NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Itu Istriku

Gadis Barbar Itu Istriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:116.5k
Nilai: 5
Nama Author: N La Uta

Cyra Purnama, 17 tahun, seorang gadis barbar dan merupakan seorang trouble maker baik dirumah maupun disekolah, terpaksa dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang pemuda bernama Aditya Nugraha, 22 tahun, merupakan pemuda yang ditolongnya karena suatu masalah. Ayah Cyra sangat berharap gadis itu mau berubah menjadi lebih baik.

Namun, bukannya semakin baik justru Cyra semakin liar. Pertengkaran demi pertengkaran pun kerap terjadi didalam kehidupan rumah tangganya bersama Ditya, sang suami yang dibenci dan juga membencinya.

Mampukah Ditya menjinakkan sang gadis barbar dengan caranya? Ataukah perlakuannya terhadap gadis itu justru berujung perceraian?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N La Uta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidangan Spesial ala Chef Cyra

Cyra baru selesai mandi. Sembari menunggu sang suami pulang, direbahkannya tubuhnya disofa ruang tamu.

Gadis itu terlihat begitu kelelahan karena harus beres-beres rumah, mulai dari mencuci pakaian, menyapu dan mengepel lantai, hingga yang terakhir tadi memasak dan mencuci perabot.

Sebenarnya Cyra tidak biasa melakukan semua pekerjaan tersebut. Saat masih tinggal bersama papanya dirumah mewahnya, Cyra diperlakukan bak ratu, meski kelakuan barbarnya sering membuat sang papa pusing dan geleng-geleng kepala.

Semua permintaannya akan dikabulkan baik oleh papa, kakak bahkan sang asisten rumah tangganya yang dia panggil biyung.

Tok!

Tok!

Tok!

Terdengar suara ketukan dipintu.

"Ra, buka pintunya!"

Cyra yang hampir terlelap samar-samar mendengar suara.

"Raa!!"

Begitu tahu itu suara Ditya, Cyra langsung bergegas menuju pintu dan membukanya.

"Iyaaa, sebentaar!!" teriaknya dari dalam.

Ceklek!

Pintu terbuka dan tampak Ditya sedang menuntun si Putih, siap dikandangkan.

"Lama banget, sih buka pintunya," gerutu Ditya sambil menerobos masuk menuntun vespa kesayangannya.

"Hoam ...! Habisnya, hoam ... kamu lama banget pulangnya. Aku, tuh sudah dari tadi nungguin kamu, tahu," balas Cyra dengan menguap beberapa kali.

"Tadi ada acara pesta ulang tahun dicafe. Aku disuruh ngedekor ruangan dan membereskannya selesai acara. Habis itu mampir ketempat Bang Firman, ngelunasin utang gegara tadi sehabis nganterin kamu si Putih ngambek."

Ditya menjatuhkan dirinya disofa bekas Cyra berbaring.

"Lagian, pelihara siPut. Ya wajarlah suka ngambek. Jalannya aja lambat kayak keong gitu," seloroh Cyra.

"Kamu jangan ngehina dia. Gitu-gitu juga tadi kamu minta dianyerin sama dia," sergah Ditya.

"Hehe ...! Terpaksa."

Cyra nyengir.

"Ambilin minum, dong, haus, nih."

"Ambil sendiri. Sekalian makan, noh udah aku masakin buat kamu. Dihabisin, loh! Sayang kalau nggak dihabisin. Kata kamu tempo hari, mubazir."

Cyra melangkah ke kamarnya dengan senyum dikulum.

Ditya pun melangkah menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur.

Dibukanya tudung saji di atas meja makan.

Dahinya berkerut begitu melihat ada dua jenis masakan Cyra.

Tampak ada telur dadar yang terlihat amburadul. Dicicipinya telur itu dengan sedikit mencubitnya dengan jari.

"Puihh, asiin!!" gumamnya.

Ada juga menu satu lagi yaitu tempe goreng berwarna hitam. Bukan hitam karena dibumbui kecap, bukan. Tempe itu hitam karena digoreng sampai gosong.

Dicicipinya lagi tempe goreng buatan sang istri kecilnya.

"Wueeekk, pahiit."

Dilepehkannya tempe dan bergegas mengambil air minum di dispenser lalu ditenggaknya air itu hingga tandas satu gelas.

Sementara itu, Cyra yang sudah masuk kekamarnya terlihat menggigit kukunya.

Gadis itu merasa was-was mengingat masakannya yang tidak layak makan itu. Dia sendiri tadi memilih makan malam dengan membeli ayam goreng diujung jalan dekat kontrakan.

"Ciciii ..., sini kamu!!"

Nah, kan. Rasa was-was Cyra terbukti.

Terdengar teriakan Ditya memanggil namanya dari arah ruang makan.

"Keluar, kamu!!" pekik Ditya lagi.

Ceklek!

Cyra membuka pintu kamarnya yang berada tepat didepan ruang makan. Begitu pintu terbuka, gadis itu menyembulkan kepalanya takut-takut.

Dilihatnya sang suami sedang berkacak pinggang menatapnya tajam.

"Sini, kamu!" perintahnya galak.

Cyra pun melangkah mendekatinya dan pura-pura bertanya:

"Ada apaan, sih?! Malam-malam teriak-teriak. Ganggu orang mau tidur aja," dengusnya kesal.

