NovelToon NovelToon
Cinta Lembayung Senja

Cinta Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa-Tata susila / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:155.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noormy Aliansyah

'Jangan ada boom like di antara kita, kalau kamu tidak mau dapat balasan boom like yang bertubi-tubi dari saya.' 🙏😊

Cerita ini murni imajinasi Author. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dll. itu hanya kebetulan saja! 🙏😁

Akibat hubungan kontrak antara Adinda dan Aditya, membuat keduanya terlibat dalam perasaan yang serius. Namun, kedatangan orang lain membuat hubungan mereka sulit bersatu.

"Lihat Mas! Kamu tidak perlu merasa bersalah dan kasihan sama wanita ini, karena sudah menceraikannya! Sekarang sepertinya dia sudah punya pengganti yang baru."

Adit dan Dinda tersentak kecil, kerena kedua pasang manusia itu berdiri tepat di hadapan mereka. Dinda melirik mereka sinis, sementara Adit sedikit bingung. Akan tetapi, dia mengeriti arti dari kata menceraikan, dan Adit menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah mantan suami Dinda.

"Ya, Anda benar! Saya tidak mungkin menyia-nyiakan janda secantik Dinda, jadi saya sedang melakukan pendekatan," Dinda melotot kepadanya atas penga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noormy Aliansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Bertemu Danu

...'Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga.'...

...🌹🌹🌹🌹🌹...

Pagi ini Dinda berkumpul di rumah Rahimah, untuk mengantar keberangkatan Rahimah, Rahman dan Abdar ke bandara menuju kota mekkah guna menunaikan ibadah umroh.

Namun, rupanya tidak hanya keluarga kecil sahabatnya saja yang akan bertolak ke masjidil haram tersebut. Maryam, adik dari Abdar turut ikut bersama Intan, putri kecilnya.

"Rahman, apa mama kamu sudah siap?" tanya Dinda.

Syukuran sudah akan dimulai, tapi Rahimah dan Abdar belum terlihat.

"Sebentar tante, biar aku panggil." Rahman berlalu naik ke lantai atas.

Lima belas kemudian, orang yang mereka tunggu-tunggu sudah bergabung sambil membawa empat koper baju, satu di antaranya berukuran kecil.

"Kalian sudah datang?" tanya Rahimah ikut bergabung.

"Jangan lupa, nanti pas di depan Ka'bah, do'akan aku menyusul!" kata Nurul.

"Insya Allah," balas Rahimah.

"Aku nggak muluk-muluk, do'akan saja supaya muntah yang aku alami ini lekas berhenti," harap Soraya.

Rahimah tersenyum sambil mengaminkan.

"Do'akan aku yang terbaik aja," ujar Dinda menimpali.

"Insya Allah, semuanya aku do'ain," ucap Rahimah.

Tanpa barlama-lama, syukuran kecil-kecil'an dimulai dengan Ustadzah Habibah sebagai memimpin do'a. Usai syukuran, mereka siap berangkat.

Jangan tanyakan siapa yang bertugas menyetir mobil yang menampung kelima jamaah itu, karena sudah bisa dipastikan, bahwa Adit-lah orangnya.

Soraya dan Nurul memilih ikut bergabung bersama Dinda, yang jadi pemegang kemudi. Sebenarnya bisa saja mereka pergi bersama supir pribadi Soraya, tapi sang supir harus mengantar Rayan ke sekolah.

Sementara, suami Soraya dan Nurul tidak bisa hadir kerena tengah sibuk. Candra selaku pelatih dari Rahman juga ada, karena Rahman yang mengundang.

Tiba di Bandara mereka mendoakan rombongan Rahimah agar sampai pada tempat tujuan dengan selamat. Setelah pesawat Rahimah take off, mereka langsung kembali ke parkiran.

"Seharusnya tadi, kalian ke sini pakai mobil sendiri," keluh Adit pada Soraya dan Nurul.

Sekekali Adit mencuri-curi pandang pada Dinda. Tidak dipungkiri memang, jika hati Adit telah benar-benar terpaut pada gadis yang baru saja menyandang status jandanya.

Jika dulu niatnya hanya ingin membantu Dinda, maka sekarang telah berubah menjadi cinta. Omongan yang kapan mana Adit ucapkan pada Dinda, pasti akan dia tepati.

Dinda hanya melirik dangan senyum tipis, begitu juga Candra yang tidak mengerti dan tidak mau mengerti.

"Yee, emang kenapa mas? Orang kita nggak ikut mas Adit, juga!" balas Nurul pura-pura sewot sambil menahan senyum.

Nurul tahu apa maksud dari perkataan Adit. Pasti sekarang Adit ingin mengajak Dinda jalan-jalan, tapi karena mereka ikut menumpang di mobil Dinda, otomatis tidak bisa berduaan.

"Semuanya, kalau begitu saya duluan." Candra menyela di antara percakapan mereka guna ijin berpisah dari rombongan itu.

"Hati-hati ya, bro." Adit mengangkat telapak tangannya melepas kepergian Candra dan mendapat balasan yang serupa.

