NovelToon NovelToon
Alisha

Alisha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yuliana Farida

Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.


"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."

Alisha Puteri,



"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"


Dika Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan baru

Sudah seminggu sejak kepulangan Alisha dari rumah sakit, Seminggu pula Alisha belum bertemu lagi dengan Dika. Hanya komunikasi lewat telepon saja mereka bertukar kabar dan cerita karena kesibukan Dika dengan sekolah barunya dan kegiatan jualannya yang berlanjut.

"Kamu gak cape pulang sekolah langsung kerja?" tanya Alisha yang saat ini sedang teleponan dengan Dika.

"Enggak." Terdengar disana kesibukan dan suara lalu lalang kendaraan.

"Terus sekarang lagi apa?" tanya Alisha yang sudah mengetahui jawabannya. Ia terlalu bingung untuk menanyakan hal apa kepada Dika yang selalu singkat bicara.

"Kamu udah tahu aku lagi apa."

"Ish kan bisa aja kamu mau bohong. Lagi selingkuh misalnya." rajuk Alisha yang kini sedang rebahan di kasur. Sedangkan Dika yang sedang sibuk menggoreng, terkekeh mendengar ucapan Alisha tersebut.

"Dik?" Tanya Alisha memastikan Dika masih mendengarkannya. Beberapa waktu lalu Dika mengabaikan perkataannya membuat Alisha malu sendiri.

"Hm?"

"Aku ganggu ya?" Alisha merasa, sedari tadi yang bicara hanyalah dia, sementara Dika sibuk mendengarkan.

"Enggak, kalau kamu masih mau cerita aku dengerin kok." beritahu Dika agar Alisha tidak segera menutup teleponnya.

"Gimana sekolah kamu? Eh aku belum tahu loh kamu sekolah dimana?"

"Baik, dimana ya Lish?." Perkataan Dika membuat Alisha kesal karena Dika malah mengajaknya bercanda dengan teka-teki.

"Dikaaa." seru Alisha manja setengah merajuk.

"Yang bener." tambah Alisha.

"Cepat sembuh Lish." Dika tidak menjawab pertanyaan Alisha dan hanya mengucapkan harapan kesembuhan Alisha, setelahnya telepon langsung ditutup oleh Dika.

"Dik nyebelin." gerutu Alisha yang kini mebolak balikan badan tak mau diam.

"Kenapa Lish?" tanya mamanya saat masuk ke kamar membawa makan malam untuk Alisha.

"Bosen, tiduran mulu udah tiga minggu ma, nih tangan Alish makin gede, terus pipi Alish makin bulat. Gak sukaaa." rengek Alish seraya menunjukkan bagian tubuhnya yang disebut tadi.

"Besok Alish sekolah aja ya ma?" pinta Alish kemudian. Tak lupa tatapan memohon ia layangkan kepada mamanya yang berjalan menghampirinya.

"Dokter bilangnya dua bulan istirahat bukan dua minggu Lish, tunggu aja ya." ucap mama memberi perhatian kepada Alisha.

"Ma, Alisha udah sembuh kok. Alisha udah ketinggalan pelajaran banget. Lagian kegiatan sekolah gak berat berat amat kerjaannya. Tinggal duduk dengerin guru bicara, udah." Alisha terus mencari alasan agar ia bisa pergi sekolah besok.

"Yaudah nanti mama bicara dulu sama ayah." ucap mama sebelum memutuskan dan kembali lagi keluar kamar

"Makasih ma." Alisha senang, hingga ia dengan cepat membawa nampan makanannya dan memakannya dengan lahap untuk menunjukkan kepada mamanya bahwa ia sudah sembuh.

Alisha memakan makanan yang dibawa mamanya tadi sampai habis, kemudian menyimpan piring kosong itu ke atas nakas. Setelah itu, Alisha mengambil ponselnya dan mengirim sms kepada Dika sambil meminum air.

'Dik, aku besok mau sekolah loh.'

18.30

Beritahu Alisha kepada Dika, padahal orang tuanya belum memutuskan Alisha akan pergi sekolah besok.

Kamu masih harus istirahat Lish.

