NovelToon NovelToon
Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Siapa yang mengira? Kapan dan pada siapa cinta kita akan tumbuh?

Sama seperti halnya, gadis cantik bernama Jasmine harus mengalami pahitnya sebuah kehidupan. Di tinggal mati oleh kekasih yang paling dia cintai dalam keadan hamil. Membuat Jasmine memilih untuk menutup rapat pintu hatinya dan tidak akan membukannya lagi untuk siapapun.

Tetapi siapa sangka, seorang Psychopat gila yang membuat Jasmine merasa jijik itu, malah mampu meluluh lantahkan hatinya dan mengambil kembali perasaan cinta yang sudah dia kubur dalam – dalam.

Dan di saat Jasmine mulai ingin melabuhkan hatinya, ternyata sebuah kenyataanpun terungkap, dan kembali membuat Jasmine ragu, apakah dia mau menerima cinta yang baru? Atau dia akan tetap dengan keadaanya yang seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubahnya Sikap Chiko

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Yang awalnya Jasmine ingin bersantai, pada akhirnya dia harus menerima kabar buruk ini. Mungkin akhir - akhir ini memang dia tidak terlalu dekat dengan Angel dan Gilang. Namun pada akhirnya tetaplah ke dua orang itu yang membantunya untuk bangkit seperti sekarang ini.

“Mamah,” panggil Canva ketika melihat mamahnya menangis sendirian di ruang tamu.

Jasmine sejenak menghapus air matanya pelan, lalu menoleh ke arah Canva yang berdiri di belakangnya.

“Iya nak.” Sahut Jasmine, dengan senyum manisnya, berusaha menutupi perasaan sedihnya.

“Mamah kenapa? Mamah nangis ya?” Tanya Canva, ketika masih sempat melihat mata Jasmine yang masih basah dan memerah.

Jasmine kembali tersenyum, lalu membuka ke dua tanganya, meminta anaknya untuk masuk ke dalam pelukkannya. “Kenapa Mah, mamah belum jawab Canva.” Tanyanya sekali lagi, sembari memeluk tubuh mamahnya. Berusaha menjadi penenang untuk ibunya.

“Sayang, Mamah barusan dapat kabar kalau Tante Angel dan Om Gilang meninggal sayang.” Jawab Jasmine memilih jujur pada putranya yang sudah dewasa itu, bahkan tangisannya kembali pecah tanpa harus di tutup - tutupinya lagi.

Dia menangis dengan memeluk tubuh putranya. Namun Canva masih berusaha bersikap dewasa, dengan mengusap punggung belakang Mamahnya. “Sabar ya Mah, kan mamah pernah bilang sama Canva, kalau misalnya semua orang yang meninggal itu pasti di sayang sama Tuhan,” ucap Canva, mengingatkan apa yang penah di katankan oleh Mamahnya kepadanya, ketika menanyakan kenapa Papahnya lebih dulu meninggalkan mereka.

Jasmine menganggukan kepalanya pelan, dia bahkan masih bisa tersenyum ketika anaknya menceramahinya seperti itu.

“Makasih ya sayang.” Ucapnya pada Canva.

“Terima kasih buat apa Mah? Memangnya Canva ada memberikan Mamah sesuatu?” Tanya Canva pada Jasmine, ketika dia menguraikan pelukannya dari tubuh Mamahnya.

“Terima kasih bukan hanya sekedar memberikan barang sayang,” jawab Jasmine dengan lembut.

“Selama Canva mau memberikan yang terbaik untuk Mamah, Canva selalu ada untuk Mamah, Canva menjadi anak yang baik untuk Mamah, semua itu juga Mamah harus berterima kasih pada Canva,” jelasnya pada Canva, untuk membimbing anaknya itu di tahap yang lebih.

“Walaupun, kamu harus dewasa sebelum waktunya.” Batin Jasmine, ketika dia mengingat bagaimana sikap anaknya yang mau menasehatinya di dalam keadaan duka.

