NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Wajah Badawa yang mulai di selimuti hawa amarah semakin memerah, dan wajah mayatnya menjadi seperti memiliki cairan masuk dari pembuluhnya.

Badawa meningkatkan tenaga dalamnya, elemen api yang dimilikinya membuat suasana dan area di sekitar hutan itu menjadi panas, aura di arena pertarungan berubah menjadi panas.

"tangan api, Cakar api!'

Badawa bergerak sangat cepat ke arah Jantur, cakar nya yang sudah di aliri elemen api berubah menjadi merah bagaikan bara api. 

Crasss!

Cakarnya menghantam tangan Jantur, dan untung nya jantur cepat beraksi jika tidak mungkin dia akan mengalami luka yang cukup parah.

"Sial kecepatan apa itu??" maki Jantur yang kaget dengan kecepatan Badawa.

Saat jantur masih terkesima Badawa sudah melesat sangat cepat ke arah Mintarsih.

"hey, perempuan gila, lawanmu aku!!" teriak Badawa mengagetkan Mintarsih, dan saat itu sebuah cakar sudah menyerangnya. Mintarsih melemparkan tubuhnya ke arah samping, tapi tetap saja pundaknya terkena cakar api milik Badawa.

Crasss!

Akkkhhhhh!

 Jerit Mintarsih yang merasakan sakit yang cukup terasa.

"Sialan!

Jantur kaget karena istrinya terkena serangan dari badawa. dan jantur melesat menolong istrinya yang sudah meringis kesakitan.

Badawa tak melanjutkan serangannya, tapi bergegas menolong Jaka Srenggi.

"Sial, luka lamanya belum sembuh dan sekarang sudah bertambah luka baru!' ucap Badawa.

Tuk .... tuk .... tuk ... .!

Badawa dengan cepat menotok bagian tubuh Jaka Srenggi untuk menetralkan tubuh muridnya itu.

Huakkkk!!

Jaka Srenggi muntah cairan kental kehitaman.

"Sialan kau muka mayat, kau harus tewas di tanganku," tantang Jantur yang tak terima istrinya di lukai.

Badawa menenangkan tubuhnya Jaka Srenggi dan berdiri menatap ke arah jantur dan Mintarsih yang sudah bersiap kembali untuk bertarung.

"Kakang, mari kita gunakan jurus kombinasi sepasang kepak merpati," kata Mintarsih yang merasa sangat tak suka di lukai oleh Badawa.

"Aku juga berpikir begitu, ayo serang dia!" ajak jantur yang setuju dengan kata-kata istrinya itu.

Keduanya melesat ke arah Badawa dan menyerang bersama sama, jantur dan Mintarsih mengeluarkan jurus andalan mereka. jurus sepasang merpati.

Jurus itu berguna untuk melawan lawan yang tingkatannya lebih tinggi dari mereka, tapi mereka tak sadar jika Badawa tingkatan sudah cukup tinggi, mereka tak sempat menyadarinya dan terlambat menyadari kesalahan mereka.

Serangan kombinasi mereka tak berpengaruh pada Badawa, Badawa mampu menari nari dari setiap serangan mereka berdua, meskipun Badawa tak melakukan serangan balasan dan hanya mampu bertahan tapi itu sudah membuktikan jika julukan Badawa bukan julukan biasa, julukan yang pasti di dapatkan dari perjuangan keras.

Badawa tiba-tiba mengubah strateginya, Badawa yang awalnya hanya bertahan, setelah melihat dan mempelajari pola serangan dari sepasang merpati iblis Badawa memilih untuk menyerang balik.

"Tinju api!'

Badawa tiba-tiba menyerang Jantur, dan itu cukup membuat jantur kalang kabut, dia melemparkan tubuhnya menjauhi arena pertarungan dan itu memberi ruang untuk Badawa.

Itulah yang di harapkan oleh Badawa, dia membuat kombinasi serangan itu hancur dengan cara memisahkan keduanya dan akan menyerang yang paling lemah, siapa lagi kalau bukan Mintarsih.

Badawa menggunakan waktu yang sempit itu untuk menyerang Mintarsih, Mintarsih yang sadar jika diri nya akan menjadi sasaran Badawa mencoba menahan dengan jurus nya.

Tangan Badawa berbenturan dengan tangan Mintarsih.

"Ihhh..." 

Mintarsih merasakan perih di tangannya saat benturan itu terjadi, hanya waktu yang sedikit itu di pergunakan Badawa dengan sebaik mungkin. 

