NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:105.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Nadia, gadis cantik yang malang karena harus terjebak Pernikahan Tanpa Cinta dengan seorang lelaki bernama Devan.

Devan terpaksa menikahi Nadia untuk menebus kesalahannya yang telah menabrak orangtua Nadia sehingga menyebabkan mereka meninggal.

Akankah Nadia bertahan dengan Pernikahannya? karena akan ada orang ketiga yang hadir dalam pernikahan mereka berdua.

Baca Kisah selengkapnya dalam 'Pernikahan Tanpa Cinta'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 ( Rindu Terlarang )

Revan kini telah sampai di Amsterdam, dan dia langsung menghubungi Mama Mayang untuk memberitahukan kalau dia telah sampai.

📞"Assalamu'alaikum Nak," ucap Mama Mayang.

📞"Wa'alaikumsalam Ma. Ma Alhamdulillah Revan sudah sampai di Amsterdam," ujar Revan.

📞"Alhamdulillah, baik-baik di sana ya sayang, jangan lupa Shalat sama makan. Mama juga di sini lagi makan malam, apa Revan mau bicara sama Nadia?" tanya Mama Mayang.

Nadia begitu ingin bicara dengan Revan, matanya sudah terlihat berbinar pada saat mendengar suara Revan yang menelpon, karena Mama Mayang sengaja menyalakan loud speaker handphone nya.

📞"Tidak perlu Ma, Revan cape mau istirahat," jawab Revan, kemudian menutup telponnya setelah mengucapkan Salam.

Nadia terlihat kecewa dengan jawaban Revan, sampai akhirnya dia pamit terlebih dahulu ke dalam kamar tanpa menyelesaikan makannya yang masih setengah lagi.

"Ma, Pa, Nadia ke kamar dulu ya," ujar Nadia.

"Sayang, kenapa makannya gak dihabisin?" tanya Mama Mayang.

"Nadia sudah kenyang Ma," jawab Nadia, kemudian berlalu meninggalkan meja makan.

Devan yang melihat Nadia pergi pun memutuskan untuk mengikuti Nadia.

"Ma, Pak, Devan juga duluan ya," ucap Devan, kemudian berlari menyusul Nadia.

Kasihan Nadia, dia pasti merasa kecewa karena Revan tidak mau berbicara dengannya. Revan pasti sengaja menghindari Nadia supaya bisa segera melupakan rasa cintanya, ucap Mama Mayang dalam hati.

"Mama kenapa melamun terus?" tanya Papa Agung.

"Mama kasihan sama Nadia dan Revan Pa, mereka pasti tersiksa karena harus melupakan perasaan masing-masing."

"Sebagai orangtua kita tidak bisa berbuat apa-apa Ma, tapi Devan sepertinya sudah mulai menyukai Nadia, semoga saja sifat Devan bisa berubah dan melupakan perempuan murahan itu," ujar Papa Agung.

"Semoga saja Pa, tapi Mama merasa kasihan kepada Revan, karena dari kecil Revan selalu berkorban untuk Devan. Meskipun Revan bukan Anak kandung kita, tapi Mama sangat menyayanginya seperti menyayangi Devan Pa," ujar Mama Mayang.

Sungguh mulia sekali hatimu Ma, sangat berbeda dengan Surti yang tidak pernah menyayangi Revan, bahkan sejak kecil Surti selalu menyiksanya, batin Papa Agung.

Pada saat Nadia hendak menutup pintu kamarnya, tiba-tiba Devan menahan pintu dengan kakinya.

"Devan, kamu apa-apain sih, sana masuk kamar kamu," ujar Nadia.

"Memangnya gak boleh ya aku tidur sama istriku sendiri, kalau kamu ngusir aku, jangan salahkan aku jika aku membawamu ke dalam kamarku," ujar Devan.

"Kamu jangan macam-macam ya Devan, aku tidak akan pernah menganggap kamu sebagai Suamiku."

"Terserah, yang pasti aku akan terus berusaha untuk meluluhkan hatimu," ujar Devan dengan mendorong pintu, sehingga Nadia hampir terjatuh, beruntung Devan keburu menangkapnya.

Nadia dan Devan kini saling bertatap muka, dan Devan merasakan jantungnya berpacu dengan cepat, tapi tidak dengan Nadia yang sudah dipenuhi oleh kebencian.

"Kamu cantik sekali sayang," ucap Devan.

"Tapi di mataku kamu gak ada ganteng-gantengnya, malahan menurutku lebih gantengan orang utan," ujar Nadia dengan melepaskan diri dari pelukan Devan.

Devan yang dibandingkan dengan orang utan pun langsung berkaca.

"Mata kamu kelilipan ya Nadia, masa cowok ganteng begini kamu samain dengan orang utan," gumam Devan, tapi Nadia pura-pura tidur dan tidak menanggapi perkataan Devan.

"Pantesan aja diem, ternyata dia udah tidur, kesempatan nih," ujar Devan yang ikut berbaring, lalu memeluk Nadia.

Nadia yang belum tidur pun akhirnya bangun karena merasa risih dengan pelukan Devan.

"Siapa suruh kamu tidur di sini," ujar Nadia.

"Terus aku harus tidur dimana?"

"Tuh di sofa," ujar Nadia.

"Kalau aku tidak mau, memangnya kamu mau apa?" tanya Devan yang mendekatkan wajahnya, sontak saja Nadia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Aku mau berteriak kalau kamu mau mem*perkosaku," jawab Nadia.

"Kamu itu lucu sekali Nadia, masa Suami dibilang mem*perkosa istrinya, aku melakukannya pun Polisi gak bakalan menghukumku, yang ada mereka akan mentertawakanmu," ujar Devan, sehingga Nadia tidak berkutik.

