Jin Fei fan harus menerima pemegang takdir sang penjaga berikutnya. Dia harus berjuang lebih keras untuk pantas menjadi sang penjaga dan agar dapat berjumpa dengan kedua orang tuanya yang dia ketahui berada di dimensi berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neneng selfia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumput Ling berbunga
Fei fan segera memasuki batu dimensi setelah tiba di kamarnya. Dia langsung mencari keberadaan rumput Ling yang sebelumnya hanya sempat dia taruh asal karena terburu-buru.
"Disini rupanya." ucapnya sambil tersenyum bahagia melihat tanaman yang dia cari tergeletak di tanah.
Fei fan mengambil rumput Ling lalu mengedarkan pandangannya mencari tempat yang pas untuk menanam rumput berkhasiat itu.
"Sepertinya lebih baik di dekat batu besar itu saja. Kalau di dekat kolam akan mudah dilihat orang lain yang memasuki batu dimensi ini." gumamnya.
Tidak salah kalau Fei fan memikirkan tentang kemungkinan orang lain memasuki batu dimensi itu. Karena, alkemis manapun yang sudah mencapai tingkat 3 ke atas bisa memasuki batu dimensi itu dengan bebas jika mereka mengetahui keberadaan batu dimensi itu.
Itulah sebabnya mengapa mereka selalu merahasiakan tentang batu dimensi dan sampai sekarang, aura batu dimensi masih ditutupi oleh segel yang dibuat Ze sebelum kejadian terakhir yang membuat dia meninggalkan dunia bawah terjadi.
"Aku akan mencari beberapa tanaman obat biasa yang menyerupai tumbuhan Ling ini untuk ditanam di sekitarnya agar lebih mudah untuk menyamarkan keberadaannya." gumam Fei fan setelah selesai menanam rumput Ling.
Dia kemudian mengambil air dengan wadah dari kolam air suci lalu menyiram rumput Ling. Setelah disiram dengan air suci, rumput Ling tiba-tiba berubah warna dari hijau gelap menjadi warna hijau cerah dengan helai daun yang tumbuh lebih lebar dan panjang.
Rumput Ling itu bahkan muncul beberapa bunga berwarna putih. Melihat itu Fei fan menatap takjub tumbuhan itu.
"Bukankah rumput Ling tidak berbunga ataupun berbuah?" gumamnya sambil menatap heran tumbuhan berbunga putih itu.
"Sebaiknya nanti aku tanya saja pada kakek tua yang menempel pada pedang Wei itu. Dia pasti tahu apa yang terjadi dengan tumbuhan ini. Mengingat dia sudah hidup sangat lama." gumamnya lagi.
...****************...
Setelah beberapa jam kepergian Wei Yan dan Fei fan dari dasar laut, ular raksasa itu akhirnya sudah pulih dari efek obat bius dan membuka matanya.
"Dimana istana itu?" gumamnya sambil berenang mencari keberadaan istana yang sudah sangat lama dia incar itu.
"ROAR SIAPA YANG TELAH MENGAMBIL BARANG YANG RAJA INI INGINKAN?" ucapnya sangat murka.
"Akh.... Duar duar duar." ular raksasa itu menghancurkan semua disekitarnya untuk meluapkan emosi.
"Rumput Ling yang aku curi dari petapa abadi yang aku jaga selama ratusan tahun juga pusaka yang dapat membantu aku menembus tingkat tertinggi kultivasi itu pasti diambil oleh orang yang sama." gumamnya lagi setelah emosinya sudah agak mereda.
"Tidak lama lagi pulau dewa samudera akan muncul. Orang yang mencuri barang milikku pasti juga pergi ke pulau itu. Aku cukup menyerang mereka semua pasti benda yang aku inginkan akan aku dapatkan." ucapnya lagi.
Ular raksasa itu berenang meninggalkan tempat itu menuju ke arah pulau dewa samudera.
Tidak lama setelah ular raksasa itu meninggalkan tempat itu, beberapa hewan roh air dan monster air berdatangan.
"Kenapa ular itu meninggalkan tempat ini?" tanya seekor monster air kecil.
"Mungkin dia sudah mendapatkan pusaka itu." saut yang lainnya.
"Aku tidak merasakan auranya meningkat, aku bahkan merasa kalau pencapaian ular itu berkurang banyak." ucap yang lainnya lagi.
"Mungkin ada yang mencurinya." ucap yang lainnya.
