NovelToon NovelToon
AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / CEO / Kriminal / Selingkuh / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Murni / Masuk ke dalam novel / Tamat
Popularitas:65.8k
Nilai: 5
Nama Author: arthiagucia

Agreta Sinovas, gadis muda cantik yang menikah dengan Patria seorang CEO, pengusaha muda yang tampan dan sukses. Rumah tangga yang awalnya bahagia hampir runtuh karena orang ketiga. Agreta kehilangan anaknya sebelum dilahirkan. Mampukah Agreta bertahan?
Agreta pernah patah hati dikarenakan tunangannya kedapatan berselingkuh. Karena takut mengalaminya kembali, untuk itu dia memilih untuk menutup hatinya.
Patria jatuh cinta pada Agreta pada pandangan pertama. Tak mudah bagi Patria untuk meluluhkan hatinya Agreta. Dengan di bantu oleh sahabatnya Agreta, Patria bisa mendapatkan cinta Agreta. Dan akhirnya mereka berdua pernikahan yang bahagia itu hampir kandas setelah munculnya orang ketiga. Fitnah yang tiada henti di tujukan kepada Agreta, membuat Agreta menderita sampai kehilangan anaknya yang masih ada dalam kandungannya. Mampukah Agreta memaafkan Patria?? dan akankah rumah tangga mereka terselamatkan?
Silahkan simak cerita selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arthiagucia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 KECEWA ANGGIE

Setelah menyerahkan handphone kepada Anggie untuk di chas Patria pun langsung menuju ke kamarnya dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi tentunya.

  Anggie langsung mencolok kan kabel Chasan ke handphone Patria.

Memang handphone Patria mati total karena kehabisan baterai.

  Anggie duduk  manis menunggu Patria selesai mandi.tapi itu tidak berlangsung lama.ada yang mengusik hatinya.

Di pandangnya handphone Patria,ada rasa penasaran tentang isi handphone tersebut.Dengan langkah kaki setengah berjinjit Anggie menghampiri handphone tersebut.fengan sangat hati-hati dan jantung berdebar kencang Anggie memberanikan diri membuka handphone Patria.

Dan...

Handphone Patria berhasil di buka karena handphone tidak memiliki kunci keamanan.jadi dengan bebas Anggie bisa mengotak-atik isi handphone tersebut. Ada banyak pesan yang masuk terutama dari nama mbo Nem (rumah). tanpa pikir panjang Anggie langsung menghapus isi pesan tersebut sebelum di baca. Tak sampai di situ aja Anggie pun mengecek kontak telepon masuk sekali lagi Anggie langsung menghapus panggilan dengan nama yang sama . "Mbo Nem rumah"

    Setelah selesai melakukan aksinya Anggie langsung mematikan handphone tersebut untuk menutupi kecurigaan Anggie kembali duduk tenang tapi tidak dengan hatinya yang sedang ikut lomba lari dak dik duk ser, takut aksinya di ketahui oleh Patria.

Setelah beberapa lama kemudian Patria keluarga dari kamarnya dengan tubuhnya yang lebih segar dan wangi tentunya. Patria hanya menggunakan celana pendek selutut berwarna hitam dipadupadankan dengan kaos berwarna cream.membuat Patria semakin keren.

  Waktu menunjukkan jam makan siang.jam 11:30. "Mau makan siang nggak?" tanya Anggie.

"Ayo!, Aku juga udah mulai lapar." ujar Patria. "Makan di luar yuk." ajak Anggie

"Aku masih cape,badanku masih terasa pegal habis nyetir jauh." jawab Patria. "Kamu bisa masak nggak?" timpal Patria lagi. "Aku pesan makanan online aja ya." usul Anggie.Karena sesungguhnya Anggie memang tidak bisa memasak. "Ya sudah kamu pesan apa aja aku yang bayar." Patria menyetujui usulan Anggie.

 . Anggie pun dengan senang hati memesan makanan kesukaannya.tak lupa Anggie juga mesan makan yang di inginkan oleh Patria.

