NovelToon NovelToon
Gluttony Sovereign

Gluttony Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Xian Nying

Dunia baru, aturan baru: yang kuat makan, yang lemah dimakan.

Yudha terbangun di dunia asing dengan membawa Apocalypse Hunger System—kekuatan yang bisa melahap apa saja untuk menjadi lebih kuat, tapi dengan harga: ia harus selalu lapar, atau dunia ini yang akan menanggung akibatnya.

Dingin, pragmatis, dan tidak percaya pada siapa pun, ia hanya punya satu tujuan: bertahan hidup, menjadi yang terkuat, dan tidak akan pernah lagi merasakan kelaparan atau diinjak-injak seperti masa lalunya.

Segalanya berubah saat ia bertemu Carmelia—anak kecil polos yang ia anggap hanya sebagai petunjuk jalan dan alat bantu. Di balik senyum dan sikap lembutnya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih tua, jauh lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya daripada sistem yang ada di dalam tubuh Yudha sendiri.

Dari pemangsa, ia perlahan sadar: ia mungkin bukan yang berburu... tapi justru yang sedang diburu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xian Nying, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Persiapan Pesta

Malam yang gelap seakan membangunkan Yudha dari istirahatnya,Tubuhnya pun terasa lebih ringan dan lega setelah beristirahat...Energinya seperti sudah terisi lagi.Dan terbangun oleh rasa lapar yang seakan menagih Yudha untuk makan malam

Tumben banget sepi.

Batinnya. Ia pun teringat dengan skill barunya yang bernama Copy dan membuka Sistemnya untuk memastikannya

"Apocalypse Hunger System,Open"

Ucap Yudha

[Perintah Dikonfirmasi

Nama : Yudha

Lvl : 79

Skill

Gluttony Sight Lvl 56

Void Skill Lvl 17

Copy Lvl 1

Attribut

Total Physical Damage : 766.500

Atkspd : 79%

Mov speed : 50%

Agility : 89%

Critical chance : 80%]

Huft...kukira aku berkhayal

Batinnya lega

Ia berpikir bahwa skill ini pasti akan sangat berguna kedepannya.Dia bisa memperbanyak skill yang bisa ia pelajari...Tak lama kemudian datanglah Carmelia yang menjenguk Yudha

...Melihat tuannya sudah bangun,dia menyapa Yudha dengan senyum ramah

"Selamat malam tuan!"

"Yaaa...Ada apa?"Tanya Yudha

"Aku cuma pengen liat Tuannya udah bangun atau belum,soalnya aku mau bawain makanan"Jawab Carmelia Canggung

"Oh yaudah...ambilin.Kebetulan aku baru bangun,jadi agak laper"Suruh Yudha

"Baik tuan!Tunggu bentar yahh!!"

Seru Carmelia Seraya Terburu buru pergi ...Yudha pun terheran heran ...Ini istana pembantunya pada nganggur apa gimana, Perasaan cuma Alat alat dia doank yang ngerawat dia.Tapi disisi lain dia juga ga terlalu perduli.

Tak lama datanglah Chikaryu sambil ngemil Roti buatan istana dan menghampiri Yudha...

"Tak kusangka,Makanan Manusia Boleh juga yahhh.Rasanya lebih baik daripada cuma makan esensi mana di lantai terdalam,,Nyam nyam nyam nyam"Ucapnya seraya mengunyah makanannya

Yudha pun menatap Chikaryu dengan tatapan dingin seakan menunjukkan ketidak pedulian nya.Namun tiba tiba si Chikaryu memberikannya Sebagian dari roti tersebut...

"Sebenernya aku sengaja ambil agak banyak buat kukasih ke Tuan...Kan tuan makhluk lemah yang tetap butuh makan" Kata Chikaryu santai

"Sialan kau...tau aja kelemahan ku,Kali ini aku ngaku kalah"Ucap Yudha dengan senyum tipis diwajahnya.Melihat itu Chikaryu langsung Bilang "Ngomong ngomong katanya dulu kamu Dingin banget ama mereka,Kenapa Aku liatnya kamu beda ga seperti yang mereka bicarain?"

Yudha pun menjawab santai

"Kau cuma datang si waktu yang tepat,Karena sekarang aku sudah sedikit sadar bahwa Kalau ada yang bisa menerimaku.Kenapa harus enggak?...Lagian kau harusnya berterima kasih kepada 2 Gadis yang kuanggap alat dulunya itu...Karena usaha,kegigihan,ketulusan,dan kesabaran merekalah yang menggerakkan hatiku.Jadi jangan kau berpikir aneh aneh hanya karena wajahmu menarik,sampai-sampai aku yang sebenarnya dingin harus takluk di hadapan mu"

Chikaryu pun terdiam sejenak lalu tertawa dan berkata

"Ahahahahah! Tuanku ternyata...menarik juga.Tapi kau sudah terlanjur mengakui kalau aku menarik hehe" Yudha pun terkena Skak namun langsung membalikkan keadaan "lihatlah,bahkan lidahmu saja sudah gatal untuk membanggakan dirimu yang kupuji sedikit.Seberharga itukah secercah pujianku buatmu?"