"Gimana kalau kita minum dulu?" tawar Adit. Ada cafe di dekat Bandara, dan Adit berinisiatif mengajak Dinda minum walau harus satu paket dengan teman-temannya.

"Boleh juga tu mas, asal mas Adit yang bayar," ujar Nurul nyengir.

Soraya dan Dinda tertawa kecil, Nurul sahabatnya ini memang selalu blak-blakan. Dia yang pernah bekerja di bagian akutansi, selalu hitung-hitungan soal pengeluaran.

Adit pun ikut tertawa memakluminya, kerena dia yang mengajak pastilah Adit yang akan membayarnya.

"Tenang saja, aku yang bayarin. Ayo," ajaknya.

"Ayo sayang, kita jajan diteraktir om Adit dulu." Nurul mencium pipi bulat Nuri dengan gemes hingga tertawa.

"Khahahaha," tawa Nuri nyaring mengiringi langkah kaki mereka.

...🌹🌹🌹🌹🌹...

"Silakan, kalian mau minum aja? Mumpung masih dibolehkan makan, karena besok kita sudah harus puasa."Adit membuka buku menu yang diberikan seorang pelayan pada mereka.

"Aku lychee tea sama susu coklat aja," seru Nurul setelah membacanya.

"Orange juice, mbak," sahut Dinda.

"Greentea," sambung Soraya.

"Ice tea," ucap Adit.

Tidak lupa mereka juga menambahkan kudapan untuk menemani minumnya, kue dan kentang goreng.

Untuk sesaat, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing, hingga Adit yang bersuara membuat fokus mereka penuh kepada Adit.

"Kalian pulangnya lewat selatan aja ya?" kata Adit memecah keheningan.

"Emang kenapa, mas?"

Adit tertawa dengan pertanyaan serempak dari ketiga gadis di hadapannya, dan tambah tertawa lagi ketika Nuri ikut-ikutan tertawa karena melihatnya tertawa tidak jelas.

"Soalnya perasaan aku buat Dinda, udah nggak sanggup buat di utara'kan," kata Adit sambil menatap (penuh cinta) pada Dinda.

Semburan merah di pipi muncul tanpa diminta, memuat Dinda tertunduk malu sembari menahan senyum.

"Ajirrrr ... Mas Adit, pintar mereyu," celetuk Nurul.

"Ciee, ciee ... ada yang lagi tebar umpan nih. Tapi sayang mas! Ikannya sudah sempat sobek, gegara patok umpat pancingan hiu," sindir Soraya.

"Tega banget sih," tepukan mendarat di lengan Soraya.

"Awww, hahaha," rintih Soraya dibarengi tawa.

"Nggak apa-apa, kalau ikannya sempat patok pancing hiu. Asal kembali lagi ke lautan, dan patok pancing putri duyung," balas Adit tersenyum tipis.

"Uhh, klepek-klepek tu duyung, mas," ucap Nurul membolak balikkan telapak tangannya.

"Pek-pek," celoteh Nuri sambil meniru tangan sang mama.

Dinda yang sempat malu dan kesal, menjadi tertawa walau masih salah tingkah. Lima belas menit kemudian, pesanan mereka datang.

"Bisa dong, nanti aku minta tolong sama kalian?" tanya Adit sambil memasukkan kentang ke dalam mulutnya.

"Bisa-bisa, minta tolong apaan mas?" jawab Nurul dan bertanya.

"Jagain putri duyung, biar nggak patok umpat lain?"

"Wah, kalau itu kita nggak jamin mas! Soalnya lautan nya 'kan luas banget. Kalau di sekitar kita sih, bisa aja. Tapi ini, kalau dia pergi ke laut sebelah ... nggak tau deh," balas Nurul angkat bahu.

"Rencananya aku mau bikin bendungan habis lebaran ini, biar putri duyung nya terkurung sama lingkaran kuning. Menurut kalian gimana?" tanya Adit melihat keduanya.

Soraya dan Nurul saling pandang dan beralih melirik Dinda yang tengah memajukan bibir bawahnya.

"Bagus "

"Ya itu bagus," ucap Soraya dan Nurul.

"Kalian ini ngomong apaan sih, dari tadi ngomong nggak jelas," ujar Dinda kesal-kesel suka.

"Ekhem, pura-pura nggak ngerti ... nanti pas sudah ngerti, keburu pancingan nya disambar duyung lain," ejek Nurul.

Tidak tahan dengan godaan sahabatnya dan tatapan Adit yang selalu mengarah padanya, Dinda pun pamit ke toilet.

"Perlu ditemenin?" goda Adit.

"Apaan sih mas, kaya aku anak kecil aja," kesal Dinda cepat beranjak.

Dinda berjalan dan masih sempat mendengar ketiga orang itu tertawa. "Nyebelin," gumam Dinda kesal, kemudian tersenyum.

Di dalam kamar mandi, Dinda menghidupkan kran air dan mencuci tangannya sambil melihat pantulan dirinya yang sedang tersenyum-senyum sendiri.

