Kematian Sang ayah yang membuat gadis ini takut dengan kehilangan orang-orang yang di cintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syifa Mahaeswari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.16 Pertemuan Lauren dengan Yuda di Kota Malang
Lauren dengan terburu-buru menarik Yanti.
"Ada apa yo ren?"
"Oh enggak ko Yan.Kamu kenal ya sama cowok itu?"
"Mas Yuda??Ya kenal yo Ren.Dia itu anggota militer yang baik, sopan,ganteng lagi"ucap Yanti
"Ganteng?ganteng dari mana?Dia itu cowok enggak sopan,nyebelin tau Yan?”
"Memang nya kamu udah kenal yo sama mas Yuda?”
"Ya enggak kenal-kenal banget sih,cuma aku pernah ketemu sama itu cowok dia kurang ajar gitu sama aku,Yan!Kamu harus hati-hati"
"Masa iya sih"
Mereka telah sampai rumah,makanan sudah siap tersaji.Lauren dan Yanti bergegas untuk membersihkan badan mereka.
"Gimana non?apa enggak cape non Lauren bantuin si Yanti"
"Ya enggak lah mbok,justru aku seneng mbok karena tadi aku di ajarin Yanti untuk metik teh,terus manen buah apel di kebun mbok.Itu kebun mbok yah?"
"Iya non,itu kebun peninggalan suami mbok.Dulu waktu dia masih hidup seneng banget berkebun dan kebun itu dia tanami buah-buahan"
"Itu banyak banget hasil panen nya mbok"
"Padahal kalo Yanti malas ya udah pada busuk juga tidak ada yang ambilin non"
"Oya mak,tadi ada mas Yuda Mak?Untung aja Lauren tadi di selametin sama mas Yuda"
"Lah memang nya non Lauren kenapa?"
Tadi Mak,Lauren hampir saja jatuh dari tangga.Ternyata tangga yang di pijak Lauren udah rapuh ya Mak.Untungnya dengan sigapnya, sat..set...sat...set...mas Yuda nangkep Lauren Mak "
"Ya ampun untung yo ada mas Yuda nolongin non Lauren,lah kalau enggak ada Mas Yuda piye ki non Lauren?"
"Iya mbok"jawab Lauren.
"Mas Yuda disini jadi idaman para wanita non.Udah baik,ganteng lagi"ucap mbok sumi.
"Bukan Mamah aja yang bilang begitu,kenapa semua orang bilang dia ganteng sih"gumamnya.
Selesai makan Lauren membantu Yanti untuk membereskan sisa makanan dan piring yang kotor.Hari sudah mulai malam,Yanti disuruh oleh mbok Sumi untuk mengantarkan makanan ke rumah Kakak nya.
Lauren sedang berada dikamarnya sedang membaca buku,Yanti mengajak Lauren untuk ke rumah kakak nya.Lauren dengan senang hati ikut dengan Yanti.
Udara sudah terasa dingin,Lauren mengambil sweter nya.Perkampungan teramat sepi mereka berjalan menyusuri desa.Di tengah perjalanan Yanti dan Lauren bertemu Yuda di warung bersama para bapak-bapak.Yanti menghentikan langkah nya dan menghampiri Yuda.
"Tunggu ya Ren"
Lauren menunggu Yanti yang menghampiri Yuda dan memberikan sekantong kresek buah apel untuk Yuda.Seketika Yuda melirik ke arah Lauren.Lauren memalingkan wajahnya,Yanti mengajak Lauren untuk melanjutkan perjalanan nya.
"Mas Yuda itu disini yang menggerakkan bapak-bapak disini agar lahan mereka yang terbengkalai bisa di tanamin bunga-bunga yang indah loh,Ren.Bunga itu dia suplay kan ke toko bunga milik teman nya.Jadi lahan disini tidak hanya untuk kebun teh,dan apel saja.Bahkan sudah ada tempat mereka yang dijadikan tempat wisata taman bunga.Perekonomian di desa ini jadi lebih hidup dan maju tidak seperti dulu"
"Berarti dia berjasa juga di desa ini ya Yan"
"Iya Ren,uakeh jasa dia disini.Udah sampe ini Ren,mbak...mbak...!"Sahut Yanti memanggil kakaknya.
"Opo yo Yan?Iki mbak,dari emakmu"
"opo kui Yan?"
"Sayuran lan ki tadi aku panen apel di kebun.Ya udah lah ya mba,aku tak pamit disit Yo?”
Lauren dan Yanti pamit untuk pulang.Diperjalanan Yanti menunjukan ke Lauren bukit jika dilihat malam hari.Lauren yang tercengang meski gelap tapi banyak kunang-kunang terbang yang menyinari sehingga bukit terlihat lebih indah.
"Bagus banget ya Yan?Sumpah aku enggak nyesel dateng kesini.Perjalanan kita yang jauh tadi terbayar sudah liat keindahan seperti ini"ucap nya.
