Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
3 hari kemudian
Kehidupan kembali seperti semula. Anggra tidak lagi memanggil Dion dan Dion kembali diam dan cuek.
Entah kenapa tiga hari Anggra tidak menegurnya Dion merasa ada yang kurang. Bahkan hari ini Dion sengaja berangkat agak siang agar bisa berpapasan dengan Anggra di bangkunya. Namun Anggra berpura-pura ngobrol dengan Reki.
Besoknya seperti itu, sudah 2 minggu hal ini terjadi. Anggra mengangap Dion cuma angin lewat.
Malam hari
“Bun, Rini mau ke supermakert dulu ya" pamit Anggra pada siska
“Mau ngapain Rin malam-malam ke supermakert?” tanya David.
“Belanjalah. Masak belajar”
“PMS loe. Nitip dong”
“O to the gah. Ogah”
“Sayang” Siska mengingatkan anak-anaknya.
“Emang mau nitip apa?” tanya Anggra kesal.
"Jangan banyak-banyak aku meles bawa barang loe”
"Belum juga disebutin”
“Ya udah cepet sebutin. Lama. Tinggalin nih”
“Dih. Biasannya juga aku kesupermakert kamu yang nitip. Banyak lagi. Aku engga protes"
"Engga protes. Ngumam iya. Cepatan titip apa? Malem nih"
"Aku Cuma nitip kuaci aja”
“Udah itu aja kan?”
“Iya. Gua tambah nangis loe"
“Bodo amat. Bunda mau pesan apa?”
“Bunda mau…Mau.. Apa ya?”
“Bunda”
“Engga ada keknya. Besok bunda mau belanja mingguan juga”
“Oke” ujar Anggra mengacungkan tangan membentuk huruf O
“Hati-hati”
“Siap”
Anggra mengendarai motornya. Anggra membeli keperluannya dan juga kuaci pesanan David.
Setelah itu, Anggra kembali pulang.
“Dion” gumam Anggra saat melihat Dion di jembatan
Dion berdiri di pinggir di dalam pagar jalan melihat pemanandangan indahnya pemukiman dan juga ada aliran sungai dibawah tempatnya berpijak.
Anggra memarkirkan motornya di pingir jalan dekat Dion, membuat Dion menengok dan bersandar pada pagar pembatas.
“Anggra?” gumamnya melihat Anggra melepas helmnyam
“Kamu lagi ngapain, Dion? Malem-malem disini?”
“Kenapa? Engga boleh?”
“Bukan begitu” Anggra mendekat pada Dion dan bersender juga pada pagar pembatas.
“Sensi amat sih”
“Dari mana loe?”
“Dari supermarkert. Nih” ucap Anggra menunjukan barang belanjaannya.
Anggra merogoh sesuatu dari plastik.
“Nih” angra memberika satu es krimnya kepada Dion. Dion menerima es krim dari Anggra. Angra mengupas punyanya dan berbalik melihat lampu pemukiman dan sungai yang juga ada di bawah
"Malem-malem loe makan es krim?” Dion juga berbalik.
“Kenapa? es krim emang harus dimakan di siang hari?”
“Engga juga sih. Cuma gua engga suka”
“Kenapa?”
“Engga terlalu suka makanan manis. Nih untuk loe aja” Dion membalikan es krim ke Anggra.
Anggra mengambil es krim itu dan membuka bungkusnya.
“Coba dulu loe. Loe pasti ketagihan” ujar Anggra sambil menyodorkan es krim ke mulut Dion.
“Engga ada. Udah manis dingin lagi”
“Coba dulu loe. Kalau engga suka, baru aku engga maksa deh”
Dion akan mengambil es krim dari tangan Anggra, namun malah ditarik Anggra tangannya
“Makan aja loe”
Dion membuka mulut dan memakan es krim dari tangan Anggra. Setelah memakananya Dion melihat wajah Anggra yang seperti anak kucing mengharapkan sesuatu.
“Bagaimana? Enak?”
“Emmm emmm” Dion tersentak dan salting.
“Luamayan. Engga buruk juga” ucap Dion mengambil es krim itu dari tangan Anggra.
“Emang engga buruk. Aku suka makanan manis itu bisa balikin mood”
“Ooh”
“Ngapain loe malam-malem berdiri dipingir jalan?”
“Ha? cuma mau berfikir dan untuk mengenang dia"
“Dia? Pacar loe?”
“Bukan. Sahabat kecil gua.”
“oh. Najwa? Disini dia kecelakaannya?
“Emm..Ha? Loe tau Najwa?”
“Ebgga!. Aku tau sedikit dari Tion. gua minta maaf banget Dion masalah lomba kemarin. Gua fikir aku sudah benar melakukan itu. Gua cuma ingin semua senang. Tapi Gua salah. Gua engga tau apa- apa tentang loe. Benar loe butuh sendiri. Gua benar- benar egois.”
“Loe engga salah kok. Niat loe baik.”
“Tanks.”
“Jadi ini alasan loe ngeberhentiin pertandingan”
“Iya gua sadar saat gua ngerlihat loe ngusap mata dan mata loe berkaca-kaca. Cemen loe jadi cowok. Lagi pula pertemanan datang dari hati bukan paksaan. Terserah loe mau berteman atau engga. Loe juga butuh waktu sendiri. Kalau gua jadi loe juga akan sedih dan memilih sendiri”
“Mata gua berkaca-kaca karena kelilipan kali makannya gua kucek. Gua sedih sih tapi nangis engga. Gua masih bisa menahannya. Gua yakin sama tuhan mungkin ini yang terbaik untuk gua dan untuk Najwa. Gua hanya berharap tuhan pertemukan Gua dengan dia dalam keadaan sehat. Setidaknya pertemukan Gua dengan dia untuk terakhir kalinya aku hanya mau bilang aku sayang banget sama dia. Tapi jika dia memang sudah tuhan panggil setidaknya aku ketemu jasadnya. Aku udah bingung harus apa? Menerima kematian dia apa bagaimana?”
“Loe harus ihklas, Dion. Dia udah bahagia disana”
“Enak loe ngomong. Jadi gua ,loe engga enak”
“Gua tau. Tapi loe mau apa sekarang?”
“Gua juga bingung harus apa?”
“Loe sayang banget ya sama dia?”
“Banget. Dia teman dan sahabat”
“Cinta?”
“Cinta? Gua juga tidak tau. Dia orang yang baik. Gua tidak tau kenapa tuhan mengambil dia kek gini. Gua Cuma bisa menerima kematian dia tah sekarang?” Anggra hanya diam
“Kita sudah berjanji untuk kuliah bersama. Akh Cuma tinggal mimpi. Eh gua malah curhat”
“Kenapa aku merasa nyaman dan bisa curhat?” batin dion
“Kalau loe mau cerita. Gua siap kok dengerin. kata orang cerita bisa mengurangi beban” Anggra melihat Dion dan tersenyum “Karena loe mau cerita. Gua mau kasih tau satu rahasia aku juga. Biar kita impas".
“Apa?” tanya dion penasaran
see you next time.
Kangen gua engga? Dion Albarnista (graysondolan)
Apa kangen kita berdua Dion Albarnista dan Tion Albarnista. (Grayson Dolan dan Ethan Dolan)?
Apaan sih kalian kangen kita semua kan?
pendek banget
mampus Dion huuuu