NovelToon NovelToon
Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Amnesia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Audrey Zivia Abraham, harus menyandang status janda di usia yang masih terbilang muda, setelah rumah tangganya bersama Will kandas.

Audrey merasa trauma untuk menjalin sebuah hubungan lagi, hingga akhirnya Kyle Aditya Arthur datang dalam kehidupannya, dan berhasil meyakinkan Audrey untuk mau menikah serta membangun sebuah mahligai rumah tangga yang baru.

Namun, kebahagiaan Audrey dan Kyle yang baru sesaat, harus terusik tatkala sebuah kecelakaan fatal menimpa Kyle dan membuat suami Audrey itu kehilangan sebagian ingatannya.

Bagaimana rasanya, saat suami yang dulu begitu mencintaimu dan begitu kau cintai bisa mengingat semua orang disekitarnya, namun ia tak sedikitpun ingat padamu?

Kau adalah orang asing bagi suamimu!
Dan suamimu berubah menjadi orang asing untukmu.

Namun Audrey tak menyerah, dan melakukan berbagai hal untuk mengembalikan ingatan Kyle dan semua memori indah tentang pernikahannya bersama Kyle.

Mampukah Audrey mengembalikan ingatan Kyle dan tetap mempertahankan mahligai rumah tangganya bersama Kyle?

Atau pada akhirnya Audrey hanya akan menyerah dan melepaskan Kyle yang masih terus terbayang oleh masa lalunya bersama Valeria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CANGGUNG

Audrey baru saja menyusul Kyle masuk ke dalam kamar, saat pria itu sedikit kaget dengan kehadiran Audrey di kamarnya.

"Kau, sedang apa disini?" Tanya Kyle menatap canggung pada Audrey.

"Ini juga kamarku-" suara Audrey tercekat di tenggorokan.

"Maksudku, dulu ini juga kamarku. Tapi aku akan mengemasi barangku dan pindah ke kamar lain jika memang kau merasa tak nyaman," lanjut Audrey cepat seraya berjalan ke arah lemari besar di kamar Kyle dan meraih kopernya.

"Tidak, tunggu! Bukankah kau istriku?" Kyle mencegah tangan Audrey yang hendak membuka koper besarnya.

"Ya. Aku istri sahmu. Tapi kau tidak ingat sama sekali, jadi aku akan pindah ke kamar lain saja sampai ingatanmu pulih. Aku benar-benar tak mau membuatmu merasa tidak nyaman," tutur Audrey dengan nada sendu dan wajah yang menunduk sedih.

"Maaf jika sakitku ini menyakiti perasaanmu, Audrey! Tapi aku sungguh tak ingat apapun yang pernah terjadi di antara kita-"

"Aku tahu!" Sergah Audrey cepat memotong kalimat Kyle.

"Aku sudah berusaha untuk mengingatnya, tapi kau tahu sendiri, aku tidak bisa ingat apapun!" Raut wajah Kyle berubah frustasi.

"Jangan dipaksa jika memang belum ingat, karena itu hanya akan menyakiti dirimu." Nasehat Audrey pada Kyle.

"Kita tetap bisa berbagi kamar besar ini." Kyle memasukkan koper Audrey kembali ke dalam lemari.

"Maksudku, aku bisa tidur di sofa, dan kau tidur saja di atas ranjang. Apa kau keberatan?" Tanya Kyle meminta pendapat Audrey.

"Sama sekali tidak, atau kau yang tidur di atas ranjang dan aku di sofa, begitu juga aku tak keberatan. Bukankah ini adalah kamarmu," jawab Audrey sedikit tergagap, karena Audrey sedang sekuat tenaga menahan airmatanya agar tak jatuh.

Satu tahun melalui malam hangat bersama Kyle, saling berbagi ranjang, berbagi pelukan dan kehangatan, lalu mendadak Audrey tak bisa menyentuh suaminya sendiri sama sekali, meskipun suaminya ada di depan matanya.

Di depannya.

Hanya berjarak sangat dekat.

Kenapa rasanya begitu menyakitkan?

"Tidak! Jangan kau yang tidur di sofa. Kau seorang wanita. Tidak baik jika aku membiarkanmu tidur di sofa. Biar aku saja," ujar Kyle lagi dengan nada memaksa.

"Kau tidur saja di atas ranjang. Aku tidak akan berbuat macam-macam!"