Satu helaan napas lolos, guna meminimalisir detak jantungnya yang berpacu begitu cepat. Kedua telapak tangannya memegang pipi hangatnya.

"Mas Adit, iih," gerutu Dinda ambigu.

Merasa sudah cukup lama, Dinda akhirnya keluar menyusul rombongannya. Langkah kecilnya perlahan berhenti, samar-samar dari kejauhan sepasang manusia berjalan hendak ke arahnya.

"Loh, kak Dinda ya?" sapa pria itu ketika sudah dekat.

Ragu, Dinda mengangguk sungkan. Sementara sang wanita yang di samping pria itu berwajah pucat.

"Danu, habis dari mana?" tanya Dinda sopan.

"Kebetulan tadi Luna mengantar temannya ke bandara, terus minta jemput sama aku," ujarnya melirik wanita yang bernama Luna.

"Kakak sendiri ngapain?" balas Danu.

"Tadi nganter teman berangkat umroh. Kalau gitu saya permisi dulu ya," kata Dinda.

"Ohh, silakan kak."

Dinda berjalan cepat tidak ingin terlibat dalam hubungan orang yang begitu besar dosanya. Menurutnya.

BERSAMBUNG ....

1
Indri Yani
Aluna dalangny
Indri Yani
Adit g dteng, Chandra yg gantiin
Indri Yani
Ada Candra, Din
Indri Yani
Bara n Candra orang yg sm ternyata
Indri Yani
blm ngerti alurny
Lis May Bae
baca ini kok brasa di tampar ya thor 🤦‍♀️🤦‍♀️
Lis May Bae: iya thor masama🙂🙂🙂
total 4 replies
i'm virgo ♍️
maaf Mas Adit, aku dukung Mas Candra nih 😃
Untaian Fiksi(Hiatus): horeee
total 1 replies
Untaian Fiksi(Hiatus)
semoga bisa menghibur di waktu senggang. 🙏😁
mezee
aduh baara itu siapa ?!
masalau dinda pa masa depan,y ya
Untaian Fiksi(Hiatus): semangat bacanya, kak. temukan di bab selanjutnya. 😅
total 1 replies
Ati Susanto
sangat bagus.. sudah ngikutin dari rahman bin rahimah.. suka dengan alur cerita nya yang ringan.. love buat karya mu thor
Untaian Fiksi(Hiatus): masyaallah tabarakallah, terimakasih banyak kak, karena sudah berkenan membaca karyaku. 🙏 aku jadi terharu🤧🤧🤧
total 1 replies
Nia Kurniawati
ayo bara jangan pilih kasih nanti ya kasihan Malik yatim piatu dia tuh jangan di inget emak bapak nya kalo di inget mah ya bikin kesel
Adfazha
Alhamdulillah Dinda pya buku baru hm Bara bere mulai terusik dg khdrn Malik nihh pdhl berkah bgt urus anak yatim piatu Mas... Semongko Akakk
Adfazha: Alhamdulillah udh publish nih kak...
total 4 replies
Adfazha
Berkah ya Din, skli dpt anak lsg 3 mskipun Malik bkn anak kandung 😁tp tar jgn lupain bayi gedemu tar cemburu ngambek lg krg perhatian wkwkwkk🤣🤣
Adfazha
Alhamdulillah akhirnya Baby twin upcoming jg..knp gk launching dsni aj kak tmbh expart lg gpp 😁Congrats ya gk sabar tgu "DiRa Andra "Launching hehee😁....kirain kembaran bara Si Bere trnyta Bari 😁
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi tanya sama pihak nt, kak. boleh apa enggak kalau sudah tamat banyak tambah bab. tunggu aja kabarnya ya, kak.🙏
total 1 replies
Ha_liza
di tunggu ya kak🤩
Untaian Fiksi(Hiatus): terimakasih kk😊
total 1 replies
Nia Kurniawati
selamat Dinda mas Chandra akhirnya kalian di percaya sama Alloh di kasih momongan kembar lagi sehat sehat sampai hari lahiran nanti ya🥰
Untaian Fiksi(Hiatus): kata Dinda, makasih kak 😁
total 1 replies
Adfazha
Gpp Anggap aja Naaman jd pancingan smg Dinda nanti bnr2 bs hml baby Twin 😁😁 Masihh ngareep eike 🤭🤭untgnya DaRa hatinya tulus bs maafin mrka dg ikhlas eh dpt bonus baby gemoyy
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi catat bahan buat adonannya. wkwkwk
total 1 replies
Nia Kurniawati
tapi kan Dinda katanya telat seminggu kan tadi tuh 😩 musti hamil pokok nya🤭
Nia Kurniawati
enak banget si Angga dan istrinya habis jahat minta maaf pergi deh nitipin anak malah sama Dinda orang yg pernah dia sakitin
Untaian Fiksi(Hiatus): mungkin, satu bab lagi kk😁
total 1 replies
Nia Kurniawati
jadi Dinda gak bakalan punya anak yg terlahir dari rahim nya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!