Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.
Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.
Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter SSS 16
"Yaudah ayo kita kekamar, nanti kita kesiangan" ajak Zico dan diangguki sama Vio
Mereka berdua pun pergi menuju kamar Vio yang berada di lantai atas, malam ini untuk yang pertama kalinya semenjak menikah Vio dan Zico tidur berdua.
Awalnya posisi tidur mereka terpisah oleh guling, tetapi ketika pagi menjelang posisi tidur mereka menjadi berubah saling berpelukan, Zico yang lebih dulu terbangun dan membuka matanya, betapa kagetnya Zico saat menyadari dirinya tengah memeluk Vio.
Zico memandang lekat wajah Vio yang ada dalam pelukannya, senyum Zico keluar dan Zico juga mengatakan "cantik" lalu entah dapat bisikan dari mana tiba-tiba saja Zico mencium bibir Vio lama, hingga Vio menggeliat dan membuka matanya, segera Zico menutup matanya Kembali dan berpura-pura tidur lagi.
Vio terbangun dan menyadari kalau dirinya tidur sambil memeluk Zico, Vio segera melepaskan pelukannya dan duduk sembari mengingat kenapa bisa dia tertidur di dalam pelukan Zico.
"Astaga.. kok bisa gini sih, padahal tadi malam udah di kasih guling buat pembatas tapi kenapa pas bangun, malah jadi intim gini ya? terus barusan aku merasa ada yang cium bibirku, entah mimpi apa kenyataan? kalo kenyataan siapa yang cium coba, gak mungkin mas Zico dia kan belum bangun" ucap Vio mengingat yang terjadi semalam dan sesuatu yang menempel dibibirnya
"Aaaahh pusing aku, mending langsung mandi terus masak, untung aja mas Zico belum bangun jadi gak ketauan kalo aku tidur memeluk dirinya" ucap Vio sembari mengacak rambutnya dan turun dari ranjang menuju kamar mandi
Zico yang mendengar ucapan Vio di buat tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Bukan kamu doang yang memelukku Vio, aku pun tidur juga memelukmu dan yang mencium bibirmu itu adalah aku" ucap Zico terkekeh
Selesai mandi Vio keluar dari kamar mandi, Vio telah menggunakan pakaian rumah karna dia ingin memasak, Vio keluar kamar menuju dapur.
Melihat Vio yang sudah keluar dari kamar Zico pun turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan dirinya, Vio yang sudah berada didapur mengurungkan niatnya untuk memasak ketika melihat kulkasnya kosong, satupun tak ada bahan makanan yang bisa di masak olehnya.
"Ya ampun kenapa bisa lupa sih, kan gak ada stok makanan yang bisa dimasak, kalo belanja dulu bakal lama keburu siang" ucap Vio seraya menepuk jidatnya
"Terpaksa delivery aja nih" tambah Vio lagi sembari mengutak atik ponselnya untuk memesan makanan
Selesai membersihkan dirinya di kamar mandi, Zico sudah berpakaian rapi lalu turun ke bawah menyusul Vio, sampai dibawah Zico menghampiri Vio di dapur yang tengah asik mengutak atik ponselnya.
"Vio kamu masak apa hari ini?" tanya Zico
"Maaf mas Vio lupa kalo persediaan makanan udah abis jadinya Vio delivery aja gak jadi masak"
"Yaudah gak apa apa, kamu hari ini ke butik kan? buruan gih siap siap biar aku aja nanti yang ambil delivery nya" ucap Zico yang melihat Vio masih menggunakan pakaian rumah
"Baiklah mas Zico, Vio tinggal ke atas dulu ya mau siap siap" ucap Vio dan berlalu ke kamar
Tak lama kemudian bel rumah Vio berbunyi, Zico segera membukakan pintu ternyata Delivery makan yang datang, setelah itu Zico menata makanan yang telah datang di atas meja makan.
Vio telah selesai mengganti bajunya dan mempolesi wajahnya dengan make up tipis dan natural, Vio keluar kamar dengan membawa koper besar untuk pindah kerumah Zico, Zico yang melihat Vio turun dengan menggeret koper besar segera menghampirinya.