Tidak jauh dari beberapa monster kecil itu, seekor ikan dengan tubuh raksasa mengamati mereka.
"Ular itu pasti mengejar siapa yang mengambil pusaka itu. Aku harus mengambil benda itu lebih dulu darinya. Ini kesempatan baik, karena kemungkinan besar yang mengambil benda itu adalah manusia. Mahluk berkaki dua lebih mudah ditaklukkan dan enak untuk mengisi perutku." gumamnya lalu berenang meninggalkan tempat itu.
"Ular itu pasti menuju dimana pulau dewa samudera akan muncul. Karena beberapa bulan lagi pulau itu akan muncul, kemungkinan besar orang yang mengambil pusaka itu juga ada di sana. Karena hampir semua kultivator manusia pasti ke sana." gumam ikan itu sambil berenang mengambil jalur lain menuju pulau dewa samudera agar tidak bertemu dengan ular raksasa itu.
Perjalanan menuju pulau dewa samudera kali ini akan jauh lebih berbahaya dari perjalanan yang pernah orang lakukan ke sana. Karena, beberapa monster menginginkan pusaka yang walaupun mereka tidak tahu pasti siapa yang mengambilnya, mereka percaya kalau orang yang mengambilnya akan pergi ke pulau dewa samudera.
Siapa yang tidak menginginkan kesempatan untuk mendapatkan banyak harta berharga yang hanya akan muncul dalam lima puluh tahun sekali.
...****************...
Sementara itu, Ze dan Jin hu lagi-lagi mengamati anak-anak mereka dari tempatnya. Kondisi tubuh Ze sudah lebih baik namun, tingkat kultivasi nya masih belum meningkat.
"Bukankah rumput Ling sudah menghilang sejak puluhan ribu tahun lalu?" tanya Ze.
Ze sedang berbaring ber-bantalkan paha suaminya. Sedangkan Jin hu hanya mengelus pelan kepala Ze.
"Ya, tapi ada beberapa orang yang diam-diam memelihara tumbuhan itu." jawab Jin hu.
"Dari buku kuno yang pernah aku baca, rumput Ling tidak berbunga. Mengapa rumput milik Fei kecil kita memiliki bunga bahkan sangat banyak?" tanya Ze.
"Buku yang ada di dunia bawah sudah tentu sesuai dengan pengetahuan orang dunia bawah saja sayang. Rumput Ling di dunia bawah memang tidak pernah berbunga bahkan helai daunnya hanya sampai 5 hingga 7 helai saja. Tapi, kondisi itu berbeda jika rumput Ling tumbuh di dunia atas." jawab Jin hu.
"Lingkungan yang ada di dalam batu dimensi hampir sama dengan dunia atas. Ditambah adanya air suci, jadi wajar saja jika tumbuhan yang sudah tumbuh ratusan ribu tahun itu berbunga." tambahnya.
"Apa fungsi dari bunga putih itu?" tanya Ze.
"Kau pasti tahu jika seorang manusia tanpa kultivasi hanya bisa hidup hingga 100 tahun saja, orang dengan kultivasi tingkat bumi kebawah bisa mencapai 200 tahun, untuk tingkat langit bisa sampai 250 tahun dan akan bertambah 50 tahun di setiap naik tingkat." ucap Jin hu.
"Ya." saut Ze.
"Jika daun dari rumput Ling dapat menambah 1 tahun hidup seseorang dan dapat memulihkan kondisi tubuhnya, maka Setiap satu dari bunga itu dapat menambah 10 tahun hidup orang yang memakannya dan dapat meningkatkan kekuatan tubuh hingga dapat meningkatkan kultivasi juga." jelas Jin hu.
"Apakah kau mengetahui semua itu dari ingatan kehidupan sebelumnya?" tanya Ze.
"Ya sayang." jawab Jin hu.
"Ada apa sayang?" tanya Jin hu karena Ze terdiam cukup lama.
"Apakah ingatan dari kehidupan sebelumnya sudah semuanya kau dapatkan?" tanya Ze.
"Ya sayang." jawab Jin hu.
"Kau sudah ing....
"Aku tahu apa yang kau khawatirkan. Aku tidak perduli di kehidupan sebelumnya siapa orang yang ada di sisiku. Di kehidupan saat ini, aku hanya menginginkan dirimu seorang." ucap Jin hu lalu mengecup kening sang istri.
terhura aq thor.....