  Setengah jam kemudian pesan mereka pun datang. Patria dan  Anggie menikmati makan siang mereka dengan lahap. Setelah menyelesaikan makan siang.Patria dan Anggie duduk ngobrol di ruang tamu.

Setelah obrolan mereka selesai ada rasa jenuh yang di rasakan Anggie.Ia bosan hanya duduk diam dalam ruangan besar itu.Apa lagi di dinding ruangan itu masih terpajang sebuah pigura foto pernikahan Patria dan Agreta. Foto pernikahan mereka masih setia menggantung di dinding apartemen itu. Dan bukan hanya foto pernikahan itu aja yang mengisi dan menghiasi ruang tersebut masih ada bingkai -bingkai yang berukuran kecil masih menghiasi lemari kaca miliki Patria. Senyum bahagia Agreta dan Patria saling berpelukan tergambar jelas dari setiap foto tersebut dan hal itu membuat Anggie jengah dan merasa tak nyaman.

Ada rasa iri dan benci dalam hatinya.

Namun hal ini di tutup rapat dalam hatinya, karena Anggie tidak ingin Patria tahu niat hatinya. "Pat jalan yuk,kemana kek." ajak Anggie, karena sudah mulai bosan berdiam diri dalam apartemen Patria. "Aku masih cape Anggie,aku malas keluar.,aku masih ingin istirahat." Patria menolak ajakan Anggie dengan alasan lelah. Anggie yang mendapatkan penolakan itu sedikit kesal.tapi ia menyembunyikan rasa itu dalam hatinya. "Ya udah kamu istirahat dulu,nanti malam kamu temenin aku ke tempat biasa ya."  Maksud adalah club malam." usul Anggie lagi masih dengan mengajak Patria untuk keluar dari apartemen. "Aku juga rasa nggak bisa Anggie.Besok kerjaan ku di kantor pasti menumpuk." ujar Patria.

"Saat ini aku benar-benar ingin istirahat biar besok badanku benar-benar fit untuk kerja." tolak Patria lagi dengan penjelasan panjang. Terang saja Anggie yang mendapatkan dua kali penolakan oleh Patria sangat kesal dan kecewa.

Sudah menunggu selama dua jam di lobby berharap Patria bisa mengajak nya jalan justru sebaliknya ajakan nya di tolak mentah-mentah oleh Patria.

Tapi Anggie tidak menunjukkan rasa kesalnya itu sekali lagi rasa  kecewanya di simpan dalam hatinya.

Dengan senyum palsunya Anggie berkata. "Ok kamu istirahat aja yang banyak,biar kamu fit buat kerja besok. Aku ngerti kamu kecapean." Anggie berucap seolah menerima penolakan dari Patria.

  Waktu terasa panjang dan membosankan untuk Anggie yang tetap berada di apartemen Patria.Anggie masih betah bersama dengan Patria tapi tidak dengan kakinya yang sudah jenuh berdiam diri tidak melakukan kegiatan apapun selain duduk

  Matahari hari mulai tenggelam jam sudah menunjukan pukul 17:27 sore hari.Anggie tak beranjak juga dari Apartemen Patria. Patria mulai merasa tak nyaman Anggie berlama-lama di Apartemennya.

"Anggie ini sudah sore  kamu belum mau  pulang dulu.?" ujar Patria mengusulkan.Setengah mengusir lebih tepatnya. "Kamu ngusir aku ya Pat?" ujar Anggie yang sedikit tersinggung karena merasa di usir. "Bukan gitu ,tapi nggak  baik juga kamu terlalu lama di sini, apa lagi sampai menginap.Apa nanti kata tetangga." Patria beralasan.

"Baiklah aku mengerti kalo itu alasannya kamu." jawab Anggie dengan nada kecewa, padahal Anggie sudah berharap bisa menikmati malam bersama Patria.tapi keinginan itu hanya dalam angannya saja. 

