NovelToon NovelToon
Benih CEO Dirahimku

Benih CEO Dirahimku

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / One Night Stand / Tamat
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mona Al

Stella tidak menduga jika kesalahan satu malam dalam misinya mengungkap perselingkuhan suaminya, justru membuat masalah baru untuknya. Dia hamil anak atasan suaminya.

Apa yang harus dilakukan Stella, pengadilan menunda perceraian yang dia ajukan untuk suaminya karena telah berselingkuh karena dia hamil. Tapi didalam rahimnya, bukanlah anak suaminya, melainkan atasan suaminya.

Silakan baca "Istri rasa simpanan" karya 'Mona Al' terlebih dahulu, ini adalah novel lanjutan dari kisah Stella.

Happy reading 🥰😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Cinta dan jodoh

Hari ini Alice mendapat kejutan dengan kedatangan dokter Firman. Dia adalah dokter yang mengoperasi dan memberikan pelatihan pada Alive selama diluar negeri.

Ada tujuan lain, hingga dokter Firman sampai datang menemui pasiennya. Mereka sering berkomunikasi lewat video call. Dan dokter Firman selalu memantau Alice setiap hari.

Jika Alice tidak memberikan keluhan tentang kakinya, maka Dokter Firman tetap akan menghubunginya sekedar untuk berbicara hal lainnya. Dan mendengar pengalaman Alice setelah memakai kaki buatan itu.

Sejak sering melatih Alice berjalan, maka tanpa di sadari dokter tampan dengan rambut cokelat kemerahan itu tertarik dengan pasiennya sendiri.

Dia berusia tiga puluhan, namun masih lajang. Dan selama ini sibuk dengan tugas dan aktivitas kedokteran. Saat ini berfikir untuk sedikit memberi ruang pada diri sendiri dan mencari pendamping hidup.

"Mama, aku sudah menemukan calon pendamping yang mencuri perhatian ku," kata Dokter Firman melalui telepon ketika baru saja sampai di kota J.

Saat ini kapal pesiar sedang singgah di kota J.

"Siapa dia? Cepat bawa kemari, mama juga ingin melihatnya,"

"Nanti akan aku kirimkan fotonya ma, jika aku sudah bertemu dengannya," kata Dokter Firman.

"Love you ma," Dokter Firman dengan hati berbunga-bunga lalu menutup teleponnya.

Dia lalu menelpon seseorang, Alice.

"Dokter? Kau dimana?" Alice kaget saat menjawab panggilan telepon dari dokter Firman dengan latar belakang kapal pesiar dan pemandangan laut.

"Aku di dekatmu," Dokter Firman lalu memutar kameranya.

"Ya Tuhan. Ini di kapal pesiar. Apakah anda disini?"

"Ya segera temui aku di lobby hotel. Aku harus memeriksa kondisi kakimu," kata Dokter Firman beralasan dengan jenaka.

Alice segera menutup laptopnya, dan tersenyum. Tidak menyangka dokter yang merawatnya akan begitu baik padanya. Demi memeriksa dirinya bahkan dia datang dari tanah seberang.

Alice tergesa berjalan keluar akan menemui dokter Firman. Namun malah menabrak Stella yang sedang membawa jus buah dari restoran sebelah dan akan kekamarnya.

Bruuukkkk!

"Ohh maaf," Alice terkejut melihat jus tumpah di perut Stella.

"Tidak papa. Nanti akan aku bersihkan," Stella lalu membersihkan sebagian dengan tissue ditangannya.

Nyonya Shalma yang berjalan belakangan terkejut melihat perut menantunya terkena tumpahan jus. Bajunya basah dan perutnya yang bulat penuh terlihat sangat jelas.

"Maaf Tante, saya tidak sengaja,"

"Kau harus hati-hati saat berjalan. Bagaimana jika yang dia bawa adalah air panas. Anak kembarnya bisa celaka,"

Deg.

Berdesir hati Alice melihat kemarahan di sorot tajam mata Nyonya Shalma.

"Apakah Stella sedang mengandung bayi kembar?" bertanya dengan takjub namun juga terluka didalam hatinya.

"Ya. Stella sedang mengandung bayi kembar. Kami sangat memperhatikan kesehatan nya, karena dia sedang mengandung," berkata dengan sedikit judes. Karena dia sedang khawatir, melihat apa yang baru saja terjadi.

"Ohh, saya minta maaf," Alice tertegun melihat perhatian mamanya Vishal pada Stella dengan berlebihan.

Alice mengelus perut Stella dengan airmata menggenang di matanya. Bukan karena iri atau dengki. Bukan juga karena dia terluka ketika dimarahi oleh nyonya Shalma. Melainkan karena teringat akan dirinya sendiri dan kemungkinan bisa hamil seperti Stella.

"Kau pasti bahagia bisa hamil dan menjadi seorang ibu. Semua wanita menjadi sempurna setelah melahirkan. Tapi aku, aku cacat, aku mungkin menjadi salah satu wanita yang tidak bisa mendapatkan anugerah mengandung seperti dirimu," Alice berkata sambil mengelus perut Stella.

Hati Stella trenyuh mendengar ucapan Alice. Dia tahu persis rasanya seperti apa. Dua tahun menikah dan disudutkan oleh keluarga suaminya karena tidak kunjung hamil. Bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi.

Sekarang, hal yang sama juga tengah dirasakan Alice. Dia merasa tak berharga sebagai seorang wanita karena dia lumpuh. Dan ada ketakutan didalam benaknya jika dia tidak akan bisa hamil juga suatu hari nanti.

"Jangan berkata begitu. Aku yakin, suatu hari nanti, kau pasti akan merasakan kebahagiaan ini. Kau harus yakin," Stella berkata sambil tersenyum meyakinkan Alice agar jangan patah semangat dan menyalahkan diri sendiri.

