NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Mata Sendu Mila

Bab 2

Mata sendu Mila

Mila segera masuk ke dalam kamar setelah selesai menyiapkan makanan untuk suaminya. Dia membersihkan tubuh dengan mengguyur air terus menerus di badannya.

"Mil, aku minta uang. Besok pagi ibu mau pergi ke dokter gigi," pinta Arjun.

"Uang aku udah habis Mas. Gajian masih lama," ungkap Mila.

"Nggak banyak kok, cuma lima ratus ribu. Pelit banget sih buat ibu mertua sendiri," ketus Arjun.

"Lima ratus ribu itu banyak Mas. Aku harus kerja seharian bahkan lembur untuk mendapatkannya," sahut Mila kesal. Suaminya ini selalu saja semaunya sendiri tanpa memikirkan perasaan istrinya.

"Di ATM kamu kan masih ada sisa. Aku pake itu aja," usul Arjun. Dia memegang ATM Mila saat kemarin menarik uang untuk bayar gitar secara cod.

"Mas, balikin ATM aku, aku butuh uang buat beli bensin dan juga bahan masak untuk sehari-hari," kata Mila menerangkan.

"Sudah, jangan banyak protes. Kerja saja yang benar, uang bensin kan sudah di tanggung perusahaan. Jangan pura-pura lupa kamu!" geram Arjun.

"Astagfirullah, Mas!" Mila menangis saat Arjun keluar dari kamar membawa ATM miliknya yang tadi pagi di simpan di bawah laci oleh pria itu. Bahkan Mila belum sempat untuk menyembunyikannya sudah kembali akan di kuras oleh suaminya itu.

"Mana kunci mobil, aku mau ke rumah ibu nganterin uangnya." Arjun balik lagi ke kamar untuk memakai mobil inventaris kantor yang Mila pakai setiap hari saat bekerja.

"Motor kamu kan ada, kenapa harus pake mobil kantor," sahut Mila sambil menyusut air mata di pipinya.

"Protes terus sih kamu ini. Berisik tau! Mana sini cepat." Arjun menyodorkan tangannya meminta kunci tersebut.

"Hah, lama banget!" Arjun menyentak tas Mila yang ada di atas meja dan menghamburkan isinya di atas kasur. Lalu mengambil kunci mobil itu dan pergi begitu saja.

Mila kembali memasukkan barang-barangnya yang berhamburan itu ke dalam tasnya kembali. Dia memilih untuk istirahat karena sangat lelah.

Lalu Mila terbangun saat perutnya terasa lapar, dia pun menuju ke dapur dan melihat piring kotor jumpalitan di wastafel. Ulah Arjun kalo sudah selesai makan hanya di tumpuk saja. Dan Mila tidak heran kenapa piring-piring itu banyak yang kotor, karena ibu dan adiknya Arjun sering numpang makan di rumah mereka.

Tak jarang juga ibu mertuanya itu menginap jika akan weekend. Mila membuka lemari makanan, beruntung masih ada sebungkus mie instan di sana. Dia akan makan dengan itu saja. Mila pun membuka kulkas berniat untuk mengambil telur yang dia ingat masih ada sisa lima biji di sana. Tapi saat di lihat, sebiji pun tak ada di raknya.

"Nyari apa kamu?" tanya Arjun yang baru pulang. Di tangannya sudah tertenteng kotak makanan, pria itu membeli pizza.

"Telurku kok udah habis ya Mas," ucap Mila.

"Tadi siang ibu bawa pulang buat di masak di rumah. Udahlah, sini makan pizza. Aku beli yang jumbo biar kamu bisa ikut makan," ajaknya. Padahal Arjun tahu betul kalau Mila tidak suka Pizza. Jadi jatah Mila akan menjadi bagiannya.

"Makanlah, aku mau masak mi saja,"

Arjun pun makan dengan lahap tanpa menoleh lagi. Mila makan malam dengan mie instan buatannya di meja makan.

Sebelum tidur, Arjun akan meminta haknya. Dia tahu betul kalau Mila sudah bersih hari ini dan saatnya untuk di layani di atas ranjang sesuai keinginannya.

