Kisah Santi dan Vino adalah ke dua Kakak beradik yang saling menyayangi.
Ayah dan Ibu meninggalkan Mereka di usia yang sangat muda.
Maka dari itu Vino sebagai Kakak harus bekerja keras untuk menghidupi kebutuhan Adik semata wayangnya.
Dan banyak misteri ke hidupan masa lalu Vino yang belum terungkap.
Sehingga Vino sebagai Kakak sekaligus CEO di perusahaan yang di bangunnya sendiri dengan Sekretaris Yun.
Rela menikahi Aulia,wanita yatim piatu dari panti asuhan.
Demi ke bahagian Santi,Adik semata wayangnya.
Bagaimana kisah cinta Vino Dan Aulia,Yuk ikuti kisahnya di Cinta dan kasih sayang CEO Vino.
pameran pertama
Vino
Santi
Aulia
Risya
Sekretaris Yun
pameran pendukung
Rima
Doni
Anisa
Jangan lupa Komen dan Vote juga ya Kakak
Terima kasih😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Hallo Kak Vino ada apa," ucap Santi.
"Nggk Dek, Kakak hanya ingin mendengar suara mu saja," ucap Vino.
"Adik Kecil Ku lagi ngapain," ucap Vino.
"Kak Vino,,, Aku kan sudah bilang," klo Aku sudah besar, ucap Santi agak sedikit kesal.
Vino yang mendengar ucapan Santi, mulai tersenyum tipis, yang menurutnya kelakuan Adik Kesayangannya itu sangat lucu.
"Pasti mulutnya di monyongin ke depan, pas berkata seperti itu," batin Vino
Membayangkan kelakuan Santi, tanpa terasa senyum kecil pun terbit di Bibir Vino.
"Adek Kecil Ku yang cantik, kan Kakak cuma nanya," ucap Vino dengan suara yang di sengaja di lembutin.
Dalam hatinya dia tertawa
terbahak -bahak,bisa mengerjai Adik Kecilnya itu.
"Santi yang mendengar, perkataan kakaknya,"hanya menjawab.
"Iya Adek tau Kakak lagi ngeledek kan," ucap Santi.
Vino yang mendengar suara Santi, dari sebrang sana, mulai bisa mengontrol Emosinya.
Hingga Dia menyadari kalau tadi Dirinya sempat berkata agak keras ter hadap Sekretaris Yun.
"Maaf kan Aku....Sekretaris Yun," batin Vino.
Santi yang berada di sebrang sana pun mulai mengernyit kan dahi, setelah cukup lama Dia tidak mendengar suara Kakaknya Vino.
"Hallo..."Kak Vino.
"Apakah Kakak masih mendengar suara Ku,,,! tadi Kakak meledek Ku, tapi kenapa sekarang diam," ucap Santi sedikit kesal.
Vino yang melamun sejak tadi,Sekarang tersadar dari lamunannya.
"Aku masih mendengar suara mu Dek," ucap Vino dengan cepat.
"Aahhh.... kakak ini gimana sih."
"Kan Kakak tadi yang menelpon ku, tapi kenapa sekarang Kakak mengabaikan ku," ucap Santi pura-pura kesal.
"Kayanya kak Vino lagi tidak bersemangat."
"Hari ini,,,, Risya pun sama dari tadi kesal mulu."
"Aahhh,,,Aku harus melaku kan sesuatu," batin Santi.
"Kak Vino," ucap Santi.
"Hhmm,,,," ucap Vino.
Santi pun mulai mengoceh.
"Kak Vino pokoknya Adek nggak mau tau, kakak harus mengajak Aku dan Risya jalan jalan ke Mall," ucap Santi.
Dalam hatinya, Santi pun mulai terbahak -bahak karena Dia sudah mengerjai Kakaknya.
Vino, yang mendengar ocehan Santi, tidak bisa menolak permintaan Adik Kesayangannya itu.
"Aahhh..."kenapa bisa jadi begini...?
"Aku kan*******"
ucap Vino tanpa melanjut kan kata - katanya.
"Ya,,,, sudah, Aku akan mengajak Risya dan Adik Kesayangan Ku jalan - jalan,"ucap Vino.
Santi yang mendengar, ucapan Kakak kesayangannya itu.Dan menyetujui permintaannya, Santi pun bersorak ke girangan.
"Horeee,,,,"Teriak Santi.
"Aku dan Risya akan jalan -jalan," ucap Santi agak keras di dalam Telpon itu.
Sehingga Vino, yang mendengar teriakan Santi,
sedikit menjauhkan benda Pipih itu dari telinganya.
"Ya,,,, sudah tiga puluh menit lagi Aku akan sampai," ucap Vino.
"Okee,,,,, Kakak ku sayang, Aku dan Risya akan bersiap siap sambil menunggu Mu.
"Dahhh..."ucap Santi.
Vino yang mendengar perkataan Adik semata wayangnya itu,hanya tersenyum,dan mulai keluar dari ruangannya.
Menemui Sekretaris Yun, untuk me minta maaf.
Vino, pun mengetuk pintu ruangan Sekretaris Yun yang berada di sebelah ruangannya.
Tok..
Tok..
Tok..
Sekretaris Yun yang berada di ruangannya, pun mempersilahkan untuk masuk.
"Masuk lah," ucap Sekretaris Yun,tanpa menyadari kalau Vino lah yang masuk.
"Ini Aku," ucap Vino.
Sekretaris Yun pun menoleh, dan melihat Vino, yang berdiri di depan meja kerjanya.
Sekretaris Yun pun mengernyit kan dahinya.
"Untuk apa kau ke mari,,,!" ucap Sekretaris Yun.
Melihat tindakan Sekretaris Yun, Vino hanya mendesah panjang.
tks likenya