"Awas saja kalau kamu berani macam-macam, aku bakalan aduin sama Mama," ancam Nadia.

"Aduin aja, aku gak takut. Paling Mama sama Papa nyuruh aku cepet-cepet bikin Cucu untuk mereka," ujar Devan, kemudian kembali memeluk tubuh Nadia.

"Dasar orang utan, gak ngerti bahasa manusia apa," ujar Nadia dengan terus bergerak sehingga membangunkan senjata Devan.

"Nadia, berhenti bergerak, kamu membangunkan senjataku. Apa kamu mau bertanggungjawab," ujar Devan sehingga membuat Nadia berhenti bergerak karena takut jika Devan berbuat nekad kepadanya.

"Gitu donk nurut, aku bakalan ngasih kamu waktu sampai kamu mencintaiku, dan dengan sukarela kamu menyerahkan harta yang paling berharga untukmu kepadaku," ujar Devan.

Dasar bodoh, kamu tidak tau saja kalau aku sudah memberikannya kepada lelaki yang aku cintai. Sebaiknya besok aku harus membeli obat tidur supaya Devan tidak menggangguku terus, ucap Nadia dalam hati kemudian mencoba memejamkan matanya.

Nadia terus saja teringat dengan Revan, sehingga dia tidak bisa tidur.

Aku tau jika perasaan ini salah, aku tau jika aku sudah berdosa karena masih mencintai lelaki lain padahal aku sudah menjadi seorang istri. Kak Revan, Nadia kangen, Apa Kak Revan juga merindukan Nadia, ucap Nadia dalam hati.

Di belahan bumi lain, Revan juga terus memikirkan Nadia.

Nadia, Kak. Revan kangen, padahal belum genap satu hari kita berpisah, tapi rasa rindu di hati Kakak sudah kian membuncah, ucap Revan dalam hati dengan terus memandangi fhoto Nadia.

Saat ini rasa rindu telah menyiksa dua orang insan yang sedang dimabuk asmara, kalau bisa memilih mereka berdua ingin perasaan cinta terlarang itu hilang. Akan tetapi, pada kenyataannya semakin hari perasaan cinta Nadia dan Revan semakin besar, meskipun mereka berdua terpisah oleh jarak dan waktu.

Saat ini Revan sudah satu bulan berada di Amsterdam, begitu juga rumah tangga Nadia dan Devan yang sudah berjalan satu bulan.

Devan terus berusaha untuk mengambil hati Nadia, tapi hati dan cinta Nadia masih milik Revan tanpa goyah sedikit pun, sampai akhirnya setiap malam Nadia mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Devan, sehingga Devan selalu tertidur pulas sebelum berhasil mendekati Nadia.

Pagi ini perut Nadia bergejolak hebat, sehingga dia berlari ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.

Devan yang sudah terbangun pun langsung menghampiri Nadia, kemudian memijit tengkuk leher Nadia.

"Sayang, sepertinya kamu hamil deh, tapi kapan kita bikinnya, kok aku bisa lupa ya," celetuk Devan sehingga dia mendapat pelototan dari Singa betina.

Aduh, sepertinya aku salah bicara. Bisa ngamuk nih Singa Betina, ucap Devan dalam hati.

Nadia kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali dia datang bulan, dan dia menutup mulutnya karena dia belum kembali datang bulan setelah dia dan Revan melakukan hubungan terlarang.

Apa aku hamil? waktu aku berhubungan dengan Kak Revan, aku baru selesai datang bulan, berarti aku sedang berada dalam masa subur. Aku harus merencanakan sesuatu supaya Devan mengira jika aku hamil Anak dia, batin Nadia.

1
falea sezi
gk bs nikah lah wong sepupu dket bgt lo kakak adek lo ortu mereka hadeh belajar lagi deh Thor satu kakek apalagi sepupu dr ayah yg sama2 laki laki g boleh woy kecuali sepupu yg kakak adeknya cwek cwok baru boleh hadeh
Rini Antika: oke, makasih 🤭
total 1 replies
falea sezi
tua bangka g sadar umur
falea sezi
semoga mayang tau kelakuan suaminya
falea sezi
bner ortu biarin pasangan kumpul kebo mending cerai dulu lahh bodoh
Patrick Khan
kan mereka sedara kak..tasya sm rendra
Patrick Khan: ok lah kak
total 2 replies
Patrick Khan
..wes kiamat kiamat .ajorrrrr😆😆😆😆😂
Patrick Khan
.wahhhh ada yg gk beres sm si bik surti
Rini Antika: makasih banyak, maaf kalau ceritanya tidak sebagus karya teman teman lain. aku masih harus banyak belajar lagi 🙏
total 3 replies
Jane
jangan2 bi surti mak nya devan lagi? hmmm /Sly/
Jane: siap 🫡😁
total 2 replies
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak 🙏
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
klo jodh pasti bersatu
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
10 vidio untuk novel ini🥰🥰🥰
Rini Antika: makasih banyak say, 🙏
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kasian🤧🤧🤧🤧
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kasian
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
mata gk liat liat
Rini Antika: makasih banyak dukungannya, 🤭
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kasian tapi dia masih muda banget masa nikah sih
Rini Antika: kirain km mau nikah muda juga, 🤭
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
hiks kasian
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
tau rasa gk tuh
Bunbun Oke
Alhamdulillah MM Mayang menyayangi 2 anak lelakinya walupunsdh tehu kebenarannya
Rini Antika: iya Kak. Makasih banyak Kak, sudah berkenan baca karya receh saya 🙏
total 1 replies
Bunbun Oke
Yesss buat mm Mayang
Yani Mulyani
lanjut tour,,kayak nya seru ni😘🥰
Rini Antika: makasih banyak Kak, Selamat membaca, Karya nya udah tamat ya..🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!