NovelToon NovelToon
Cherophobia

Cherophobia

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: RR

Kafka Anzalion yang sedari masih bayi hidupnya tidak di inginkan orang tuanya karena kelahirannya adalah sebuah kesalahan. Cowok itu tumbuh besar di bawah asuhan seorang penjual bunga yang hidup sederhana.

Kafka bahagia bersama ibu angkatnya. Tapi semua itu berubah setelah kepergian Anggi yaitu ibu angkatnya tepat di hari ulang tahunnya. Sejak saat itu Kafka merasa tidak layak bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Sepulang dari rumah Kaila. Kafka tidak mendapati keberadaan ibunya di rumah. Di carinya memo di pintu kulkas berharap ibunya memberitahu kemana perginya. Tapi tidak ada sama sekali. Cowok itu berjalan ke kamarnya lalu berbaring.

Baru saja merebahkan tubuhnya terdapat notifikasi masuk di handphonenya. Pesan itu adalah pesan dari Yohan. Cowok itu menanyakan dirinya latihan beladiri atau tidak hari ini. Kafka langsung duduk dan melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya yang menunjukkan pukul empat sore. Cowok itu segera menelepon Yohan.

Tut. Panggilan di reject oleh Yohan. Tidak menyerah, Kafka terus menelepon Yohan sampai di angkat.

"Kalau latihan sekarang masih bisa?" tanya Kafka langsung setelah telepon di angkat.

"Hm." jawab Yohan singkat kemudian langsung menutup teleponnya.

Kafka mencebikkan bibirnya tepat setelah Yohan mematikan teleponnya. Bisa-bisanya dia mendapatkan sahabat secuek itu. Di telepon berkali-kali nggak di angkat, sekalinya di angkat jawabnya cuma dua huruf h dan m lalu langsung dimatikan.

"Ga pa-pa. Ga pa-pa. Gitu-gitu dia teman Lo oke." ucap Kafka kepada dirinya.

Setelah itu dia memakai sepatu dan mengambil tasnya. Lalu di tulisnya memo untuk memberitahu ibunya kalau dirinya pergi ke rumah Yohan untuk belajar beladiri.

Di Rumah Yohan

Cowok dingin itu sedang membaca buku di depan televisi menemani mamanya yang kebetulan pulang lebih awal hari ini. Asal kalian tahu, Anya lah yang menyuruh Yohan mengangkat telepon dari Kafka. Jika tidak Yohan tidak akan mengangkat telepon tersebut.

"Dia teman kamu yang ibunya pasien mama?" tanya Anya.

"Iya." jawab Yohan. Tapi matanya tidak beralih dari buku.

"Dia sudah tahu kalau ibunya sakit keras?" tanya Anya lagi.

Yohan menggelengkan kepala. "Rahasiakan darinya." ucap Yohan sambil menatap mata mamanya.

Anya tersenyum lalu mengangguk. Wanita itu senang putranya peduli dengan temannya. Biasanya Yohan bersikap cuek kepada siapapun. Tidak pernah peduli dengan urusan orang lain. Ini pertama kalinya Yohan mau ikut campur dalam urusan orang lain.

"Oh iya, mama lupa mau bilang. Papa tadi telepon mama dan bilang pulangnya gak jadi minggu ini tapi bulan depan." ucap Anya.

"Terserah." jawab Yohan dengan cuek.

Wanita itu menghela napasnya. Dia tahu hubungan putranya tidak begitu baik dengan papanya. Hal itu terjadi karena adanya rasa iri dengan Yora yang papanya selalu pulang ke rumah. Kalaupun tidak pulang, pasti akan menelepon menanyakan kabar. Tidak dengan Yohan, baik papanya di luar kota atau ke luar negeri berbulan-bulan sekalipun tidak pernah menanyakan kabarnya. Dan lagi dia sering di beri harapan palsu oleh papanya tersebut. Misalnya saja sekarang, papanya bilang akan pulang minggu ini tapi ternyata pulangnya bulan depan.

Di saat-saat sunyi seperti ini terdengar bunyi bel sebanyak tiga kali. Yohan segera membukakan pintu.

"Halo!" sapa Kafka dengan senyum cerianya.

"Masuk." perintah Yohan.

Kafka segera masuk ke dalam rumah. Cowok itu langsung membungkukkan badannya ketika melihat Anya yang sedang menonton televisi untuk sebagai hormat.

"Kamu Kafka ya?" tanya Anya.

"Iya, Bu." jawab Kafka.

"Panggil Tante aja." ucap Anya sambil tersenyum ramah.

"Baik Tante."

Bruk. Disaat Kafka berbincang-bincang dengan Anya, tiba-tiba Yohan melemparkan seragam Karate kepada Kafka. Dan menyuruhnya untuk segera mengganti baju.

Anya menatap punggung Kafka yang mulai menjauh. Wanita itu merasa kenal dengan wajah Kafka. Tatapan dan senyum ceria Kafka terasa familiar di matanya. Tapi Anya tidak bisa mengingat dimana dia bertemu dengan Kafka.

Setelah Kafka berganti pakaian Yohan mengajari Kafka beladiri. Bagi yang belum tahu di samping kamar Yohan ada ruangan khusus untuk berlatih bela diri. Jadi leluasa gitu kalau mau latihan disana.

"Kuda-kuda Lo masih salah." ucap Yohan.

"Gini?" tanya Kafka.

Yohan menghela napasnya. Cowok itu membenarkan posisi Kafka dengan telaten. Kesal sih iya, padahal kemarin dia sudah mengajarkan ini kepada Kafka. Tapi masih saja tidak bisa.