"Aku tidak akan menyentuhmu karena-" Kyle menatap pada wajah Audrey yang berubah sendu. Namun secepat kilat Audrey mengulas senyum demi menutupi wajah sendunya.

"Maaf, Audrey! Meskipun saat ini kau adalah istriku, tapi aku benar-benar tak ingat apapun tentang hubungan kita. Jadi aku tak bisa menyentuhmu," ucap Kyle merasa bersalah.

"Aku tahu!" Audrey masih mengulas senyum di bibirnya meskipun hatinya sedang menangis sekarang.

"Aku tak bisa menyentuh seorang wanita asing," sambung Kyle lagi yang terasa mengiris hati Audrey.

Audrey adalah wanita asing bagi Kyle sekarang.

"Sebaiknya kau beristirahat, Kyle! Aku akan keluar dan tak mengganggumu," pamit Audrey yang kini melangkah lesu ke arah pintu kamar.

Kyle bahkan tak berniat mencegah Audrey sama sekali. Kyle hanya diam saja sekarang dan membiarkan Audrey keluar dari kamar.

"Kau harus istirahat, Kyle! Agar demammu cepat turun dan kau cepat sembuh!" Nasehat Audrey pada Kyle yang tiba-tiba demam pagi ini.

Suami Audrey itu menggeleng.

"Kau akan meninggalkanku jika aku tidur. Jadi aku tidak usah tidur agar kau bisa disini terus memelukku," rengek Kyle manja.

"Jangan kekanakan begitu! Kau bukan bayi!"

"Dan aku harus ke kantor bertemu klien sebentar," bujuk Audrey yang langsung membuat Kyle merengut.

"Aku bayi besarmu! Jangan kemana-mana, oke! Kau harus merawatku sampai sembuh!" Ucap Kyle tegas seraya menggamit lengan Audrey dengan kuat.

"Lepaskan, Kyle! Kau itu sebenarnya benar-benar sakit atau hanya pura-pura sakit?" Audrey mulai curiga karena cengkeraman tangan Kyle yang begitu kuat, sekuat saat Kyle sehat.

"Aduuh! Kepalaku sakit. Aku benar-benar sakit. Mengapa kau tidak percaya?" Kyle meringis dan memegangi kepalanya.

"Karena sakitmu mencurigakan! Dan sifat manjamu melebihi Alle saat sakit!" Jawab Audrey sedikit mengomel.

"Aku sedang sakit dan kau mengomeliku. Kalau aku tak kunjung sembuh, kau harus merawatku dalam waktu yang lama dan kau tak boleh kemana-mana!" Kyle kembali merengek seperti bayi besar.

Ya!

Pria ini memang bayi besarnya Audrey.

"Aku tinggal ke kantor sebentar! Klienku sudah menunggu," Audrey berusaha membujuk Kyle

"Tidak boleh!" Jawab Kyle tegas dan tak mau dibantah.

"Sebentar saja, Kyle-ku yang tampan," Audrey mengusap wajah Kyle dengan lembut masih berusaha merayu suaminya tersebut.

"Tidak!"

"Hanya satu jam. Paling lama dua jam." Bujuk Audrey pantang menyerah.

"Kyle-ku Sayang! Kyle cintaku!" Rayu Audrey yang benar-benar membuat Kyle menjadi gemas.

"Tunggu aku tidur," Kyle menguap lebar menandakan kalau ia sudah mengantuk. Obat sakit kepala yang diminum Kyle tadi sepertinya mulai bekerja.

"Peluk aku sini, biar aku cepat tidur!" Rengek Kyle manja seraya menarik Audrey agar ikut naik ke atas tempat tidur.

Padahal Audrey sudah rapi dan siap bertemu klien. Tapi kenapa sekarang malah diajak berpelukan oleh Kyle di atas tempat tidur?

"Cium!" Kyle memonyongkan bibirnya ke arah Audrey.

Ck!

"Nanti lipstikku rusak, Kyle!"

"Sebentar saja!" Paksa Kyle yang langsung meraup bibir Audrey yang memang merupakan candu untuknya.

"Kyle!"

Sebentar apanya coba?

Kyle bahkan tak mau berhenti mencecap bibir Audrey dan terus saja memperdalam ciuman mereka. Entah seperti apa bentuk riasan Audrey sekarang.

