NovelToon NovelToon
Perjuangan Sulastri.

Perjuangan Sulastri.

Status: tamat
Genre:Komedi / Dosen / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:534.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Buna Seta

Cerita ini mengisahkan tentang gadis desa yang bernama Sulastri. Ia selalu dihina, dan dibuli karena miskin. Ia gadis pekerja keras, bersusah payah untuk melanjutkan pendidikan hanya ini yang mungkin mampu merubah tarap hidupnya.
Termasuk calon mertua yang meremehkan dan menentang pernikahannya dengan putranya. Arman Jaya Putra seorang guru yang sudah saling mencintai sejak SMP. Bibit, bobot, bebet lah yang masih beliau pegang teguh.

Sulastri kemudian membatalkan pernikahanya, menjauh dari Arman Jaya Putra memilih menerima panggilan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

Ternyata di kampus pun Lastri menerima perlakuan yang sama selalu ditindas dan dihina. Sulastri bertekat akan melawan siapapun yang akan menggangu rencananya. Tidak dinyana oleh Sulastri bahwa pemilik kampus tersebut Adnan kakak kelas ketika SMK dulu.

Dan yang lebih mengejutkan, Sulastri justeru bertemu dengan Arman Jaya Putra, beliau salah satu dosen yang mengajar di kampus tersebut.

Lalu sanggupkah Lastri melawan orang-orang yang selalu menindasnya, dan bagaimana pertemuanya dengan Arman Jaya Putra akan kah mereka bersatu?

Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Toloooong... Bella tenggelam" pekik Rere dan Rara. Semua mata beralih memandangi sungai.

"Byuuuurrr"

Arman loncat ke kali, menyelamatkan Bella, lalu membopongnya ke pinggir. Bella menyusupkan wajahnya ke dada bidang Arman. Tanpa Arman sadari, Bella ternyata hanya pura-pura.

Lastri yang melihat itu, menatap keduanya ada rasa tidak ikhlas. Dengan hati kecewa Lastri meninggalkan tempat itu.

**********

Hari berganti minggu, bahkan bulan, satu tahun kemudian, Lastri saat ini sudah semester dua. Bukan hal yang mudah baginya untuk melalui semua itu.

Hubungannya dengan dosen Arman Jaya Putra belum membaik. Lastri tidak memikirkan itu dulu yang penting mengejar cita-citanya.

Bella bak monster yang siap menerkam mangsanya. Namun, dengan kemampuan yang ia miliki Lastri bukan wanita lemah seperti yang geng jutek perkirakan. Dan geng jutek pun saat ini sudah tertinggal semester oleh Lastri.

Begitu juga dengan kemampuan di bidang modiste. ( Menjahit) Lastri kini semakin berkembang.

Saat ini. Ia baru menyelesaikan pesanan baju almamater mahasiswa baru yang dipesan kampus dimana Lastri kuliah. 60 potong baju ia geber bertiga hingga selesai selama dua bulan.

"Wow! jahitan kamu rapi sekali" puji tiga panitia ospek. Ia membandingkan jahitan Lastri dengan jahitan orang lain, dan jahitan Lastri lah paling rapi.

"Terimakasih" ucap Lastri tersenyum ramah kepada tiga orang pria kakak angkatan.

Sebenarnya ada tiga ratus siswa baru yang membutuhkan baju tersebut. Namun, Lastri tidak mau serakah. Penjahit lain juga membutuhkan pekerjaan ini. Lastri pun minta panitia agar memesan ketempat lain ia cukup ambil seperempatnya saja.

"Ini jasamu, jika suatu saat nanti kami membutuhkan jasamu tolong persiapkan diri" titah kakak senior.

"IsyaAllah Kak, kalau begitu, saya permisi" ucapnya.

"Sama-sama" jawab senior.

Dengan rasa syukur yang tiada tara, Lastri naik angkutan umum kembali pulang ke rumah. Kedua temanya Herman dan Ayu yang membantu Lastri menjahit mungkin sedang menunggu kedatangannya karena saatnya mereka pun menikmati jerih payahnya.

"Tri... kamu baru pulang Nak?" tanya bu Yani, ketika Lastri sampai di depan kontrakan.

"Iya Bu, Ayu sama Herman belum datang ya?" Lastri balik bertanya.

"Belum, tadi temanmu yang bernama Dina sama Bayu, yaang kesini, tapi ibu suruh tunggu tidak mau" terang bu Yani.

"Oh, terus dia pesan apa Bu?"

"Dia bilang, Bapak kamu di kampung sakit Nak" kata bu Yani hati-hati menyampaikan, agar Lastri tidak kaget.

Blok" Lastri menjatuhkan tasnya di teras.

"Bapak saya sakit Bu? katanya sakit apa?" cecar Lastri air bening jatuh dari pelupuk mata.

"Saya kurang tahu sakit apa, tapi kata Dina Bapak kamu dirawat.

