Bisakah Kelvin menjadi seorang ayah, yang baik untuk keluarga kecil barunya?
Apakah pada akhirnya Vina bisa menerima kehadiran Kelvin dalam hidupnya?
Akankah kehidupan rumah tangga mereka akan berjalan dengan lancar?
Apakah pada akhirnya kebenaran akan terungkap?Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai?
Aku akan belajar menjadi seorang ayah yang baik untuk mu dan anak mu, walaupun aku tidak tau, anak yang berada di kandungan mu anak mu dengan siapa, hanya saja jika melihat mu seperti ini mengingatkan ku dengan gadis itu gadis yang ku tinggali setelah malam itu, aku ingin tanggung jawab tentang hidupnya tapi bahkan sampai detik ini aku tidak tau dia dimana.
Aku berharap dia akan bertemu dengan laki laki yang mau menjaganya dan menerima kekurangan nya, sama halnya aku yang akhirnya menikahi mu dan menerima kekurangan mu. Aku harap suatu saat nanti kamu juga bisa menerima ku pada akhirnya
Jika kalian yang baru bergabung jangan lupa baca Novel sebelumnya dulu ya agar kalian ga bingung karna ini adalah Sequel lanjutan dari Cerita Kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Setelah itu Kelvin dan Vina hanya berpelukan beberapa saat saling meredam emosional mereka dari rasa bahagia. sebelum akhirnya pintu ruang kerja Kelvin di ketuk dan ada suara pembantu rumah tangga yang memanggil manggil mereka.
Tok..tok..tok.. "Tuan, nona dokter Eleanor sudah ada di ruang tamu sedang menunggu tuan dan nona, kata beliau ada jadwal pemeriksaan kandungan hari ini" ucap bibi di balik pintu
Kelvin langsung membuka pintu dan menyuruh bibi untuk menyiapkan cemilan dan minuman untuk dokter dan Vina sedangkan mereka akan menemui dokter Eleanor di ruang tamu. Akhirnya Vina dan Kelvin pun bergegas ke ruang tamu untuk menemui dokter Eleanor di sana.
"siang dok" ucap Vina seraya menghampiri dokter Eleanor yang tengah sibuk menyiapkan alat alat yang dia bawa
"hai Vina, kamu terlihat sangat gembira ya setelah pulang dari Korea ada yang aku tidak tahu kah?" tanya Eleanor sedikit penasaran ada apa di antara sepasang suami istri ini kemarin terlihat seperti orang asing sekarang malah terlihat seperti ABG yang lagi kasmaran
"Ah tidak terjadi apa apa kok dok, oh ia dok beberapa waktu lalu Vina ngeluh perutnya suka kenceng itu kenapa ya dok?" tanya Kelvin kepada dokter yang tengah memeriksa tensi darah Vina
"Kalian bisa saja menipu banyak orang, tapi apa kalian lupa aku adalah dokter pribadi kalian, semua tingkah gelagat kalian aku tau. tapi aku ga akan maksa kalian untuk menjelaskan nya karna semuanya sudah jelas. Aku sebagai dokter sangat senang melihat kalian sudah ada perkembangan. ini mungkin berkat bayi di dalam perut Vina yang mulai menyatukan kalian. ingat ya Vin kamu harus saja Vina dengan baik jangan buat emosinya naik turun itu ga bagus buat kandungan nya. untuk saat ini tensinya normal kita pindah ruangan yah kita USG gimana perkembangan Dede bayinya" ucap dokter kepada mereka
"Baik dok" ucap Kelvin yang mengerti akan ucapan dokter Eleanor. dia bersyukur memiliki mentor dokter seperti dokter Eleanor yang membantu cara agar mereka bisa sangat dekat dan belajar jadi ayah dan ibu untuk anaknya kelak.
akhirnya mereka bertiga ke arah kamar Kelvin dan Vina, Vina sudah berbaring di kasurnya sedangkan dokter Eleanor mengeluarkan beberapa alat untuk memeriksa kandungan Vina.
Akhirnya mereka bisa mengetahui jika bayi Vina terdeteksi kembar, hanya saja belum kelihatan berjenis kelamin apa, karna bayinya masih sangat kecil. "Yang bener dok bahwa Vina memiliki bayi kembar?" tanya Kelvin kepada dokter
"Iya Vin masa aku bohong pada kalian, selamat ya Vin, Vina kalian akan memiliki dua anak" ucap dokter kepada mereka
"Iya dok makasih, bagaimana keadaan mereka apakah mereka sehat?" tanya Vina penasaran dengan kondisi baiknya
"Kamu gausah khawatir Vina anak mu sangat sehat, dia bahkan sedang berputar putar di dalam sana, kalian harus sering sering ngajak ngobrol mereka, atau dengarkan lagu/ sholawat kepada mereka, agar mereka dapat lebih mengenal papa dan mamanya" ucap dokter menjelaskan kepada mereka
"Baik dok kami akan perhatikan tentang itu, tapi masalah kram perut Vina gimana dok?" tanya Kelvin lagi kepada Eleanor
"Itu ga masalah Vin, itu hanya bentuk kelelahan tubuh Vina, maka nya Vina ingat ya Jagan mengerjakan hal hal beerat jangan membuat dirimu stres juga itu dapat memicu kram pada perut" ucap Eleanor menjelaskan
"baik dok makasih atas saran nya aku akan lebih memerhatikan hal itu nanti, hanya saja Vina masih suka ngeyel nih masih ingin kerja padahal aku gamau dia kelelahan" ucap Kelvin kepada Eleanor dan mendapat cubitan kecil di perut Kelvin
"Aw.. sakit Bun jangan nyubit aku terus dong" ucap Kelvin meringis
"siapa suruh kamu bawel, nyebelin" ucap Vina kesal seraya cemberut
"Kalian ya kayak gini aja berantem" ucap Eleanor seraya menggelengkan kepalanya karna heran dengan tingkah suami istri ini
Setelah beberapa saat setelah pemeriksaan Kelvin, Vina, dan dokter Eleanor akhirnya makan makan desert di taman belakang sambil merencanakan bagaimana memberitahu kepada ayah Vina atas kehamilan Vina , karna Vina dan Kelvin ga mungkin menyembunyikan ini terlalu lama karna akan kelihatan cepat atau lambat.
