NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:360.9k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

PARIS POINT VIEW:

Malam ini, aku dan jaksa Erika ingin menemui Steven di rumah nya. Kami berdua masih belum bisa menerima kekalahan dalam persidangan. Aku benci hasil keputusan sidang hari ini. Kali ini jaksa Erika yang mengemudikan mobil dengan aku yang duduk santai di samping nya.

“Kalian tadi terlihat romantic sekali,” kata jaksa Erika tersenyum padaku.

“Siapa?” tanyaku pura pura tidak mengerti.

“Kamu dan Dhika, ternyata dia agresif sekali jika denganmu,” ledek jaksa Erika.

“Itu bukan romantis, dia terlalu terobsesi denganku,” kataku asal.

“Hahaha… dia sangat menyukaimu? Itu sebabnya kalian akan menikah dalam waktu dekat?”

“Tau darimana jika kami akan menikah dalam waktu dekat?”

“Dokter dhika yang memberitahuku,”

“Sedekat itu ya hubungan kalian?” kataku pelan.

“Ku doakan lancar acara pernikahan nya, ingin kado apa?”

“Percaya diri sekali akan ku undang,” ledekku.

“Aku tahu akan dihadiri orang terdekat saja kan? Tapi hubunganku dan dokter Dhika terlalu dekat jadi aku pasti datang,” kata jaksa Erika tersenyum padaku.

“Ku tunggu,” sahutku pelan.

Mobil kami berjalan menyusuri jalanan malam, melewati beberapa persimpangan dan melalui beberapa traffic light. Karena kami sudah pernah ke rumah tersebut, jadi tidak terlalu sulit untuk menemukan nya.

Sampailah kami pada sebuah rumah, jaksa Erika memarkirkan mobilnya di halaman begitu saja. Dengan santai nya kami masuk ke dalam rumah itu dengan menunjukkan surat pemeriksaan resmi, ada seorang pembantu yang membukakan pintu untuk kami. Kami duduk dan disambut oleh Steven dengan senyuman smirk nya.

“Ada apa hingga nona nona cantik ini mengunjungiku?” Tanya Steven duduk di hadapan kami.

“Kami masih butuh beberapa informasi,” kata jaksa Erika.

“Kamu masih ingin menginterogasiku?” Tanya steven memandang kami dengan senyuman nya.

“Dan kamu, aku masih mengingatmu. Kamu selalu menghadiri sidang, kamu Paris kan? Sahabat Monalisa dan kita satu sekolah dulu,” kata Steven menatapku.

“Kamu masih ingat ternyata,” sahutku datar.

“Silahkan diminum dulu,” kata steven menuangkan minuman di gelas.

“Aku tidak minum alcohol,” sahutku.

“Ini anggur terbaik dan termahal,” kata steven terkekeh.

“Langsung saja ke inti nya, kami akan mencari bukti alat yang anda gunakan untuk meretakkan tulang istri anda,” kata jaksa Erika melihat sekeliling rumah yang terlihat sangat sepi, hanya ada dua pembantu yang terlihat raut ketakutan di wajah nya hingga memucat.

“Jadi kamu belum menyerah,” kata Steven beralih tempat dan duduk di sebelah jaksa Erika tanpa celah, bahkan tangan nya sudah berada di bahu jaksa Erika.

“Tolong lebih sopan,” kata jaksa Erika.

“Daripada kamu mencari kesalahanku, bagaimana jika kita bersenang senang malam ini? Aku akan memberikan apapun yang kamu mau,” kata Steven seraya memegang dagu jaksa Erika.

“Jaga tingkah anda!” kata jaksa Erika memberontak tapi tangan Steven dengan cepat membekap nya dengan bius hingga memejamkan mata dalam sekejap yang membuatku membelalakkan mata.

“Jangan mendekat!” kataku mulai berdiri dan menjauh seraya meraih apapun yang bisa menjadi senjataku.

Aku gemetar dan ketakutan saat ini, yang bisa ku raih hanya botol anggur yang ada di meja tadi. Jika dia macam macam, maka akan ku pecahkan kepala nya dengan botol anggur ini.

“Berteriaklah sepuasmu, tidak akan ada yang berani menolongmu, aku suka penampilanmu. Sangat menggoda,” kata Steven terkekeh.

“Berhentilah bajingan!” umpatku seraya berjalan mundur.

“Hahaha… Semakin kamu memberontak, maka permainan ini semakin seru. Kita habiskan malam ini bertiga,” kata Steven semakin berjalan maju mendekatiku.

***

DHIKA POINT OF VIEW:

Setelah menyelesaikan pekerjaanku hari ini, aku sedikit melepas lelah dengan duduk di kursi ruanganku seraya menatap ponselku. Entah berapa pesan yang masuk tapi aku memang jarang melihat pesan yang masuk ke dalam ponselku. Tiba tiba saja layar ponselku menyala dan terlihat gambar mama di sana.

“Ada apa lagi, Ma?” Tanyaku seraya menempelkan benda pipih itu di telingaku.

“Apa Paris bersamamu?” Tanya mama.

“Tadi sih di sini bersama Erika, tapi sekarang—“

“Kamu bilang ke Paris kalo hari ini tante valle dan suaminya pergi ke desa karena kakeknya Paris sakit, jadi kalau bisa nanti kamu ajak Paris pulang ke rumah kita daripada tidur sendirian di rumah nya,”

“Tapi—“

“Mama tidak mau tahu, segera cari dia,” kata mama seraya memutuskan sambungan telpon.