Deg.

Lastri duduk di teras dengan lemas, ia menyesal sudah satu tahun tidak menemui keluarganya. Telepon saja kadang-kadang jika ia sedang ke Warnet sekalian mengerjakan tugas. Lastri segera bangkit dari duduknya saat ini juga ia harus pulang.

"Bu Yani, saya titip uangnya Herman sama Ayu, tolong sampaikan jika mereka datang" Lastri menyerahkan dua amplop putih.

"Memang kamu mau kemana Nak?" bu Yani menerima titipan Lastri.

"Saya harus pulang ke kampung sekarang juga Bu," tegas Lastri.

"Terus... kuliah kamu bagaimana Nak?" bu Yani rupanya perhatian banget dengan Lastri.

"Liburnya masih seminggu lagi kok Bu, kalau begitu saya permisi,"

"Ya Nak, hati-hati di jalan, semoga Bapak kamu cepat sembuh" pesan bu Yani tulus.

"Aamiin..."

Lastri bergegas membuka kunci kontrakan, ambil tas yang sudah usang ketika berangkat ke Jakarta dulu. Ia hanya membawa baju ganti sedikit, toh di kampung baju lama juga masih ada.

Prak"

Apa boleh buat, celengan yang ia kumpulkan selama satu tahun ia pecahkan. Niat ingin membeli lap top dan hp ia urungkan, yang penting keselamatan bapaknya.

Dihitungnya pecahan dari 500 san, 1000 an hingga 10 ribu an.

Alhamdulillah lumayan, semoga cukup untuk biaya rumah sakit, transport, syukur-syukur bisa memberi ibu untuk tambahan belanja.

Lastri mandi, shalat dzuhur tidak buang waktu lagi dengan langkah cepat, ia meninggalkan kontrakan, celana jins kaos lengan panjang tidak lupa jaket agar tidak terlihat lekuk tubuhnya ia naik angkutan umum menuju terminal.

*******

"Bagaimana ini Wi, kalau kakak kamu nggak dapat pinjaman?" bu Santi ibu Lastri di kampung kebingungan, beliau sedang ngobrol bersama mbak Dwi, kakak kedua Lastri yang sedang menunggu pak Suryo bapak Lastri di rumah sakit.

"Maaf ya Bu, Dwi nggak bisa bantu biaya rumah sakit, Bapak," sesal Dwi yang sudah hamil tua, dan hanya mengandalkan Joko suaminya yang hanya bekerja srabutan.

"Tidak apa-apa Nak, sebenarnya, ibu itu nggak mau merepotkan kalian, kalian sudah punya tanggung jawab masing-masing," tutur bu Santi sedih.

"Tidak ada jalan lain Bu... kita harus kabari Lastri," usul Dwi.

"Ya Allah... Ibu nggak tega Wi" bu Santi sedih jika membayangkan beban anak ketiganya itu. Tinggal di rantau, seorang diri, harus bayar kontrak rumah, kuliah, membiayai adiknya itu saja sudah sangat berat, apalagi jika harus membebani biaya rumah sakit pula.

"Sebaiknya kamu pulang Nak, kasihan bayi dalam kandungan kamu," titah bu Santi.

"Baik Bu, Dwi pulang ya, perut aku terasa kencang ini," Dwi mengusap perutnya.

"Hati-hati Nak" bu Santi menatap langkah Dwi jalanya sudah sangat lelah karena hamil besar.

"Iya Bu, Ibu juga, jangan banyak pikiran, biaya rumah sakit nanti kita bicarakan lagi, jika Mas Eko tidak dapat pinjaman," hibur Dwi kemudian ke luar.

Sampai halaman rumah sakit, Dwi bertemu Doni, tetangganya, ia minta tolong agar menghubungi Dina sahabat Lastri memberi kabar jika bapaknya sakit. Hanya Doni satu-satunya orang yang punya handphone di kampungnya.

Sementara bu Santi mendesah kasar, suaminya harus segera menjalani operasi, menurut dokter batu ginjal menyumbat saluran kantong kemih. Dan sudah tentu, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

*******

Di waktu yang sama "Bu, saya mohon maaf, saya ingin meminjam uang untuk biaya berobat Bapak" kata mas Eko kakak pertama Lastri kepada bu Sulis yang tak lain ibu kandung Arman. Mas Eko bekerja di perkebunan buah milik bu Sulis, sejak berusia 18 tahun, hingga saat ini sudah 24 tahun.

"Enak sekali kamu! nggak kamu! nggak adikmu! semua merongrong" sinis bu Sulis.

"Nanti potong gaji saya Bu, tolong Bu... kami benar-benar kepepet," Eko tampak seperti pengemis, jika ada pak Burhan, tentu Eko dengan mudah, akan mendapatkan uang itu.

"Tidak bisa! saya bilang tidak! ya tidak!" bentak bu Sulis.

