Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.
Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..
Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?
Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan
Yak!. itu bukan dialoqnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sapu tangan
“kau harus mengikutiku seperti ini?” Alisya berhenti dengan lirikan jengkel kearah Kenzie. Pria itu Hanya menampilkan wajah tanpa dosanya dia mengangguk.
“aku ingin ketoilet”
Kenzie menatap serius Alisya “apa terjadi sesuatu?.. apa ruammu muncul kembali?” Kenzie memegang lengan Alisya. Perbedaan antara lengan pria dan wanita terlihat jelas.
Baru saja Alisya ingin menjawab. Kenzie lebih dulu berkata dengan suara tak suka “Sapu tangan itu milik Justine?”
“en... !?” Alisya terkejut saat sapu tangannya dirampas begitu saja. Tatapan Alisya menjadi tidak suka “Kenzie. Kebiasaanmu membuatku jengah”
Kenzie tidak peduli oleh ucapan tak senang Alisya. Yang penting dia sudah mengambilnya. Dia sudah puas. Kenzie menarik ponselnya dari saku menghubungi Arann
Panggilan terhubung...
“ken–”
“Ambil sapu tanganku yang ada dirumah”
“sapu tangan?.. Kenapa tidak membel–”
“Ambil saja. Jangan yang dibeli”
Setelah itu panggilan terputus. Kenzie menatap Alisya dengan seringai menjengkelkan. Alisya meniup udara dengan dengusan. Dia memegang dagu Kenzie dengan jari-jari lentiknya.
Mata mereka bertemu. Kenzie tak melepaskan seringai kecilnya. Alisya tampak harus mengangkat kepalanya untuk menatap tepat Dimata pria itu. Sedangkan Kenzie sedikit menunduk.
“Dasar gila”
Kenzie terkekeh kecil, dia menarik tangan kecil itu untuk memeluk lehernya. Jakunnya bergerak geli saat kulit lembut Alisya menyentuhnya. Suara bass-nya terdengar “Aku hanya gila karenamu Alisya nggrediel”
Sepertinya Alisya harus sedikit tegas untuk Kenzie kedepannya. Karena pria itu sudah semakin meraja Lela. Lelah hayatiಠಿ_ಠಿ
Raut wajah Alisya tetap sedingin es “Aku jijik padamu”ucapnya santai mengenai tepat dijantung Paling dalam Kenzie. Saat Alisya menarik tangannya, Kenzie memegang dadanya dengan dramatis.
“simpan saja sapu tanganmu itu, aku tidak membutuhkannya. Aku ingin ketoilet. Jangan mengikutiku”Alisya melangkah mundur sambil menatap Kenzie tajam seolah jika saja pria itu bergerak seinci saja. Alisya langsung menggulitinya.
Kenzie kali ini menurut. Saat melihat Alisya menghilang dari tikungan. Aura gelap menyelimuti Kenzie. Sorot matanya sangat tajam “keluarlah”
Wajah Ghena berubah pias. Dia menutup mulutnya rapat-rapat. Tidak mungkin Kenzie mengetahui keberadaanya?!
“KELUAR!”
Ghena berjengit. Dia dengan hati-hati mundur sedikit demi sedikit dengan menutup mata. Dia sangat ketakutan sampai-sampai dia berdoa memohon Agar dia tidak diketahui.
Tukh!
Ghena mengangkat kepalanya. Namun belum sempat menjerit, Leher telah dicekik sangat kuat. Ghena tanpa sadar mengeluarkan air matanya. Percayalah ini baru pertama kalinya dia terancam nyawa seperti ini. “K...k–kenzihh”ucapnya terbata-bata.
Wajah Kenzie tampak bengis. Permen karetnya tidak dikunyah berarti dia sedang tidak bercanda. Keningnya yang merah terpampang jelas didepan Ghena.
“kau mengutuk Alisya!?”
Cekikan itu semakin kuat. Ghena merasa darah berhenti mengalir ditubuhnya. Tangannya yang memukul-mukul tangan Kenzie melemas. Keringat dingin mengalir bercampur tangisan.
Saat tidak mendengar jawaban. Kenzie melepaskan cekikannya. Dia menatap tajam Ghena. Adik tiri Alisya ini dikenalnya sebagai gadis bermuka dua.
Skandal lukisan itu juga Kenzie tau. Jika Ghena musuh Alisya maka Ghena juga musuh Kenzie. Beberapa hari ini Kenzie tau Ghena kadang-kadang mengintilinya tanpa menggekspos diri.
Pada titik ini. Dia mendengar suara Ghena mengutuk Alisya agar mati. Dia menjadi sangat marah.
Ghena terduduk sambil terbatuk-batuk memegang lehernya. Hampir saja nyawanya melayang. Dia mati konyol disini?. Sungguh tidak elit. Tatapan Ghena menjadi takut saat menatap Kenzie.
Benar kata orang. Kenzie yang tenang adalah topeng dibalik sosok hitamnya. Ghena merasakan sendiri udara menipis saat Kenzie berbicara seolah menentukan hari dia mati.
