangnya kasar.

"Kedua Penyidik itu di minta oleh mereka untuk menghentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut"

Terlihat Andrew mengusap kasar wajahnya.

"Kedua penyidik itu bernama Rendi dan Roni, karena seringnya kebersamaan mereka di dalam bertugas. Selain menjadi partner kerja, mereka juga sudah seperti keluarga"

"Lalu apa hubungan mereka dengan masa kecil kita berdua?" tanya Alaska, tidak sabar dengan cerita Andrew.

Andrew tersenyum mendengar perkataan Alaska, walaupun ada luka di hatinya.

"Rendi menolak suap yang di berikan mereka, sedangkan Roni, demi keselamatan keluarganya dia mau menerima suap itu, namun sayang, di bawah ancaman Roni harus menghabisi Rendi dan semua anggota keluarganya."

Andrew menengadahkan wajahnya menatap langit-langit ruangannya.

"Roni menyanggupinya, dia menghabisi semua keluarga Rendi" Andrew menundukkan wajahnya, sambil meremas kasar rambutnya dengan kedua tangannya.

"Lalu...?" tanya Alaska dingin.

"Setelah melakukan pembunuh*n itu, atas laporan mereja, Roni di tangkap dan di jebloskan ke penjara" ucap Andrew dengan suara parau.

"Maksudmu Roni di jebak oleh orang-orang sial*n itu?" tanya Alaska, yang di jawab anggukan oleh Rendi.

"Kamu tahu Alaska, setelah di jebloskan ke penjara, Roni mendapatkan hukuman mati. Istri dan anak-anak Roni di intimidasi oleh mereka, sehingga membuat istrinya stress dan nekat bunuh diri dengan cara gantung diri" suara Andrew terdengar semakin parau.

"Dua anak Roni menjadi terlunta-lunta, mereka tidak mempunyai tempat tinggal dan hidup di jalanan. Sampai akhirnya..." Andrew tidak melanjutkan ucapannya, matanya terlihat mulai berkaca-kaca.

"Salah satu anak dari Roni harus meregang nyawa, karena tertabrak mini bus saat sedang mengamen" suara parau Andrew semakin bergetar, terlihat rahangnya juga mengeras, menandakan jika amarah dan sedih jadi satu di hatinya.

"Dan anak yang satu lagi, itu adalah kamu Andrew Wilson?"

**************

Apa benar, jika Andrew Wilson adalah anak dari salah satu petugas kepolisian yang berbama Roni?

Siapakah yang sudah menolong dan merawat Andrew, sampai kehidupan yang terlunta-lunta menjadi seorang Pria dengan kesuksesan yang banyak di raihnya?

Ikuti terus up nya☺️

Semoga "Belenggu Dendam Alaska" bisa mengejar kontrak😁🤭

Jangan lupa kepoin tiga Novel Author 👇

1
𝕤𝕒𝕗𝕒𝕟𝕒𝕙_🖤
Luar biasa
Isma Ismawati: Terima kasih, Kakak 😍🙏
total 1 replies
Susana
Ya, Allah, tega bener. 🤧🤧
Isma Ismawati: Iya, Akak sadis.
total 1 replies
Deca Acid
cerita nya bagus . menarik lanjut kan ka
Isma Ismawati: Sudah tamat kak ceritanya. Terima kasih sudah hadirnya 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
maaf thorr,awal2 aku suka sm kisahnya,tp semenjak ada si pengecut wilson aku jd males,bisa di katakan alaska bukan si wanita tangguh lg,,, maaf thorr ngk lanjutin lg bacanya,,, tp ttp 💪💪💪💪💪
Isma Ismawati: Iya kak gpp, terima kasih sudah hadir 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
aku suka smp di BAB ini thorrr,,, darah harus di bayar dgn darah nyawa pun sama,itu manusiawi,hanya org2 munafix aja yg katanya lebih baik memaafkan atau merelakan,,,, lanjut,,,💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Isma Ismawati: Terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Ma Em
lanjut thor bagus ceritanya, saya suka. Semangat
Isma Ismawati: ini sudah tamat akak🙏🥰
total 1 replies
titie soraida
Akhirnya antara sedih dan bahagia
Divina Puspita
Wah akhir yg bikin penasaran
semangat karya barunya kak
titie soraida
Semangat kk
Sinaga wulan
Hah setiap alaska bertidak balas dendam aku pun ikut jantungan thor cuma takut ke bongkar dah 😔😔😩😩
Isma Ismawati: Sama kak😁🤭
total 1 replies
Sinaga wulan
lanjut thorrr
Isma Ismawati: Asyiap🥰
total 1 replies
Sinaga wulan
kereenn lah cerita nya
Isma Ismawati: Terimakasih banyak kakak🙏
total 1 replies
AdindaRa
Hai kak. Aku mampir lagi 😘
Isma Ismawati: Terimakasih akakku cantik 😘😍
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kk
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut thor
titie soraida
semakin seru kakak
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
Isma Ismawati: Terimakasih kakakku🥰🥰🤗
total 1 replies
titie soraida
lanjut
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kak
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
titie soraida
lanjut dong thor
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!