18.50

Balas Dika setelah beberapa saat. Kemudian deringan telepon dari Dika memenuhi layar ponsel Alisha yang langsung diterima oleh Alisha dengan senyuman.

"Kenapa mau sekolah besok?" tanya Dika langsung setelah Alisha menerima panggilan teleponnya.

"Dikaa, denger ya! Aku itu udah sebulan gak masuk sekolah, otomatis aku ketinggalan pelajaran, terus aku bosaann." rengek Alisha memberi penjelasan pada Dika.

"Dik? Dikaaa." teriak Alisha karena Dika tidak mendengarkan pembicaraan Alisha.

"Iya?" jawab Dika memberitahu Alisha bahwa Dika masih disana dan mendengarkannya.

"Kamu denger gak sih?" tanya Alisha kesal.

"Dengar kok. Kamu tunggu seminggu aja lagi ya?" ointa Dika agar Alisha tidak pergi sekolah besok, ia takut Alisha kembali sakit karena waktu istirahat yang di anjurkan oleh dokter itu kurang dari seharusnya.

"Gak mau, kangen temen temen." Alisha berkata dengan nada merajuk.

"Kangen temen atau Evan?" sahut Dika datar, terdengar sedikit nada tak senang dari mulut Dika ketika mengatakannya.

"Evan kan temen aku." jawab Alisha yang ingin mengetahui bagaimana respon Dika.

"Oh kamu jadi lebih kangen Evan?" Kali ini terdengar nada tidak senang dari mulut Dika dengan penuh kejelasan. Alisha menjauhkan ponselnya dari telinganya dan terkikik kecil.

"Kamu aja yang sok sibuk gak mau jenguk aku." Kali ini Alisha yang berbicara ketus, padahal ia hanya pura pura dan menahan bibirnya agar tidak mengeluarkan tawa.

"Kamu kan tahu aku sekolah sekarang ditambah aku tetap jualan. Kamu ngerti dong." jelas Dika dingin.

"Yaudah, aku juga gak ada hak buat nyuruh kamu temuin aku."

Terdengar diseberang sana Dika mendengus tak suka.

"Terserah." Kemudian telepon ditutup oleh Dika.

"Ck, marah beneran kan." Gerutu Alisha seraya menatap panggilan yang sudah ditutup oleh Dika.

Kemudian Alisha beranjak dari kasurnya menghampiri ayahnya di ruang tengahyang baru saja pulang bekerja.

"Yah, besok Alish sekolah ya?" pinta Alisha dengan mata berbinar.

"Loh, belum waktunya Lish." terang ayah lembut.

"Tapi Alish udah sehat kok." ucapnya seraya merentangkan tangannya membuktikan pada ayahnya bahwa Alisha sudah sehat.

"Nah, biar sehatnya maksimal, istirahatnya juga harus total." Alisha cemberut mendengar penjelasan ayahnya.

"Ayah, tapi Alish bosen. Gak bakal capek capek kok." rayu Alisha sambil menggoyang goyangkan tangan ayahnya.

"Hh beneran mau sekolah?"

Alisha mengangguk kuat dan tersenyum. "Iya yah."

"Ya sudah, tapi jangan jajan sembarangan. Bawa bekal dari rumah." Pesan ayah yang langsung diberikan pelukan oleh Alisha.

"Makasih yah."

"Yah?" seru mama dari ruangan dapur. Kemudian ayah ke dapur setelah melihat Alisha menutup pintu kamarnya untuk menghampiri istrinya.

"Kenapa ma?"

"Katanya Alisha mau sekolah besok." beritahu mama Alisha setelah suaminya datang menghampiri.

"Iya ma, ayah kasih izin Alish sekolah besok."

"Loh kan belum waktunya yah?"

"Alish udah sehat kok, ayah sudah ingatkan dia agar jangan terlalu lelah di sekolah dan jangan jajan sembarangan."

"Ya sudah, besok mama harus siapin bekal buat Alish."

"Ma, pijit ayah dong, pegel nih." pinta ayah seraya menekan nekan bahunya yang terasa sakit. Melihat istrinya yang sedang sibuk menuangkan teh kedalam botol itu mengangguk, ayah Alisha itu tersenyum senang, kemudian menarik tangan istrinya yang baru saja selesai menutup botol itu keluar dari dapur.