Seketika Chikaryu pun terlihat kesal,Tak lama kemudian ia menarik Kerah baju Yudha dan berkata dengan dingin "K-kauuu!!!" Yang mana bertepatan dengan masuknya Lyra yang membawa makanan ke dalam kamar bersama Carmelia...

Carmelia yang melihat pun seketika melesat cepat mendorong Chikaryu lalu menodongkan mini dagger yang tersembunyi di balik celah lengan bajunya tepat ke arah mata Chikaryu...dengan tatapan dingin Ia berkata

"Beraninya kau menyentuh tuanmu sendiri seperti itu?!"

Sedangkan Chikaryu pun terbawa emosi dan menunduk diam,Tak lama kemudian Aura kuat yang dingin dan penuh tekanan keluar dari tubuh Chikaryu...Yudha pun bangun dan menarik telinga mereka berdua..."Dasar dua bocah sialan...Aku ama Chikaryu tadi lagi becanda,jangan malah berantem karena hal sepele.Udah udah...aku mau makan...laper!"

Mereka pun meski kesal tapi tetap mematuhi Yudha dan Meredam amarah mereka masing masing...Lyra pun menghampiriku dan memberikan Makan malam yang mewah yaitu Ikan sungai bintang,Dengan daging putih padat yang dimasak dengan anggur purba ditambah rempah khas kerajaan.Kulitnya mengilap seperti mutiara...

Yudha pun mulai makan dan menunjukkan reaksi luluhnya akan makanan seenak itu yang selama ini Ia Baru baru ini saja rasakan...merasa tubuh seakan terangkat melayang...

Ia pun memakannya dengan lahap...Mereka bertiga yang melihatku makan pun terlihat ikut senang.Aku pun melihat mereka dan berkata "Apa apaan tatapan itu?Kalau kalian lapar makanlah,Jangan tatap aku seperti itu"

Mereka bertiga pun tertawa dengan saling memandang.Lalu si Lyra pun berkata "Makan saja tuan...Kami tidak akan berebut makanan dengan mu"..."Yaa...kenyangin kalau makan...biar cepet sembuh dan aku bisa ngajak kamu nyelesain masalah kita nanti" Sahut Chikaryu dengan tampang sedikit kesal

Sedangkan Carmelia Hanya menunduk dan tersenyum Seraya menggeliat menggenggam kedua tangannya sendiri dengan erat...

Tak lama Carmelia pun Berkata..."Besok Istana akan mengadakan Perayaan tuan,Mereka berharap Tuan berkenan hadir", Yudha pun Tersenyum tipis dan bilang "Iyaa bilang aja aku bakal hadir"

Tak lama datanglah Tuan putri Sheraphina mengunjungi Kamar Yudha... Sheraphina pun Memberi hormat ala tuan putri kepada yudha dan menyapa "Selamat malam tuan..." ..."Gausah formal,langsung saja ke intinya.Kenapa tuan putri kemari?"Sahut Yudha agak dingin...

"Aku cuma ingin memberi tuan Yudha secara resmi pakaian untuk besok...Pelayan!"...Jawab Tuan putri seraya menepuk tangan memanggil para pelayan...

Tak lama kemudian datanglah Beberapa pelayan membawakan Beberapa rentetan Pakaian mewah ala bangsawan yang di letakkan di Kamar..."Tuan bebas memilihnya untuk besok...baiklah...saya pamit dulu..." Jawab Sheraphina Seraya memberi hormat dan pergi bersama para pelayannya

Lyra, Chikaryu,Dan Carmelia pun melihat lihat pakaian pakaian tersebut.Mereka terlihat sangat suka dengan pakaian pakaian tersebut..."Wahhh pakaian apa iniii,bagus banget"Seru Carmelia

Yudha pun Menunduk dan Mengatakan di dalam hati

Lalu?Apa yang akan terjadi Besok?

Udara malam yang sejuk perlahan menyelimuti ruangan itu, hanya diterangi cahaya lampu sihir yang berkelap-kelip lembut di dinding. Yudha masih duduk bersila di atas kasur empuk, sisa rasa nikmat dari hidangan istana tadi masih terasa melekat di lidahnya. Ia menatap tumpukan pakaian yang tergeletak rapi di atas meja besar—terbuat dari kain sutra yang berkilau lembut, dihiasi benang emas dan perak, serta sulaman motif bunga dan lambang kerajaan yang rumit.

“Pesta, ya…” batinnya, jari-jarinya menyentuh ujung salah satu jubah hitam berhias garis keemasan. “Biasanya di balik kemeriahan dan tawa, selalu ada rahasia busuk yang tersembunyi. Di dunia ini, tidak ada perayaan yang murni tanpa tujuan.”

Lyra melangkah mendekat, memegang salah satu jas berwarna biru tua yang dipadukan dengan rompi berwarna perak. Jemarinya yang halus merapikan lipatan kainnya.