"Ya sudah Bu" Eko pun meninggalkan bu Sulis, lebih baik ia pulang menggantikan ibu menunggui bapaknya di rumah sakit. Eko kecewa, sebenarnya ia sudah tak sudi lagi bekerja di situ, jika tidak memandang pak Burhan bahwa beliau orang baik.

Selama bekerja di rumah bu Sulis baru kali ini Eko meminjam uang, walaupun sudah bekerja selama 5 tahun. Itupun tanpa sepengetahuan Lastri. Jika Lastri tahu, pasti ia akan dimarahi. Sebelum berangkat ke Jakarta, Lastri sudah mewanti-wanti agar jangan merepotkan orang, terlebih orang itu bu Sulis.

1
Jumi Eko
Bagus
momiie
oke ceritanya... 👍👌
Cah Dangsambuh
tuaan juga aku bun aku thn 80han tapi masih suka baca nofel🤣🤣🤣 menurutku sih ga papa sekedar hiburan tapi banyak juga lho yang padat ilmu tergantung kita mau lihat dari sisi mananya🙏
ceuceu
Bodoh banget Lastri mau aj di budakin Bu Sulis,pantas aj dia diremehkan.
antara bodoh dan baik beda ya Lastri,harus bisa menempatkan diri.
ceuceu
Kok aneh ya kenapa Bella ga di DO
LENY
MAAF THOR DAN SEMUA AKU KOK GAK ADA SEDIH DAN SIMPATI SEDIKITPUN LIHAT KEADAAN BU SULIS MAAF 😊
AKU MALAH KASIHAN SAMA PAK BURHAN 🙏🙏
LENY
HRS NYA KE AYAH DULU NGAPAIN KE BU SULIS DULU IH WANITA ULAR JAHAT😡
LENY
SDH PAK CERAIKAN AJA WANITA JAHAT INI BIAR TAHU RASA
LENY
CINTA DITOLAK KOK MARAH ANEH GAK TAHU DIRI. CINTA GAK BISA DIPAKSA. KASIHAN BURHAN DPT WANITA MATRE JAHAT LAGI😥
LENY
DASAR IBLIS BUKAN MANUSIA KAMU SULIS JAHAT BENER😡😡
LENY
GOBLOK BENER SI TRI INI KAYAK NGEMIS BANGET MINTA RESTU BU SULIS. DUH BENAR2 GAK RELA TRI SAMA ARMAN.KAPAN YA SULIS INI DPT KARMA DARI TUHAN.
LENY
TRI KELAPARAN PADAHAL GABIS MASAK SYUKIRAN CALON MERTUA KASIHAN KAMU TRI DIANGGAP PEMBANTU DAN TDK DIHARGAI SAMA SEKALI😡
BODOH MAU SAMA ARMAN.
LENY
SUSAH BANGET MAU DPT RESTU BU SULIS LASTRI PADAHAL BNYK YG LEBIH DARI ARMAN NAKSIR KAMU. 😡
LENY
TUH KAN DIKERJAI LASTRI SAMA WANITA IBLIS INI😡
LENY
YA KAMPUNGAN BANGET SI ARMAN SEMUA ORANG DI CEMBURUI LASTRI ITU BAIK RAMAH KRN DULU DONI DAN KELUARGANYA BNYK MENOLONG DAN BAIK HATI TDK SEPERTI IBUMU SI SULIS ITU😡
DIKIT2 CEMBURU JD SEBEL KAMPUNGAN BANGET APLG NNT KETEMU IBU NTA DUH GREGETAN PINGIN NABOK MULUTNYA BU SULIS
LENY
BENAR2 GILA BU SULIS INI NUDUH ARMAN BIAYAI LASTRI DUH LASTRI JUNGKIR BALIK CARI NAFKAH SENDIRI. HRS NYA ARMAN KLARIFIKASI BILANGIN IBU NYA LASTRI GAK PERNAH MAU TERIMA UANG ARMAN ATAU SISPAPUN😡😡
LENY
KASIHAN ADNAN ORANG BAIK KELUARGA NYA JG BAIK SMG ADNAN DPT JODOH WANITA YG BAIK SEPERTI LASTRI. DUH JGN SAMPE ADNAN JD MENIKAHI BELLA AMIT2.
SMG MRK PUTUS. TUNANGAN NYA PUTUS.
LENY
BELLA TETAP SOMBONG ANGKUH TUH LASTRI SDH BERHASIL DGN USAHA SENDIRI HRS NYA BELLA MALU TUH 🙈😅
LENY
MALU HES NYA BELLA DUH PAPA RACHMAD KAMU SALAH PILIH MANTU BELLA WANITA ULAR GAK ADA AKHLAKNYA AMIT2 🙏
LENY
GOBLOK BENER KAMU LASTRI KL MSH MAU BASA BASI KETEMU BU SULIS. BLM CUKUP APA DIHINA DICACI MAKI SAMA BU SULIS 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!