"Jangan pura-pura lupa kau, Mil. Ayo cepat manjakan Mas," tegur Arjun saat Mila mulai merebahkan tubuhnya menyamping.

"I–iya," gugup Mila. Ketahuan deh padahal dia mau langsung tidur karena beneran capek. Eh malah di suruh olahraga malam pula.

Mila pun melakukan tugasnya seperti biasa, Arjun sangat suka jika pisangnya itu di lahap seperti lolypop. Karena keenakan, Arjun semakin membenamkan kepala Mila untuk melummeat hingga mentok ke buah beton miliknya sontak saja Mila tersedak hingga muntah karena tak tahan.

"Jorok banget sih kamu ini!" Arjun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan area pisangnya yang terkena muntahan Mila. Sedangkan Mila hanya bisa menangis karena perlakuan Arjun yang kasar itu.

*

Pagi hari, Mila sudah berada di kantor mengurus pekerjaannya saat Andra tiba di ruangannya. Selama dua tahun ini Andra selalu hadir di kantor meski kadang tidak ada pekerjaan penting. Tapi demi bisa melihat Mila setiap hari, dia rela menghabiskan waktunya di kantor tersebut.

"Mil, laporan barang datang sudah kamu buat?" tanya Andra dari meja kerjanya.

"Sudah, Pak. Ini berkasnya." Mila mengambil berkas di mejanya untuk di antar ke meja Andra dan menyerahkannya. Pria itu menatap wajah Mila saat berkas itu di letakkan di mejanya.

"Mata kamu kenapa?" tanya Andra.

"Nggak apa-apa, saya permisi ke meja lagi, Pak," pamit Mila menghindar dari selidikan bosnya.

"Dia menyakitimu?" tanya Andra lagi yang kini sudah pindah berada di depan Mila.

"Tidak, saya cuma kelilipan debu tadi pagi, maaf Pak saya mau mengecek area pajangan barang." Mila segera menghindari tatapan Andra.

"Saya juga perlu mengontrol tempatnya, ayo kita barengan saja," usul Andra yang langsung berjalan mendahului Mila.

Andra mensejajarkan langkah Mila dengan kepala yang menunduk, sejak tadi Andra terus memperhatikan matanya yang sembab. Pria itu berusaha mengajak Mila mengobrol untuk memberinya hiburan.

Setelah selesai melakukan pengecekan, Andra memutuskan untuk mengajak Mila makan bersama di restoran samping kantor.

"Mil, ayo temani saya makan siang. Sekalian kita bicarakan masalah pengiriman barang ke luar kota," ajak Andra.

"Saya bisa makan di kantin kantor Pak," tolak Mila.

"Tidak, kamu harus temani saya. Karena ada pekerjaan juga yang harus di bahas sambil makan nanti," alasan Andra agar Mila mau menyetujuinya. Karena terus memaksa akhirnya Mila menyetujui ajakan Andra. Mereka masuk ke resto di samping kantor dan langsung masuk ke tempat yang sudah Andra pesan sebelumnya.

"Kamu mau pesan apa, Mil?" tanya Andra pada Mila.

"Terserah Bapak saja, saya ikut," ujar Mila dengan sungkan. Dia merasa berdosa sekali karena telah menuruti perintah bosnya dan hanya berdua saja di meja itu.

"Apa yang kamu khawatirkan, jangan pikirkan hal lain selain pekerjaan kalau sedang bersama saya," tegur Andra yang seperti tahu isi kepala Mila.

"Emm, masalah apa yang harus kita bahas di sini Pak. Bukankah semuanya sudah saya handle dengan baik?" tanya Mila tak sabaran. Dia takut melakukan kesalahan yang tanpa di sadarinya selama bekerja.

"Itu tunggu kita selesai makan. Nanti akan saya bahas usai makan siang," titah Andra.

Namun seseorang yang duduk di dekat pintu masuk memotret Andra dan Mila yang tengah duduk berdua dengan seringainya.

"Akanku jadikan senjata foto kalian ini," gumam sosok gadis yang memakai masker hitam.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!