Merepotkan saja!

Akhirnya aku mencoba menghubungi Paris beberapa kali tapi tak ada respon dari nya, berulang kali ku hubungi Erika juga tidak ada respon. Sebenarnya mereka berdua ini kemana sih? Dengan kesal aku berjalan keluar ruangan dan tidak sengaja berpapasan dengan jaksa Viky.

“Selamat malam dokter Dhika,” sapa nya.

“Selamat malam, jaksa Viky. Apa anda baru saja mengambil hasil visum kasus anda?” tanyaku.

“Begitulah,” sahut nya tersenyum.

“Oia, apa anda tahu dimana jaksa Erika sekarang?”

“Sepertinya tadi dia akan memeriksa terdakwa sidang tadi pagi ke kediaman nya bersama nona Paris, tadi dia bilang seperti itu,”

“Dengan pengawalan polisi?” tanyaku khawatir.

“Sepertinya mereka berangkat berdua,”

“Apa???” kataku cukup terkejut.

“Ya Tuhan, aku lupa jika dia orang berbahaya. Haruskah kita menyusul mereka?” sahut jaksa Viky.

“Ayo kita kesana,” kataku dengan sedikit berlari menuju parkiran.

Kami membawa mobil masing masing melintasi jalanan kota yang mulai Nampak sepi. Setelah cukup lama melewati kemacetan, aku memarkirkan mobil di halaman rumah besar itu. Terdapat beberapa penjaga yang berjaga dengan ketat di sana. Tapi karena jaksa viky menunjukkan surat perintah penangkapan yang kami manipulasi maka kami berdua bisa masuk.

Kami menerobos masuk rumah nya diikuti jaksa viky. Aku melihat tubuh Erika yang tergeletak di sofa, tapi dimana Paris? Aku memeriksa detak jantung Erika dan dia masih hidup.

“Tolong bawa dia ke rumah sakit, ku mohon,” kataku pada jaksa viky.

“Ini memang tugasku, tanpa anda minta, dok,” kata jaksa viky mulai membopong tubuh Erika.

“Ku mohon hubungi keluarga nya juga,” kataku.

“Baiklah,” kata jaksa Viky berlalu pergi demi keselamatan Erika.

PYARRR….!

Suara pecahan dari sebuah kamar membuatku mendekati kamar itu dan membuka nya.

“Jangan masuk, Tuan,” kata seorang pembantu wanita yang ada di sana.

“Aku dari pihak kepolisian,” sahutku berbohong seraya membuka pintu kamar itu.

Aku melihat Paris dengan pakaian yang sudah setengah koyak dan airmata yang membasahi pipi nya. Dia berada di atas kasur dengan diikat kedua tangan nya. Sedangkan bajingan itu menciumi nya dengan menindih sebagian tubuh Paris. Botol minuman pecah di lantai dan kaca nya bertebaran di lantai.

Aku mengambil kursi dari kayu dan memukul tubuh bajingan itu dengan kursi hingga dia kesakitan. Aku menonjoknya berulangkali hingga darah mengalir dari hidung nya dan wajah nya lebam semua kemudian tak sadarkan diri.

Dengan cepat aku membuka ikatan tali yang ada di kedua tangan Paris. Dia masih terisak, terlihat darah mengalir di ujung bibir nya. Tubuh nya gemetar seakan tak kuat berjalan. Aku menutupi tubuh nya menggunakan jas dokterku.

Aku menggendong tubuh nya dan membawa nya ke dalam mobilku. Dia masih terisak tak mengeluarkan sepatah katapun. Aku bingung harus membawa nya kemana saat ini, tidak mungkin jika aku membawa nya pulang ke rumah dengan keadaan seperti ini. Pasti mamaku akan sangat khawatir.

Tidak lama kemudian ponselku berdering dan aku meminggirkan mobilku untuk menjawab panggilan.

“Halo,” sahutku.

“Aku sudah mengirimkan polisi untuk menangkap nya ,” kata jaksa viky.

“Baguslah, jangan lupa amankan rekaman CCTV sebagai bukti untuk menjebloskan nya ke penjara,” kataku melihat Paris sebentar.

“Tenang saja, aku akan membereskan nya,” kata jaksa viky.

“Bagaimana Erika saat ini?” tanyaku yang membuat Paris melihatku cukup lama.

“Dia baik baik saja, si brengsek itu membius nya,”

“Baiklah, ku serahkan kasus ini padamu. Kamu sudah menghubungi orangtuanya kan?” tanyaku.

“Ini orangtuanya sedang menjaganya,”

“Syukurlah, uruskan mobil erika juga," kataku mengakhiri panggilan ini.

Aku mulai menjalankan mobilku lagi menuju rumah tante Vallery. Aku memarkirkan mobilku di halaman rumah nya.

“Aku nggak mau turun, aku nggak mau orangtuaku melihat keadaanku yang seperti ini. Ku mohon bawa aku pergi dari sini, ayah akan marah padaku, ” kata Paris menangis.

“Lalu aku harus membawamu kemana? Orangtuamu tidak ada di rumah,” sahutku mencoba membuka seatbelt nya.

“Kemana?”

“Mereka ke rumah kakekmu, kakekmu sakit,”

“Di rumahku tidak ada orang, apa kamu akan meninggalkanku sendiri?” Tanya nya dengan raut wajah khawatir.

“Aku akan menemanimu,” kataku keluar dari mobil dan membantu nya berjalan masuk ke dalam rumah.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!