Tidak pernah terbayang kan jika wanita yang beberapa hari ini aku kenal dan aku suka adalah sosok hantu yang gentayangan.
Bagaimana akhir hidupnya dulu, hingga ia menjadi sesosok hantu yang bergentayangan?
Warning!
Isi nya hanya ke haluan dari author gabut 😊 no komen julid nyelekit 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke luar roh Melati
...👻👻👻...
"Melati, Melati, kau di mana sayang? Melati?" Baskoro berjalan mendekati pohon besar saat cahaya lampu senternya mendapati apa yang ia cari.
Grap.
Baskoro menarik pergelangan tangan Melati dengan paksa, "Mau ke mana kau heh! Mau coba coba lari dari ku?" Ucap Baskoro dengan penuh penekanan.
"Aku tidak mau, lepas!" Melati meronta ronta melepaskannn tangannya dari genggamannn Baskoro.
"Kau harus ikut dengan ku Melati!" Bentak Baskoro ia menaruh hapenya ke dalam saku celananya dan menarikkk paksaaa Melati untuk masuk ke dalam mobil.
Aku tidak bisa seperti ini terus. Melati menggigitttt tangan Baskoro dan ia pun mengerang kesakitan.
"Emmmmh sialannnn kau, wanita jalangggg!" Baskoro mengibas kibaskan tangannya yang di gigit Melati dengan kencang hingga membuatnya berdarah.
Melati berlari dan terpojok pada pembatas jalan.
"Ayo ikut dengan ku Melati!" Baskoro mengulurkan tangannya pada Melati.
"Aku tidak mau ikut dengan mu, lebih baik aku mati dari pada harus ikut dengan mu." Melati histeris di saat itu Baskoro menarik tangan Melati menjauh dari pembatas jalan.
"Lepaskannn tangan ku, Tuan... kau jahattt!" Melati menarik dirinya dari Baskoro, tarik menarik pun tidak bisa terhindarkan lagi.
Baskoro menatap tajam pada Melati, aku harus berhasil membawa mu Melati, kau itu tambang emas ku!
"Lepaskan tangan ku!" Melati menghempaskan tangan Baskoro dengan kencang hingga membuatnya terlepas dari genggaman pria itu namun sayangnya tubuh Melati terlempar ke luar dari pagar pembatas dan jatuh ke jurang.
"Aaaaaaaaaaakkh."
"Melatiiiiii, kau bodoh Melati... kau wanita paling bodoh!" Gerutu Baskoro dengan kesal.
Baskoro yang di liputi rasa kesal pun menyusuri jurang itu dengan berjalan kaki.
"Jika aku tidak bisa membawa mu hidup hidup, kau harus matiii di tangan ku... Melati!" Geram Baskoro dengan tangan yang mengepal, matanya memburu mencari keberadaan Melati.
Dengan mudah Baskoro menemukan tubuh Melati yang tersangkut di pohon, rupanya Baskoro memiliki kodam jahat dalam dirinya. Hingga dirinya di kuasai kodam jahat tersebut tanpa ia sadari.
Baskoro menyeringai mendapati Melati yang merintih kesakitakan karena tubuhnya yang terlempar jatuh dan kini tersangkut di pohon.
"Kau tidak akan pernah bisa lari dari ku, Melati! Ingat itu!" Kodam dalam diri Baskoro menunjukan jati dirinya pada Melati yang tengah kesakitan.
Kodam yang di miliki Baskoro adalah sesosok mahluk halus yang menyerupai manusia mirip kera bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya di tutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Dengan mata merah menyala dan kuku panjang yang berwarna hitam.
"Emmmh, si- si- siapa kamu? Uuuuhhg perut ku sakit sekali." Rintih Melati.
Sosok itu menarik kaki Melati namun Melati berpegangan pada pohon itu.
"Tidak, lepaskan aku!" Melati menggerak gerakkan kakinya yang di tarik.
"Kau akan menjadi milik ku jika Tuan ku saja bisa memiliki mu, aku pun bisa, apa lagi tempat ini adalah wilayah kekuasaan ku!" Sosok itu menyeringai, sosok Buto yang menyeramkan tampak di depan mata Melati.
"Tidak, aku tidak mau... pergi kau!" Melati merasakan ada rembasan hangat yang ke luar dari tubuhnya membuat perutnya seakan di tusuk, tulang yang ada pada tubuhnya seakan patah di saat yang bersama sosok Buto menusukkan senjatanya pada tubuh Melati membuat Melati seakan tersiksaaa dengan apa yang di lakukan sosok itu padanya.
"Kau jahat, kau kejam." Ke dua tangan Melati meremasss pakaian yang ia kenakan menahan sakit yang teramat.