Padahal dalam hati sedang ketar-ketir.

"Masakan apa ini?!"

Ditya menunjuk ke arah piring tempat telur dadar dan tempe goreng.

"Udah jelas-jelas itu telur sama tempe. Pakai nanya lagi," dengus Cyra.

"Aku tahu ini telur sama tempe. Yang aku tanyain, kenapa bisa gosong gini?!"

"Hehe ...! Sorry, tadi aku goreng tempenya sambil nonton YT. Terus, sepertinya apinya juga kebesaran, deh," cengirnya sambil mengangkat jatinya membentuk huruf V.

"Lagian, kamu tahu, kan aku nggak pernah masak. Boro-boro masak dan beberes rumah. Masuk dapur aja cuma buat ambil makanan dan minuman dikulkas," belanya.

"Terus, tadi kamu makan malam pakai lauk apa?"

Ditya curiga, soalnya nasi dipanci sudah berkurang, tanda sudah diambil.

"Hehe ...! Itu, aku beli ayam goreng diujung jalan sana," aku Cyra lagi-lagi memperlihatkan cengirannya.

"Whaatt??"

Ditya melotot lebar mendengar pengakuan Cyra.

"Kamu makan malam pakai ayam goreng, sementara suami kamu dikasih makan telur dadar amburadul sama tempe goreng ini?! Hemm, bagus banget kamu, ya."

Ditya menarik hidung mancung gadis itu sampai terlihat memerah.

"Aduduuh ...!!" jerit Cyra kesakitan.

"Sakit, tahu?!"

"Pokoknya aku nggak mau tahu. Ikut temani aku makan," ancam Ditya.

Didudukkannya istrinya dikursi berseberangan dengan dirinya.

"Nggak mau! Aku udah kenyang makan tadi," tolak Cyra hendak bangun dari duduknya.

"Tadi katamu suruh dihabisin takut mubazir. Nah, aku minta kamu bantu aku habisin ini makanan."

Ditya mengisi piringnya dengan secentong nasi. Diambilnya satu iris telur dadar very salty buatan chef Cyra dan mulai memakannya pelan-pelan.

"Pokoknya aku nggak mau. Titik!"

Cyra menggeleng keras.

"Ok, no problem!"

Cyra tersenyum senang mendengar ucapan Ditya.

Namun senyum itu luntur saat didengarnya ucapan suaminya berikutnya.

"Jangan harap besok kamu dapat uang jajan," ujarnya santai.

Cyra yang merasa dapat ancaman tidak akan mendapat uang jajan itupun langsung dengan cepat mengambil nasi. Saat hendak mengikuti sang suami mengambil telur, Ditya mencegahnya.

"Telur ini jatahku. Kamu tempe gorengnya saja."

"Tapi ..."

"Tidak ada protes. Cepat makan!"

"Baiklah!" pasrah Cyra.

"Selamat menikmati hidangan spesial ala Chef Cyra 'Cici Meong'," ledek Ditya tersenyum dikulum.

Dengan pelan Cyra pun mulai makan dengan lauk tempe goreng gosong buatannya sendiri.

Matanya merem melek menahan rasa yang nano-nano dimulutnya. Ada rasa asin, gurih dan pahit. Rasa pahit lebih mendominasi sebab gosongnya benar-benar gosong.

Ditya yang melihatnya menaikkan ujung bibirnya menampilkan senyum penuh kemenangan.

Bagaimana tidak? Meskipun sangat asin, tapi paling tidak telur yang dia makan tidak sampai gosong seperti tempe goreng itu.

"Hueekk ...!"

Cyra merasa mual. Gadis itu lantas berlari kakamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya akibat rangsangan dari rasa pahit dan asin yang membuat perutnya mendadak mual.

"Haha ...!"

Bukannya menolong dan memberinya minum, Ditya justru menertawakannya sambil bersedekap didepan pintu kamar mandi.

1
Tina Martina
kapan lg up nya thor jgn bikin kecewa dong thor
Tina Martina
lanjut thor
Murti Limandari
mana nih lanjutannya thor di tunggu
Tri Purwanti
up dong
Ana Anin
keren
Rita
Author apa kabar. tahun baru mana up nya. ditungguin up nya ya
Muhadi yadi
lama up nya
Vhysyah Sully
ln bsa mti pnsaran thor
kandar qayla
cerita cukup bagus.
lebih bagus lagi cepat di up.
kandar qayla
semoga, semoga
Lu Ling Khow
lanjut dong tls novel nya bikin penasaran banget
Adibah Twh Adibah
wah ceritanya srmakin asik
Bidan Ilpiani
pengemarnya dikit jd..penulisnya udah males nulis lg
Sunarti
thor ud lupa ya upnya ☺☺☺ud brp bulan thor?
Rena Harianto
apakah karya ini sudah di tinggal kan sama penulis nya????
kok gak pernah up lagi????
Anonim
apa author nya lupa ngelanjuti crita ini ya🤔
Adi Zulkarnaen
mana nih cepet dong lanjutin LG seru nih.jangan ngecewain Doong..
Author SUPERSTAR: Baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk...
total 1 replies
Novi Heriansyah
lemes besty gak di lanjutin
Adi Zulkarnaen
ayo dong lanjut LG ceritanya seruuu tau
Agus Rahman
up dong..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!