"Stella ayo. Kau harus segera membersihkan bajunya. Nanti kau sakit. Ingat kau sedang mengandung," Nyonya Shalma lalu menggandeng Stella meninggalkan Alice yang terpaku menatap mereka berdua yang berlaku dari hadapannya.

Jelas sekali nyonya Shalma kesal dengan kecerobohan nya yang menabrak Stella yang sedang hamil.

"Kenapa aku ceroboh sekali?" Alice memukul tanganya pada pahanya sendiri.

Lalu, segera teringat pada Dokter Firman yang menunggunya di lobby hotel.

Dokter Firman berulang kali mengedarkan pandangannya, mencari sosok gadis bermata biru yang sedang dia tunggu.

Dokter Firman lalu berjalan kedekat lift. Saat itu, dia melihat Alice berjalan pelan mencari dirinya dengan memutar kepalanya kesegala arah.

"Dia akhirnya datang juga," berkata sambil tersenyum manis.

Dokter Firman lalu mendekati Alice dari arah belakang punggungnya. Alice masih mencari kesana kemari diantara bintang yang berlaku lalang.

"Ahh, biar aku telepon saja," Alice lalu menelpon dokter Firman. Dan Dokter Firman mengangkat panggilannya seraya berjalan dan berdiri tepat di punggung Alice.

"Kau dimana?" Alice bertanya dan matanya menatap lurus ke depan.

"Di belakangmu," seru Dokter Firman dengan senyum simpul.

Alice berbalik dan dokter Firman tepat berada dibelakangnya. Dia takjub dan hampir saja terjatuh karena posisi mereka yang terlalu dekat.

Dengan cekatan Dokter Firman menangkap Alice yang hampir terjatuh. Satu tanganya menopang tubuh Alice dan satu tangannya menyibakkan rambut Alice.

Mereka saling bertatapan dengan syahdu. Namun Alice segera bangun dan berdiri, menghindari tatapan dokter Firman.

Mereka berdiri berhadapan. Dokter Firman menatap gadis yang diam-diam mencuri hati nya.

"Kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit? Biar aku memeriksa nya," Dokter Firman menatap lembut wajah Alice yang pipinya merona merah karena malu.

"Tidak usah. Mari kita ke rumah saya,"

"Ohh, baiklah,"

Mereka lalu berjalan bersama naik lift ke ruang keluarga Alice.

Ruang keluarga Alice dan Stella bersebelahan. Dan jaraknya begitu dekat hanya dipisahkan oleh pembatas tembok. Sedangkan disamping kediaman Vishal adalah kantor Vi Sky.

Saat Alice akan masuk kerumahnya bersama dokter Firman, tanpa sengaja Vishal yang keluar dari kantor, melihatnya.

Vishal lalu menghentikan langkahnya, begitu juga ayahnya yang berada dibelakangnya.

"Alice, dengan siapa?" tanya Vishal. Dari belakang ada suara Tuan Samir.

"Ohh, itu sepertinya dokter Firman. Dia yang membuat Alice bisa berjalan dan melatihnya dengan sabar. Tidak disangka dokter Firman akan datang untuk menemuinya," kata Tuan Samir berdiri disamping sahabatnya Sanjaya.

"Benarkah?" Tuan Sanjaya sangat senang melihat hal itu, entah kenapa hatinya merasa seperti ada jalan keluar dari masalah yang menguras energi nya.

"Kita akan rapat sekarang?" tanya Tuan Samir pada sahabatnya yang malah seperti sedang berfikir.

"Baik. Ayo kita rapat sekarang," mereka lalu masuk keruangan lain dan rapat membahas kapal seri kedua yang akan di pesan untuk keluarga kelas menengah.

Didalam rapat, seperti ada energi positif dirasakan oleh Tuan Sanjaya hingga membuatnya sangat bersemangat. Melihat Alice bersama seorang pria yang bahkan datang hanya untuk mengetahui kondisinya, artinya pasti ada tujuan lain dari pria itu. Untuk apa datang mengunjungi pasien jika tidak ada tujuan lainnya, pikir Tuan Sanjaya.

1
angel
mantap
Aisyah Nabila
smoga endingnya bgus
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Novy Sary
suka,,,,menarik,,,,terharu,,,,senang pokoknya❤️❤️❤️❤️
Eva Jon
saya suka cerita ini,singkat dan jelas tidak berbelit belit.
Nur Adam
smgt untuk semua krya.thoor
Ike Kartika
tapi sella termasuk salah juga ya disini, masih istri org belom ketok palu jadi janda, ntah lah ceritanya kayanya seru terserah penulis aja, aku dukung
Wirda Lubis
lanjut
widia narsih
tidak ada kata lain untukmu...smangat ya thor💪💪💪💪
Mona Alya: terimakasih kak 🥰😘
total 1 replies
Winnie the pooh
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
widia narsih
smangaaaat.....lnjuuut aq menungguuuu
widia narsih
so sweet ceritanya
widia narsih
ayooo gaspool lanjuut...smangaaaat
RinNi
semoga ini awal kebahagianmu sesungguhnya alice..👍🏻👍🏻😘
Mona Alya: terimakasih atas dukungannya 🥰😘
total 1 replies
RinNi
lanjuut
widia narsih
cepat2 up lagi dan lagi aq menunggu😁😁
RinNi
semoga firman jodohnya alice👍🏻
RinNi
lanjuuut..
RinNi
semangat alice.. 👍🏻👍🏻👍🏻
RinNi
semoga kaki alice bisa sembuh dan alice menemukan pria yg benar" mencintainya..
(jgn jdikan alice jahat ya tor..)🙏👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!