"Ingat itu baik baik, kau tidak akan pernah melupakannya sayang!" Sosok Buto melepaskannn senjatanyaaa dari tubuh Melati.
Di saat itu pula Melati memejam kan matanya dan sepersekian detik kemudian ke luar roh Melati dari tubuhnya yang kini tidak berdaya.
Melati tampak bingung melihat dirinya yang tengah diam membisu dengan mata yang terpejam, "Melati, apa yang sedang kau laku kan, Melati ayo bangun... kau harus bisa pergi dari sini, pergi sejauh mungkin dari pria brengsekkk ini." Seru roh Melati pada tubuh Melati yang tidak lagi bernyawa.
"Melati, ayo bangun Melati!" Serunya kembali dengan tangan yang mencoba membangunkan tubuh Melati.
Namun sayangnya roh Melati seakan menyentuh angin, ia tidak bisa menyentuh tubuh Melati, jangankan untuk menyentuh, untuk menyadari dirinya adalah roh saja ia belum bisa.
Dari belakang Melati suara yang sangat Melati rindukan akhirnya dapat ia dengar kembali.
"Melati sayang, Melati putri ku!" Suara ibunya Melati.
Melati menoleh, "Ibu? Ayah? Kalian di sini?" Melati menghambur memeluk ke dua orang yang sangat Melati rindukan semasa hidup.
"Iya, ini kami, nak... maaf kan ayah nak... ayah tidak bisa melindungi mu!" Ujar pria paruh baya, ayah Melati.
Melati menatap ayahnya, "Ayah bicara apa? Aku sangat senang akhirnya kita bisa berkumpul." Ujar Melati dengan riang.
"Melati." Sang ibu memeluk roh Melati dengan erat, "Sabar ya sayang... kau tidak lagi seorang manusia, nak!" Oceh wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibunya Melati.
Melati mengendur kan pelukannya, "Ibu bicara apa? Ini aku ibu, putri mu bu... kita ini masih hidup, kalian masih hidup." Melati menangis, tidak ingin mempercayai pada yang ia lihat.
Ke dua orang tua Melati juga sudah tidak lagi bernyawa, makanya mereka bisa saling melihat dan menyentuh.
"Melati, kau lihat wanita itu?" Raga Melati menunjukkan pada tubuh Melati yang terbujur di tanah dalsm keadaan yang mengenaskannn.
Melati tercengang, "Bu, di- dia a- a- adalah a- aku?" Tanya Melati pada ibunya dengan menatap nanar.
"Itu benar diri mu, nak... roh mu telah ke luar dari raga mu, kini kau bukan lagi seorang manusia nak." Ujar sang ayah.
"Nak, kau harus terima keadaan mu, ini sudah suratan takdir hidup mu nak." Ujar sang ayah dengan mengeluskannn tangannya pada punggung Melati.
"Kalian bohong! Aku masih hidup ayah, ibu! Ibu, ibu aku masih hidup!" Melati histeris, "Aaaaaaaaaaaakh, aku masih hiduuuuuuuup." Teriak Melati sekencang kencangnya.
"Percuma kau berteriak, dasarrr bodoh!" Buto muncul di hadapan Melati yang lantas membuat ke dua orang tua Melati menghilang dalam sekejap.
"Ayah, ibu... kalian di mana? Jangan tinggalkan aku lagi, ayahhhhh, ibuuuu tolong bawa serta aku, aku lelah tanpa mu, ayah." Gumam Melati dengan menoleh ke beberapa penjuru mencari keberadaan orang tuanya.
"Ayaaaah, ibuuuuu."
"Heh hantu bodohhhh, percuma kau berteriak memanggil orang tua mu, mereka tidak akan berani menghampiri mu." oceh Buto.
"Apa maksud mu? Pergi kau dari sini! Aku tidak ingin melihat mu!" Melati mengusir sosok Buto yang ada di depannya.
"Lihat lah ini, kau pasti akan percaya."
Melati di perlihatkan oleh Buto seakan Melati tengah menonton kejadian yang di putar ulang lagi bagai mana dirinya bisa ke luar meninggalkan tubuhnya.
Melati membekappp mulutnya sendiri melihat apa yang baru saja menimpanya.
Melati menggeleng gelengkan kepala nya, "Kau benar benar jahat, kau kejam! Kau tega membuat ku seperti ini!" Seru Melati dengan tangan yang mengepal dan memukul mukul Buto dengan ukuran tubuh yang sama dengan dirinya kini.
bersambung...
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Jangan lupa jempol nya ya 🤭
Janga lupa komentarnya buat pemasukan ide untuk author gabut 🤭
-Traces Of The Sun