NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:140.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Dibalik semua tekanan yang Aga berikan untuk Niana semata-mata hanya bentuk perlindungan dan rasa takut akan kehilangan putrinya, hanya saja caranya yang berlebihan.

"Kalou begitu turuti permintaan ayah. Pergi ke amerika, kuliah disana."

"Baiklah," Ucap Niana ragu dari sebuah keharusan saat ini.

"Ayah minta maaf nak, atas semua pengekangan ayah selama ini terhadap kamu. Ayah hanya begitu takut kehilangan mu. Ayah melarang mu bergaul dengan orang seperti mereka, karna ayah tau orang-orang seperti itu hanya akan memanfaatkanmu." Tutur Aga, kali ini Aga sadar semua itu ternyata berdampak tidak baik dan membuat Niana tertekan.

"Tapi mereka beda ayah. Mereka tidak tau latar belakang Niana, Niana masuk ke antara mereka mengakukan diriku sebagai orang lain. Tapi mereka menerima Niana dengan baik, mereka mau menolong Niana, Niana bekerja membantu mereka atas kemauan Niana sendiri ayah." Pembelaan Niana untuk keluarga yang telah menolongnya itu.

"Tapi ayah kurang suka kamu dekat dengan pemuda itu." Yang dimaksud Aga adalah Raksa, etah apa yang tida dia sukai dari Raksa, apa karna kesan pertama sebuah minuman yang Raksa tumpahkan di jasnya? Apa karna Raksa berasal dari keluarga yang jelas jauh di bawah nya, hanya memiliki toko kue, yang onsetnya tidak kurang dari 50juta perbulan?.

"Raksa anak baik ayah, adai ayah tau dia yang menolongku du-"

"Cukup sayang, ayah tau dia menolong mu kabur dari ayah." Aga memotong ucapan Niana, menandakan tak ingin ucapan nya di tentang. "Ayah tidak akan melakukn apapun yang merugikan keluarga nya, selama kamu mrnuruti kemauan ayah, kita bisa buat kesepakatan."

"Kesepakatan?" Tanya Niana ragu.

"Pergi ke Merika atou kamu tidak akan bertemu dengan keluarga penolongmu itu." Aga beranjak berdiri. Pria yang sudah tak muda lagi namun tetap gagah itu, seakan tak ingin berdebat lagi melangkah kan kakinya untuk pergi.

"Ayah!" Pangil Niana dengan suara memelas, Aga seakan tak tega mendengarnya. Berbalik, menurunkan sorot mata tajam nya.

"Kamu satu-satunya putri Ayah, Ayah sangat berharap banyak padamu, mulai sekarang Ayah tidak akan terlalu mengekang mu. Sudah waktunya ayah mendidik mu agar bisa jadi anak yang kuat dan mampu mengatasi banyak masalah. Agar suatu saat kamu siap untuk menggantikan Ayah, memegang Amanah yang besar yang melibatkan banyak orang banyak pihak. Sebagai pewaris Propat Jaya Mandiri, dimana Ribuan orang menggantungkan hidupnya di sana." Ucap Aga menatap putrinya penuh harap

"Dengarkan ayah Nak." Aga menghela nafas sebelum melanjutkan ucapan nya. "Ayah akan mengurangi penjagaan terhadap mu, Ayah tidak akan terlalu mengekangmu. Tapi kamu harus bisa menjaga kepercayaan yang Ayah berikan, untuk mewujudkan semua harapan Ayah. Ayah berharap banyak padamu." Raut wajah sedih terlihat nya, dia tau putrinya menentang apa yang dia ingin kan, sesungguhnya hal yang berat juga untuknya.

Niana memelukan ayahnya erat, kali ini melihat sisi lain dari ayahnya, mendengar ucapan ayah nya la bisa menyimpulkan bahwa Ayahnya adalah sosok yang luar biasa penuh tanggung jawab. "Maafkan Niana ayah, selama ini Niana selalu membenci sikap ayah yang hanya ingin melindungi Niana." Niana menangis.

"Niana akan turuti semua permintaan ayah asal ijinkan Niana menemui Raksa dan kekuarganya terlebih dulu. Ada hal yang harus aku ketahui, setelah urusan ku selesai aku akan pergi." Lajutnya setelah melepaskan pelukan nya sati samalain.

"Baiklah.." Jawab Aga berat, tapi tidak ingin berdebat, "Ayah juga minta maaf yang sudah keterlaluan menjagamu."

"Maaf tuan, Dokter yang akan meneriksa kaki Nona sudah tiba." Ucap kepala pelayan menyela.