"Di kamar ya ma." ucap ayah Alisha sambil mengedipkan mata tersenyum genit, sementara Mama Alisha memukul bahu suaminya itu dengan tersenyum malu malu.

Keesokan paginya, Alisha sudah duduk manis di kursi mobil menunggu ayahnya selesai berpamitan dengan mamanya. Ia mendekap tas berisi bekal makanannya selama nanti di sekolah, karena sesuai titipan orang tuanya untuk tidak makan makanan diluar.

Alisha kemudian membuka ponselnya untuk memberitahu Dina bahwa ia akan sekolah hari ini karena kemarin malam ia lupa untuk memberitahu Dina dikarenakan konflik dengan Dika ditambah dengan usaha Alisha untuk kembali sekolah sekarang.

Alisha sampai di sekolah saat suasana sekolah sudah ramai oleh siswa. Ia berpamitan kepada ayahnya yang sebelumnya mengingatkan barang bawaan Alisha selama di sekolah. Tak lupa juga ayahnya mengingatkan Alisha tata cara mencuci tangan dengan baik agar bakteri atau virus tidak ikut masuk saat makan. Alisha hanya mengangguk mengerti sambil terus mendengarkan.

"Lish. Bareng." seru Dina dari belakang saat Alisha di dekat gerbang sekolah. Alisha menoleh dan mengangguk menunggu Dina mensejajarkan langkahnya.

"Duh yang sekarang bawa bekal dari rumah." ucap Dina melihat tas makan yang di jinjing oleh Alisha

"Hehe, ini kan disuruh mama sama ayah."

"Eh Lish, udah salin kan catatan MTK dariku?" tanya Dina saat akan menaiki tangga menuju kelas mereka berdua.

"Iya udah kok."

"Ngerti gak materinya?"

"Dikit, lah." jawab Alisha jujur, karena memang ia sedikit kesulitan memahami materi jika tidak langsung dijelaskan secara rinci.

Kemudian mereka telah sampai di depan kelas, semua orang yang telah hadir di kelas melihat Alisha lama kemudian menanyakan keadaan Alisha sekarang, ada yang bilang kangen lah, sepi gak ada Alisha lah, susah nyontek lah dan yang lainnya membuat Alisha tertawa.

Kemudian Alisha berjalan menuju bangku tempat ia duduk. Alisha mengernyitkan dahi melihat Dina yang sudah duduk di bangku belakangnya bersama Kina.

"Din? Gak salah duduk kan?" ranya Alisha memastikan.

"Hehe, maaf ya Lish, Slivi kan pindah sekolah, terus kamu lagi sakit. Aku minta sama Dina buat sebangku dulu sama aku sampai kamu sekolah lagi. Tapi pas dua minggu kemarin, ada murid baru, dan dia duduk di bangku kamu sampai sekarang. Kamu sama dia ya Lish?" Kina memberi penjelasan.

"Silvi pindah? Kenapa?" tanya Alisha terkejut. Kemudian Alisha menyimpan tasnya di kursi dan duduk menghadap ke belakang.

"Ayahnya pindah tugas Lish." jawab Kina.

"Kok aku gak tahu sih?" tanya Alisha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kamu sih jarang buka grup kelas, jadinya ketinggalan info." seloroh Dina.

"Gak papa kan Lish kamu duduk sama murid baru?" tanya Kina memastikan. Alisha mengangguk ragu meskipun ia belum mengetahui siapa murid baru itu.

"Eh muridnya perempuankan?" tanya Alisha.

"Laki laki lish." jawab Dina meringis.

"Dia baik kok. Lagian gak ada lagi bangku yang kosong Lish" tambah Kina dengan semangat segera.

"Hm ya udah deh." ucap Alisha pasrah.

Bel masuk sudah berbunyi, tapi teman sebangku Alisha yang baru belum menampakkan wajahnya membuat Alisha terus memperhatikan pintu kelas. 'Aduh, gimana ya, masa aku sebangku sama laki laki?' ucap Alisha dalam hati. Memang di kelasnya itu terdiri dari dua puluh enam siswa dan jumlah siswa laki laki dan perempuan semuanya genap. Tapi sekarang setelah pindahnya Silvi dan hadirnya murid baru yang ternyata laki laki, Alisha harus mau ikut membagi kursi di bangkunya.