Kyle baru melepaskan ciumannya pada Audrey saat pria itu benar-benar sudah mengantuk dan akhirnya tertidur efek dari obat yang tadi ia minum.

Audrey segera beranjak dari atas tempat tidur, merapatkan selimut Kyle, dan mencium kening suaminya tersebut.

"Aku akan segera kembali!" Bisik Audrey sebelum kekuar dari kamar meninggalkan Kyle yang sudah terlelap.

****

Audrey menutup pintu kamar Kyle perlahan, meninggalkan Kyle yang hanya mematung di tempatnya.

Kyle yang sekarang menganggap Audrey orang asing dan mungkin tak akan pernah lagi menyentuh Audrey.

"Audrey!" Tegur Mom Bi saat mendapati Audrey yang turun dari tangga seraya melamun.

"Kyle sedang istirahat, Mom!" Lapor Audrey pada Mom Bi.

"Kau tidak ikut istirahat?" Tanya Mom Bi seraya mengusap kepala Audrey.

Audrey hanya menggeleng.

"Mungkin Audrey akan tidur di kamar lain malam ini, karena Kyle terlihat tidak nyaman jika Audrey berada di dekatnya," tutur Audrey mengungkapkan rencananya pada Mom Bi.

"Tapi kau adalah istri Kyle, Audrey! Kyle harus menyesuaikan dirinya dengan kehadiranmu, sekalipun ingatannya belum pulih," pendapat Mom Bi yang seakan bisa merasakan apa yang kini tengah dirasakan oleh Audrey.

"Tapi mungkin Kyle butuh waktu lebih kama lagi untuk beradaptasi, Mom!"

"Audrey akan bersabar dan terus berdoa agar ingatan Kyle lekas pulih," sambung Audrey lagi yang langsung membuat Mom Bi memeluk menantunya tersebut.

"Kita akan berusaha dan berdoa bersama-sama agar ingatan Kyle lekas pulih, Audrey! Bersabarlah dulu!" Mom Bi menepuk-nepuk punggung Audrey seolah sedang memberikan kekuatan tambahan untuk Audrey.

Ya, saat ini yang Audrey butuhkan hanyalah kekuatan dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Audrey harus tetap bertahan bagaimanapun sikap Kyle terhadapnya sekarang.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
Sri Darmayanti
saya baca ghea dulu


Emily

kyle
Sri Darmayanti
sejenak pergi dulu Audrey....... 2 hari menyepilah
Siti patma
Disini pacatnya ini tapi jadinya sama yg itu anehkan? mungkin jodoh bukan ditangan Tuhan tapi ditangan author iyakan?
Siti patma
ceritanya bagus thor tapi setiap jodoh di novelmu rata2 tidak pernah jadi denga paca4 mereka tapi dgn yg lain aneh kan?
Siti patma
author ini agak aneh ya cerita novelnya pacaran sama yg ini jadi sama yg l ain
Siti patma
Lupa ingatan kok kolewatan bikin kesal aza
Laila Umroh
Luar biasa
Ran Aulia
😩😩😩😩
Ran Aulia
akhirnya Audrey Kyle bahagia juga 😍😍😍😍 setelah mewek sesengukan ber bab bab 😩😩😩😩

terimakasih author 👍👍👍👍
kika
didikan mama hani berhasil semua....didikan mama bela kebobolan 2, wkwk...
Denni Siahaan
jangan lama lama ilang ingatan ya Thor kasian istrinya
dream
kita senasib Audrey, kamu mah enak bnyk yg bantuin, kl aku sendiri, utg suami sabar, soalnya aku cengeng mulu, sabar ya Audrey, nti enak kok, gedenya bareng, semangat😍😍😍
dream
Duh..... yg lagi ngidam.... seneng....
dream
Duh.... bacanya mataku ngeblur.... air mata gak berhenti berhenti😭😭😭
dream
Biarin lah jadi gila beneran, kesel aku.... 🤧🤧
dream
nyes.... banget di hati, iya pergi aja Audrey, tenangin pikiran, kamu lg hamil, harus bahagia, mewek aku😭😭😭😭
dream
Rasain loh, yg mandul kamu will bkn Audrey, tabok online🤣🤣🤣
dream
pengen getok online pala si Kyle, nyakitin terus🤧🤧
dream
jangan mau balik lah, dah cukup kayaknya
dream
Baguslah tinggalkan sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!