Novel nya gak usah di baca yaa, soalnya author bikin krn gabut doang😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
Kini jam sudah menunjukan pukul enam sore dan saat nya Amelia untuk bersiap menghadiri acara penyambutan direktur baru. Namun sebelum bersiap Amelia mengantar Lusi ke halte bus terlebih dahulu.
"Amelia, Sedang apa kau di sini" Tanyak Candra yg tidak sengaja melihat Amelia berdiri di sebuah halte bus. Baru saja Lusi ke alfamart untuk membeli beberapa kebutuh dapur.
Bukan nya menjawab, Amelia hanya melirik Candra sekilas lalu membuang pandangan nya ke arah lain. Jujur saja walaupun Amelia selalu mengatakan baik-baik saja namun tidak bisa di pungkiri hati Amelia masih teramat sakit di khianati oleh Candra dan Nadine sahabat nya sendiri.
"Kok diam Mel" Tanyak Candra lagi walaupun Candra tau jika Amelia sengaja mengabaikan nya.
"Kau tau kan ini halte! Menurut mu apa yg orang lakukan di halte?" Ketus Amelia.
"Kau mau pulang kan? Yuk bareng aku aja, kebetulan kita searah" Candra menawar kan tumpangan untuk Amelia.
"Ngak usah. Makasih" Jawab Amelia singkat.
"Ayolah Mel, Aku tau kau masi marah dengan ku tapi aku mohon jangan cuekin aku seperti ini! Aku semakin marasa bersalah pada mu dan sikap mu yang cuek membuat hati ku sakit Mel" Seru Candra dengan suara lirih.
"Ya sudah sewajar nya kau merasa bersalah pada ku bambang" Umpat Amelia dalam hati dengan menatap Candra sekilas.
"Candra"
Mendengar nama nya di panggil sontak Candra pun menoleh ke sumber suara "Mama" Jawab Candra saat melihat Lusi berdiri di samping nya.
"Eh jangan sembarangan kau! Panggil dia Tante bukan Mama" Sewot Amelia.
"Maaf Mel, aku sudah terbiasa memanggil nya dengan sebutan Mama" Candra tersenyum kaku.
"Candra apa kabar nak? kenapa ngak perna main ke rumah lagi?" Tanyak Lusi
"Aku sibuk Tan ngurusin perusahaan tapi lain kali aku main lagi ke rumah Tante" Jawab Candra dengan senyum sumringah. Berbeda dengan Amelia yg memasang wajah jutek.
"Bus nya belum datang yah Mel" Tanyak Lusi dan Amelia hanya menggeleng.
"Tante mau kemana? biar saya antar?"
"Ngak us.."
"Yasudah maaf merepotkan yah nak" Jawab Lusi cepat sebelum Amelia menolak tawaran Candra. Akhir nya mau tidak mau Lusi di antar oleh Candra.
Setelah kepergian Lusi dan Candra, Amelia pun kembali ke Cafe Shop untuk bersiap menghadiri acara penyambutan direktur baru.
***
Di tempat lain terlihat Aurelia yg tengah duduk di pinggir sungai sembari memeluk kedua lutut nya dan menangis merapa nasib nya.
"Aurelia"
Sebuah suara menyadar kan Aurelia dari lamunan nya dan sontak Aurelia pun menoleh mencari sumber suara "Kak Amar" ucap Aurelia saat melihat sosok Amar berjalan menghampiri nya.
"Sedang apa kau di sini" Tanyak Amar sembari duduk di samping Aurelia.
Aurelia hanya melirik sekilas lalu menyembunyikan wajah nya di sela tangan dengan ke dua lutut nya.
"Hey, Kau tidak apa² kan" Amar kembali bertanya sembari mengelus rambut Aurelia.
"Aku baik kok kak" Jawab Aurelia berbohong padahal hati nya begitu rapuh saat ini.
Sebenarnya Amar tau jika Aurelia sedang berbohong namun Amar tidak mau memaksa Aurelia untuk berbicara karena mungkin saja ini adalah privasi Aurelia sendiri.
"Mau aku antar pulang ngak" Tawar Amar.
"Ngak usah kak takut ngerepotin"
"Ngak kok, sekalian aku juga mau ke rumah Evan. Oh ya rumah kamu di mana?" tanyak Amar.
Aurelia diam sejenak "Aku tinggal di samping rumah kost Evan kak" jawab Aurelia lirih.
"Wah kebetulan, Yasudah sekalian aku antar yuk" Tampa menunggu jawaban Aurelia, Amar segera berdiri dan mengulurkan tangan untuk membatu Aurelia berdiri. Akhirnya mau tidak mau Amar pun mengantar Aurelia pulang.
Di sisi lain terlihat Evan yang sangat khawatir dengan Aurelia. Entah kemana lagi Evan harus mencari keberadaan Aurelia karena Evan sudah mencari nya kemana mana namun tidak menemukan Aurelia. Akhir nya Evan pun memutus kan untuk pulang dan berganti pakaian setelah itu akan pergi mencari Aurelia lagi.
Tepat di depan Kamar kost Aurelia terlihat Dea yang sedang menunggu sembari mengetuk pintu kamar Aurelia berkali kali.
"Kak Evan" Panggil Dea saat melihat Evan berjalan melewati nya.
"Yaa" jawab nya singkat.
"Kak Evan ngapain di sini? Oh iya kak Evan tau ngak Aurelia ada di mana. Sejak tadi aku mengedor pintu ini namun batang hidung Aurelia ngak kelihatan" Omel Dea.
"Entah" Jawaban singkat dari Evan dan segera kembali ke kamar nya sendiri. Evan benar² pusing dan capek mencari Aurelia sejak tadi.
"Iss dingin banget si" Ucap Dea cemberut.
Beberapa menit kemudian mata Dea berbinar saat melihat kedatangan Aurelia namun yang membuat Dea heran adalah kenapa Aurelia terlihat berantakan dengan mata yang sembab dan datang bersama Amar. Ada apa sebernanya? batin Dea.
"Apa yang terjadi? kenapa kau berantakan? kau baik² saja kan?" Begitu banyak pertanyaan di lontar kan oleh Dea sembari memeluk Aurelia. Namun tidak satu pun di jawab oleh Aurelia.
Dan di saat yang bersamaan Evan juga keluar dari kamar dan melihat Aurelia bersama dengan Amar. Entah mengapa hati Evan begitu sakit melihat nya. Apalagi Amar merangkul pundak Aurelia dengan erat.
"Sebainya kalian bicara kan di dalam saja, ngak enak ngobrol di sini" Ajak Amar karena malu di liatin orang alias tetangga.
Saat Evan hendak masuk kembali ke dalam kamar nya. Amar memanggil nya dan mau tidak mau Evan pun menghampiri mereka.
"Ada apa" tanyak Evan saat berada tepat di depan Aurelia dan Amar.
"Ada yang ingin aku katakan tapi kita bicara di kamar kau saja" Jawab Amar sembari melepas rangkulan nya di bahu Aurelia Karena Evan terus menatap nya.
"Ayo" Tampa bertanya lagi Evan segera memutar badan nya dan berjalan ke arah kamar nya sendiri.
"Kalian masuk gih" Pintah Amar pada Dea dan Aurelia. Kedua gadis itu pun masuk namun sebelum masuk Aurelia mengucap kan terimakasih karena telah di antar ke kamar kost nya. Yahh walaupun satu tujuan sebernanya.