Tidak bisa di pungkiri, terkadang walaupun Jasmine sudah dewasa, tetapi dia masih perlu ada yang menasehatinya, mengingatkan padanya tentang kesulitan yang bisa saja tidak bisa di hadapi.

“Ya sudah, sekarang Canva tidur ya sayang, besok pagi kita pergi ngelayat di rumah Mendiang Om Gilang dan Tante Angel.” Ucap Jasmine, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Canva.

“Tapi Mamah jangan nangis lagi ya, nanti Canva jadi sedih kalau mamah nangis lagi.” Balasnya, namun masih memberikan mamahnya sebuah ultimatum.

Kembali Jasmine menganggukan kepalanya pelan, lalu tersenyum mendapatkan anaknya bisa mengancamnya seperti itu. “Mamah tidak akan nangis lagi, Mamah janji.” Ujarnya lagi, dan kali ini bisa membuat Canva sedikit senang mendengarnya.

“Baiklah, Canva tidur dulu ya Mamah, selamat malam Mamah.” Pamitnya, lalu mengecup pipi Jasmine sejenak, lalu pergi ke kamarnya.

“Selamat malam sayang.” Sahut Jasmine, menatap langkah putranya yang hilang di balik pintu.

Jasmine menghela nafasnya kasar, dia berpikir keras atas kejadian malam ini, apakah masih ada hubungannya di masa lalu? Apakah orang yang dulu menculik Angel kini datang lagi dan kembali melakukkan aksinya? Dan apakah yang melakukkan hal itu, kembali menyewa anak buah Chiko untuk melakukkannya? Banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yang berputar di dalam otaknya.

Apa lagi, biasanya jam segini Chiko sudah datang bertamu ke rumahnya, menganggunya setiap malam dengan alasan numpang makan.

Tetapi saat ini, dia tidak ada dan tidak datang, kemana kira - kira pria ini? Apakah dia marah dengan kalimat Jasmine tadi? Atau bagaimana?

Jasmine sampai harus mengusap wajahnya kasar, karena pertanyaan di kepalanya tidak ada yang bisa menjawabnya.

……

Sedangkan di sisi lain, melihat berita yang ada, Chiko terlihat biasa saja, datar tidak ada ekspresi sama sekali.

Bahkan ketika dia mendapatkan laporan tugas selesai dari Fateh dan Samuel, dia terilah biasa saja.

Ya begitulah Chiko, sebenarnya dia juga tidak tahu, sejak kapan dia jadi hobby melihat penderitaan seseorang.

Yang jelasnya dia merasa itu adalah kepuasaanya sendiri.

Tidak lama kemudian, Chiko kembali fokus dengan laptopnya untuk bekerja.

Chiko menatap laptopnya, seperti sedang berpikir tentang penaikan laba di perusahannya. Namun tidak lama kemudian dia melihat ponselnya berbunyi, dan melihat nama Jasmine yang ada di sana.

Namun Chiko memilih untuk membiarkannya, sampai pada panggilan ke tiga barulah dia mengangkatnya.

“Kenapa?” Tanya Chiko dengan begitu santai.

“Kenapa?”

“Kenapa?”

“Kenapa?”

“Oke.”

Hanya itu yang di jawab oleh Chiko dalam pembicaraan mereka.

Sebenarnya dalam pembicaraan itu, Jasmine menanyakan, di mana Chiko dan di mana rumahnya, namun Chiko tidak akan pernah menjawab. Dia tidak sembarangan memberikan alamatnya pada siapapun termasuk dengan Jasmine.

Dan karena tidak mendapatkan titik terang, akhirnya Jasmine meminta Chiko untuk ke rumahnya, dan akhirnya di setujui oleh pria itu.

Chiko memilih untuk mengerjakan dulu pekerjaannya sejenak, lalu bersiap untuk pergi ke rumah Jasmine.

****

Setelah dua jam lebih Jasmine menunggu, ketika dia baru mau masuk kamar, karena mengira Chiko tidak jadi datang. Akhirnya dia mendengar suara ketukan pintu dari luar.