“Pakaian ini terbuat dari sutra awan yang hanya bisa dipanen di puncak gunung tertinggi,” ujar Lyra pelan, matanya memandang pakaian itu dengan pandangan yang mengerti. “Ringan, kuat, dan bisa menahan suhu dingin maupun panas. Sangat cocok untuk Tuan.”

Chikaryu yang masih terlihat sedikit kesal sejak tadi ikut mendekat, lalu mengambil jubah berwarna merah darah dengan sulaman api di ujung lengannya.

“Kalau aku yang memilih, pakai ini saja. Berani, mencolok, dan langsung memberi tahu semua orang kalau kehadiranmu bukan sembarangan,” katanya sambil melambaikan kain itu sedikit, lalu menoleh ke arah Yudha dengan senyum miring. “Tapi terserah kau saja, toh nanti juga yang bawa tubuhnya kau sendiri.”

Carmelia hanya memandangi mereka bertiga dengan mata berbinar, sesekali mengusap ujung kain dengan jari kecilnya seolah takut merusaknya.

“Kalau Tuan pakai ini… pasti terlihat sangat gagah,” bisiknya pelan, suaranya hampir tertelan suara angin malam.

Yudha menghela napas panjang, lalu berdiri perlahan. Ia melangkah mendekati meja, menatap setiap potongan pakaian itu satu per satu. Di dalam hatinya, sistem yang tadi sempat ia buka kembali bergetar pelan, seolah ikut merasakan suasana yang berubah.

Skill Copy… Level 1. Masih lemah, tapi kalau ada kesempatan, mungkin besok bisa mencobanya.

Ia mengangkat salah satu jubah hitam polos yang hanya memiliki hiasan tipis di kerahnya—tidak terlalu mencolok, tapi tetap memancarkan kesan agung dan berwibawa.

“Yang ini saja,” ucapnya singkat. “Tidak terlalu menarik perhatian, tapi cukup untuk membuat mereka sadar kalau aku bukan tamu yang bisa dianggap enteng.”

Mereka bertiga mengangguk setuju.

“Baiklah,” kata Lyra sambil melipat pakaian itu rapi dan meletakkannya di samping tempat tidur. “Kalau begitu, kita harus bersiap juga. Besok bukan sekadar pesta biasa. Seluruh bangsawan, ksatria, dan tokoh penting kerajaan akan hadir. Bisa jadi tempat yang sempurna untuk mengumpulkan informasi… atau justru tempat yang paling berbahaya.”

Chikaryu melipat tangannya di dada, matanya menyipit tajam.

“Dia benar. Di pesta seperti ini, semua orang menyembunyikan niat di balik senyum manis. Siapa tahu ada yang sudah curiga dengan keberadaan kita, atau justru sedang merencanakan sesuatu yang melibatkan Tuan sendiri.”

Yudha tersenyum tipis, senyum yang sudah terbiasa dengan bahaya dan intrik. Ia menoleh ke arah jendela yang terbuka sedikit, memandang langit malam yang dipenuhi bintang-bintang yang terlihat lebih terang dan indah daripada di dunia lamanya.

“Justru itulah alasannya aku mau datang,” ucapnya pelan tapi tegas. “Di tempat yang penuh orang, di mana semua berpura-pura baik, di situlah kebohongan paling mudah terlihat… dan kesempatan paling mudah datang. Lagipula, perutku sudah terisi dengan makanan enak. Sekarang, waktunya untuk melihat apa lagi yang bisa ‘dimakan’ besok.”

Carmelia mendekat, menggenggam ujung lengan jubah Yudha dengan lembut.

“Aku akan tetap dekat dengan Tuan. Tidak ada yang bisa mendekat tanpa lewat aku dulu,” janjinya dengan suara yang mantap, matanya kembali memancarkan kilatan tekad yang sama seperti saat bertarung.

Yudha menepuk kepala bocah itu pelan—gerakan yang dulu tak pernah ia bayangkan akan ia lakukan pada siapa pun.

“Bagus. Ingat, kalian bukan sekadar alat lagi sekarang. Kalian adalah bagian dari diriku. Kalau ada yang berani menyakiti salah satu dari kita… mereka akan tahu rasanya menjadi makanan bagi sistem ini.”

Malam itu berlalu dengan tenang, namun di balik ketenangan itu, jantung masing-masing berdebar dengan perasaan yang berbeda—penasaran, kewaspadaan, dan sedikit kegembiraan menanti apa yang akan terjadi di pesta istana esok hari.

Dan di sudut ruangan yang paling gelap, sebuah bayangan samar melintas sebentar, seolah sedang mengawasi dari kejauhan, sebelum akhirnya menghilang kembali ke dalam kegelapan.

Besok… panggung akan terbuka. Dan pertunjukan baru akan segera dimulai.

1
We wok
sampai tamat yah/Frown/
Xian Nying: Udah Baca Emangnya Kenapa?
total 3 replies
Xian Nying
Singkat aja: CERITA INI GAK ADA OBATNYA ENAK BANGET. Karakter, alur, bahasanya, semuanya pas. Gak sabar liat Yudha makan kekuasaan, makan dunia, makan apa aja deh pokoknya. LANJUT BOS, GW DUKUNG TERUS! 🔥"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!