"Ya udah yuk pulang, Ren.Takutnya si mbok khawatir kita kelamaan"
Disepanjang perjalanan mereka tetap mengobrol hingga sampai di rumah mbok Sumi.Hari sudah mulai larut,Lauren memutuskan untuk beristirahat.Dia berniat untuk bangun pagi dan dia ingin melukis pemandangan di kebun yang dilihatnya tadi pagi bersama Yanti.
Hari mulai pagi suara burung-burung bernyanyi.Lauren membuka jendela kamarnya, daun dan pepohonan basah berembun.Matahari menampakan cahaya nya.
"Pagi non?"
"Pagi mbok,Yanti mana mbok?"
"Oh...dia sudah berangkat ke kebun teh non,tadi mau ngebangunin non Lauren katanya kasihan tidurnya pules banget"
"Ya ampun...iya nih mbok semalem aku tidur enak banget mungkin kecapean kali ya mbok.Ya udah aku mau mandi dulu mbok,aku pengin ke kebun teh,aku ingin melukis para petani teh disana mbok"
Lauren pergi untuk membersihkan tubuhnya dan mempersiapkan diri untuk ke perkebunan teh.Lauren berjalan sendiri menuju perkebunan.Meski matahari sangat cerah tetapi udara masih terasa sejuk.Hijau dedaunan dan pepohonan cerah benderang,gunung dan bukit indah untuk dipandang.
Lauren dari jauh mencari tempat yang pas untuk melukis.Dia melukis di atas tebing agar dia bisa melihat jelas para petani yang sedang memetik daun teh,dengan pemandangan yang indah dan pegunungan yang nampak.Dia mempersiapkan alat-alat lukis nya.
Seseorang mengalihkan pandangan Lauren,dari jauh dia melihat Yuda yang sedang digoda para ibu dan wanita di kebun.
"Tuh cowok cari perhatian aja sih sama cewek-cewek dasar cowok brengsek"gumamnya.
Lauren sangat asik melukis,tanpa ia sadari ada seorang pria mengamati nya,dia berada tepat di belakang Lauren.Pria itu sedang mabuk,dia bertubuh besar bertato dan berambut gondrong.Lauren merasa bahwa ada yang mengamati nya dari belakang,sontak Lauren kaget melihat ada seorang pria yang berada tepat dibelakang nya.
"Hai cantik lagi ngapain disini?”
Wajahnya berkeringat,Lauren hanya terdiam.Pria itu hendak mendekati Lauren,dia hanya bisa sedikit memundurkan tubuh nya karena di belakang Lauren jurang dimana jika dia salah langkah,dia bisa jatuh ke bawah tebing.Dia menggeser kan tubuhnya,pria tersebut semakin mendekati Lauren.
Saat pria tersebut hendak merangkul Lauren,dari belakang punggung pria tersebut Yuda sudah menarik pria tersebut hingga tersungkur.Dengan badan nya yang sempoyongan dia hendak memukul Yuda,tetapi dengan sigap Yuda menangkis pukulan nya dan Yuda memutar tangan pria tersebut ke belakang punggung nya.Yuda meminta Lauren membuka sweternya untuk mengikat kedua tangan pria mabuk ini.
Yuda mengajak Lauren untuk pergi dari tempat tersebut dan Yuda akan membawa pria mabuk itu kepada Kepala Desa agar pria mabuk ini mendapatkan pelajaran dan tidak membahayakan wanita yang lain di desa ini.
Lauren mengikuti Yuda ke rumah Kepala Desa.Lauren dengan wajah yang pucat,mata nya berkaca-kaca, bibirnya gemetar dia duduk di depan teras rumah Kepala Desa.
"Nih"ucap Yuda sambil menyodorkan teh hangat kepada Lauren.
"Terima kasih"Lauren mengambil teh hangat itu,tangan nya masih gemetaran.
Yuda melepaskan jaketnya dan memakaikan nya di tubuh Lauren.
"Sudah enggak apa-apa,kalau bisa kamu itu kan tidak tahu tempat ini,jika kamu mau kemana-mana minta antar Yanti saja"ucap Yuda.
Lauren hanya terdiam dan menyeruput teh hangat yang diberikan Yuda.
"Biar aku antarkan kamu pulang"
Yuda mengantarkan Lauren pulang ke rumah Yanti.Di perjalanan Yuda hanya berani berjalan di belakang Lauren.
"Kamu sedang apa?"
"Hah...apa?!"
"Tadi kamu sedang apa disitu?kenapa tiba-tiba kamu dateng”
"Sebenarnya dari bawah aku tadi lihat kamu,dari ibu-ibu petani di bawah bercerita bahwa disini sedang tidak aman,karena banyak anak-anak gadis mereka di ganggu oleh pria pemabuk dan hendak memperkosa mereka.Saat aku lihat kamu diatas,tujuan ku untuk mengingatkan kamu.Ternyata saat aku lihat si pria itu sudah mengintai kamu dari tadi"
..."Wait the next story"...