Dokter segera memeriksa kaki Niana, membalut kaki Niana yang terkilir dengan perban, menyuruh Niana untuk sementara tidak melangkahkan kakinya agar kaki Niana cepat pulih. Dokter memberi pilihan untuk Niana bisa berjalan dengan bantuan tongkat atou  kursi roda untuk sementara waktu.

****

Setelah dua hari benar-benar mengistirahatkan kakinya untuk tidak berjalan, hari ini dirasa kaki Niana sudah benar-benar tidak sakit lagi, dan hari ini hari keberangkatan Niana ke Amerika.

Barang barang Niana sudah terpacking rapih dalam sebuah koper. Niana tidak terlalu banyak membawa barang atou pakaian, karna segala sesuatu kebutuhan Niana sudah di siapkan di Amerika.

Niana menarik tubuhnya mendekat ke jendela kamarnya, melihat ke luar jendela dengan perasaan yang masih begitu berat untuk meninggalkan Tanah air untuk waktu cukup lama.

Tok tok tok...

Terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan perhatian Niana yang sedang begitu kalut itu, tanpa menoleh mempersilahkan siapapun yang berada di balik pintu untuk masuk.

"Tiga jam lagi jadwal penerbangan anda Nona." Jekas Maya tanpa mendapat jawaban dari  Niana, yang terlihat masih menatap ke luar jendela "Saya pamit."

"Maya!" Pagil Niana yang menahan langkah kaki Maya yang hendak keluar dari kamarnya, membalikan kembali tubuhnya ke arah Niana.

"Bisa kita berangkat sekarang?" Tanya Niana

"Maaf Nona tapi kita harus nenunggu Tuan Besar, beliou masih ada sedikit pekerjaan yang harus di selesaikan." Jawab Maya

"Kita akan menunggu di bandara, aku ingin pergi ke Royale Cake & Bakery lebih dulu, Ayah sudah mengijinkan."

"Baiklah Nona!" Maya berlalu meninggalkan kamar Niana untuk mempersiapkan segala sesuatu keberangkatan Niana. Setelah Maya mengabari sekertaris Bastian, mengenai Niana yang ingin berangkat terlebih dahulu, dan sudah mendapat izin dari Ayah Niana. Niana pun berangkat menaiki mobilnya dengan Maya dan di antar oleh supir pribadi keluarga Wijaya, karna Maya akan langsung menemani Niana ke Amerika.

Mobil Niana berhenti di parkiran toko yang luas, sebuah toko roti dengan nuansa klasis berornamen kayu, terlihat meja-meja yang ada di luar toko juga sudah terisu penuh pengunjung. Niana melangkah masuk, lonceng pintu berbunyi di iringi bau manis Roti yang langsung tercium.

"Selamat siang Nona!" Sapa karin sembari menundukan kepalanya.

"Karin, bersikap biasa saja." Niana memeluk temanya sekaligus mantan rekan kerjanya itu

"Ih, bener kan kata aku, ternyata kamu itu Nona muda yang dulu pernah berkunjung kesini." Ucap Karin memenggang erat kedua tangan Niana setelah melepaskan pelukan mereka.

"Maaf aku sudah tidak jujur pada kalian. Aku sangat berterimakasih kalian sudah baik dan mau menerimaku disini." Ucap Niana penuh haru "dan namaku bukan Ana Namaku Nia-"

"Kamu sampai kapanpun tetap Ana kami." Ucap Safira yang barusaja menghampiri Niana.

"Makasih Tante." Niana memeluk wanita yang sudah menampungnya beberapa hari itu.

"Gak nyangka ya, Seorang Nona muda dari keluarga konglomerat, pernah kerja bareng kita di sini." Ucap Meyra yang baru ikut bergabung.

"Aku kesini, sekalian mau pamit sama kalian hari ini aku harus sudah pergi ke Amerika. Mungkin untuk waktu yang sangat lama." Pamit Niana seketika membuat kesedihan di antara mereka.

"Kita pasti sangat merindukan mu." Ucap Meyra dan Karin memeluk Niana bersamaan.

"Tante, apa aku bisa mampir ke rumah, aku sangat merindukan Alea dan Alia sekalian aku mau pamit sama mereka." Pinta Niana

"Tentu, ayo kita pulang!" jawab Safira seraya merangkul bahu Niana mengajaknya pulang.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
falea sezi
bapaknya tolol
falea sezi
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
falea sezi
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
falea sezi
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
falea sezi
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!