"Bagaimana kalau kalian akan memberitahu keluarga besar Vina setelah 2 Minggu dari sekarang, sementara Vina jangan kesana terlebih dahulu agar mengurangi kecurigaan keluarganya. Tapi jangan menutup kemungkinan untuk keluarga Vina datang berkunjung kesini itu gapapa, tapi Vina harus mengenakan baju yang besar dan mengurangi interaksi yang berlebihan"
"Baiklah kalau seperti itu aku akan ikuti kata dokter" ucap Vina kepada Eleanor
Setelah menghabiskan perjamuan sore itu dengan makan desert dan juga teh hijau hangat dokter Eleanor minta izin untuk pulang karna hari mulai sore dan dia masih ada beberapa pekerjaan yang harus dia kerjakan. Kelvin dan Vina akhirnya mengantar dokter Eleanor ke pintu keluar dan mengucapkan terimakasih atas saran dan juga pemeriksaan hari ini.
"Vin besok kamu mulai kerja atau belum?" tanya Vina kepada Kelvin sambil terus memeluk lengan suaminya itu
"entahlah, kenapa emangnya sayang jangan bilang kamu gamau aku tinggal kerja ya? cie yang gamau lepas dari aku asik" ucap Kelvin kepada Vina
Vina yang mendengar itu langsung ingin mencubit kelvin tapi laki laki itu sudah kabur berlari ke sofa ruang tv membuat Vina menyusulnya. " Udah udah ampun bunda ayah ngaku salah engga bakal godain bunda lagi ampun ya sayang" ucap Kevin yang menahan tangan Vina yang bersiap mencubit perutnya itu. dan sekarang posisinya Vina di atas badan Kelvin dan Kelvin berbaring di sofa di bawah Vina.
Yang semula Kelvin memegang kedua tangan Vina kini memeluk gadis itu kedalam pelukan nya dan mencium bibir istrinya dengan lembut, ciuman panas itu seolah ga cukup sampai akhirnya Kelvin menyadari bahwa mereka masih berada di ruang tamu. dia mulai bangkit dan melepas ciuman dirinya dengan Vina. dan menggendong istrinya itu untuk pindah ke kamar mereka.
Kelvin membawa Vina ke kamarnya membaringkan Vina di kasur dan mengunci pintu kamar dengan rapat. Kelvin yang akan bersiap untuk melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda itu langsung di hentikan oleh Vina. "Ayah.. ayah mau ngapain?" tanya Vina kepada Kelvin yang sudah malu dengan pertanyaan istrinya itu. dia hanya bisa merespon dengan mencium dan mengendus tengkuk leher dan bahu istrinya itu.
"Ayah udah yah jangan gitu ah inget ada Dede di perut bunda, tolong bersabar ya yah, 6 bulan lagi aja oke" ucap Vina kepada Kelvin yang akhirnya menjatuhkan dirinya ke samping kasur dan memeluk Vina dari samping tapi masih menciumi pipi kuping dan tengkuk lehernya.
"ah bunda mah 6 bulan itu sampai Dede lahir, belum lagi masa pemulihan masa Dede menyusui" ayah bisa gila hun nahan nya sekali aja yah Bun" ucap Kelvin kepada Vina dengan suara beratnya dan manja nya
"Tapi yah, nanti dulu bunda mau nanya dulu, besok ayah kerja ga?" tanya Vina kepada Kelvin
"Iya ayah jawab tapi sekali dulu ya please" ucap Kelvin kepada Vina
"Iyaa iyaa" ucap Vina
"asik, iyaa besok ayah ga kerja masih mau sama bunda" ucap Kelvin dan memilih naik kembali ke atas tubuh Vina
"yaudah kalau gitu, inget besok pagi kita senam pasangan ya yah buat ngelatih Dede nya juga oke, sama besok kita beli beberapa perabot buat nata barang barang Korea aku ya yah" ucap Vina kepada kelvin yang malah udah sibuk menciumi nya
"Kelvin ah.. aah.. jangan terlalu seperti itu Vin.. AW jangan di gigit sakit Kelvin Wicaksana !" teriak Vina ga di gubris oleh Kelvin yang malah terus melanjutkan permainan nya