“Baru datang dia,” gumam Jasmine ketika dia mengintip di jendela, dan melihat Chiko yang sedang berdiri sembari memainkan ponselnya.

“Kenapa baru datang? Aku sudah menunggu kamu dua jam.” Protes Jasmine, ketika dirinya membukakan pintu untuk Chiko.

“Aku tidak ada bilang sama kamu, jam berapa aku akan datang, kamu bukan satu - satunya prioritas yang harus aku lakukkan, masih banyak pekerjaanku yang lain.” Tegas Chiko, membuat Jasmine terdiam mendengarnya.

Ini pertama kali dalam 9 tahun dia mendengar Chiko berbicara ketus seperti itu kepadanya.

“Aku -“ Jasmine kini gugup menanggapi Chiko yang padahal Chiko sama sekali tidak melihat ke arahnya.

“Langsung pada intinya! Kenapa kamu mengajak aku bertemu di sini?” Tanya Chiko, sepertinya tidak ingin berbasa - basi.

“Chiko Are you okay?” Tanya Jasmine, merasa Chiko berbeda sifat malam ini.

Meskipun Chiko biasanya petakilan dan bahkan membuatnya emosi jiwa, dan bahkan kalau Jasmine mengajaknya bertemu duluan, pasti dia mengatakan bahwa Jasmine merindukannya duluan, tetapi mendapatkan Chiko yang dingin seperti ini, membuatnya bertanya - tanya, apa masalah dengan Chiko? Sampai dia dijadikan pelampiasan.

“Ya,” jawab Chiko dengan singkat dan padat.

Jasmine bingung harus bersikap seperti apa saat ini, “kamu marah sama aku? Karena kalimatku tadi siang?” Tanya Jasmine, agak ragu.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

1
Nigina
Ditunggu² updatenya ehh tamat??? Kenapa kak? Cerita lagi seru ehh tamat??
🇮🇩Imelda🇰🇷
baru mampir Thor, awal ceritanya sudah bagus
neny
oh my lord....siapa yang tidak sadarkan diri kak...sama sama mau juga...haduh
neny
heran deh... dipanggil orangnya tapi mau diusir juga
Chania
klo lihat alm.canva & chiko gk beda jauh jahat_y...
canva d awal selalu nyakiti jasmine...
klo chiko cara_y za yg d luar nalar
renita gunawan
dasar,chiko.tidak mau ada penolakan dari jasmine.pinter banget memanfaatkan canva agar jasmine menyukainya
renita gunawan
chiko emang raja drama.pintar banget bersandiwara pura-pura tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap jasmine
Murniyati
cobaan Jasmin belom lulus Skull udh hamil....yg sabarr
Murniyati
mampir Nyambi yg lain
renita gunawan
astaga.chiko benar-benar udah gila.sepertinya chiko menyuruh merusak toko bunga dan membakar rumah jasmine,agar jasmine tidak lagi mempunyai tempat tinggal dan penghasilan.sehingga akhirnya jasmine terpaksa memilih tinggal bersamanya
Sofi Navita
ini maksudnya si chiko apa coba..
Uni Wahyuni
lanjut thor
jagalah hatimu hanya untukku
Kok lama up nya thorrrrrrr
renita gunawan
waah.. chiko pinter banget. mengambil kesempatan dalam kesempitan 😁😁
Jumy RajaRatu
Tolong Thor jgn salah ketik kalimatnya... Asto firullah☹️🥺
salah ketik, salah ucapan dan artinya jg salah... dosa jadinya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Zurisma Juniawati
👍
Chania
kk emank bs tahan y tanpa bius...itu SC kn klo d perut d robek ? trus emank gk pendarahn gtu ? trus emank gk d jahit gtu ? koq jd ngilu Q mmbayangkn_y
renita gunawan
semangat, thor.ditunggu updatenya
renita gunawan
jasmine tau banget kalo mulut chiko itu lemes
renita gunawan
ayo, jasmine.kapan kamu akan menikah dengan chiko 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!