"Vio kok kamu sih yang bawa turun, sini biar aku aja, inikan berat" ucap Zico dan melirik ke arah Vio
Deg
Jantung Zico berdebar ketika menatap Vio, satu kata keluar dari mulut Zico yaitu "cantik" Zico masih terpana melihat kecantikan Vio, hingga Vio menaik turun kan tangannya di depan mata Zico sembari memanggil manggil namanya.
"Mas... mas Zico.." ucap Vio mungkin sudah yang kesepuluh kalinya Vio memanggil baru dibales sama Zico
"Hari ini kamu cantik banget Vio" ucap Zico spontan dan berhasil bikin muka Vio bersemu merah
"Ya elah mas jangan gombalin aku pagi pagi, nanti aku jadi gak nafsu makan karna kenyang sama gombalan kamu" ucap Vio terkekeh mendengar ucapan Zico
"Aku serius Vio... kamu cantik" ucap Zico dan Vio memang melihat keseriusan di muka Zico sampai membuat Vio jadi salah tingkah
"Udah ah mas jangan gombal mulu, nanti malah keburu siang" ucap Vio dan lanjut menuruni anak tangga sambil menarik koper besar miliknya
"Ehhh kopernya biar mas yang bawa, nanti kamu jatoh" ucap Zico dan meraih koper yang di bawa Vio
Zico dan Vio sudah sampai dibawah, sekarang mereka lagi di meja makan menikmati sarapan pagi, selesai makan Vio mencuci piring kotor, sementara Zico mengambil satu koper lagi milik Vio dikamar dan memasukkannya ke bagasi mobil.
Zico dan Vio berangkat menuju rumah Zico, diperjalanan mereka sama-sama diam tak berbicara, hingga tak lama kemudian Vio membuka keheningan di antara mereka.
"Mas... sebelum kerumah mampir bentar ke makam Alea ya" ajak Vio
"Oke.. " jawab Zico singkat dan tetap fokus menyetir mobil
Zico dan Vio sampai di makam Alea, Vio duduk disamping nisan Alea dan Zico berada di samping Vio, Vio mulai menadahkan tangannya untuk mendo'akan Alea begitu juga dengan Zico, selesai berdo'a Vio mengusap nisan Alea lalu menciumnya, tak teras Vio pun menangis kala mengingat masa masa kebersamaannya dengan Alea ketika hidup.
Alea *aku merindukanmu, terimakasih sekali lagi Alea, kamu telah mempercayakan aku untuk menjaga mas Zico dan Alika, aku berjanji akan selalu ada di samping mas Zico dan Alika, berbahagialah di sana Alea~ batin Vio
Sayang apa kabarmu, maaf aku baru berkunjung sekarang, aku dan Vio sudah berbaikan, aku berjanji akan mencintai dan menjadikan Vio istriku yang sesungguhnya, terimakasih kamu telah memilih Vio sebagai pengganti dirimu, pilihan kamu tepat sayang dan aku bahagia memiliki kalian, bahagialah disana Alea, aku mencintaimu~ batin Zico*
Zico dan Vio selesai dari makam Alea, sekarang mereka menuju kediaman Zico untuk menaruh koper milik Vio dan berjumpa dengan Alika sebelum mereka sama-sama berangkat kerja.
Setelah beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah, dan disambut oleh bik Mina dan pak Kusno serta Alika yang berada dalam kereta dorongnya, Zico memarkirkan mobilnya tepat didepan teras rumah mewah miliknya, Zico dan Vio turun dari mobil, Vio langsung mengangkat Alika dari kereta dorong lalu menggendong Alika.
Sementara Zico membuka bagasi mobil dan mengeluarkan dua koper milik Vio, bik Mina langsung membantu Zico membawa salah satu koper kedalam rumah.
.
.
.
.
.
.
Author
Maaf ya kakak kakak cerita nya kurang menarik maklumin aja author baru belajar 😁 kalo ada yang kurang atau salah penempatan, tulisan dan lain sebagainya bisa kasih saran dan masukan di kolom komentar 😊 author dengan senang hati menerimanya.
Jangan lupa like, rate bintang 5, vote sama favorit juga ya kak, biar tau up selanjutnya
See you next chapter guys 😘😘😘
#CemangattThor😍