Alex patah hati karena wanita yang ia incar ternyata lebih memilih rival bisnisnya. Membuat pria ini putus asa dan memilih melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman keras.
Dalam keadaan terpuruk, tak sengaja Alex bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan wanita yang ia sukai.
Sayangnya kesalahpahaman sering terjadi di antara mereka. Meski begitu, tak dipungkiri bahwa Alex sebenarnya juga menyukai gadis itu.
Akankah Alex mampu merebut hati si gadis penolong? Ataukah malah menghindarinya gara-gara gadis itu berwajah mirip dengan wanita yang dia suka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diserang
Emma terkejut ketika memasuki gedung pernikahan itu. Karena tanpa ia tahu, ternyata yang menikah saat ini adalah dia, Kanaya. Anak pertama dari istri pertama ayahnya.
"Wait!" pinta Emma, Tiba-tiba menarik tangan Alex.
"Ada apa?" tanya Alex, merasa aneh.
"Ini kawinan nya siapa? Kanaya?" tanya Emma.
"Ya... kok kamu tahu? kamu kenal dia?" Alex terlihat shock.
"Maaf, Pak. Aku ga bisa ikut masuk. Bukan aku takut sama mereka, tapi mereka pasti menghujat ku. Aku nggak mau bikin keributan di hari bahagia mereka!" jawab Emma jujur.
"Menciptakan keributan, maksudnya?" Alex semakin penasaran.
"Haruskah aku katakan?" tanya Emma takut.
"Ya... supaya aku paham!"
"Apakah, Bapak, akan menertawakan aku?" Emma menatap takut.
"Tentu saja tidak, Em. Kenapa aku mesti ngetawain kamu. Cepat katakan. Aku nggak pa-pa, kok!"
"Baiklah.. tapi janji nggak ketawain ya!"
"Iya, cepat.. coba katakan!"
"Sebenernya aku adalah bagian dari mereka. Tapi, tidak diakui. Alias ibuku dan aku di buang. Kami tidak diakui!" jawab Emma jujur.
"Bagian dari mereka? Sebentar! Jadi kamu adeknya Kanaya atau kakaknya?" tanya Alex penasaran.
"Aku adeknya. Kami cuma beda satu tahun. Aku dan Kanaya satu ayah, beda ibu. Aku tahu ibuku salah. Ibuku terjerat cinta dengan pria beristri. Itu sebabnya mereka menghujatku. Makanya, aku minta maaf. Aku nggak bisa ikut kamu masuk ke dalam," ucap Emma, takut.
"Oke, aku paham. Kamu tenang saja. Ada aku. Mereka nggak akan berani ngapa-ngapain kamu. Yang penting kamu jangan lepaskan genggaman tanganmu. Ingat, di sini kita adalah sepasang kekasih. Apapun yang terjadi, kita harus saling bela. Oke!" ucap Alex.
Emma mengangguk mengerti, kemudian ia pun kembali menggandeng tangan Alex mesra, seperti sepasang kekasih sungguhan.
Tak menunggu waktu lagi, mereka pun bergandengan masuk ke dalam ruang di mana pesta pernikahan digelar.
Tampak di sana kedua mempelai tersenyum bahagia. Namun tidak dengan kedua orang tua Kanaya dan beberapa kerabat yang tahu siapa yang datang ke acara pernikahan ini.
"Ih, ngapain anak haram itu datang ke sini, cihhh.. Menjijikkan sekali!" ucap Ibu dari Kanaya.
"Pa, kenapa papa undang anak sialan itu? Pap sengaja melukai perasaan Mama. Papa sengaja ingin mempermalukan mama?" tanya wanita itu lagi.
"Tidak, Ma. Mana mungkin Papa begitu. Lagian Papa juga nggak ngundang dia. Tanya saja sama Kanaya, mungkin dia yang ngundang!" Jawab Pria paruh baya itu.
Sepertinya wanita itu tidak percaya dengan ucapan sang suami, dengan penuh amarah dia pun langsung berjalan ke arah Emma dan menampar gadis itu.
"Ahhhhgghhh... " pekik Emma sakit, terkejut, malu.
"Apa-apaan ini. Kenapa anda menampar calon istri saya?" bentak Alex kesal.
"Dia.. dia calon istrimu? kamu buta ya, dia ini anak pelacur!" balas Wanita paruh baya itu.
"Anda jangan sembarangan kalo ngomong ya? Mana buktinya kalo ibu dia pelacur? Sebaiknya anda jaga etika, kalo tidak saya akan membuat malu keluarga anda. Di sini saya tamu, tapi anda sama sekali tidak bisa menghargai tamu!" serang Alex tak mau kalah.
"Pergi! Bawa calon istri murahanmu ini keluar. Dasar gila!" usir wanita itu lagi.
"Tanpa anda suruh, saya juga akan pergi. Anda pikir saya sudi datang ke pesta murahan seperti ini. Andai saya tahu jika anda begitu congkak dan tidak punya harga diri, saya pun tak sudi datang. Ingat itu!" balas Alex, tak mau kalah.
Wanita itu tampak meremas jari jemarinya kesal. Masih ingin menyerang Emma. Namun dengan cepat Alex membawa Emma pergi.
"Ayo, Sayang. Kita pergi. Kita tinggalkan pesta jelek ini!" ucap Alex, sengaja mengeraskan suaranya agar semua orang dengar dan suasana semakin panas. Terlebih untuk Steven yang kini sedang menahan amarah ingin menyerangnya.
Alex membopong Emma dan meminta gadisnya itu menyembunyikan wajah di dadanya. Agar rasa malu yang ia rasakan sedikit mereda. Meski tidak semuanya. Setidaknya tidak semua orang mengetahui wajah aslinya.
Di dalam mobil milik Alex.
"Sudah ku bilang, sebaiknya aku nggak usah masuk. Tapi kamu memaksa. Lihatlah sekarang, kamu malu karenaku kan?" ucap Emma dalam isak tangisnya.
"Tidak, Em, jangan bicara begitu. Justru aku puas karena bisa membalas mereka. Selama ini mereka juga sering merendahkan ku. Aku sudah lelah diam. Aku ingin membalas mereka juga, Em. Sudah jangan nangis, its oke!" ucap Alex sembari memeluk wanita yang kini sedang dilanda duka ini.
Emma menuruti keinginan Alex untuk diam. Namun jika boleh jujur ia semakin membenci ayahnya karena selalu membuatkan dirinya dihina oleh orang-orang itu. Emma benci pada pria itu karena baginya pria itu adalah pecundang.
Bersambung
kog malah muncul masalah baru,...
lanjut crazy up gtu kak😊