Di saat Kafka dan Yohan berlatih. Anya pergi ke dapur membuatkan makan malam. Di dapur terdapat satu buah foto yang tertempel di sisi kulkas. Foto itu adalah fotonya bersama saudara kembar dan juga sahabatnya. Vadya. Mereka bertiga sering memasak bersama, makanya Anya memasang foto itu di dapur.

"Gue kangen Lo Vad.." batin Anya.

Kita kembali ke Yohan dan Kafka. Mereka selesai latihan beladiri sekitar pukul tujuh malam. Kedua cowok itu terbaring di lantai beralaskan karpet gabus.

"Besok latihan lagi nggak?" tanya Kafka.

"Terserah Lo." jawab Yohan.

"Oke, gue besok pulang sekolah kesini lagi." ucap Kafka.

"Hm." jawab Yohan dengan singkat.

Cowok dingin itu bangkit dari posisinya dan beranjak keluar dari ruangan itu. Melihat Yohan yang sudah keluar ruangan Kafka juga ikut keluar dari ruangan tersebut. Karena tidak sopan kan jika di dalam ruangan orang lain sendirian.

"Yaudah gue pulang ya." ujar Kafka.

"Ehh, mau kemana? Tante udah masak buat kalian. Bersih-bersih dulu sana, lalu makan malam bersama." ajak Anya.

Kafka terdiam. Sebenarnya dia juga lapar. Tapi kalau makan disini di rumah nanti ibunya pasti juga sudah memasak untuknya. Sedangkan kalau di tolak, juga tida enak kepada Anya yang sudah repot-repot memasakkan makan malam untuknya. Akhirnya Kafka memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Setelah makan malam Kafka pamit pulang. Cowok itu pulang memakai pakaian Yohan. Karena tidak mungkin dia memakai pakaiannya tadi yang sudah kotor.

Sesampainya di rumah benar saja, dugaannya. Ibunya sudah memasakkan dia tempe goreng dengan sambal tomat kesukaannya.

"Gimana latihannya?" tanya Anggi dengan senyumannya.

"Seru Bu." jawab Kafka sambil tersenyum.

"Sini makan malam dulu, ibu udah buatin makanan favorit kamu." ucap Anggi.

Jujur saja, Kafka saat ini sudah kenyang. Tapi demi menjaga perasaan ibunya. Kafka tidak bilang kalau dia tadi sudah makan malam. Lagipula lidahnya benar-benar tergoda melihat tempe goreng berwarna coklat keemasan yang di siram sambal tomat dengan daun kemangi di atasnya.

"Makasih Bu.." ucap Kafka.

Anggi tersenyum bahagia melihat putranya yang makan dengan lahap. Kelak, mungkin dia tidak akan bisa melihat senyum putranya ini lagi.

"Kafka.. nanti setelah makan malam kita foto bersama ya." ajak ibunya.

...***...

...Bersambung......

1
lyfiaa🎀
gilaaa sih
ni cerita bener² the best bgtt🤩💯
Vvirgo☆
BEST
Vvirgo☆
Thor S2 nya Thor please 🙏
pas Kafka nya udah jadi dokter
Riniii 💜: semangaat thor. ditunggu S2 nyaaaa
total 3 replies
Fadiylah19
kok tamat 😟😟😩😩😫😫😭😭😭
Fadiylah19
semangat thor,,next,,,, 🙃🙃🙃
Fadiylah19
tuh kan apa ku bilang,,,yu lanjut ✊✊
Fadiylah19
ohooooo,boleh nebak ga sih,,,
jangan" ada foto Natasha di sana🤔🤔🤔🤔d tunggu lah kelanjutannya 😊😊😊
Fadiylah19
pemikiran mu mulai terbuka Natasha,cewe klo mau dketin cowo, sewajarnya aja,jngan over ya,,, biar gak bikin ilfeel 👌👌👌karna klo emang sama" suka si cowo jga lama" peka ko sama perasaan kmu😉
Fadiylah19
entah kenapa gak terlalu suka sama cwe yg agresif,meski untuk mendapatkan/mencapai sesuatu itu harus berjuang,tp ttp aja kurang srek klo yg agresif si cewenya,,,🙏🙏hanya pendapat ✌🏻✌🏻✌🏻
Fadiylah19: ok,, selalu d tunggu kejutan" selanjutnya 😉
total 6 replies
Fadiylah19
kafka dah gede🤭🤭mulai tertarik sama cewe,cuma sayang,cewe'a duluan yg bilang suka,,agak gmna gituh😅
Fadiylah19
next,,,
Fadiylah19
bnerkan,udah pasti luka sayat yg d sembunyiin pke gelang,tp apa yg bikin arzel lukain diri sendiri,,,
Fadiylah19
ada apa sama arzel?,,,,ga ada doble up kah🙁🙁
LR
sama, aku juga kebut-kebutan kalau lagi seperti itu
Fadiylah19
siapakah gerangan yg di balkon itu,, oh apa mungkin saudara seayah kafka,,mungkin🤔🤔🤔 entahlah🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️,,,,next,, di tunggu kelanjutannya 😊😊😊
LR
akhirnya terbongkar 🍃
LR
antara muji sama ngejek🤣🏃🏻‍♀️
Fadiylah19
yooo lanjuutt,makin dibuat penasaran saya🤭
LR
Kafka 🥺
LR
Kafka keinginan mu akan terwujud tanpa adanya luka yang terselip, tapi nanti 🍃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!