Tak lama kemudian, Pak Toto masuk ke dalam kelas tanpa membawa satu pun buku seperti biasanya. Kali ini dia diikuti oleh seorang murid laki laki yang membawa tumpukan buku. Kemudian murid itu menyimpan buku tersebut di meja guru dan duduk di sebelah Alisha.

"Dika?" tanya Alisha pelan yang dibalas senyuman tipis dari lelaki yang merupakan murid baru di kelasnya.

"Heh kamu, kenapa bukunya gak di bagikan?" Tunjuk pak Toto mendongakkan kepalanya melihat Dika dibawah kacamata hitamnya.

"Iya pak." Dika kemudian bangkit dari duduknya dan membawa kembali buku siswa itu.

"Heh Jumsih, kamu bantu bagikan." Tunjuknya lagi ke arah Alisha.

"Alisha baru saja sembuh pak. Biar saya saja sendiri." tolak Dika sambil tetap membagikan buku ke pemiliknya. Terdengar suara berbisik bisik dari para murid mendengar perkataan Dika , siswa bari yang seolah sangat dekat dengan Alisha.

Alisha menghela nafas dan menunduk menutupi senyumannya, ternyata Dika masih peduli dengannya. pikir Alisha.

"Jawaban yang kemarin bapak berikan cuma satu persen yang bener, tuh si Adik. Udah jawabannya sama semua, ditambah salah. Nilai kalian di bapak jadi min dua." beritahu Pak Toto merasa kecewa dengan kemampuan murid yang diajarnya sekarang.

Setelah selesai membagikan buku, Dika kembali duduk di bangkunya dan mulai mengeluarkan bolpoint beserta buku pelajaran Matematika.

"Kenapa bisa kamu disini? Aku kira kamu mau masuk IPA?" tanya Alisha kepada Dika setengah berbisik, namun Dika tak menyahutnya apalagi sekedar melihat ke arah Alisha. Alisha cemberut ketika Dika tak merespon pertanyaannya.

"Dik? Dikaa?" tanyanya lagi setengah berbisik.

"Heh Jumsih! Jangan kecentilan kamu, mentang mentang duduknya sama laki laki jadi tidak memperhatikan bapak. Kerjain kamu soal halaman 246 di depan." tegur Pak Toto seraya memberikan tugas kepada Alisha.

"Tapi pak, saya kan baru sekolah lagi." Alisha mencoba memberi alasan.

"Harusnya kamu pinjam buku ke teman, salin materi yang sudah bapak sampaikan. Kan jadinya gini, kamu gak bisa jawab tugas dari bapak. Kalau satu belum bisa, yang lainnya bakal kesusahan."

"Saya juga belum bisa pak." terang Evan yang duduk di ujung mengangkat tangan.

"Apalagi saya pak, bapak sih nerangin materinya cepet banget." protes Dina.

"Itu salah kalian, bapak kan cuma ngejar materi biar tersampaikan tepat waktu." kilah Pak Toto.

"Iya dah Profesor mah bebas." gerutu Kina yang di dengar oleh Alisha.

"Saya mau coba pak." Kali ini Dika yang angkat bicara dan mulai membawa buku paket serta spidol untuk mengerjakan tugasnya.

"Nah gitu dong. Heh kalian semua! Contoh tuh si Husen, berani mencoba dulu ke depan." ucap Pak Toto membanggakan muridnya.

"Dika pak, bukan Husen." beritahu Gilang, si ketua kelas.

"Ck ngomong apaan si Gilang." Pak Toto tidak mendengarkan perkataan Gilang dan mulai memperhatikan jawaban Dika yang sudah setengah jalan dengan kepala yang mendongak tinggi dan berkacak pinggang.

Semua murid mulai menyalin jawaban yang Dika tulis di depan termasuk juga Alisha. Kemudian Pak Toto kembali berbicara kepada Dika saat Dika sudah selesai menulis.