“kenzie..”
Arann berjalan santai menuju Kenzie. Matanya melirik Ghena yang berada dilantai meringkuk takut takut. Sepertinya gadis itu telah mengganggu kenzie. Arann berdecak sambil menyerahkan sapu tangan itu kekenzie “nih”
.
.
Setelah membersihkan tangannya. Alisya mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Alisya sang pemilik tubuh. Rambutnya yang dicat ungu diujung rambut memang sangat aneh menurut Alisya.
Warna ungu bukan warna yang dia sukai tapi juga bukan tidak menyukai.
Alisya tidak memperdulikan warna ini sebelumnya tapi sekarang dia sedikit berpikir. Apakah dia harus mengecat kembali rambutnya?
Ah. Lupakan, membuang-buang waktu saja.
Drrrt drrt
Alisya mengangkat ponselnya. Entah apa yang mau dikatakan ayah Alisya itu lagi. Dia sepertinya harus cepat-cepat pergi dari rumah itu “en?”
“Alisya. Ayah merindukanmu”
Alisya dengan cepat menjawab “katakan?.. apalagi yang ayah ingin Aku turuti hm?”
“apa maksudmu?”
“jangan berlagak tidak tau”
“ayah tidak meng–”
“aku sibuk. Cepat, apa yang ayah inginkan?”
“A...yah hanya ingin mengabarimu kalau ayah akan kembali”
Kembali ya?. Ah.. sepertinya Kini Alisya baru akan turun tangan
.
.
Alisya berjalan acuh tak acuh saat melewati para pelayan yang berjajar didepan pintu. Entah tamu istimewa apa yang datang sampai-sampai pelayan harus berbaris untuk menyambutnya. Pelayan yang melihat Alisya segera menunduk serentak.
Melihat kepala pelayan yang berdiri diujung sana. Alisya membuka mulutnya “siapa yang akan ditunggu disini?”
Kepala pelayan yang bernama obert segera berkata “tuan muda Akan segera sampai nona”
Tuan muda?
Oh, Anak Rhena yang satu lagi. Setaunya pria itu hanya sebagai pemeran pemanis didalam novel. Karena sosok figuran itu bukannya menjadi pendukung antagonis yang notabenenya adalah adiknya sendiri melainkan menjadi pelindung Alisya .
Zein Alderald ritter
mungkin mengikuti ayah tirinya yang akan pulang keesokan harinya. Tapi dia lebih mendahului Ayahnya entah karena apa. Alisya juga tidak tau.
Saat ini sebuah mobil hitam Ferarri mengkilap berhenti tepat di pembuka jalan pelayan. Alisya bersidekap untuk melihat turunnya Abang tirinya itu.
“kemana kedua Anak ibu itu?”tanya Alisya tanpa melirik obert.
Obert mengerti apa yang dimaksud Alisya jadi dia berkata “nyonya dan nona sedang berhias diri”
What?. Apa harus berhias diri hanya karena menyambut kedatang anaknya sendiri?. Alisya sampai merasa aneh dibuatnya.
Disitulah sosok yang tampan turun dari mobil bertepatan dengan suara antusias Ghena dari belakang Alisya. Ghena berlarian memeluk leher Abangnya Zein manja.
Rhena mengikuti dengan senyuman haru seakan sangat menanti kepulangan anak laki-laki satu-satunya itu. Alisya yang melihat suasana tegang dari sekitar ternyata disebabkan oleh Zein yang hanya diam saat dipeluk.
“ma siapa ini?, Apa dia adik tiriku itu?”tanya Zein saat mengenali wajah ibunya itu. Senyuman dibibir rhena membeku.
Ghena segera melepaskan pelukannya. Apa dia baru saja dilupakan?. Apa abangnya sendiri lupa dengan wajahnya?. Oh, apakah selama itu sampai-sampai abangnya melupakan wajahnya?. Kata tiri yang diucapkan Zein membuat Ghena kesal.
Sebaliknya. Zein yang tidak mendapati jawaban ibunya malah menatap sosok gadis cantik yang ada diujung jalan pelayan. Gadis itu sangat cantik, Zein sangat terpesona hanya dengan memandangnya satu kali.
Gadis itu memakai celana hitam ketat menutup kaki sampai pinggangnya dengan baju putih karet yang ketat membelut tubuh rampingnya. Berbeda dengan gadis yang memeluknya tadi.
Dia memakai dress feminim biru yang membukakan selangkanya sedangkan dress itu hanya menyampai diatas lutut. Ditambah make up yang baru saja dipoles.
Kedua gadis yang berbeda fashion.
Percayalah. Zein sangat tertarik dengan sosok Alisya sampai-sampai dia tersenyum manis saat mata mereka bertemu. Tapi Alisya hanya berwajah
lurus tanpa tersenyum sedikitpun..
terimakasih telah membaca^^
Si-ojal berulah_-