 Bukan hanya hatinya yang tak rela untuk pergi meninggalkan apartemen Patria kakinya pun ikutan merasa berat untuk melangkah.

"Tapi nanti kalo kamu udah nggak sibuk, kamu janji ajak aku jalan-jalan ya.Shoping gitu." usul Anggie meminta supaya Patria berjanji. "Baiklah aku janji, kalo kerjaan di kantor sudah beres aku ajak kamu shoping." Patria berjanji setengah hati.

  Setelah berpamitan pulang dengan Patria. Anggie segera pergi meninggalkan apartemen Patria.Anggie  dengan hatinya yang sakit dan marah.hari ini tiga keinginannya tidak terwujud.dua kali ajakannya di tolak mentah-mentah oleh Patria dan secara tidak langsung dia  juga di usir oleh  Patria.Jengkelnya Anggie bukan kepalang.tapi Anggie tetap berusaha bersikap manis dan menjadi wanita yang pengertian.terpaksa mengerti karena keadaan. Anggie yakin sebentar lagi Patria pasti menjadi miliknya.

Hanya tinggal bersabar sedikit lagi.

  Setelah Anggie pergi Patria kembali dengan rasa sepinya.Patria melangkah menghampiri sebuah foto berukuran kecil yang terpajang di salah satu sudut meja ruang itu. Patria memandangnya dengan tatapan rindu .Foto itu adalah gambar dari wajah Agreta sang istri yang sedang tersenyum bahagia.Patria keluar menuju teras tempat tinggalnya kini lebih tepatnya Patria berada di area balkon apartemennya.

  Angin malam mulai menghembuskan hawa dinginnya.tapi Patria menikmati rasa itu. Patria meletakkan foto Agreta di dadanya mendekap erat seolah sedang memeluk sang istri dengan erat.

"Aku merindukan mu Geta" ucap lirih Patria dalam hatinya.

"Apakah kamu juga merindukan ku." Patria bergumam dengan nada sendu.

"Apa yang sedang kamu lakukan saat ini?" Patria bertanya dalam hatinya.

Bersambung

1
Flora Evi
👍
Ruzita Ismail
Luar biasa
martina melati
satu persatu awalny teman, sohib sampe akhirny putus hubungan (uncommunication) itu yg dialami saya pribadi.
martina melati
adakah pertemanan spt itu???
dlm novel ato drama saja kykny... maaf, bukan persimis thor!
martina melati
bukanny dion thor???
gio kn mantan tunangan
Lestari Ami'ne Zia
ini moga awal yg bgs
Tiur Lina
CEO tapi otaknya nggak jalan selidiki dong.. hadeuh
Woro Wardani
Luar biasa
arthiagucia
maaf ya baru bisa bls🙏
Dehan
tips dukungan dari iklan sudah mendarat buat author, biar novel ini makin up meskipun sudah tamat ya thor..
Dehan
tetap semangat patria meskipun agreta sedang tidak ada
Dehan
tidak semudah itu anggie
Dehan
baca judul bab nya jadi teringat lagunya st12.. rasa yang tertinggal
yaelahhh 😅😅
Sunmei
3like hadir semangat k
Dehan
😭😭😭
kejam x kata katanya
arthiagucia: aku juga nangis😭😭
total 1 replies
Dehan
hadehhh kasihan bgt agreta udah semangat mau mrnyambut suami, gak taunya suaminya ucapannya kasar bgt
arthiagucia: sedih banget denger ucap Patria 😥
total 1 replies
Dehan
wkwkwk emang gt kalo udah kangen sama sahabat, aku juga sering gitu nanyanya kayak wartawan 😂😂
Dehan
semangat agreta kamu harus kuat..
arthiagucia: semoga Geta kuat❤️😥
total 1 replies
Dehan
hallo thor, maaf ya aku baru mampir lagi, lanjut baca ya thor..
arthiagucia: terimakasih masih mampir🙏❤️
total 1 replies
Maya●●●
semangat kak
arthiagucia: terimakasih 🙏❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!