"Heh kamu, murid baru kan? Pindahan sekolah mana?" tanya Pak Toto penasaran.

"Saya baru masuk sekolah pak." jawab Dika dengan santai, tidak dengan semua orang yang mendengarnya kecuali Alisha dan Dina yang sudah mengetahuinya. Mereka tercengang dan saling bertanya tidak percaya dengan apa yang Dika utarakan.

"Baru sekolah umum maksud kamu?" tanya Pak Toto memperjelas. Namun Dika menggeleng dan menjawab

"Saya sebelumnya belum pernah sekolah. Saya hanya bisa membaca buku dari kakek saya." terang Dika membuat sebagian merasa tidak percaya, meremehkan dan takjub.

"Terus kenapa bisa langsung sekolah mendadak?" tanya Pak Toto masih ingin tahu.

"Ih bapak gak update banget, Dika kan yang nemu vaksin virus waktu itu." beritahu Dina yang mulai geregetan karena sedari tadi kelas tidak sinkron.

"Udah pak lain kali ceritanya, lanjut belajar dulu." sahut Riri yang duduk di bangku paling belakang yang langsung disoraki protesan oleh sebagian besar murid.

Kemudian pelajaran berlanjut hingga jam istirahat tiba. Dina dan Kina hendak mengajak Alisha ke kantin, namun Alisha menolaknya karena membawa bekal dan akan memakannya di dalam kelas.

Alisha melirik Dika yang masih menyelesaikan catatannya. Kemudian Alisha berinisiatif untuk menawarkan makanannya kepada Dika.

"Dika, mau?" Namun tawaran Alisha dibalas gelengan Dika yang kemudian membawa kotak makan dari dalam tasnya setelah ia membereskan buku yang ada di meja hadapannya.

"Kamu juga bawa bekal?" tanya Alisha senang merasa ada yang menemani makan.

Dika hanya menggumam dan mulai memakan bekalnya yang berisi nasi dan telur goreng.

"Cobain dik." Alisha menyodorkan bekalnya yang berisi nasi merah dan tumis sayuran kepada Dika, namun Dika malah mendorong kembali kotak makan itu ke hadapan Alisha lagi dan sibuk menyantap bekal buatannya.

"Kamu itu kenapa sih? Gampang banget nyuekin aku? Cemburu gitu amat, aku kan cuma bercanda." gerutu Alisha pelan sambil memasukkan makanannya ke dalam mulutnya dan mulai mengunyahnya dengan terburu buru. Sehingga di suapan terakhirnya ia tersedak oleh nasi yang masih utuh membuat hidung Alisha terasa perih.

Dika mencoba menenangkan Alisha. Setelah merasa tenang, Dika memberikan botol minumnya kepada Alisha yang langsung diterimanya dan meminumnya hingga setengah botol. Setelah selesai, Alisha mengembalikan botol yang isinya tinggal setengahnya lagi kepada Dika yang langsung Dika minum hingga habis. Alisha yang melihatnya itu hanya melongo dengan apa yang Dika lakukan. Dika minum bekas minumanku? tanya Alisha tak percaya di dalam hatinya.

Pulang sekolah, Alisha bermaksud untuk absen dulu piket kelas dengan membayar denda ke bendahara kelas. Setelahnya ia langsung pulang sesuai pesan mamanya.

Kali ini sepertinya ia pulang sendiri, karena Kina yang biasanya pulang bersama kini sedang mengikuti ekstrakulikuler Paskibra.

Namun saat Alisha sedang menunggu angkutan umum di depan sekolahnya, Dika menghampiri Alisha dengan sepedanya dan berhenti tepat di depan Alisha.

"Jaket kamu." ucap Dika menyerahkan jaket Alisha yang belum ia kembalikan. Alisha menerimanya dan kembali menunggu angkutan umum, namun Dika tidak juga menyingkir dari hadapan Alisha membuat Alisha mengernyitkan dahi.

"Aku antar." putus Dika akhirnya, Alisha memastikan lewat tatapannya yang dibalas senyuman oleh dika.