Badawa melihat pertahanan di perut Mintarsih begitu terbuka.

"Cakar api!'

Badawa menyerang ke wajah dan Mintarsih menangkis, tapi itu hanya serangan pengalihan saja.

"Tinju api!'

Dalam sekejap jurus Badawa berubah dan tinjuannya menghantam telak bagian atas perut nya Mintarsih. bagian yang terkena pukulan itu langsung remuk.

Krakkkk!!

Terdengar suara tulang yang patah dan hancur. tubuh Mintarsih meluncur deras sebelum jatuh berdebum ke tanah.

"Mintarsih!!" jerit Jantur saat melihat istrinya terlempar sangat jauh. Jantur terbang mengejar tubuh istrinya. hanya sedikit waktu yang dibutuhkan Badawa dan Mintarsih sudah tewas di tangannya.

"kau harus mati di tanganku!" jerit Jantur saat tahu istri nya sudah tewas di tangan Badawa.

"Apa kau mampu melakukannya? Berpikir 

lah dan sadari kemampuan yang kau miliki!" kata Badawa sedikit mengejek.

"Aku tak peduli, kau harus tetap tewas di tanganku! kematian istri ku harus kau bayar," kata Jantur dan menyerang Badawa. jurus-jurus yang dia keluarkan semakin cepat tapi sudah tak memperdulikan pertahanan yang di milikinya.

Badawa hanya meliuk-liuk menghindari semua serangan dari jantur, Badawa seperti mempermainkan diri jantur.

"Kurang ajar!'

Jantur semakin emosi karena di permainkan oleh Badawa. dia semakin meningkatkan serangan nya, tapi tetap saja tak ada yang berguna.

Badawa yang bertarung secara efisien dan seperti menahan tenaga dalam nya menyerang balik, setiap serangan nya selalu membuat jantur jungkir balik untuk menghindar.

Tapi perbedaan kekuatan terlihat sangat nyata. Jantur yang tak peduli malah membalas serangan Badawa tanpa peduli dengan pertahanan pada tubuhnya dan itu berakibat fatal bagi diri nya.

"Tinju api!'

Bammm.!!

Bagian atas jantur terkena pukulan dari Badawa, jika jantur tak memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi maka itu akan di pastikan jantur akan tewas, tapi jantur masih mampu bertahan dari serangan si muka mayat.

Putih!

Jantur meludah mengeluarkan cairan berwarna merah, jantur bisa dipastikan sudah mengalami terluka dalam yang cukup parah.

"Apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini??" tanya Badawa.

"Aku akan mengorek jantung mu, dan memakannya baru aku puas, jika itu sudah aku lakukan barulah kematian istri ku terbalaskan," kata Jantur yang mengulur waktu untuk mengembalikan sedikit stamina dan tenaga dalam nya.

"Baik jika itu keinginanmu!' kata Badawa. 

Badawa mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.

"Sial, akan ada musuh yang lain," gumam Badawa saat merasakan kumpulan tenaga dan energi di kejauhan, kumpulan energi itu terbang melesat ke arah pertarungan.

"Aku harus membawa Jaka dari tempat ini, aku tak mungkin melawan mereka semua," gumam Badawa 

"Pukulan api!'

Whuuutttt!!

Angin bagai berderik saat pukulan api menerjang ke arah Jantur.

"Sial!'

Jantur memaki saat melihat sebuah energi besar menyerang ke arahnya, Jantur melompat ke arah samping untuk menyelematkan nyawanya.

"Bammmm.!

Tanah langsung ambrol saat pukulan api membentur tanah kosong, debu juga beterbangan ke atas.

"Hanya segitu kemam ... .! kemana kurang ajar itu?" kata Jantur.

Wajah Jantur di selimuti amarah besar saat melihat Badawa sudah tak ada lagi di tempat itu, dia melihat ke arah Jaka Srenggi terbaring dan bocah itu juga sudah tak ada di tempatnya.

"Muka mayat! Aku akan mencarimu sampai dapat, meskipun harus ke ujung dunia!" teriak Jantur menahan sakit di sekujur tubuhnya.

"Brukk!

Dan setelah itu Jantur jatuh dan pingsan.

1
muhammad miftah
yang baca tidakk akaan menyesal
muhammad miftah
mantap Thor💪💪💪💪
Martimbul Siregar
Silahkan mampir di cerita ini, terima kasih untuk yang sudah membaca, dan jangan luka untuk coret-coret.
muhammad miftah: mantap bang aku cari cari terus nih novel tau nya ada di sini
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!