"Ayo, pakai dulu jaketnya." Alisha buru buru memakai jaketnya mendengar perintah Dika. Kemudian ia duduk dibelakang Dika dan memegang seragam Dika sebagai pegangan.

Sepeda Dika meluncur meninggalkan area sekolah. Murid yang melihat mereka berdua bertanya tanya tentang hubungan mereka karena tak lama sebelumnya, berita tentang Alisha dan Evan yang jadian dan kini, Alisha berboncengan lagi dengan siswa lain yang merupakan siswa baru.

Pandangan merendahkan dan tak suka mereka layangkan kepada Alisha yang kini menjauh bersama Dika.

1
lee_you
haaiii... masih ada yang Dateng ke lapak ini?? semoga aja ada yak😆.. meskipun cerita ini udah tamat.. aku kangen banget sama Dika dan mampir kesini lagi setelah sekian lama😭😭😭 kepikir buat revisi semua bab karena aku akui novel ini masih banyak kekurangan.. mulai dari alur yang berantakan, bahasa kepenulisan yang masih banyak salah.. dan banyak lagi😭😭 aku pikir mau rombak cerita ini sepenuhnya agar lebih baik lagi dan layak baca🥰🥰 thanks banget buat yang udah baca cerita ini sampai habis.. apalagi sama komentar" yang inovatif, suportif, dan kocak".. semoga cerita ini begitu berkesan yaa:)
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт
Baca ulang deh, kangen banget sama Dika
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт: Wah MaasyaaAllah.. Kembali berjumpa kita ya. Semangat terus dalam berkarya ya Yul
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт
Ehh baru sempat buka cerita ini lagi, dulu aku baca pakai akun yang satunya, btw update selanjutnya pindah lapak ya yul..?
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!

Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт: Akhir² ini aku jarang on, aplikasi error terus. Gc pada hilang.
total 2 replies
Joko Jokoo
evan n dina jg seru kyk ny. buat crita evan yg ditinggl kekasih ny. trus nmuin cewk bru gitu.
Joko Jokoo: oche 👍
total 2 replies
Joko Jokoo
crita alex n kina, mau buat di mna thor??
lee_you: di dreame juga.. nunggu rampung dika sama alish dulu haha
total 1 replies
Nenk Fadila
inovel ada ga thor ?
lee_you: ada kak
total 1 replies
Joko Jokoo
kangen dika n alish
lee_you: sabaaarr😭😆
total 1 replies
Joko Jokoo
kpan lnjut lgi??
lee_you: tunggu beberapa hari lagi yaa
total 1 replies
Kiki•Put(ভ_ ভ)
haahhh... 🙀
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
lee_you: siapp😆❤
total 1 replies
RO_che
semaangat thor.. edisi jilid 2 yaa thorr... 🥰🥰🥰🥰🥰 pindah t4 kah thor??
lee_you: iyaa.. terima kasihh😁
total 1 replies
Flamboyan Dari Timur
suka bnget nget
Flamboyan Dari Timur
suka bnget..... jgn cpat tmat donk
lee_you: nantikan Dr.D ya☺💕
total 1 replies
Joko Jokoo
dika dri naik sepeda, smpe naik mobil. saling setia dn saling mendukung dlm meniti karir masing2.
lee_you: uwuu banget kak😁
total 1 replies
Joko Jokoo
ini lnjut di nt atw dream thor.

jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣

ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍👍👍
total 4 replies
Akifa
sukaaaa
lee_you: makasihh❤
total 1 replies
melfida
suka bangetttttt.....
lee_you: bener?? uuhh makasihh😘
total 1 replies
RO_che
masih puanjangg kan thoor ceritaanya..🥰🥰
RO_che: okeh siap thorr.. 🥰🥰
total 2 replies
RO_che
jgn buru2 dunk thor..
RO_che: ceritanyaa.. jgn c4 ending thor
total 4 replies
Joko Jokoo
dika, nyebeliiiiinnnn

tpi kmu suka kn liiiiisssshhh
lee_you: sukaaa😝
total 1 replies
icha.sunflower
yang novelnya welcome to wania disana ta thor. Dr. D nya belum ada
lee_you: iya.. Dr. D belum bikin, nanti nyusul☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!